Santapan Harian Keluarga, 31 Des 2017 – 06 Jan 2018
Sabtu, 6 Januari 2018
bacaan : Amsal 12:26-28 (TB)
Orang benar mendapati tempat penggembalaannya, tetapi jalan orang fasik menyesatkan mereka sendiri.
Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga.
Di jalan kebenaran terdapat hidup, tetapi jalan kemurtadan menuju maut.
Jalan mana yang harus kupilih ?
ada sebuah cerita dari Yunani pada suatu ketika ada seorang pemuda mendatangi seorang bijak bernama Aristoteles Ian dan menguji filsafat Yunani yang terkenal itu ia membawa anak burung menyembunyikan dibalik punggung dengan kedua tangannya ketika berhadapan dengan harus jelas dia berkata di tangan saya ada seekor anak burung Menurut anda apakah anak burung itu hidup atau mati anak muda itu berpikiran seperti menjawab mati maka ia akan membiarkan anak burung itu hidup jika ia menjawab hidup maka ia akan mencekik burung itu supaya melatih ambil bersenyum menjawab kan aku hidup dan matinya anak burung itu ada di tanganmu jika engkau menghendaki mati maka anak burung itu akan mati tapi Jika Engkau menghendakinya hidup maka anak burung itu akan hidup cerita ini mengandung pesan bahwa manusia diperhadapkan kebebasan untuk memilih menentukan dan memutuskan tujuan hidupnya itulah pesan firman Tuhan yang mau disampaikan oleh Amsal 12 ayat 26-28 yaitu kepada setiap orang berhak hadapkan pilihan jalan mana yang harus dipilih jika kita memilih Jalan Kebenaran di situ ada kehidupan tapi Ketika kita memilih jalan kemurtadan menuju maut Apakah jangan kemurtadan itu yaitu jalan yang diatur dan diukur menurut pertimbangan sendiri tanpa melibatkan Tuhan Allah dalam kehidupannya sedang jalan kebenaran adalah jalan yang dilalui oleh Yesus yaitu Jalan kerendahan kata-kata kerelaan penuh kasih dan damai yang mengantarkan setiap orang untuk menikmati kehidupan Pilihlah Jalan kehidupan itu
doa Tuhan tolonglah kami untuk berjalan di jalan kehidupan amin
Jumat, 5 Januari 2018
bacaan : Ulangan 30:15-20 (TB)
Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan,
karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN, Allahmu, di negeri ke mana engkau masuk untuk mendudukinya.
Tetapi jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, bahkan engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya,
maka aku memberitahukan kepadamu pada hari ini, bahwa pastilah kamu akan binasa; tidak akan lanjut umurmu di tanah, ke mana engkau pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya.
Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu,
dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka.”
Hati kita terkoneksi dengan HatiNya
Suatu hari ketika saya menggunakan printer untuk mencetak hasil kerja saya, printer itu tidak berfungsi. Saya berpikir mungkin rusak, tapi ketika diteliti ternyata kabel yang menghubungkan printer dengan komputer tidak terpasang. Memang printer tidak akan berfungsi kalau tidak terkoneksi dengan komputer. Demikian juga hidup kita tidak akan berfungsi kalau tidak terkoneksi dengan Tuhan. Dalam bacaan ini Musa mengingatkan umat Israel untuk terus membangun hubungan dengan Tuhan mengasihiNya. Apalagi Tuhan Allah yang telah menciptakan kita? KasihNya tidak terbatas bagi kita, sekalipun kita tidak setia, Dia tetap setia dan mengasihi. Relasi yang kita bangun dengan Tuhan harus juga sejalan dengan relasi kita dengan sesama, dalam hidup kita ditengah relasi keluarga, relasi pertemanan, relasi kerja dan sebagainya. Seperti ilustrasi tadi, jika printer terkoneksi dengan komputer maka semua fungsi akan bekerja dengan baik, dan ada hasil yang kita pegang. Demikian juga jika hati kita terkoneksi dengan hati Tuhan, hidup kita terdapat kepadaNya, kita mengasihiNya dengan sungguh-sungguh, maka segalanya dalam kehidupan akan bekerja secara maksimal, dan kehidupan akan menunjukkan berkat-berkatNya bagi kita. Bagaimana mengasihiNya, membangun koneksi antara kita dengan hatiNya? pertama-tama, selalu jumpai Dia dalam doa. Doa yang tidak hanya membiarkan diri kita berbicara lebih banyak dengan keluhan-keluhan atau permintaan-permintaan kita, tetapi juga memberi kesempatan bagi diri kita mendengarkan Tuhan berbicara di dalam keheningan.
doa : Tuhan tolonglah kami untuk membangun relasi yang intim dengan Tuhan dan sesama amin
Kamis, 4 Januari 2018
bacaan : Yohanes 5:24-29 (TB)
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.
Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.
Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.
Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya,
dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.
Jangan Menua dengan Sia-sia
Hidup ini adalah kesempatan untuk melayani Tuhan, untuk itu jangan sia-siakan waktu yang Tuhan b’ri. Teks bacaan kita hari ini menyatakan kepada kita bahwa orang-orang yang mengasihi Allah di dalam Kristus dan mewujudkan kasih melalui ketaatan kepadaNya, maka akan memiliki hidup kekal. Hidup kekal menjadi anugerah Allah yang tidak dapat dibatalkan oleh kenyataan bahwa kita adalah orang berdosa yang layak dihukum. Hidup kekal yang dimaksud bukanlah kehidupan selama-lamanya di dunia tanpa mengalami kematian tetap hidup kekal adalah hidup dalam kebenaran bersama Kristus di tengah dunia tanpa mengalami kematian. Tetapi hidup kekal adalah hidup dalam kebenaran bersama Kristus di tengah dunia ini dalam kemenangan. Seperti kata Rasul Paulus bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Hidup kekal bukan soal durasi hidup kita, tetapi hidup yang berkualitas atau bermutu. Jika kita tidak menjalani hidup dalam kebenaran, maka sesungguhnya seberapapun lamanya kita hidup, tidak ada gunanya. Kita hanya menjadi tua dan sia-sia. Sebab itu hidup kekal adalah hidup yang diisi dengan keyakinan kepada Allah. Hidup yang penuh dengan rasa syukur seberapa berat pun kenyataannya. Hidup yang penuh kemurahan, kesetiaan, hidup yang berjuang untuk keluar dari rasa takut dan kegagalan, hidup yang rela berkorban untuk melakukan pelayanan dengan sungguh-sungguh sekalipun dalam peran yang kecil. Hidup yang tidak mengenal lelah untuk berusaha memperbaiki diri, jika kita jatuh dalam kesalahan. Lihatlah kembali hidup anda. Apakah hidup anda sudah menjadi berkat ? janganlah menjadi tua dengan sia-sia.
Doa : Tuhan pakailah hidupku selagi aku masih kuat bila nanti saatnya aku tidak berdaya lagi hidup ini sudah menjadi berkat amin
Rabu, 3 Januari 2018
bacaan : Mazmur 34:11-14
(34-12) Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan TUHAN akan kuajarkan kepadamu!
(34-13) Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik?
(34-14) Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu;
(34-15) jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!
Rahasia Umur Panjang
Seorang pemuda datang ke sebuah kantor untuk melamar kerja, ketika melihat sampah kertas berserakan di lantai kantor yang memungutnya dan memasukkannya ke dalam tong sampah. Hal itu terlihat oleh pempinan kantor yang langsung menerima lamaran kerjanya. Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat sederhana, cukup punya inisiatif sedikit saja. Itu yang disampaikan pemazmur untuk memiliki hidup umur panjang dan menikmati segala yang baik dalam hidup, cukup dengan melakukan berapa hal ini. Pertama yang mengendalikan lidah dan menjaga bibir kita dari ucapan yang menipu. Dengan menjaga lidah dan bibir kita, kita akan mendapatkan kepercayaan orang lain, mengendalikan situasi yang kacau oleh karena kemarahan, bahkan kita akan memenangkan hati orang lain dengan kelembutan kita. Kedua, lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dengan semua orang. Damai bukan berarti sesuatu yang hilang atau sementara disembunyikan untuk dicari dan ditemukan. Tetapi damai merupakan situasi yang kita ciptakan, yang kita usahakan dalam kehidupan bersama ciptaan Allah yang lain. Situasi dimana kita saling menerima tanpa mendebatkan perbedaan dengan orang lain. Situasi di mana kita menghargai kehadiran diri kita dan orang lain bahkan alam ini sebagai anugerah Allah yang diberikan keistimewaan dan peran masing-masing dalam kehidupan.
doa: Tuhan tolonglah kami untuk hidup damai dan tidak menyakiti orang lain amin
Selasa, 2 Januari 2018
bacaan : Ulangan 30:11-14 (TB)
“Sebab perintah ini, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, tidaklah terlalu sukar bagimu dan tidak pula terlalu jauh.
Tidak di langit tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan naik ke langit untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya?
Juga tidak di seberang laut tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan menyeberang ke seberang laut untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya?
Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan.
Firman Allah begitu dekat dengan kita
Sebelum berpisah dengan umat Israel Musa memberi nasehat karena ia sangat mengasihi mereka pusingin umat Israel sadar bahwa Allah yang mereka sembah bukan Allah yang jawab yang tidak dapat mendengarkan mereka Allah Yang Bisu hal yang tidak dapat mengulurkan tangan yang untuk menolong disaat mereka kesulitan begitu pula FirmanNya perintah-perintahnya bukanlah hal yang jauh terpisah dari kehidupan manusia dia dekat dan dihidupi oleh kita di dalam hati Firman di dalam hati kita yang mau kaya dapat mengampuni di saat kita disakiti Mungkinkah kita tersentuh dengan penderitaan orang lain dan bergerak untuk menolongku membuat kita menangis dengan orang yang kehilangan orang kekasihnya dan menghibur mereka membuat kita dapat tersenyum dan menyambut orang lain dengan penuh kasih sekalipun mereka orang kecil orang-orang Yang Tidak Dianggap membuat kita gelisah jika berbohong gelisah kalau memfitnah orang lain atau bergosip Firman di dalam hati membuat kita bisa memasak makanan yang sederhana dengan penuh cinta kasih kepada keluarga Firman dalam hati membuat kita tidak berlaku kasar kepada pasangan hidup atau anak-anak dan menyakiti mereka dengan perkataan kita Firman sesungguhnya hidup di dalam hati kita hanya kita perlu menyadarinya dan berikan ruang untuk Firman itu menjadi nyata di dalam pikiran tutur kata tingkah laku dan sikap kita
doa Tuhan tolonglah kami untuk memberi diri dituntut oleh firmanMu amin
Senin, 1 Januari 2018
bacaan : Ulangan 28:1-6
“Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.
Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu:
Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang.
Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu.
Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu.
Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.
Nikmati Berkat Kehidupan
Kita sudah melangkahkan kaki di tahun 2018 dengan arahan tema : Pilihlah kehidupan! Tema tersebut mengajak kita untuk berpikir tenang sehingga bisa ambil keputusan yang tepat dalam hidup, yaitu memilih kehidupan dan bukan kematian. Maksudnya awalilah hidup di tahun baru dengan belajar dengar Tuhan punya suara, ikut Tuhan punya mau atau perintah, jangan ikut mau sendiri. Sebab kalau ikut Tuhan Punya mau nanti dapat berkat banyak-banyak, tapi kalau ikut mau sendiri nanti hidup susah. Berkat Tuhan itu meliputi semua orang yang ikut Tuhan punya mau. Orang yang tinggal di kota dan bekerja sebagai pengelola rumah tangga, pegawai di kantor, penjual di pasar dan di toko, juru rawat di rumah sakit, guru dan murid di sekolah, dosen dan mahasiswa di kampus, para penegak hukum dan penjaga keamanan, para sopir, pengojek, penarik becak, buruh bangunan, dan seterusnya. Juga mereka yang tinggal di desa-desa dan bekerja sebagai petani di kebun, nelayan di laut, dan di mana saja. Hal-hal tersebut menunjukkan bahwa Tuhan Allah adalah sumber kehidupan, sumber berkat, sumber kebaikan. Berkat dan kebaikan Tuhan akan mengiringi jalan hidup keluarga kita sepanjang tahun 2018. Karena itu marilah kita membangun hidup keluarga kita dengan selalu peka mendengar suara Tuhan, rajin membaca Alkitab, tekun berdoa dan ikut Tuhan Punya mau. Tuhan mau supaya kita saling mengasihi menghargai dan menghormati bisa kita akan hidup bahagia.
doa Tuhan terima kasih atas penyertaanmu amin
Minggu, 31 Desember 2017
bacaan : Yosua 1:1-9 (TB)
Sesudah Musa hamba TUHAN itu mati, berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, demikian:
“Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu.
Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa.
Dari padang gurun dan gunung Libanon yang sebelah sana itu sampai ke sungai besar, yakni sungai Efrat, seluruh tanah orang Het, sampai ke Laut Besar di sebelah matahari terbenam, semuanya itu akan menjadi daerahmu.
Seorang pun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.
Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka.
Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi.
Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.
Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi.”
Kuatkan Hati, Jangan Kecut
Kini kita berada di tapal batas tahun 2017 dan siap untuk menjalani hidup di tahun 2018, namun selangkah sebelum melangkah kita perlu merenungkan apa yang Tuhan katakan pada Yosua ketika umat hendak menyeberangi Sungai Yordan untuk masuk ke tanah Kanaan. “Kuatkan Dan teguhkanlah Hatimu Janganlah kecut dan tawar hati Sebab Tuhan Allahmu menyertai engkau kemanapun engkau pergi.” Ajakan dan janji Tuhan kepada Yosua dapatlah kita pahami sebagai ajakan dan janji Tuhan kepada kita juga. Kita percaya bahwa sebagaimana Tuhan menyertai kita sepanjang tahun 2017, maka dia juga akan menyertai kita memasuki tahun 2018. Tentu kita pernah mengalami hal-hal yang menyenangkan, dan hal yang tidak menyenangkan, atau yang manis dan yang pahit. Namun semua itu membuat kita semakin kuat dan tetap bijaksana menata hidup di tahun yang baru. Janji penyertaan Tuhan itu adalah hal yang pasti, asal kita selalu bertindak hati-hati, tidak terpengaruh dengan gaya hidup kebanyakan orang, dan tetap setia melakukan kehendak dan hukum-hukum Tuhan. Di hari terakhir 2017 ini, kita semua bersyukur dengan segenap hati, sambil berangkulan dalam kasih, tetap berkomitmen untuk terus membangun persekutuan hidup keluarga dengan cinta yang tulus, sehingga kita mampu melangkah bersama dengan hati yang kuat dan Teguh, tidak takut dan tawar hati. Selamat tinggal tahun 2017 dan bersama Tuhan Yesus Kristus kita melangkah dan menjalani hidup di tahun baru 2018.
doa : Tuhan tuntun kami melampaui 2017 dan masuk 2018 amin
*Sumber : SHK – LPJ GPM

