Santapan Harian Keluarga, 10-16 Desember 2017

Sabtu, 16 Desember 2017

bacaan : Yesaya 48 :16b-19

Dan sekarang, Tuhan ALLAH mengutus aku dengan Roh-Nya. 48:17 Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh. 48:18 Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, 48:19 maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya; nama mereka tidak akan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku.”

Selalu ada Asa dalam Tuhan

Kesusahan sering membuat orang kecewa, tetapi di balik semua itu selalu ada harapan. Itulah yang disampaikan di Yesaya kepada orang Israel yang berada di pembuangan. Mereka menderita dan sangat sengsara. Mereka rindu kehangatan keluarga di negeri mereka sendiri. Namun Siapakah yang dapat mewujudkan Kerinduan itu ? masih adakah yang bisa terwujud ? semua tanya ini dijawab oleh Yesaya ketika ia tampil dan menyatakan hari depan yang mereka peroleh. Bahwa sebelum tiba hari pembebasan itu, Penebus yaitu Tuhan yang akan terus memberkati mereka. Ia akan melindungi dan membuat mereka bertambah banyak seperti pasir. Ia akan membuat mereka sejahtera seperti sungai yang tidak pernah kering. Ia akan memberi kebahagiaan bagi mereka seperti gelombang laut yang tidak pernah berhenti. Dan Ia akan menjamin keselamatan mereka. Artinya dimanapun mereka berada dan dalam keadaan apapun yang mereka alami, Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka. Namun ada satu hal yang harus mereka lakukan yaitu mereka harus mengasihi Tuhan dan melakukan perintah perintahnya. Nasehat ini juga disampaikan kepada kita semua di masa penantian kedatangan Tuhan ini. Agar dalam keadaan apapun yang kita hadapi susah atau senang, kita diajak untuk tetap mengasihi Tuhan dan melakukan kehendaknya sebab Tuhan akan dating menolong dan memberkati kita.

Doa : Tuhan ajar kami untuk selalu mengandalkanMU didalam keadaan apapun yang kami hadapi, supaya kami dapat mengalami kasihMU, amin

Jumat, 15 Desember 2017

bacaan : Rut 3 :10-15

3:10 Lalu katanya: “Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN, ya anakku! Sekarang engkau menunjukkan kasihmu lebih nyata lagi dari pada yang pertama kali itu, karena engkau tidak mengejar-ngejar orang-orang muda, baik yang miskin maupun yang kaya. 3:11 Oleh sebab itu, anakku, janganlah takut; segala yang kaukatakan itu akan kulakukan kepadamu; sebab setiap orang dalam kota kami tahu, bahwa engkau seorang perempuan baik-baik. 3:12 Maka sekarang, memang aku seorang kaum yang wajib menebus, tetapi walaupun demikian masih ada lagi seorang penebus, yang lebih dekat dari padaku. 3:13 Tinggallah di sini malam ini; dan besok pagi, jika ia mau menebus  engkau, baik, biarlah ia menebus; tetapi jika ia tidak suka menebus engkau, maka akulah yang akan menebus engkau, demi TUHAN yang hidup. Berbaring sajalah tidur sampai pagi.” 3:14 Jadi berbaringlah ia tidur di sebelah kakinya sampai pagi; lalu bangunlah ia, sebelum orang dapat kenal-mengenal, sebab kata Boas: “Janganlah diketahui orang, bahwa seorang perempuan datang ke tempat pengirikan.” 3:15 Lagi katanya: “Berikanlah selendang yang engkau pakai itu dan tadahkanlah itu.” Lalu ditadahkannya selendang itu. Kemudian ditakarnyalah enam takar jelai ke dalam selendang itu. Sesudah itu pergilah Boas ke kota.

Orang Asing yang mendapat Kasih

Rut adalah seorang perempuan asing (dari Moab) yang datang ke Betlehem bersama mertuanya Naomi. MMereka berdua saling menyayangi seperti ibu dan anaknya. Naomi menyayangi Rut dan memikirkan masa depannya. Rut memikirkan Naomi dan kesejahteraannya. Mereka terikat dalam kesatuan hati yang saling mencintai. Di Betlehem Rut bertemu dengan Boas sanak keluarga dari Elimelek. Pertama kali mereka bertemu di ladang Boas ketika Rut datang memungut jelai. Boas memang ingin menebus dan melindungi Rut, namun ada tradisi yang mengikatnya sehingga ia tidak berani melangkah lebih jauh dari itu, sebab selain Boas masih ada orang lain lagi yang memiliki hak untuk menebus Rut, karena ia lebih dekat dengan Elimelek. Sekalipun begitu Boas tetap menghargai Rut seperti yang dikatakannya : “diberkatilah kiranya engkau oleh Tuhan ya anakku sekarang kau menunjukkan kasihmu lebih nyata lagi dari yang pertama kali karena tidak mengejar-ngejar orang-orang muda baik yang miskin maupun yang kaya”. Rut hanya bisa menanti datangnya waktu itu, namun dalam penantiannya ia tetap menunjukkan kasihnya kepada Naomi dengan melakukan tugasnya dengan baik. Sekarang ini kita juga berada dalam masa Penantian akan kedatangan Tuhan Yesus. Belajar dari Rut kita diajak untuk tetap setia melakukan semua tanggung jawab kita dengan baik dan penuh kasih, supaya ketika waktu itu datang kita semua kedapatan sebagai orang-orang yang setia kepada Tuhan.

doa : Tuhan tolonglah kami untuk mengisi hari-hari Penantian ini dengan menolong orang lain amin

Kamis, 14 Desember 2017

bacaan : I Timotius 4 : 11-12

4:11 Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu. 4:12 Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan  bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

Orang muda jadi teladan

Ignatius Piazza seorang dokter chiropractic (dokter yang melakukan penyembuhan tulang belakang dengan terapi) ketika masih muda dan baru lulus sekolah dokter, ia ingin membuka praktik di sebuah daerah di California. Ia diberitahu masyarakat bahwa sudah banyak ahli chiropractic di situ dan tidak ada pasien yang mau mendukung prakteknya. 4 bulan Piazza menghabiskan 10 jam sehari mengunjungi rumah demi rumah dan memperkenalkan dirinya sebagai dokter chiropractic. Dia mengetuk pintu 12.500 rumah dan berbicara dengan 6500 orang dan mengundang mereka datang ke acara open house nya. Apa yang dilakukan tidak sia-sia dalam satu bulan saja ia mendapat pasien sebanyak 233. Sejak saat itu banyak sekali pasien yang datang kepadanya. Mereka memilihnya karena pelayanan dan pekerjaannya sangat baik sekalipun ia masih muda. Ia melayani dengan tulus dan sungguh-sungguh sehingga mereka juga mengasihi dan menghormatinya. Karena itu Paulus bilang : “jangan ada seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda tetapi jadilah teladan bagi semua orang percaya”. Masa muda merupakan masa keemasan dimana seseorang dapat membangun hidupnya dengan baik dan bermanfaat bagi banyak orang. Untuk itu kita diajar agar mengisi masa depan kita dengan hal-hal yang baik sehingga kita dapat menjadi berkat bagi orang lain, karena masa muda kita adalah anugerah Tuhan yang terindah yang tidak pernah terulang kembali.

Doa :  ya Tuhan ajarlah kami menghargai masa muda kami dengan melakukan hal-hal yang baik amin

Rabu, 13 Desember 2017

Bacaan : Ruth 1: 1-17

1:7 Maka berangkatlah ia dari tempat tinggalnya itu, bersama-sama dengan kedua menantunya. Ketika mereka sedang di jalan untuk pulang ke tanah Yehuda, 1:8 berkatalah Naomi kepada kedua menantunya itu: “Pergilah, pulanglah masing-masing ke rumah ibunya; TUHAN kiranya menunjukkan kasih-Nya kepadamu, seperti yang kamu tunjukkan kepada orang-orang yang telah mati itu dan kepadaku; 1:9 kiranya atas karunia TUHAN kamu mendapat tempat perlindungan, masing-masing di rumah suaminya.” Lalu diciumnyalah mereka, tetapi mereka menangis dengan suara keras 1:10 dan berkata kepadanya: “Tidak, kami ikut dengan engkau pulang kepada bangsamu.” 1:11 Tetapi Naomi berkata: “Pulanglah, anak-anakku, mengapakah kamu turut dengan aku? Bukankah tidak akan ada lagi anak laki-laki yang kulahirkan untuk dijadikan suamimu nanti? 1:12 Pulanglah, anak-anakku, pergilah, sebab sudah terlalu tua aku untuk bersuami. Seandainya pikirku: Ada harapan bagiku, dan sekalipun malam ini aku bersuami, bahkan sekalipun aku masih melahirkan anak laki-laki, 1:13 masakan kamu menanti sampai mereka dewasa? Masakan karena itu kamu harus menahan diri dan tidak bersuami? Janganlah kiranya demikian, anak-anakku, bukankah jauh lebih pahit yang aku alami dari pada kamu, sebab tangan TUHAN teracung terhadap aku? ” 1:14 Menangis pula mereka dengan suara keras, lalu Orpa mencium mertuanya itu minta diri, tetapi Rut tetap berpaut padanya. 1:15 Berkatalah Naomi: “Telah pulang iparmu kepada bangsanya dan kepada para allahnya; pulanglah mengikuti iparmu itu.” 1:16 Tetapi kata Rut: “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, i  ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku j  dan Allahmulah Allahku; 1:17 di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi l  dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!”                                                              

Cinta Kasih hadirkan Kedamaian

Seorang mertua punya kebiasaan selalu marah kepada menantu perempuan meskipun dalam kondisi sakit. Seolah-olah tidak ada kebaikan dalam diri menantunya. Hal ini menimbulkan sakit hati pada sang menantu dan ia berencana untuk membunuh mertuanya itu. Sang menantu pergi ke dokter dan menceritakan masalahnya. Ia meminta dokter memberi obat yang dapat digunakan untuk membunuh ibu mertuanya secara perlahan-lahan. Mendengar hal itu dokter pun berkata ia akan membantunya mewujudkan apa yang ia inginkan. Dokter pun memberikan obat yang mau dibutuhkannya. Setelah seminggu mertuanya tambah sehat dan bisa sembuh. Melihat perhatian sang menantu itu ibu mertua pun menjadi senang dan bangga kepadanya. Sejak saat itu hubungan mereka semakin baik. Ternyata obat yang diberikan dokter itu bukan racun, tetapi vitamin yang menguatkan. Dokter telah mengubah kematian menjadi kehidupan dan kebencian menjadi cinta kasih. Cinta kasih selalu membuat relasi menjadi lebih akrab. Ini juga terjadi dengan Naomi dan Rut. Cinta kasih di antara mereka membuat mereka semakin terikat satu dengan yang lain sehingga Rut sulit meninggalkan Umi dan memutuskan untuk mengikutinya kemanapun ia pergi. Cinta kasih selalu melahirkan kedamaian, karena bukan kepentingan kita yang didahulukan tetapi kepentingan orang lain yang kita kasihi. Karena itu kita belajar untuk selalu menebarkan cinta kasih supaya kita menuai kedamaian

doa : Tuhan ajarlah kami untuk menghadirkan cinta kasih bagi semua orang amin.

Selasa, 12 Desember 2017

Bacaan : Efesus 4 : 29-32

4:29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu,tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. 4:30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. 4:31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.   4:32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu

Menanti dalam Keramahan

Selamat pagi ada yang bisa dibantu? Begitulah sapaan dari wanita atau pria yang ada di bagian teller bank atau di customer service lembaga pelayanan lain. Hal yang sama juga terjadi pada saat masuk atau keluar pesawat para pramugari-pramugara juga memberikan sapaan kepada seluruh penumpang dengan tersenyum dan sikap hormat. Keramahan memang bisa ditemukan di banyak tempat. Namun apakah keramahannya menjadi ciri khas seseorang? betapa menyenangkan saat kita berjumpa dan bergaul dengan pribadi yang ramah dan bersahabat. Begitu pentingnya sikap ini sehingga Rasul Paulus melihatnya sebagai salah satu ciri dari perubahan yang terjadi pada seseorang yang menjadi manusia baru. Bahwa melalui iman kepada Tuhan Yesus Kristus, orang percaya telah menjadi ciptaan baru Oleh karena itu, bukan lagi kemarahan pertikaian, fitnah, kata-kata kotor dan berbagai kejahatan lainnya yang dinampakkan, melainkan hidup baru dalam kasih dan kebaikan. Dasar dari semua perbuatan baik yang dilakukan oleh orang percaya ialah kasih Allah yang telah mengampuni. Itulah sebabnya maka keluarga kita pun ditantang untuk terus memiliki sikap ramah tamah sebagai ciri hidup kita sebagai orang orang Kristen

doa : jadikanlah kami orang yang ramah dengan tuntunan roh kudusmu Ya Tuhan Amin

Senin, 11 Desember 2017

Bacaan : Keluaran 34:1-7

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Pahatlah dua loh batu sama dengan yang mula-mula, maka Aku akan menulis pada loh itu segala firman yang ada pada loh yang mula-mula, yang telah kaupecahkan.
Bersiaplah menjelang pagi dan naiklah pada waktu pagi ke atas gunung Sinai; berdirilah di sana menghadap Aku di puncak gunung itu.
Tetapi janganlah ada seorang pun yang naik bersama-sama dengan engkau dan juga seorang pun tidak boleh kelihatan di seluruh gunung itu, bahkan kambing domba dan lembu sapi pun tidak boleh makan rumput di sekitar gunung itu.”
Lalu Musa memahat dua loh batu sama dengan yang mula-mula; bangunlah ia pagi-pagi dan naiklah ia ke atas gunung Sinai, seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya, dan membawa kedua loh batu itu di tangannya.
Turunlah TUHAN dalam awan, lalu berdiri di sana dekat Musa serta menyerukan nama TUHAN.
Berjalanlah TUHAN lewat dari depannya dan berseru: “TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya,
yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat.”

Kasih setia Tuhan selalu Tak Terduga

Satu-satunya orang yang selamat dari kecelakaan sebuah kapal yang terdampar di pulau kecil dan tidak berpenghuni yaitu pria yang berdoa supaya Tuhan menyelamatkannya. Setiap hari dia memandangi ke langit mengharapkan pertolongan tetap tidak ada sesuatupun yang datang. Dengan sedih hati ia terpaksa membangun gubuk kecil dari kayu apung untuk melindungi dirinya dari Cuaca dan untuk menyimpan beberapa orang yang masih dimiliki. Tetapi suatu hari setelah dia pergi mencari makan dia kembali ke gubuknya dan mendapati gubuk kecil tersebut terbakar. Asapnya mengepul ke langit. Dia sedih dan marah,  “Tuhan Teganya engkau melakukan ini padaku Mengapa engkau tidak Mengasihiku” katanya sambil menangis. Keesokan harinya pagi-pagi benar lelaki itu terbangun ketika suara kapal yang mendekati pulau tersebut. Ia baru menyadari bahwa kapal itu pasti datang untuk menolongnya karena mereka melihat tanda asap dari gubuknya yang terbakar. Ia pun mengaku kasih Tuhan bagi dirinya. Tuhan Allah adalah Allah pengasih dan penyayang tidak hanya kepada Musa, Tuhan Allah menyatakan kasihNya namun juga kepada kita dan semua orang yang sedang menanti kedatangannya. Muliakanlah Tuhan yang selalu mengasihi kita melalui seluruh hidup dan kerja kita.

doa : sertailah kami Tuhan Dengan Kasihmu amin

Minggu, 10 Desember 2017

Bacaan : Yeremia 31 :1-6

“Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan menjadi Allah segala kaum keluarga Israel dan mereka akan menjadi umat-Ku.
Beginilah firman TUHAN: Ia mendapat kasih karunia di padang gurun, yaitu bangsa yang terluput dari pedang itu! Israel berjalan mencari istirahat bagi dirinya!
Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.
Aku akan membangun engkau kembali, sehingga engkau dibangun, hai anak dara Israel! Engkau akan menghiasi dirimu kembali dengan rebana dan akan tampil dalam tari-tarian orang yang bersukaria.
Engkau akan membuat kebun anggur kembali di gunung-gunung Samaria; ya, orang-orang yang membuatnya akan memetik hasilnya pula.
Sungguh, akan datang harinya bahwa para penjaga akan berseru di gunung Efraim: Ayo, marilah kita naik ke Sion, kepada TUHAN, Allah kita.

Bergembira dalam kasih Tuhan

Penulis C. W.  Metcalf ketika menjadi sukarelawan Rumah Sakit darurat bertemu dengan Chunk seorang remaja berusia 13 tahun yang sedang sekarat. Suatu hari Chunk memberikan kepada Melcalf daftar kegembiraan untuk diberikan kepada orang tuanya. Katanya ini adalah daftar kegembiraan yang pernah kami alami masa-masa yang penuh canda tawa. Tolong berikan kepada ayah dan ibu saya setelah saya meninggal. Melcalf kagum terhadap remaja yang di ambang kematiannya Masih sempat memiliki kan kegembiraannya yang dapat membawa kebaikan bagi orang tuanya. Jika Chunk menemukan kegembiraannya dalam peristiwa yang dipenuhi cinta kasih bersama orang tuanya, maka menurut nabi Yeremia, bangsa Israel termasuk kita hanya akan menemukan kegembiraan bersama dalam cinta kasih Tuhan Allah. Sebab kasih Tuhan Allah berwujud dalam berbagai bentuk yang selalu akan membawa sukacita dalam hati kita. Ia akan memulihkan kehidupan kita akan mengangkat kita dari penderitaan dan memberikan kepada kita kesejahteraan hidup. Untuk itu sebagai orang percaya kita harus setia menanti Tuhan di dalam kasihNya. Doa : ajarlah kami untuk menanti di dalam kasihMu. amin.

Sumber : SHK LPJ-GPM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *