fbpx

Santapan Harian Keluarga (SHK) – Rabu, 26 Juni 2026

Yesaya 49 : 14 – 21

Tangan yang Mengukir Nama

Dalam perjalanan hidup berbangsa dan bermasyarakat, kita sering kali menemui luka yang tidak hanya membekas pada individu, tetapi juga pada kelompok. Itulah yang disebut trauma social, luka kolektif akibat pengabaian, konflik, atau krisis yang membuat sebuah komunitas merasa “ditinggalkan Tuhan. Ayat 14 menggambarkan kondisi itu, kondisi psikologis Sion yang hancur. Kalimat “Tuhan telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku” bukan sekadar keluhan, melainkan jeritan trauma. Tuhan menjawab trauma tersebut dengan analogi kasih ibu. “Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya… sekalipun ia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.” (ay. 15) Tuhan melangkah lebih jauh dengan berkata: “Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku” (ay. 16). Ini adalah bentuk pemulihan trauma yang paling mendalam. Di saat dunia luar menganggap kita beban, Tuhan menganggap kita sebagai identitas yang terukir secara permanen di tangan-Nya. Identitas ini memberi kita tanggungjawab untuk terus bangkit dan membangun hidup yang lebih baik.

Tuhan, terima kasih kerena telah melukiskan kami di tanganMu Amin.

DOA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *