Santapan Harian Keluarga, 28 Jan – 3 Feb 2018
Sabtu, 3 Februari 2018
bacaan : Yesaya 25 : 1-5
Ucapan syukur karena musuh sudah musnah
1 Ya TUHAN, Engkaulah Allahku; aku mau meninggikan Engkau, mau menyanyikan syukur bagi nama-Mu; sebab dengan kesetiaan yang teguh Engkau telah melaksanakan rancangan-Mu yang ajaib yang telah ada sejak dahulu. 2 Sebab Engkau telah membuat kota itu menjadi timbunan batu, dan kota yang berkubu itu menjadi reruntuhan; puri orang luar tidak lagi menjadi kota, dan tidak dibangunkan lagi untuk selama-lamanya. 3 Oleh karena itu suatu bangsa yang kuat akan memuliakan Engkau; kota bangsa-bangsa yang gagah akan takut kepada-Mu. 4 Sebab Engkau menjadi tempat pengungsian bagi orang lemah, tempat pengungsian bagi orang miskin dalam kesesakannya, perlindungan terhadap angin ribut, naungan terhadap panas terik, sebab amarah orang-orang yang gagah sombong itu seperti angin ribut di musim dingin, 5 seperti panas terik di tempat kering. Kegaduhan orang-orang luar Kaudiamkan; seperti panas terik ditiadakan oleh naungan awan, demikianlah nyanyian orang-orang yang gagah sombong ditiadakan.
Kenyataan tidak sama dengan rancangan
Suatu ketika seorang laki-laki mengungkapkan kekecewaannya terhadap begitu banyak anggota keluarga yang tidak hadir dalam suatu perkumpulan keluarga. Bagi lelaki yang sudah mulai tua itu, waktu pelaksanaan ibadah keluarga, model ibadahnya dan menu makanan yang mesti disediakan telah direncanakan sebelumnya dengan baik. Harapannya banyak orang yang akan hadir dalam persekutuan ibadah tersebut dan ibadah dimaksud dapat berlangsung meriah, kehidupan persekutuan keluarga pun dapat semakin terasa manis dan indah.
Tapi kenyataan yang terjadi sangat berbeda jauh dari yang direncanakan dan diharapkan kata laki-laki yang adalah pengurus persekutuan keluarga itu dengan kesal ” Percuma saja merancang ibadah ini keluarga kita yang lain sepertinya tidak menghargai dan merespon dengan baik rencana kita ini mereka saja tidak hadir dalam ibadah sekarang ini” . Demikianlah hasil dari rancangan kita yang adalah manusia yang terbatas. Hasilnya tidak selamanya sesuai dengan rancangan kita bahkan terkadang mengecewakan dan menyedihkan. Hal ini berbeda dengan Tuhan Allah yang selalu membuat rancangan Nya ajaib penuh kuasa dan mukjizat. Nabi Yesaya mengungkapkan hasil dari rancangan Tuhan Allah telah mendatangkan perlindungan dan keselamatan bagi bangsa Israel, terutama bagi orang-orang lemah. Untuk itu ucapan syukur senantiasa keluar dari bibir mulut nabi, bahkan dalam bentuk nyanyian pernyataan syukurnya.
doa : syukur kepadaMu Tuhan Allah yang selalu merancang keselamatan bagi kehidupan kami amin
Jumat, 2 Februari 2018
bacaan : 2 Samuel 22 : 47-51
47 TUHAN hidup! Terpujilah gunung batuku, dan ditinggikanlah kiranya Allah gunung batu keselamatanku, 48 Allah, yang telah mengadakan pembalasan bagiku, yang telah membawa bangsa-bangsa ke bawah kuasaku, 49 dan yang telah membebaskan aku dari pada musuhku. Dan Engkau telah meninggikan aku mengatasi mereka yang bangkit melawan aku; Engkau telah melepaskan aku dari para penindas. 50 Sebab itu aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu, ya TUHAN, di antara bangsa-bangsa, dan aku mau menyanyikan mazmur bagi nama-Mu. 51 Ia mengaruniakan keselamatan yang besar kepada raja yang diangkat-Nya, dan menunjukkan kasih setia kepada orang yang diurapi-Nya, kepada Daud dan anak cucunya untuk selamanya.”
Syukur karena terbebas
Di Banti, Kimbeli dan area longsor distrik Tembagapura, Papua, ditemukan 344 warga yang disandera oleh kelompok separatis yang bersenjata. Sebanyak 13 personel Kopassus dan 10 personel Kostrad diturunkan untuk membebaskan warga tersebut.
Upaya pembebasan harus dilakukan dengan berbagai resiko karena kelompok bersenjata terus menghujani aparat dan warga dengan tembakan dari jarak jauh. Dalam melakukan proses pembebasan itu aparat bahkan pernah tidak makan satu hari. Mereka harus menunggu dalam keadaan lapar dan itu mereka lakukan tetap dengan penuh tanggung jawab supaya seluruh rencana pembebasan dapat berjalan dengan baik. Keberhasilan melakukan pembebasan kemudian direspon oleh warga dengan ucapan terima kasih kepada aparat keamanan (berita Warta Kota Timika 20 November 2017). Ungkapan terima kasih memang merupakan sikap yang tepat.
Untuk itu orang percaya yang telah mengalami pembebasan atau pelepasan dari Tuhan Allah haruslah juga tahu berterima kasih. Ungkapan terima kasih dan pujian syukur merupakan sikap beriman orang percaya yang menyadari bahwa hanya karena campur tangan dan tindakan Tuhan ia dapat mengalami pembebasan. Dengan demikian ia pun akan terus meyakini Tuhan Allah itu hidup dan akan tetap memasrahkan hidupnya juga kepada Tuhan Allah.
doa : syukur kepadamu ya Tuhan Allah karena kelepasan dan pembahasan yang kau berikan amin
Kamis, 1 Februari 2018
bacaan : 2 Korintus 2 : 14-17
14 Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana. 15 Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa. 16 Bagi yang terakhir kami adalah bau kematian yang mematikan dan bagi yang pertama bau kehidupan yang menghidupkan. Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian? 17 Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.
Menang bersama Tuhan
” ku menang Ku Menang Ku Menang Ku Menang bersama Yesus Tuhan ku menang ku menang di dalam peperangan Ku Menang Ku Menang atas segala setan haleluya haleluya ku menang.”
Demikianlah sepenggal bait lagu yang berjudul ” ku Menang ku Menang bersama Yesus Tuhan”. Lagu ini menegaskan tentang sebuah kemenangan menghadapi ujian atau cobaan yang akan dimiliki oleh orang percaya, Jika dia selalu bersama Yesus.
Sama halnya dengan Rasul Paulus yang menyatakan bahwa ia memperoleh jalan kemenangan karena Allah dalam Kristus telah bersama-sama dengannya dan menolongnya melakukan pemberitaan Injil. Untuk Itu ungkapan rasa syukur menjadi jawaban Rasul Paulus terhadap perbuatan Allah tersebut.
Seperti Rasul Paulus demikian pula bagi kita karya kasih dan cinta Tuhan Allah dalam Yesus Kristus yang memungkinkan kita mampu melewati kesulitan kesulitan hidup atau tantangan bahkan ancaman seharusnya kita Jawab dengan ungkapan syukur.
Ungkapan syukur harus juga menjadi sebuah kesadaran akan diri dan kesediaan untuk selalu merendah di hadapan Tuhan. Dengan demikian kita akan selalu berserah pada Tuhan dan terbuka dengan tindakan-tindakanNya terhadap kita.
doa : Ya Tuhan terima kasih untuk kasih setiamu yang memampukan Kami memperoleh kemenangan di jalan hidup ini amin
Rabu, 31 Januari 2018
Bacaan : Mazmur 21 : 1-14
Nyanyian syukur karena kemenangan raja
Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud.
(21-2) TUHAN, karena kuasa-Mulah raja bersukacita; betapa besar kegirangannya karena kemenangan yang dari pada-Mu!
(21-3) Apa yang menjadi keinginan hatinya telah Kaukaruniakan kepadanya, dan permintaan bibirnya tidak Kautolak. Sela
(21-4) Sebab Engkau menyambut dia dengan berkat melimpah; Engkau menaruh mahkota dari emas tua di atas kepalanya.
(21-5) Hidup dimintanya dari pada-Mu; Engkau memberikannya kepadanya, dan umur panjang untuk seterusnya dan selama-lamanya.
(21-6) Besar kemuliaannya karena kemenangan yang dari pada-Mu; keagungan dan semarak telah Kaukaruniakan kepadanya.
(21-7) Ya, Engkau membuat dia menjadi berkat untuk seterusnya; Engkau memenuhi dia dengan sukacita di hadapan-Mu.
(21-8) Sebab raja percaya kepada TUHAN, dan karena kasih setia Yang Mahatinggi ia tidak goyang.
(21-9) Tangan-Mu akan menjangkau semua musuh-Mu; tangan kanan-Mu akan menjangkau orang-orang yang membenci Engkau.
(21-10) Engkau akan membuat mereka seperti perapian yang menyala-nyala, pada waktu Engkau menampakkan Diri, ya TUHAN. Murka TUHAN akan menelan mereka, dan api akan memakan mereka.
(21-11) Keturunan mereka akan Kaubinasakan dari muka bumi, dan anak cucu mereka dari antara anak-anak manusia.
(21-12) Apabila mereka hendak mendatangkan malapetaka atasmu, merancangkan tipu muslihat, mereka tidak berdaya.
(21-13) Ya, Engkau akan membuat mereka melarikan diri, dengan tali busur-Mu Engkau membidik muka mereka.
(21-14) Bangkitlah, ya TUHAN, di dalam kuasa-Mu! Kami mau menyanyikan dan memazmurkan keperkasaan-Mu.
Berkat Umur Panjang
Pak Tarno yang baru memasuki usia pensiun, 59 tahun, datang memeriksa kesehatannya pada dokter pribadinya. Setelah melakukan berbagai tes laboratorium, sang dokter berkata sambil tersenyum, “data dari hasil laboratorium dapat saya simpulkan bahwa kondisi bapak lumayan sehat untuk orang seusia bapak”. Pak Tarno segera bertanya kepada dokter, “dok, menurut dokter apakah saya bisa hidup hingga usia 90 tahun ? “Apakah Bapak merokok dan minum-minuman keras atau suka berjudi dan keluyuran di klub malam malam?” kata si dokter balik bertanya. “Tidaklah dokter, saya ini seorang murid Kristus sejati” tegas Pak Tarno. Jika demikian, “apakah Bapak menghabiskan banyak waktu dalam kegiatan gereja, aktif melayani dan menyaksikan Kristus kepada orang yang membutuhkan? ” tanya dokter lagi. “Tidak dokter” jawab Pak Tarno dengan malu. “Kalau begitu untuk apa Bapak ingin hidup hingga usia 90 tahun ?” Ya, terkadang kita menginginkan umur yang panjang, tetapi tindakan kita tidak seiring dengan keinginan tersebut. Entah karena pola hidup kita tidak sehat, atau juga karena kita tidak mengandalkan Tuhan sebagai pemberi hidup. Berbeda dengan Pemazmur yang meyakini sungguh bahwa Tuhan Allah yang memberinya umur panjang, karena itu, ia patut mensyukuri berkat Tuhan tersebut dengan imannya dan ketaatannya kepada Tuhan Allah.
doa : Ya Tuhan terima kasih untuk umur panjang yang Tuhan berikan kepada kami amin
Selasa, 30 Januari 2018
Bacaan : Mazmur 19 : 8-15
(19-8) Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.
(19-9) Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya.
(19-10) Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya,
(19-11) lebih indah dari pada emas, bahkan dari pada banyak emas tua; dan lebih manis dari pada madu, bahkan dari pada madu tetesan dari sarang lebah.
(19-12) Lagipula hamba-Mu diperingatkan oleh semuanya itu, dan orang yang berpegang padanya mendapat upah yang besar.
(19-13) Siapakah yang dapat mengetahui kesesatan? Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari.
(19-14) Lindungilah hamba-Mu, juga terhadap orang yang kurang ajar; janganlah mereka menguasai aku! Maka aku menjadi tak bercela dan bebas dari pelanggaran besar.
(19-15) Mudah-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan hatiku, ya TUHAN, gunung batuku dan penebusku.
Taurat Tuhan
Seorang pria bernama Fred Brown menggunakan 3 ilustrasi dalam menjelaskan penerapan hukum Taurat yang benar. Pertama, ia menyamakan hukum Taurat dengan cermin kecil yang dipakai dokter gigi. Dengan cermin itu ia dapat melihat lubang pada gigi. Namun dokter tidak mengebor dengan cermin tersebut. Cermin dapat menunjukkan lubang tapi tidak dapat dipakai untuk menambal. Kedua, Brown membandingkan hukum itu dengan senter. Bila lampu di rumah tiba-tiba padam, anda akan menggunakan senter untuk menuju ke kotak listrik. Senter akan membantu anda melihat sekring yang putus atau saklar pemutus yang rusak, tetapi anda tidak dapat memasang senter pada tempat sekring atau saklar tersebut. Yang ketiga, Brown menyamakan hukum Taurat dengan tali pengukur. Seorang buruh bangunan menggunakan tali untuk melihat apakah hasil kerjanya sudah lurus terpasang. Jika ada suatu kesalahan, ia tidak akan menggunakan tali pengukur itu untuk memperbaikinya. Ia akan menggunakan palu atau gergaji. Apa yang dikatakan Brown ini menunjukkan bahwa selain hukum Taurat, ada hukum-hukum Tuhan lainnya, titah, peringatan dan lain sebagainya dapat menjadi penuntun bagi kehidupan orang percaya. Ketaatan dan kesetiaan untuk melakukan hukum hukum Tuhan tersebut, akan mendatangkan kesukacitaan dan kedamaian hidup karena Tuhan Allah melindungi kita dari kesesatan. Untuk itu, marilah kita melakukannya dengan komitmen kita yang sungguh.
doa : ya Tuhan kami mau mendengar dan mengikuti Firman amin
Senin, 29 Januari 2018
Bacaan : Mazmur 18 : 47-51
(18-47) TUHAN hidup! Terpujilah gunung batuku, dan mulialah Allah Penyelamatku,
(18-48) Allah, yang telah mengadakan pembalasan bagiku, yang telah menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku,
(18-49) yang telah meluputkan aku dari pada musuhku. Bahkan, Engkau telah meninggikan aku mengatasi mereka yang bangkit melawan aku; Engkau telah melepaskan aku dari orang yang melakukan kelaliman.
(18-50) Sebab itu aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu di antara bangsa-bangsa, ya TUHAN, dan aku mau menyanyikan mazmur bagi nama-Mu.
(18-51) Ia mengaruniakan keselamatan yang besar kepada raja yang diangkat-Nya, dan menunjukkan kasih setia kepada orang yang diurapi-Nya, yaitu Daud dan kepada anak cucunya untuk selamanya.”
Tuhan Gunung Batuku
“bahwa Tuhan juga gunung batuku
bahwa Tuhan juga Kota Bentengku
bahwa Tuhan juga Penolongku
yaitu Allah dan keselamatanku
aku percaya akan Dia”
demikianlah syair lagu ” Bahwa Tuhan juga Gunung Batuku ” Sebuah lagu yang tidak asing di telinga kita dan yang sering kita nyanyikan. Lagu ini menghadirkan kata-kata keyakinan yang kuat terhadap Tuhan Allah, sama seperti yang diungkapkan oleh pemazmur dalam teks bacaan kita. Pemazmur mengungkapkan bahwa : “Tuhan hidup! terpujilah Gunung Batuku”. Gunung batu bermakna alegoris yang berarti Allah tempat perlindunganku. Pemazmur mengakui dengan imannya bahwa ia dapat memperoleh kebebasan dan keselamatan karena Tuhan Allah memberi perlindungan baginya. Tuhan Allah sebagai Gunung Batu merupakan juga gambaran dari suatu tempat yang tinggi dan aman bagi pemazmur, sehingga musuh-musuhnya tidak dapat menjangkau pemazmur sekalipun mereka telah bangkit untuk melawan Pemazmur. Untuk itu, pemazmur merasa perlu untuk menyatakan syukurnya kepada Tuhan Allah. Sebuah ungkapan sukacita dan terima kasih atas pertolongan Tuhan bagi pemazmur. Ungkapan syukurnya sekaligus menjadi sebuah refleksi diri terhadap pemanggilan Tuhan Allah terhadapnya, dan karena itu, Allah pun berkenan untuk menyertainya. Seperti sikap dan iman pemazmur, demikian juga bagi kita orang percaya yang telah memperoleh perlindungan. Marilah kita menyatakan syukur kita dan kita dapat menyatakan hal tersebut dalam nyanyian pujian kita.
doa : Tuhanlah tempat perlindungan kami syukur kepadamu ya Tuhan Amin
Minggu, 28 Januari 2018
Bacaan : Wahyu 7 : 9-17 & Mazmur 9 : 2-21
Wahyu 7:9-17 (TB) Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.
Dan dengan suara nyaring mereka berseru: “Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!”
Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah,
sambil berkata: “Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!”
Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: “Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?”
Maka kataku kepadanya: “Tuanku, tuan mengetahuinya.” Lalu ia berkata kepadaku: “Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.
Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.
Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi.
Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka.”
Mazmur 9 : 2-21
(9-2) Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib;
(9-3) aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau, bermazmur bagi nama-Mu, ya Mahatinggi,
(9-4) sebab musuhku mundur, tersandung jatuh dan binasa di hadapan-Mu.
(9-5) Sebab Engkau membela perkaraku dan hakku, sebagai Hakim yang adil Engkau duduk di atas takhta.
(9-6) Engkau telah menghardik bangsa-bangsa, telah membinasakan orang-orang fasik; nama mereka telah Kauhapuskan untuk seterusnya dan selama-lamanya;
(9-7) musuh telah habis binasa, menjadi timbunan puing senantiasa: kota-kota telah Kauruntuhkan; lenyaplah ingatan kepadanya.
(9-8) Tetapi TUHAN bersemayam untuk selama-lamanya, takhta-Nya didirikan-Nya untuk menjalankan penghakiman.
(9-9) Dialah yang menghakimi dunia dengan keadilan dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.
(9-10) Demikianlah TUHAN adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan.
(9-11) Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN.
(9-12) Bermazmurlah bagi TUHAN, yang bersemayam di Sion, beritakanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa,
(9-13) sebab Dia, yang membalas penumpahan darah, ingat kepada orang yang tertindas; teriak mereka tidaklah dilupakan-Nya.
(9-14) Kasihanilah aku, ya TUHAN; lihatlah sengsaraku, disebabkan oleh orang-orang yang membenci aku, ya Engkau, yang mengangkat aku dari pintu gerbang maut,
(9-15) supaya aku menceritakan segala perbuatan-Mu yang terpuji dan bersorak-sorak di pintu gerbang puteri Sion karena keselamatan yang dari pada-Mu.
(9-16) Bangsa-bangsa terbenam dalam pelubang yang dibuatnya, kakinya tertangkap dalam jaring yang dipasangnya sendiri.
(9-17) TUHAN telah memperkenalkan diri-Nya, Ia menjalankan penghakiman; orang fasik terjerat dalam perbuatan tangannya sendiri. Higayon. Sela
(9-18) Orang-orang fasik akan kembali ke dunia orang mati, ya, segala bangsa yang melupakan Allah.
(9-19) Sebab bukan untuk seterusnya orang miskin dilupakan, bukan untuk selamanya hilang harapan orang sengsara.
(9-20) Bangkitlah, TUHAN, janganlah manusia merajalela; biarlah bangsa-bangsa dihakimi di hadapan-Mu!
(9-21) Biarlah mereka menjadi takut, ya TUHAN, sehingga bangsa-bangsa itu mengakui, bahwa mereka manusia saja. Sela
Ungkapan Syukur
George Muller (1805 -1898) adalah seorang pemilik Panti Asuhan Ashley Dawn Orphanage di Bristol England, yang telah mengangkat 10.024 orang yatim piatu. Suatu ketika menghadapi suatu keadaan yang sangat berat baginya yakni tidak ada makanan sama sekali padahal waktu makan malam telah tiba. Lalu apa yang dilakukannya ? dia dan anak-anak asuhannya mulai menata piring, sendok, garpu, gelas dan peralatan makan lainnya di atas meja makan, kemudian Muller mulai meminta mereka duduk di tempat mereka masing-masing. Tiba-tiba ada seorang anak menyeletuk “mana makanannya ?” dengan yakin Muller menjawab pertanyaan tersebut “sebentar lagi datang”. Dia kemudian mengajak mereka berdoa mengucap syukur atas berkat yang telah diberikan Tuhan sekalipun makanan belum ada. Setelah amin, tiba-tiba terdengar pintu diketuk seseorang dan akhirnya setelah dibuka ternyata terdapat sejumlah makanan yang cukup banyak. Makanlah mereka semua malam itu. Kekuatan mengucap syukur ternyata sangat luar biasa karena didalamnya terkandung iman yang kuat dan teguh terhadap Tuhan Allah. Dengan mengucap syukur Muller dan semua anak Panti tidak hanya bersikap menyerahkan diri penuh terhadap Tuhan Allah, namun tetap meyakini kebaikan Tuhan Allah, sekalipun keadaan yang mereka alami sedang dalam kesusahan. Pengucapan syukur juga dipahami oleh pemazmur sebagai suatu keharusan bagi orang-orang percaya, terutama yang telah memperoleh kasih dan pertolongan Tuhan Allah. Pengucapan syukur harus menjadi kesempatan orang percaya menyadari dirinya sebagai makhluk terbatas, karena itu sangat membutuhkan campur tangan Tuhan dalam kehidupannya.
Doa : Terima kasih Tuhan atas segala pemberian dan berkat kebaikan yang kami peroleh dari padaMu amin
Sumber : SHK terbitan LPJ-GPM

