Santapan Harian Keluarga (SHK) – Minggu, 27 September 2026
Lukas 16 : 1 – 13
Tekun, Jujur Dan Bertanggung Jawab
Setiap pekerjaan pasti membutuhkan ketekunan, kejujuran dan tanggung jawab tinggi dalam menjalaninya. Kalau kita pahami lebih dalam sesungguhnya wujud dari tanggung jawab itu dinyatakan melalui ketekunan dan kejujuran dimana ada penghargaan atas hidup dan kerja itu sendiri. Marcus Aurelius pernah berkata : “tanggung jawab adalah milikmu, tidak ada yang bisa menghentikan anda dari bersikap jujur atau berterus terang”. Ungkapan ini memberi makna bahwa bagaimanapun kita adanya nanti sangat bergantung pada pilihan dan keputusan kita sendiri. Oleh karena itu baik tekun, jujur dan bertanggung jawab adalah sebetulnya pilihan dan keputusan kita. Hal ini sejalan dengan kisah bendahara yang tidak jujur dalam bacaan ini sebab ketidakjujurannya adalah pilihannya sendiri dan ia harus menerima konsekuensi dari perbuatannya yaitu dipecat oleh tuannya. Kisah ini memang menarik karena di satu sisi tentu kita pun belajar bahwa ketidakjujuran dapat menimbulkan banyak dampak baik bagi diri sendiri tapi juga orang lain. Oleh karena itu ketika kita berkomitmen pada kejujuran, kita sedang membantu mengurangi tingkat kesalahpahaman, keraguan dan ketakutan di masyarakat. Perbuatan bendahara yang tidak jujur dan menyalahgunakan uang tuannya tidak harus menjadi perilaku kita baik dalam kehidupan keluarga, gereja, dunia kerja kita dan masyarakat. Kejujuran harus tetap menjadi warisan nilai iman yang terpelihara dari genarasi ke genarasi sebab membawa dampak besar bagi hidup yang penuh damai Sejahtera.
Ya Tuhan, mampukan kami bekerja denan tekun, jujur dan bertanggungjawab. Amin
DOA

