Santapan Harian keluarga (SHK) – Minggu, 1 November 2026
Filipi 3 : 17 – 21 & 4 : 1
Teladan Dimulai dari Konsistensi
Dalam kehidupan sosial bersama orang lain, saat ada di tempat kerja, di lingkungan rumah tangga atau di media social, kita sering mengeluh tentang sikap orang lain. Kenapa orang itu begitu egois dan sombong? Kenapa rekan kerja sulit diajak bekerja sama? Kenapa tetanggaku itu tidak peduli?. Rasul Paulus dalam teks ini menawarkan perspektif yang berbeda. Ia tidak menunggu dunia berubah dulu baru ia bertindak. Sebaliknya ia berkata, “turutilah teladanku” (Fil.3: 17). Paulus menyadari bahwa perubahan sosial dimulai dari diri sendiri, dari individu yang berani menjadi teladan. Karena itu Paulus menjadikan dirinya sebagai teladan dan meminta jemaat di Filipi untuk meniru hidupnya karena hidupnya selaras dengan nilai-nilai Kerajaan Allah, bukan nilai duniawi. Dalam relasi sosial, orang tidak hanya percaya pada apa yang dikatakan, tapi pada apa yang kita lakukan secara konsisten. Jika kita ingin lingkungan yang jujur, mulailah dengan kerja yang jujur, tidak menyebarkan gosip atau berita bohong.Jika kita ingin lingkungan yang damai, mulailah dengan mengasihi dan mendengarkan orang lain tanpa menghakimi. Menjadi teladan berarti hidup kita adalah “buku terbuka” yang bisa dibaca oleh orang lain. Pastikanlah cerita yang mereka baca adalah cerita tentang integritas dan kasih.
ya Tuhan, jadikan hidup kami teladan yang layak diikuti, amin.
DOA

