Santapan Harian Keluarga (SHK) – Selasa, 3 November 2026
Bilangan 12 : 1 – 3
Kekuatan dari Sebuah Kelembutan Hati
Kisah tragis di padang gurun Sinai yang ada dalam teks hari ini, membuat kita belajar bagaimana sebuah kritik disampaikan karena ada ambisi dan kecemburuan. Musa dikritik oleh saudara-saudaranya, karena menikahi perempuan Kush dan mempertanyakan posisi dan otoritas Musa. Namun lihatlah bagaimana respons Musa saat dikritik dan direndahkan oleh saudara kandungnya sendiri?. Musa tidak membalas. Ia tidak mengucapkan satu patah kata pun untuk membela diri dan menyerang balik. Alkitab justru mencatat karakter Musa: ia adalah seorang yang sangat lembut hatinya. Kelembutan hati di sini bukanlah tanda kelemahan. Itu adalah “kekuatan yang terkendali.” Musa memilih untuk menundukan egonya dan tidak membalas karena ia tahu posisinya sebagai pemimpin yang Tuhan yang tetapkan. Ia menjaga hatinya tetap lembut dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Sebab itu, orang yang aman dengan identitasnya di dalam Tuhan, tidak perlu membela diri secara agresif saat dikritik atau ditekan. Keteladanan Musa mengajarkan kita bahwa kelembutan hati dibentuk saat kita memiliki kesempatan dan kekuatan untuk membalas, namun kita memilih untuk mengampuni dan menyerahkan hak pembelaan itu kepada Tuhan.
ya Tuhan, bersihkan hati kami dari irihati, cemburu dan ambisi terselubung yang merusak relasi dan kedamaian, Amin.
DOA

