fbpx

Santapan Harian Keluarga (SHK) – Senin, 28 September 2026

Ayub 8 : 1 – 7

Hidup Bersih dan Jujur

Suatu ketika, seorang ibu kehilangan anaknya. Dalam duka yang begitu dalam, bukannya mendapatkan penghiburan, ia justru mendengar perkataan yang melukai: “Mungkin ini hukuman Tuhan karena kesalahanmu.” Perkataan itu seakan-akan menambah beban di atas luka yang sudah terbuka. Alih-alih menguatkan, perkataan ini membuatnya semakin tenggelam dalam rasa bersalah dan kehilangan. Hal ini mengingatkan kita kepada Bildad yang menilai penderitaan Ayub sebagai akibat dosa. Padahal, tidak semua penderitaan adalah hukuman atas dosa. Namun di balik pemahaman yang keliru itu, ada suatu kebenaran: hidup yang bersih dan jujur di hadapan Tuhan tidak pernah sia-sia. Tuhan melihat hati yang tulus dan setia. Ia tidak menutup mata terhadap pergumulan umat-Nya. Karena itu tetaplah hidup dalam kebenaran dan kejujuran. Percayalah, Tuhan sanggup memulihkan “rumah” kita  baik kehidupan keluarga, maupun masa depan sesuai dengan kehendak-Nya. Pemulihan Tuhan mungkin tidak selalu cepat, tetapi pasti dan penuh kasih.

Tuhan, ajar kami hidup bersih dan jujur. Pulihkan kehidupan keluarga kami. Amin.

DOA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *