Santapan Harian Keluarga, 29 Oktober s.d 4 November 2017
Sabtu, 4 November 2017
Bacaan : Kisah Para Rasul 20 : 25-29
20:25 Dan sekarang aku tahu, bahwa kamu tidak akan melihat mukaku lagi, kamu sekalian yang telah kukunjungi untuk memberitakan Kerajaan Allah. 20:26 Sebab itu pada hari ini aku bersaksi kepadamu, bahwa aku bersih, tidak bersalah terhadap siapapun yang akan binasa. 20:27 Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu. 20:28 Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri. 20:29 Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu.
JAGALAH HIDUP
Antisipasi penyerangan, Polisi lakukan penjagaan di Kantor DPP PPP, merupakan sebuah topic berita harian online pada hari Kamis, 20 Juli 2017. Dalam KBBI, jaga artinya bangun atau tidak tidur. Jadi tindakan penjagaan merupakan suatu tindakan yang sangat menentukan terjaminnya keselamatan. Pentingnya tindakan penjagaan, telah mendorong Rasul Paulus mengingatkan dan menasehati para penatua di Efesus untuk melakukan penjagaan terhadap jemaat. Keseriusan dan kesungguhan penatua untuk mengembalakan jemaat dengan menjaga mereka, tentunya menolong jemaat terhindar dari ancaman pengajaran-pengajaran palsu. Orang tua sebagai gembala atau pemimpin dalam keluarga, seharusnya juga melakukan penjagaan terhadap kehidupan anak-anaknya supaya anak-anak terhindar dari keinginan melakukan kejahatan maupun ancaman kejahatan yang datang dari luar. Penjagaan itu dapat berupa nasehat, ajaran dan perintah berdasarkan Firman Tuhan
Doa : Ya Tuhan jagalah kehidupan kami, supaya kami dapat terhindar dari berbagai ancaman hidup ini, amin
Jumat, 3 November 2017
bacaan : Mikha 7 : 14-16
7:14 Gembalakanlah umat-Mu dengan tongkat-Mu, kambing domba milik-Mu sendiri, yang terpencil mendiami rimba di tengah-tengah kebun buah-buahan. Biarlah mereka makan rumput di Basan dan di Gilead seperti pada zaman dahulu kala. 7:15 Seperti pada waktu Engkau keluar dari Mesir, perlihatkanlah kepada kami keajaiban-keajaiban! 7:16 Biarlah bangsa-bangsa melihatnya dan merasa malu atas segala keperkasaan mereka; biarlah mereka menutup mulutnya dengan tangan, dan telinganya menjadi tuli.
TONGKAT TUHAN MENUNTUN
Ada suatu kisah tentang seorang bangsawan Inggris yang kaya raya. Pada suatu hari ia memanggil pembantunya, dan ia memberikan tingkat ajaibnya seraya berkata : “simpanlah tongkat ajaib ini sampai engkau menemukan orang yang lebih dungu dari padamu. Setelah menemukannya berikanlah tongkat ini kepadanya.” Hambanya yang pelawak itu menerimanya dengan senang hati dan sejak itu selalu membawanya sambil mencari orang yang lebih dungu dari padanya. Tapi ia tidak juga menemukannya. Apa yang dilakukan oleh pelawak tersebut menandakan bahwa ia sama sekali tidak memahami tongkat yang diberikan sebagai pengarah hidupnya untuk menjadi orang yang bisa berpikir baik atau cerdas. Tongkat juga menjadi alat yang Tuhan pakai untukmenggembalakan kita umat-Nya, supaya kita tidak tersesat. Tongkat itu adalah ajaran, perintah dan seutuhnya Firman Tuhan.
Doa : tuntunlah dan arahkanlah hidup kami dengan Tongkat-Mu Tuhan, supaya langkah kaki kami tetap mengikuti jalan-Mu dan hidup kami terus terarah kepada-Mu, Amin
Kamis, 2 November 2017
bacaan : Mikha 7 : 7-13
7:7 Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku! 7:8 Janganlah bersukacita atas aku, hai musuhku! Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku. 7:9 Aku akan memikul kemarahan TUHAN, sebab aku telah berdosa kepada-Nya, sampai Ia memperjuangkan perkaraku dan memberi keadilan kepadaku, membawa aku ke dalam terang, sehingga aku mengalami keadilan-Nya. 7:10 Musuhku akan melihatnya dan dengan malu ia akan menutupi mukanya, dia yang berkata kepadaku: “Di mana TUHAN, Allahmu?” Mataku akan memandangi dia; sekarang ia diinjak-injak seperti lumpur di jalan. 7:11 Akan datang suatu hari bahwa pagar tembokmu akan dibangun kembali; pada hari itulah perbatasanmu akan diperluas. 7:12 Pada hari itu orang akan menghadap engkau dari Asyur sampai Mesir, dari Mesir sampai sungai Efrat, dari laut ke laut, dari gunung ke gunung. 7:13 Tetapi bumi akan menjadi tandus oleh karena penduduknya, sebagai akibat perbuatan mereka.
TUHAN PENOLONG YANG SETIA
Ketika karier Marthin Luther tengah dihantam badai, ia menerima beberapa berita yang melemahkan semangat. Namun, ia menanggapinya dengan mengatakan : “akhir-akhir ini saya sering memandang ke langit di waktu malam. Saya melihat bintang-bintang berkilauan yang bertebaran. Tak ada pilar yang menopang mereka. Namun, bintang-bintang itu tidak jatuh“. Perkataannya ini menjadi kekuatan bagi dirinya sendiri. Ia menjadi yakin bahwa Tuhan Allah akan peduli dan menolongnya, sama seperti yang telah Tuhan Allah lakukan dengan menopang alam semesta ini. Pertolongan Tuhan Allah ini terjadi merata kepada semua orang yang percaya dan berserua memohon pertolongan-Nya. Bahkan sekalipun kesusahan hidup yang dialami merupakan hukuman Tuhan, namun Tuhan tidak akan meninggalkan orang yang kembali percaya pada-Nya. Untuk itu, pertobatan hidup dan pembaharuan hidup haruslah terjadi dalam kehidupan kita.
Doa : di tengah kelembahan dan keterbatasan kami menjalani kehidupan ini, tolonglah kami ya Tuhan, amin
Rabu, 1 November 2017
bacaan : Mikha 5 : 1-4
Raja Mesias dan penyelamatan Israel
(5-1) Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. (5-2) Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan; lalu selebihnya dari saudara-saudaranya akan kembali kepada orang Israel. (5-3) Maka ia akan bertindak dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan TUHAN, dalam kemegahan nama TUHAN Allahnya; mereka akan tinggal tetap, sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi (5-4) dan dia menjadi damai sejahtera. Apabila Asyur masuk ke negeri kita dan apabila ia menginjak tanah kita, maka kita akan membangkitkan melawan dia tujuh gembala, bahkan delapan pemimpin manusia.
PENOLONG YANG LAIN
Seekor lebah tiba-tiba terjatuh ke dalam segelas kopi, dan ia tidak bisa kembali terbang ke atas. Lebah tersebut terus sibuk berputar ke sekeliling gelas sampai ia mati. Alasan lebah tersebut mati, karena lebah ternyata tidak pernah melihat jalan keluar pada bagian atasnya, tetapi berusaha mencari jalan keluar lewat pinggiran gelas. Padahal jalan keluar tidak ada disana. Karena itu, lebah tersebut pun mati. Seperti lebah dimaksud, kehidupan kita pun demikian saat mengalami berbagai masalah dan kesulitan hidup. Kita terkadang merasa sulit sekali untuk keluar dari keadaan tersebut, bahkan tidak tahu bagaimana jalan keluarnya. Ketika kondisi ini kita alami, maka berita Nabi Mikha kepada Bangsa Israel juga tertuju kepada kita. Tuhan Allah akan mengutus penolong kepada kita. Penolong itu bisa datang dari dalam keluarga kita, maupun dari luar keluarga kita, termasuk pelayan yang sewaktu-waktu datang melayani kita, mendengarkan persoalan kita, mendoakan kita dan menolong kita melihat masalah yang kita hadapi.
Doa : Ya Tuhan, kami percaya bahwa Engkau akan menghadirkan penolong bagi kami. amin
Selasa, 31 Oktober 2017
Bacaan : Mazmur 78 : 65-72
78:65 Lalu terjagalah Tuhan, seperti orang yang tertidur, seperti pahlawan yang siuman dari mabuk anggur; 78:66 Ia memukul mundur para lawan-Nya, Ia menyebabkan mereka mendapat cela untuk selama-lamanya. 78:67 Ia menolak kemah Yusuf, dan suku Efraim tidak dipilih-Nya, 78:68 tetapi Ia memilih suku Yehuda, gunung Sion yang dikasihi-Nya; 78:69 Ia membangun tempat kudus-Nya setinggi langit, laksana bumi yang didasarkan-Nya untuk selama-lamanya; 78:70 dipilih-Nya Daud, hamba-Nya, diambil-Nya dia dari antara kandang-kandang kambing domba; 78:71 dari tempat domba-domba yang menyusui didatangkan-Nya dia, untuk menggembalakan Yakub, umat-Nya, dan Israel, milik-Nya sendiri. 78:72 Ia menggembalakan mereka dengan ketulusan hatinya, dan menuntun mereka dengan kecakapan tangannya.
BUAH KETULUSAN HATI
Ada seorang pengantar uang yang pura-pura kesulitan mencari alamat. Ia menghampiri sebuah warung kecil, dan minta tolong kepada seorang ibu yang kebetulan ada di sana untuk membantu mengantarkan uang itu. Uang itu ditujukan kepada seorang bapak yang sedang sakit. Ibu itu kemudian bersedia mengantarkan dan segera beranjak pergi menuju rumah si bapak yang sedang sakit itu. Si pengantar uang yang pura-pura itu tidak tahu bahwa alamat yang akan dituju begitu jauh. Ternyata ibu itu harus berjalan jauh bahkan harus dua kali berpindah angkutan umum. Padahal ibu tersebut belakangan diketahui sedang sakit. Namun ia tidak mengeluh, karena itu tahu amplop tersebut sangat dibutuhkan oleh bapak yang sementara sakit. Setibanya di rumah bapak yang sakit itu, ibu itupun memberikan amplop tersebut. Ketulusan hati ibu ini terlah menolong bapak yang sementara sakit untuk berobat. Ketulusan hati digambarkan oleh pemazmur sebagai sifat yang berpengaruh penting dalam tugas pengembalaan yang dilakukan oleh Tuhan Allah. Dengan ketulusan hati Tuhan Allah, kita sebagai umat-Nya digembalakan-Nya melewati keadaan yang biasa-biasa saja hingga yang sulit sekalipun.
Doa : Jadikanlah kami, umat-Mu yang selalu tulus hati, amin
Senin, 30 Oktober 2017
Bacaan : 2 Samuel 5 : 1-5
5:1 Lalu datanglah segala suku Israel kepada Daud di Hebron dan berkata: “Ketahuilah, kami ini darah dagingmu. 5:2 Telah lama, ketika Saul memerintah atas kami, engkaulah yang memimpin segala gerakan orang Israel. Dan TUHAN telah berfirman kepadamu: Engkaulah yang harus menggembalakan umat-Ku Israel, dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel.” 5:3 Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap raja di Hebron, lalu raja Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di Hebron di hadapan TUHAN; kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel. 5:4 Daud berumur tiga puluh tahun, pada waktu ia menjadi raja; empat puluh tahun lamanya ia memerintah. 5:5 Di Hebron ia memerintah atas Yehuda tujuh tahun enam bulan, dan di Yerusalem ia memerintah tiga puluh tiga tahun atas seluruh Israel dan Yehuda.
JADILAH GEMBALA
Robert K. Greenleaf, pendiri Greenleft Center for Servant-Leadership (pusat Greeleft untuk kepemimpinan yang berdasarkan pelayanan) di Indianapolis berkata, “pemimpin yang besar mulanya terlihat sebagai pelayan, dan kenyataan sederhana itu adalah kunci dari kebesarannya. Dengan kata lain, Greenleft hendak mengatakan bahwa jika seseorang ingin menjadi pemimpin yang besar maka hendaklah in menjadi pelayan.” Apa yang dikatakan oleh Greenleft ini telah terbukti sejak zaman raja-raja di Alkitab, khususnya pada zaman Raja Daud. Dalam nas bacaan kita, diperlihatkan masa kepemimpinan Daud yang sangat lama dan wilayah kekuasaannya yang sangat luas. Semua ini bisa dimiliki Daud karena kekuasaan yang ia miliki dipergunakan untuk melayani kepentingan Bangsa Israel. Daud sungguh-sungguh menjadi gembala bagi Bangsa Israel seperti yang dikehendaki oleh Allah. Perannya sebagai gembala telah membawa Bangsa Israel mengalami kehidupan yang bak sebagai suatu bangsa. Seperti Daud, demikian juga seharusnya bagi kita. Peran gembala mesti kita lakukan dalam seluruh kehidupan kita, terutama dalam fungsi kita sebagai orang tua atau orang yang lebih tua.
Doa : Bentuklah kami menjadi gembala yang setia melayani, amin
Minggu, 29 Oktober 2017
Bacaan : Mazmur 23 : 1-6
23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. 23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; 23:3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. 23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. 23:5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. 23:6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.
GEMBALA BAIK BERSULING NAN MERDU
Gembala Baik Bersuling Nan Merdu, lagu dari Kidung Jemaat 415 ini diciptakan oleh C. Akwan, seorang lelaki asal Manokwari. Lagu yang diciptakannya ini telah menjadi lagu gereja yang sangat terkenal, tidak hanay di Indonesia, tetapi juga di luar negeri. Melodi lagu ini diciptakan berdasarkan tangga nada tradisional Papua, yang memang sangat dicari musikus luar negeri karena kedengarannya lebih enak di telinga. C. Akwan telah membuat Mazmur 23 : 1-6 diberitakan melalui lagu pujian. Pesan Tuhan Allah sebagai Gembala dapat dimengerti oleh siapapun ketika mendengarkan lagu ini. Bahkan ketika orang yang mendengarnya bisa menyimak dan menghayati dengan baik setiap bait lagu tersebut, maka ia pun pasti mengimani Tuhan Allah sebagai Gembala dalam kehidupannya. Tuhan Allah sebagai Gembala selalu setia menjaga dan menuntuk kita. Sekalipun kita berada dalam tantangan bahkan ancaman, Sang Gembala akan menolong kita, sehingga kita bisa terhindar dari ancaman bahkan bahaya tersebut. Sanga Gembala juga akan menyediakan apa yang kita butuhkan, jika kita sungguh-sungguh mau mengikuti-Nya atau berserah hidup pada-Nya.
Doa : Engkaulah gembala kami yang Agung, Ya Tuhan, tuntunlah kami senantiasa, amin
Sumber : Santapan Harian Keluarga LJP-GPM

