Santapan Harian Keluarga (SHK) – Kamis, 26 Maret 2026
Matius 26 : 57 – 68
Kedaulatan Yesus ditengah Pengadilan Dunia
Ketika kita menghadapi kritik yang tidak adil atau fitnah, reaksi pertama kita adalah membela diri dengan keras. Kita kesulitan menerima penderitaan yang disebabkan oleh kebohongan orang lain. Namun, peristiwa di hadapan Mahkamah Agama menunjukkan Yesus tidak hanya menderita, tetapi memilih menderita dengan kedaulatan. 3 hal penting yang terjadi di hadapan Mahkamah Agama adalah: pengadilan ini sepenuhnya dipenuhi ketidakadilan, keheningan Yesus yang berdaulat dan jawaban yang menetapkan takdir. Ketika Kayafas memaksanya bersumpah, Yesus akhirnya berbicara. Pembicaraan itu menegaskan identitas-Nya sebagai Kristus, Anak Allah. Jawaban Yesus ini kemudian menjadi alasan mereka menjatuhkan hukuman mati, namun secara ironis, itu adalah penegasan kedaulatan-Nya atas takdir mereka. Yesus tahu bahwa penderitaan saat ini adalah jalan menuju kemuliaan. Kekuatan kita terletak pada kepasrahan kepada kehendak Tuhan. Ketika kita difitnah, biarkan keheningan yang berdaulat menjadi respons pertama kita dan penegasan iman menjadi jawaban terakhirnya. Maka kita akan dapat tenang, pada akhirnya kita akan menunjukan kebenaran muncul seperti rembang tengah hari.
Tuhan, jadikanlah ajaranMu memenuhi hidupku setiap waktu, Amin
DOA

