fbpx

Santapan Harian Keluarga (SHK) – Kamis, 25 Juni 2026

Yeremia 30 : 17 – 22

Allah Memulihkan Luka Batin

Seorang anak kecil jatuh dari sepeda dan lututnya terluka. Ia menangis keras bukan hanya karena sakit, tetapi karena takut. Ibunya tidak langsung menyuruh dia berhenti menangis. Ia menggendong, membersihkan luka, meniup perlahan, lalu berkata, “lukamu akan sembuh.” Anak itu belum langsung berhenti menangis, tetapi hatinya tenang karena merasa aman. Sentuhan kasih membuat proses pemulihan dimulai. Firman Tuhan hari ini menyuarakan janji Tuhan: “Aku akan memulihkan kesehatanmu dan menyembuhkan luka-lukamu.” Umat Tuhan saat itu terluka bukan hanya secara fisik, tetapi batin dan sosial ditolak, dihina, dan kehilangan rasa aman. Dalam kehidupan gereja rumah tangga, luka sosial juga nyata: konflik, kata-kata kasar, kekecewaan, bahkan penolakan. Trauma sering diwariskan diam-diam lewat sikap dingin, marah, atau menarik diri. Pemulihan dimulai saat rumah menjadi ruang aman: ada pelukan, doa, pengampunan, dan kesediaan mendengar. Dari keluarga yang disembuhkan, lahir gereja yang kuat. Tuhan bukan hanya menutup luka, Ia mengangkat kita kembali menjadi umat-Nya yang dipulihkan dan diberdayakan untuk memulihkan sesama.

Tuhan pulihkan luka hati kami, dan keluarga kami. Amin.    

DOA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *