fbpx

Santapan Harian Keluarga 30 Juli – 5 Agustus 2017

Sabtu, 5 Juli 2017

Bacaan Firman : Efesus 4 : 9-16

Bukankah “Ia telah naik” berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah?
Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.
Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,
sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,
sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,
tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.
Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, — yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota — menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

JADILAH PENGAJAR

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan.. engkau laksana embun penyejuk dalam kegelapan,… engkau patriot pahlawan bangsa..

Demikianlah lirik lagu “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”. Lagu ini memberikan pesan tentang pentingnya peran seorang guru layaknya seorang pahlawan. Pengabdiannya memberantas kebodohan yang terjadi. ia berjuang supaya para muridnya memiliki pengetahuan, perjuangannya terkadang dilakukan tanpa memikirkan keadaan tubuhnya yang lelah dan terbatas. Guru adalah seorang penerang atau petunjuk bagi ketidaktahuan siswa selama ia di sekolah. Guru dapat memberi jawaban atas segala pertanyaan siswa. Gubur adalah pengajar yang berguna untuk melengkapi siswanya dengan sejumlah pengetahuan. Pentingnya peran guru sebagai pengajar ditegaskan pula oleh Rasul Paulus ketika membicarakan tentang kesatuan. Menurut Paulus, melalui pengajaran yang benar orang percaya tidak mudah diombang-ambingkan oleh berbagai cobaan dan dapat mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Allah. tanggung jawab untuk membuat orang percaya memiliki kesatuan pikir, kesatuan pemahaman dan pengetahuan tentang Allah tentunya tidak hanya menjadi tanggung jawab pengajar dalam pengertian guru saja, tapi menjadi tanggung jawab kita semua. Kita bertanggung jawab untuk mengajarkan orang lain supaya pembangunan tubuh Kristus dapat diwujudkan.

Doa : jadikanlah kami pengajar yang setia, Ya Tuhan, Amin

Jumat, 4 Agustus 2017

Bacaan Firman : Efesus 4 :1-8

Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.
Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.
Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:
satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,
satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,
satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.
Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.
Itulah sebabnya kata nas: “Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia.”

POWER OF LOVE

Lu Ban adalah bapak pertukangan di Tiongkok. Ia lahir di Negara Lu pada tahun 507 SM. Isterinya Yun adalah seorang isteri yang sangat peduli dan perhatian pada suaminya. Setiap hari Yun selalu membawakan makanan untuk Lu Ben yang sedang bekerja keras di luar rumah. Tidak jarang tubuh Yun basah kuyup terkena hujan deras ketika mengantarkan makanan untuk suami tercinta karena saat itu tidak ada alat untuk melindungi diri dari hujan. Tidak tega melihat isteri yang begitu sayang padanya basah kehujanan dan kedinginan, akhirnya Lu Ban membuat pavilion di sepanjang jalan agar Yun tidak basah lagi. Namun, Lu Ban merasa cara itu kurang praktis. suatu hari ada sekumpulan anak yang berjalan dalam hujan. mereka memakaui daun bunga teratai untuk melindungi diri. melihat pemandangan tersebut, Lu Ban jadi terinspirasi untuk membuat alat yang mempunyai fungsi yang sama. Akhirnya jadilah payung untuk pertama kalinya di bumi. Dan isterinya Yun pun tidak pernah basah jika berjalan di musim hujan. Lu Ban menunjukkan kekuatan kasih atau power of love yang luar biasa. Kasih yang peduli, kasih yang menolong, dan karena kasih Lu Ban, ia dan isterinya dapat terus hidup bersama dengan sukacita. Power of love itu pula yang harus menjadi dasar bagi kita untuk hidup dalam kesatuan sekalipun kita berbeda.

Doa : Tuhan tolonglah kami untuk menjadikan kasih sebagai kekuatan kami membangun kesatuan dalam perbedaan, amin

Kamis, 3 Agustus 2017

Bacaan firman : 1 Korintus 12 : 27-31

12:27 Kamu semua adalah tubuh Kristus   dan kamu masing-masing adalah anggotanya.   12:28 Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi,  ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh. 12:29 Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, 12:30 atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh? 12:31 Jadi berusahalah  untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi.

BERBEDA KARUNIA TAPI SATU TUJUAN

Ada lima orang saudara yang hidup tentram di sebuah kaki gunung. Orang tua mereka mewariskan 1,5 Ha sawah dan ladang untuk diolah. Sawah dan Ladang itu agak jauh dari rumah mereka, sehingga mereka harus pergi pagi-pagi sekali. Atas kesepakatan bersama, si sulung memerintahkan kepada si bungsu untuk tinggal di rumah selama mereka bekerja di sawah. Si bungsu pun setuju. Ia membersihkan rumah, memasak dan mencuci. Suatu saat ada salah satu kakaknya yang berfikir bahwa si bungsu malas dan hanya tinggal di rumah saja. Ia pun mengusulkan untuk si bungsu ikut bekerja di sawah dan ladang. Si bungsu tidak keberatan dan mengikuti usulan tersebut, namun ketika mereka selesai bekerja dan kembali pulang, mereka menemukan rumah yang berantakan dan meja makan yang kosong. Saudara-saudara dari si bungsu tidak menyadari bahwa peran yang berbeda diantara mereka sangatlah berguna demi keberlangsungan hidup keluarga mereka. Demikian pula bagi kita yang berbeda peran atau karunia satu dari yang lainnya dalam kehidupan persekutuan. Kita harus mensyukurinya dan menerima sebagai suatu kebaikan demi pencapaian satu tujuan dari persekutuan.

Doa : tolonglah kami Tuhan, supaya karunia yang kami miliki berguna untuk membangun persekutuan, amin

Rabu, 2 Agustus 2017

Bacaan firman : 1 Korintus 12 : 14-26

Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota.
Andaikata kaki berkata: “Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh”, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?
Dan andaikata telinga berkata: “Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh”, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?
Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman?
Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya.
Andaikata semuanya adalah satu anggota, di manakah tubuh?
Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh.
Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: “Aku tidak membutuhkan engkau.” Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: “Aku tidak membutuhkan engkau.”
Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan.
Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus.
Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus,
supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.
Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.

SALING MELENGKAPI

Co-op Magazine memuat tulisan berikut : “anda telah sering mendengar tentang keluarga ‘Tate’. Mereka ada pada setiap organisasi. Ada Dick Tate (mendikte) yang ingin mengatur segalanya. Ro Tate (memutar) ingin mengubah segala sesuatu. Agi Tate ( mengguncang) menciptakan masalah setiap ada kesempatan , dan Irri Tate (mengganggu) selalu membantunya. “Ketika gagasan baru ditawarkan, Hesi Tate (meragukan) dan Vegi Tate (kepasifan) membuat hati menjadi tawar. Imi Tate (meniru) berusaha meniru setiap orang. Devas Tate (merusak) senang merusak, dan Poten Tate (penguasa) ingin menguasai. Namun Facili Tate (memperlancar), Cogi Tate (memikirkan) dan Medi Tate (merenungkan) selalu menyelamatkan keadaan, dan berhasil menggerakkab semuanya untuk bekerja sama”. Tulisan ini memperlihatkan adanya perbedaan peran, namun semuanya berlangsunh sebagai satu kesatuan yang melengkapi. Demikian pula dengan kita sebagai satu tubuh. Rasul Paulus menggambarkan kita sebagai anggota-anggota dari tubuh yang berbeda peran atau tugas antara yang satu dengan yang lainnya. Namun semua peran itu saling berhubungan dan saling melengkapi sehingga tubuh bisa bergerak secara normal. Gerak yang harmonis ini hanya bisa terjadi karena ada kepala yakni Kristus yang merupakan sumber pengarah seluruh gerak anggota tubuh.

Doa : ajarlah kami ya Tuhan untuk saling melengkapi dalam perbedaan kami. Amin

Selasa, 1 Agustus 2017

Bacaan firman : 1 Korintus 12 : 12-13

Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.
Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.

SATU DALAM ROH

Satukanlah hati kami ‘tuk memuji dan menyembah o Yesus Tuhan dan Rajaku… bergandengan tangan dalam satu kasih, bergandengan tangan dalam satu iman… saling mengasihi diantara kami keluarga Kerajaan Allah. Ini merupakan kata-kata yang tidak asing lagi di telinga kita, sebab kita sering menyanyikannya. Lagu yang berjudul “satukanlah hati kami” ini sangat menekankan aspek kesatuan yang harus dimiliki orang percaya. Ajakan bergandengan tangan merupakan panggilan bagi orang percaya untuk hidup saling mengasihi sebagai satu kesatuan, sekalipun kita berbeda satu dengan lainnya. Rasul Paulus menegaskan pentingnya kita hidup dalam kesatuan sebab kita adalah satu tubuh dan Kristus adalah kepala bagi kita. Dalam roh kita disatukan sebagai satu persekutuan yang setara. Roh menolong kita untuk hidup dalam persekutuan yang saling menerima perbedaan dan menghargai perbedaan tersebut. Kita tidak menindas orang yang berbeda dengan kita tapi kita selalu mendukungnya. Sama seperti yang terjadi bagi orang Yahudi dan Yunani, orang merdeka dan budak. Dalam roh kehidupan mereka akan dibarui menjadi orang-orang yang tidak lagi saling menjauhkan diri karena perbedaan budaya dan status sosial, namun hidup dalam satu kesatuan.

Doa : tuntunlah kami dengan RohMU, Ya Tuhan, untuk hidup dalam kesatuan. Amin

Senin, 31 Juli 2017

Bacaan firman : Yeremia 32 : 36-41

Oleh sebab itu, beginilah firman TUHAN, Allah Israel, mengenai kota ini, yang engkau katakan telah diserahkan ke dalam tangan raja Babel karena pedang, kelaparan dan penyakit sampar:
Sesungguhnya, Aku mengumpulkan mereka dari segala negeri, ke mana Aku mencerai-beraikan mereka karena murka-Ku, kehangatan amarah-Ku dan gusar-Ku yang besar, dan Aku akan mengembalikan mereka ke tempat ini dan akan membuat mereka diam dengan tenteram.
Maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka.
Aku akan memberi mereka satu hati dan satu tingkah langkah, sehingga mereka takut kepada-Ku sepanjang masa untuk kebaikan mereka dan anak-anak mereka yang datang kemudian.
Aku akan mengikat perjanjian kekal dengan mereka, bahwa Aku tidak akan membelakangi mereka, melainkan akan berbuat baik kepada mereka; Aku akan menaruh takut kepada-Ku ke dalam hati mereka, supaya mereka jangan menjauh dari pada-Ku.
Aku akan bergirang karena mereka untuk berbuat baik kepada mereka dan Aku akan membuat mereka tumbuh di negeri ini dengan kesetiaan, dengan segenap hati-Ku dan dengan segenap jiwa-Ku.

BERSATU SEPERTI BELALANG

Ada salah satu jenis belalang yang disebut praying mantis karena terlihat seperti melipat tangan dalam posisi berdoa. Tidak seperti belalang biasa yang memakan tanaman, belalang praying mantis tersebut memakan serangga-serangga lainnya. Namun sekalipun terholong carnivora, belalang ini tidak bisa dikatakan kuat. Ukurannya kecil dan begitu rawan dimangsa oleh predator-predator yang lebih besar seperti burung, misalnya. Ukurannya rata-rata lebih kecil dan tidak memiliki daya lompat yang cukup jauh. Bayangkan betapa lemahnya seekor belalang jika berada sendirian di lingkungan yang keras. Setiap saat ia bisa mati menjadi santapan pemangsanya. Namun jika belalang hidup bersama-sama dalam kesatuan, mereka bisa tetap bertahan. Lihatlah cerita Allah menurunkan tulah ke 8 ke Mesir (Kel 10: 14-15). Betapa dahsyatnya serangan yang dilakukan belalang ketika mereka melakukannya bersama-sama. Kesatuan memang mendatangkan kekuatan bagi orang yang ada didalamnya. Ketika bangsa Israel tercerai berai, mereka menjadi bangsa yang lemah dan hidup dalam tekanan bangsa lain yang membuat mereka kehilangan kedamaian. Namun ketika Allah kembali mengumpulkan mereka dan membuat mereka satu hati dan satu langkah, maka mereka dapat hidup tentram dan damai. Seperti bangsa Israel, demikian juga seharusnya kehidupan kita sebagai satu persekutuan. Kita harus hidup sebagai satu kesatuan supaya kita dapat hidup dalam kedamaian.

Doa : kami ingin hidup dalam kedamaian, ya Tuhan, satukanlah hati dan langkah kami. Amin

Minggu, 30 Juli 2017

Bacaan Firman :

Yohanes 17 :1-26

Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata: “Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau.
Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya.
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.
Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.
Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.
Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu.
Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu
dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.
Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.
Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.
Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka.
Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.
Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.
Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.
Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.
Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia;
dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran.
Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka;
supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:
Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.
Ya Bapa, Aku mau supaya, di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.
Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku;
dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka.”

SAUDARA DALAM KESATUAN

Jikalaupun dalam beberapa waktu terakhir ini ada gesekan antar kelompok masyarakat, mulai saat ini saya minta hal-hal tersebut, gesekan-gesekan tersebut, untuk segera dihentikan. Jangan saling menghujat. Karena kita ini adalah saudara. jangan saling menjelakkan. Karena kita ini adalah saudara. Jangan saling memfitnah. Karena kita ini adalah saudara. Jangan kita saling menolak. Karena kita ini adalah saudara. Jangan saling berdemo. Habis energi kita untuk hal-hal yang tidak produktif seperti itu. Kita ini adalah saudara. Saudara sebangsa dan se tanah air, ” demikian pidato Presiden Joko Widodo dalam pertemuan dengan sejumlah tokoh agama pada tanggal 6 Mei 2017. Hal kesatuan tidak hanya penting bagi suatu bangsa, namun juga bagi gereja. Demikianlah doa Yesus untuk murid-murid-NYA. Dalam doa itu, Yesus memperlihatkan relasi-NYA yang hidup dalam kesatuan dengan Allah. Kesatuan antara Yesus dan Allah nampak dalam kehidupan dan pekerjaan Yesus. Sebab melalui hidup dan kerja Yesus, manusia mengalami dan mengeal siapa Allah. Orang-orang percaya sepanjang masa juga terpanggil untuk menyatakan kesatuannya dalam kehidupan persekutuan, kesaksian dan pelayanan yang dilakukan. Kesatuan yang mulai dibangun dalam kehidupan berkeluarga sebagai inti dari kehidupan bergereja dan bermasyarakat. Kesatuan itu nampak dalam kehidupan yang sehati, seperasaan dan sepikir berdasarkan Kasih Tuhan Yesus. Itulah wujud kesatuan hidup sesuai doa Yesus.

Doa : Ya Tuhan, rangkullah kami untuk hidup dalam kesatuan dengan-MU, amin

(diangkat dari Bina Jemaat, Edisi Santapan Harian Keluarga Juli 2017, oleh : LPJ -GPM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *