Santapan Harian Keluarga, 1 – 7 April 2018

[jemaatgpmsilo.org – Ambon]

Minggu, 1 April 2018

bacaan : Markus 16 : 1 – 8

Kebangkitan Yesus

Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus. 2 Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur. 3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: “Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?” 4 Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling. 5 Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Merekapun sangat terkejut, 6 tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: “Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia. 7 Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu.” 8 Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapapun juga karena takut. Dengan singkat mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan teman-temannya. Sesudah itu Yesus sendiri dengan perantaraan murid-murid-Nya memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal itu.

Kristus Bangkit! Ada Hari Esok yang Menghidupkan.

Berbicara tentang hari esok, tak seorang pun yang tahu. Itulah sebabnya kita semua tanpa terkecuali terkadang merasa was-was, takut dan kuatir karena memang hari esok itu berada di luar jangkauan kita. Karena itu Salomo menasehati “jangalah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu.” (Amsal 27 :1). Namun sebagai anak-anak Tuhan tidak seharusnya itu terjadi jika kita percaya bahwa Tuhan telah berada di sana di sorga. Ia telah mendahului kita dalam perjalanan kehidupan yang akan kita lalui. Dari pembacaan firman Tuhan hari ini, dalam kisah kebangkitan Tuhan Yesus malaikat menyampaikan kepada para wanita yang membawa rempah-rempah ke kubur supaya memberitahukan kepada murid-muridNya bahwa Yesus telah Bangkit dan telah mendahului mereka ke Galilea. Ini menunjukkan bahwa Tuhan telah mendahului kita di depan, hari esok ada di genggaman tangan-Nya. Karena Tuhan telah mendahului kita, maka Ia tahu jalan mana yang patut kita tempuh. Dia akan menuntun hidup kita kepada rencanaNya dan semuanya itu tidak akan mendatangkan bahaya bagi kita. Tuhan tidak saja telah mendahului kita tetapi Ia juga membebaskan kita dari dosa dan memberikan kita hari esok yang menghidupkan. Jadi tidak ada alasan untuk menjadi kuatir, takut, putus asa, hilang pengharapan dan kecewa jika kita yakin bahwa Tuhan telah mendahului kita, membebaskan dan menghidupkan masa depan kita. Semua ini harus memacu kita untuk lebih setia dan lebih beriman lagi kepada-Nya. Dunia boleh berguncang dan orang dunia boleh berkata esok tidak ada harapan, tapi bagi keluarga Kristen, masa depan itu ada dan pengharapan kita tidak akan pernah hilang karena Dia memegang hari esok kita.

doa : terima kasih ya Tuhan buat karya Agung-Mu melalui Kebangkitan Kristus bagi kami, amin

Senin, 2 April 2018

bacaan : Yohanes 20 : 19 – 23

Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya

19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” 20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. 21 Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” 22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus. 23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.”

Ada makna dibalik Penampakan Tuhan Yesus

Tuhan Yesus sudah bangkit!! Serita kebangkitanNya sudah tersebar Kebangkitan Tuhan Yesus bukan tanpa bukti, sebab Ia hadir dan menampakkan diriNya kepada para muridNya sehingga lebih memperkuat berita kebangkitanNya. Penampakan wujud kebangkitan Tuhan Yesus bukan seperti hantu, namun penuh dengan kemuliaan Allah. Dan melalui peristiwa kebangkitan tersebut, ada makna yang memberi nilai bagi hidup setiapkeluarga Kristen dengan penampakan Tuhan Yesus, bahwa Tuhan selalu hadir mendampingi hidup pribadi dan keluarga kita yang mungkin sedang mengalami kekecewaan, kegelisahan dan ketakutan menghadapi situasi hidup dan orang-orang jahat disekitar kita. Di suasana dukacita dan penderitaan hidup yang kita alami, Ia hadir menghibur dan meneguhkan hati kita. Di setiap musim hidup kita pun, Yesus tetap hadir untuk menyertai dan memberikan keberanian bagi kita menjalani dan menghadapi setiap tantangan, hambatan bahkan ancaman di hidup keluarga kita. KehadiranNya menyatakan kesediaanNya berjalan bersama kita dan memasuki kediaman rumah tangga kita serta memberikan penjelasan, petunjuk, instruksi dan menerangkan tentang perkara­ perkara yang harus kita lakukan sesuai dengan yang Ia ajarkan di dalam firmanNya. Selain itu, kehadiranNya juga memberikan kuasa dan tugas untuk kita supaya dapat menghadirkan Tuhan yang bangkit melalui kerja, karya-karya dan kasih kita yang berdampak membebaskan anggota keluarga kita dan orang-orang disekitar kita dari berbagai keterpurukan dan tekanan hidup yang mereka alami. Tugas kita utu akan menampakan wujud Tuhan Yesus melalui kasih kita.

doa : Tuhan bantulah kami untukmenghadirkan kuasa kebangkitanMu bagi keluargaku dan mereka disekitarku, amin

Selasa, 3 April 2018

bacaan : Ibrani 9 : 11 – 14

Kristus adalah Pengantara dari perjanjian yang baru

11 Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, –artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, — 12 dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal. 13 Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, 14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.

Ikut Kristus selalu Benar

Bagaimana keluarga kita dapat memahami pengorbanan Kristus untuk menebus dosa kita manusia ? Hal ini menjadi pokok pemahaman iman kita bahwa Kebangkitan Kristus tidak ada artinya apabila kita tidak memahami makna kematiannya di Kalvari. Kristus telah menjadi perantara bagi kita manusia berdosa untuk mendapatkan pengampunan Allah kematianNya menjadi tanda perjanjian baru antara Allah dan umat-Nya. Kristus telah membuktikan diri-Nya layak menjadi dasar keselamatan Allah bagi kita. Dia hanya satu kali mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa kita. Darah Kristus digunakan Allah bukan hanya membersihkan dosa kita, tetapi juga menyucikan hati nurani kita agar kita dapat menyembah Allah yang hidup. Kristus telah mempersatukan semua orang percaya dalam tubuh-Nya. Sebagai pengikut-Nya kita patut melaksanakan kehendak-Nya. Ketika kita mengikuti kehendak-Nya, hal itu menunjukkan bahwa Dia adalah pusat hidup dan sandaran satu-satunya bagi keluarga orang-orang percaya. Karena itu, iman kepada Kristus adalah suatu relasi kedekatan dan juga komunikasi pribadi dengan Allah. Orang beriman adalah mereka yang mampu melihat kenyataan hidup dari sudut pandangan Kasih Setia Allah. Mereka tidak pernah kehilangan alasan untuk bersyukur kepada-Nya. Karena itu kita perlu memahami arti kehadiran Kristus dalam kehidupan keluarga kita. Kita bersyukur telah dipersatukan Kristus sebagai satu keluarga. Marilah kita bertekad menyatakan kehendak Allah dalam tindakan setiap hari : berupaya terus-menerus memahami kebenaran-Nya agar hati dan pikiran kita menjadi bijaksana dan bersekutu dengan FirmanNya supaya karakter kita semakin menyerupai Kristus. Dengan demikian hidup kita senantiasa dibaharui.

doa : ya Kristus mengikuti Engkau adalah benar bagi hidup keluarga kami amin

Rabu, 4 April 2018

bacaan : Ayub 42 : 1 – 7

Ayub mencabut perkataannya dan menyesalkan diri

Maka jawab Ayub kepada TUHAN: 2 “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. 3 Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui. 4 Firman-Mu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku. 5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. 6 Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.”

Keadaan Ayub dipulihkan

7 Setelah TUHAN mengucapkan firman itu kepada Ayub, maka firman TUHAN kepada Elifas, orang Teman: “Murka-Ku menyala terhadap engkau dan terhadap kedua sahabatmu, karena kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub.

 

Mencabut Perkataan

Alkisah ada seorang ibu yang memiliki seorang anak laki-laki yang mulai beranjak dewasa. Anak laki-laki itu adalah anak yang bandel dan tidak pernah mau mendengarkan perkataan orang tuanya. Ia diektahui sedang menjalin hubungan yang tidak pantas dengan seorang janda muda, sehingga ibunya sangat marah dan mengeluarkan kata-kata, “sampai akhir zaman, ibu tidak akan merestui hubunganmu dengan si janda itu.” Kalimat itupun terdengar sampai ke tetangga. Namun seiring berjalannya waktu, ia pun menghamili si janda muda, sehingga mereka”terpaksa” dinikahkan dan akhirnya si janda muda itu menjadi menantu ibu tersebut. Karena janda muda itu adalah dari keluarga yang kaya, maka ia berusaha mengambil hati ibu mertuanya dengan memberikan baju baru, sepatu baru, perhiasan, mengajak jalan-jalan dengan mobil mewah, dll. Hingga si ibu pun mulai terpengaruh dan luluh hatinya dan menjadi ‘kompak’ dengan menantunya. Ketika para tetangga bertanya kepada ‘ si ibu, “Bukankah ibu dulu bilang kalau sampai akhir zaman ibu tidak merestui hubungan mereka?” namun akhimya si ibu berkata, “Oh, perkataan itu sudah saya cabut kok! Kisah ini menggambarkan kehidupan sesehari kita. Seringkali papa dan mama juga mengeluarkan perkataan yang tidak pantas, seperti merutuk, bersungut dan menyumpahi dan tanpa disadari menjadi beban buat anak-anak. Dan menganggap itu biasa-biasa saja. Belajarlah dari Ayub yang akhirnya menyesal dan mencabut perkataannya serta mengakui kesalahan di hadapan Tuhan. Jangan mengucapkan perkataan yang sia-sia di hadapan Tuhan tanpa merasa bersalah. Kebangkitan Kristus membebaskan setiap perkataan kita untuk memberikan hidup bagi orang lain dan bukan kematian. Hari ini periksalah diri kita, jika ada perkataan yang sudah kita keluarkan yang menyakiti hati Tuhan dan sesama kita, akuilah itu dihadapan Tuhan, dan Tuhan pasti mengampuni kita.

doa : Ya Tuhan ampunilah setiap perkataan kami, amin

Kamis, 5 April 2018

bacaan : Lukas 7 : 11 – 17

Yesus membangkitkan anak muda di Nain

11 Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong. 12 Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. 13 Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!” 14 Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” 15 Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. 16 Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan “Allah telah melawat umat-Nya.” 17 Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.

Kebangkitan Kristus Menghidupkan

Melalui kisah dalam bacaan ini. kita belajar sebagai keluarga-keluarga Kristen bahwa Tuhan Yesus ingin kita · bangkit, dari kesedihan menuju sukacita, hilang harapan menjadi penuh harapan, sebab pada Yesus ada jawaban yang pasti. Kepastian yang dijanjikanNya itu menjadikan kita untuk terus berjuang dan berharap kepada Dia. Saat kita bersedih, kita butuh sahabat atau teman untuk berbagi rasa, dan ada juga saatnya – sesama yang bersedih, kita menjadi teman atau sahabat baginya. Jadi tidak baik kalau kita membiarkan dan tidak perduli dengan kehidupan sesama kita. Sebab ada saatnya kita saling membutuhkan. Hidup ini saling timbal balik, kita ada untuk sesama dan sesama ada untuk kita dan Tuhan ada untuk kita semua.  Sebab kebangkitanNya, memberikan kehidupan yang membebaskan kita dari rupa-rupa masalah hidup dan air mata kesedihan. Tataplah jauh ke depan untuk sebuah masa depan yang sudah Tuhan sediakan bagi kita melalui kebangkitanNya. Jangan biarkan kesedihan memperhamba pikiran, tetapi jadikanlah itu untuk tetap berharap pada Tuhan sebab Dia selalu memberi penghiburan bagi kita. Tuhan memberi jawaban yang tepat atas semua pergumulan hidup, seperti yang dialami seorang janda dalam bacaan kita hari ini dengan kematian anaknya. Yang Tuhan inginkan adalah keluarga kita datang dan percaya pada Dia, sebab kasihNya memberi kita harapan dan sukacita.

doa : Terima kasih Tuhan Yesus Kaulah jawaban yang tepat untuk semua masalah dan pergumulan hidup kami, amin

Jumat, 6 April 2018

bacaan : Efesus 4 : 17 – 32

Manusia baru

17 Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia 18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. 19 Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran. 20 Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. 21 Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, 22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, 23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, 24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. 25 Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota. 26 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu 27 dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis. 28 Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan. 29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. 30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. 31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. 32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

Menggenakan Manusia Baru

Ronal adalah seorang pemuda yang setia dalam pelayanan. Dia sangat mengasihi Tuhan dan sesama. Namun, kemudian ia kembali ke cara hidupnya yang lama dengan hidup di dalam dosa. Selama itu ia mundur dari pelayanan, bahkan tidak pemah lagi ke gereja, serta memisahkan diri dari saudara seiman. Ia kemudian terlibat dalam jaringan narkoba, sebagai pemakai dan pengedar. Akhimya, ia ditangkap polisi dan dipenjarakan. Di penjara, ia mengalami kekerasan dari sesama narapidana. Kekerasan yang dihadapinya di penjara serta narkoba yang dikonsumsinya membuat tubuhnya semakin melemah, hingga akhirnya ia meninggal dalam usia yang masih cukup muda. Sangat tragis seorang Kristen yang dulu setia melayani Tuhan harus mengakhiri hidupnya dengan cara yang sangat menyedihkan. Inilah salah satu contoh orang Kristen yang kembali ke cara hidup yang lama, yang tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Tuhan menghendaki kita untuk menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru sebab kita adalah orang-orang yang telah ditebus Tuhan melalui kematian dan kebangkitanNya, karena itu hendaknya kita menanggalkan cara hidup yang berdosa, serta mengenakan cara hidup yang berpadanan dengan firman Tuhan. Waspadalah jangan sampai nilai-nilai firman Tuhan dikesampingkan dan nilai-nilai dunia yang sudah tersebar lewat teknologi informasi meresap dalam hidup kita. Jangan mudah terbuai oleh gaya hidup dunia yang tidak alkitabiah. Namun tetaplah miliki cara hidup yang sesuai dengan Alkitab. Kita boleh-boleh saja, bahkan harus mengikuti perkembangan zaman, namun kita tidak boleh terlena olehnya. Kita harus menjaga hidup sesuai kebenaran finnan Tuhan. Kita dituntut melakukan cara hidup yang baru adalah sebagai bentuk ucapan syukur kita kepada kasih Allah sebagai manusia baru.

doa : ya Tuhan kami mau hidup sesuai Firman-Mu, Amin

Sabtu, 7 April 2018

bacaan : Roma 13 : 8 – 14

Kasih adalah kegenapan hukum Taurat

8 Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. 9 Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! 10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat. 11 Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya. 12 Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang! 13 Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. 14 Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.

Kasih merubah Situasi Buruk menjadi Baik

Ada seorang anak yang bertumbuh di dalam kekecewaan terhadap papanya. Bagaimana tidak, sejak kecil anak ini diperlakukan dengan sangat tidak baik oleh papanya. Dia sering mendapatkan perlakuan yang berbeda dengan saudara-saudaranya. Selain itu, tidak jarang perkataan yang kasar dan menghina keluar dari mulut seseorang papa yang diharapkan dapat menyayanginya. Tidak jarang pula sang papa memukul si anak walaupun usianya telah beranjak remaja. Kekecewaannya semakin meledak ketika seringkali ia melihat sang papa memukul mama yang berniat membela dirinya. Anak ini benar-benar bertumbuh di dalam kepahitan. Tetapi ada satu momen di mana kondisi ini berubah. Itu terjadi ketika untuk pertama kalinya sang papa memeluk anaknya dan mengatakan, “Maafkan Papa. Papa sudah terlalu banyak menyakiti hatimu.” Seorang papa yang keras diubahkan menjadi seorang papa yang lembut. Seorang papa yang kasar diubahkan menjadi seorang papa yang penuh belas kasihan sehingga untuk pertama kalinya sang papa berkata kepadanya, “Anakku, papa sangat sayang dengan kamu.” Dan sejak itu relasi papa dan anak ini dipulihkan. Suatu kali saya bertanya pada anak ini, apa yang kau rasakan ketika papamu memeluk kamu dan meminta maaf atas semua kesalahannya? Dia menjawab, “Puji Tuhan, Yesuslah yang merubah papaku dan aku bersyukur karena sekarang papa benar-benar mengasihiku.” Perubahan dapat membawa dampak kasih terhadap sesama kita. Perubahan dapat menyuarakan sapaan kasih terhadap orang-orang di sekeliling kita. Tuhan sangat mengasihi kita. Dia tidak hanya menyelamatkan, tetapi membawa kita untuk mengalami perubahan hidup sehingga Dia memakai kita untuk menjadi saluran kasih bagi sesama kita. Bersediakah kita untuk meresponi panggilan Allah ini. Bersediakah kita membuka hati dan membiarkan Roh Kudus bekerja mengubah hidup kita setiap hari?

doa : Terima kasih untuk kasihMu ya Tuhan. Amin

*Santapan Harian Keluarga Edisi April 2018, terbitan LPJ-GPM

John Brown Womens Jersey