fbpx

Santapan Harian Keluarga (SHK) – Jumat, 20 Maret 2026

Mazmur 126 : 1 – 6

Kesetiaan Menabur Benih

Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion, rasanya seperti mimpi. Sukacita yang meluap digambarkan melalui tawa dan sorak-sorai. Pengalaman ini begitu luar biasa sehingga bangsa-bangsa lain pun mengakui, “Tuhan telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!”. Di tengah sukacita awal, masih ada kerinduan untuk pemulihan yang lengkap. Pemazmur berseru, “Pulihkanlah keadaan kami, ya Tuhan, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb!” Ini adalah metafora yang kuat, menggambarkan keinginan agar berkat dan kehidupan mengalir kembali dengan deras ke dalam situasi yang sebelumnya gersang dan hancur, seperti sungai di padang gurun yang kembali dialiri air setelah hujan.  Menabur dengan air mata melambangkan kerja keras, kesabaran, dan kesetiaan dalam ketaatan kepada Tuhan di tengah rasa sakit, duka, tantangan, atau penolakan. Ini bisa berarti terus melayani, berdoa, memberi, atau melakukan kebaikan meskipun hasilnya belum terlihat atau justru menghadapi kesulitan. Mempertahankan harapan di tengah pencobaan, dengan keyakinan bahwa masa sulit adalah bagian dari proses menuju pemulihan dan sukacita yang lebih besar. Terus “menabur benih” iman dan ketaatan, meskipun keadaan mungkin membuat kita menangis atau putus asa. berpegang pada janji Tuhan akan penuaian sukacita yang pasti datang pada waktu-Nya.

Tuhan, bantu kami untuk tetap setia menabur, di segala situasi. Amin.

DOA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *