Santapan Harian Keluarga (SHK) – Minggu, 25 Oktober 2026
Kisah Para Rasul 27 : 14 – 26
Harapan di Tengah Badai
Perjalanan laut Paulus menuju Roma berubah menjadi mimpi buruk ketika badai besar bernama Euroklidon menerjang kapal mereka. Namun, di tengah kepanikan massal itu, Paulus berdiri dengan tenang. Ia tidak ikut panik, melainkan membawa berita pengharapan dari Tuhan yang meneguhkan semua orang di kapal tersebut. Badai kehidupan bisa menerjang siapa saja, termasuk orang-orang yang sedang melakukan kehendak Tuhan seperti Paulus. Masalah, krisis, atau penderitaan bukanlah tanda Tuhan meninggalkan kita, tetapi seringkali menjadi medan kuasa-Nya dinyatakan. Ketenangan Paulus di tengah badai bukanlah karena ia kebal masalah, melainkan karena ia memiliki relasi yang erat dengan Allah. Ia mendengarkan suara-Nya dan percaya penuh pada janji-Nya. Paulus tidak hanya menyelamatkan dirinya sendiri, tetapi ia juga menguatkan orang-orang di sekitarnya yang putus asa. Di tengah badai hidup kita, Tuhan memanggil kita untuk menjadi saksi, mewartakan kasih dan penyertaan Allah kepada mereka yang ketakutan. Badai bisa saja datangdalam pekerjaan, keluarga, atau pelayanan dan membuat kita merasa kehilangan arah. Ingatlah pesan malaikat kepada Paulus: “Jangan takut!” Allah yang menyertai Paulus adalah Allah yang sama, yang memegang kendali atas badai hidup kita.
ya Tuhan Yesus, kuatkan iman dan harapan kami, Amin.
DOA

