Santapan Harian Keluarga (SHK) – Sabtu, 7 November 2026
Ibrani 13 : 7
Warisan Iman Dalam Keluarga
Ibrani 13:7 justru mengajak jemaat kembali mengingat orang-orang yang pernah menuntun mereka dalam iman. Jemaat saat itu hidup dalam tekanan, kelelahan, dan ancaman untuk mundur. Karena itu, “mengingat” bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan menghadirkan kembali jejak iman yang pernah memberi kekuatan. Mengingat berarti menyadari bahwa iman kita tidak tumbuh sendirian. Ada orang tua, pendeta, guru, sahabat, atau anggota jemaat yang pernah menanamkan Firman dalam hidup kita. Memperhatikan berarti melihat dengan jernih bagaimana mereka menjalani iman, terutama ketika menghadapi kesulitan. Meneladani berarti membawa nilai iman itu ke dalam konteks hidup kita sendiri. Kita tidak dipanggil menjadi salinan dari pemimpin masa lalu. Kita dipanggil menghidupi iman yang sama secara baru. Hari ini, mungkin tekanan kita berbeda, tetapi panggilannya tetap sama yakni setia. Seorang anak mungkin tidak lagi mengingat semua nasihat ayah atau ibunya. Namun ia mengingat bagaimana ibunya tetap berdoa ketika ekonomi keluarga sulit, bagaimana ayahnya tetap jujur ketika ada kesempatan mengambil jalan pintas, dan bagaimana keduanya tetap saling mengampuni ketika terluka. Bertahun-tahun kemudian, ketika anak itu menghadapi krisisnya sendiri, kenangan itu hidup kembali. Itulah teladan menjadi khotbah yang tidak pernah selesai.
Tuhan, tolonglah kami untuk bersikap sabar dan dapat berelasi dengan siapapun secara baik. Amin
DOA

