fbpx

Santapan Harian Keluarga, 8-14 April 2018

[jemaatgpmsilo.org – Ambon]

Minggu, 8 April 2018

bacaan : 1 Petrus 2 : 1-10

Yesus Kristus batu penjuru

Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah. 2 Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, 3 jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan. 4 Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah. 5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. 6 Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: “Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan.” 7 Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: “Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan.” 8 Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Allah; dan untuk itu mereka juga telah disediakan. 9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: 10 kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

Yesus Kristus Batu Penjuru

Jika seoranq tukang bangunan atau ahli bangunan sudah berkata bahwa batu tertentu tidak cocok untuk membangun sebuah rumah, adalah percuma kita menanyakan hal itu lagi kepada orang lain yang bukan ahlinya. Tetapi, hal yang aneh dan tidak lazim justru telah terjadi, “Batu yang dibuang oleh tukang­ tukan1g bangunan telah menjadi batu penjuru.” Siapakah yang dimaksud dengan batu itu? Alkitab dengan tegas menyatakan “Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan – yaitu kamu sendiri-, namun ia telah menjadi batu penjuru“. Sungguh, bagi Tuhan tidak ada perkara yang mustahil! Itulah sebabnya pemazmur berkata, “Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!” (Maz. 118:24). Hari yang dijadikan Tuhan adalah hari ketika batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan itu telah menjadi batu penjuru, “Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita,” (Mazmur 118:23). Hari yang teramat sangat istimewa di mana Allah telah menentukan Tuhan Yesus Kristus sebagai batu penjuru; hari di mana “ … Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati-” (Kis.4: 10). Jadi, hari yang telah dijadikan Tuhan adalah hari kebangkitan Kristus dari antara orang mati. Rasul Petrus berkata, ” … datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah. Sebab ada te.1ulis dalam Kitab Suci : “‘Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan.” Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya:   ‘Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan.‘ (1 Pet.2:4, 6, 7).

doa : Terima kasih Tuhan, Engkaulah batu penjuru kami, amin

Senin, 9 April 2018

bacaan : 1 Korintus 10 : 1-13

Israel sebagai suatu peringatan

Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut. 2 Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut. 3 Mereka semua makan makanan rohani yang sama 4 dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus. 5 Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun. 6 Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat, 7 dan supaya jangan kita menjadi penyembah-penyembah berhala, sama seperti beberapa orang dari mereka, seperti ada tertulis: “Maka duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria.” 8 Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang. 9 Dan janganlah kita mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular. 10 Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut. 11 Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba. 12 Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh! 13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Berkat Besar sering diikuti oleh Pencobaan Besar

Sewaktu mama saya, telah sembuh dari pasca stroke yang dialaminya, seorang perawat menyematkan gelang kuning di pergelangan tangannya Di situ tertulis : Berisiko Jatuh. Frasa itu berarti :  Jagalah orang ini dengan cermat. Mungkin tubuhnya belum stabil. Berikan bantuan kepadanya untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Bacaan kita hari ini memberikan peringatan bagi kita yang menyatakan “Berisiko Jatuh”. Setelah melihat kembali pengalaman pendahulunya, Paulusmenyadari potensi manusia untuk jatuh dalam dosa. Bangsa Israel kuno sering bersungut-sungut, menyembah berhala, dan menjalin hubungan yang amoral. Allah pun tidak berkenan kepada mereka dan mengijinkan mereka menerima konsekuensi atas dosa-dosa  mereka. Namun, Paulus mengatakan, “Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita ..” Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!”. Kita mudah menipu diri sendiri dengan meyakini bahwa kita telah berhenti melakukan dosa tertentu. Bahkan setelah kita bergumul dengan mengakui masalah yang ada, kita bertobat dan bertekad untuk kembali mengikuti jalan Allah, namun tanpa kita sadari, pencobaan masih mungkin terjadi. Allah memampukan kita untuk tidak kembali jatuh pada perilaku dosa yang sama. Dia melakukannya dengan menyediakan jalan keluar dari perbuatan dosa yang hendak kita lakukan. Kita hanya perlu mengikuti jalan keluar yang sudah disediakan-Nya itu sehingga kita dapat menikmati berkat besar dalam kasih karuniaNya.

doa : Tuhan celikkan mata kami untuk melihat jalan keluar yang Engkau berikan ketika kami dicobai. Berilah kami kekuatan untukmenerima pertolongan-Mu supaya kami tetap setia kepada-Mu, amin

Selasa, 10 April 2018

bacaan : 1 Korintus 10 : 14-33

14 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, jauhilah penyembahan berhala! 15 Aku berbicara kepadamu sebagai orang-orang yang bijaksana. Pertimbangkanlah sendiri apa yang aku katakan! 16 Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus? 17 Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu. 18 Perhatikanlah bangsa Israel menurut daging: bukankah mereka yang makan apa yang dipersembahkan mendapat bagian dalam pelayanan mezbah? 19 Apakah yang kumaksudkan dengan perkataan itu? Bahwa persembahan berhala adalah sesuatu? Atau bahwa berhala adalah sesuatu? 20 Bukan! Apa yang kumaksudkan ialah, bahwa persembahan mereka adalah persembahan kepada roh-roh jahat, bukan kepada Allah. Dan aku tidak mau, bahwa kamu bersekutu dengan roh-roh jahat. 21 Kamu tidak dapat minum dari cawan Tuhan dan juga dari cawan roh-roh jahat. Kamu tidak dapat mendapat bagian dalam perjamuan Tuhan dan juga dalam perjamuan roh-roh jahat. 22 Atau maukah kita membangkitkan cemburu Tuhan? Apakah kita lebih kuat dari pada Dia? 23 “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun. 24 Jangan seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain. 25 Kamu boleh makan segala sesuatu yang dijual di pasar daging, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani. 26 Karena: “bumi serta segala isinya adalah milik Tuhan.” 27 Kalau kamu diundang makan oleh seorang yang tidak percaya, dan undangan itu kamu terima, makanlah apa saja yang dihidangkan kepadamu, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani. 28 Tetapi kalau seorang berkata kepadamu: “Itu persembahan berhala!” janganlah engkau memakannya, oleh karena dia yang mengatakan hal itu kepadamu dan karena keberatan-keberatan hati nurani. 29 Yang aku maksudkan dengan keberatan-keberatan bukanlah keberatan-keberata hati nuranimu sendiri, tetapi keberatan-keberatan hati nurani orang lain itu. Mungkin ada orang yang berkata: “Mengapa kebebasanku harus ditentukan oleh keberatan-keberatan hati nurani orang lain? 30 Kalau aku mengucap syukur atas apa yang aku turut memakannya, mengapa orang berkata jahat tentang aku karena makanan, yang atasnya aku mengucap syukur?” 31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah. 32 Janganlah kamu menimbulkan syak dalam hati orang, baik orang Yahudi atau orang Yunani, maupun Jemaat Allah. 33 Sama seperti aku juga berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal, bukan untuk kepentingan diriku, tetapi untuk kepentingan orang banyak, supaya mereka beroleh selamat.

Jauhi Penyembahan Berhala

Penyembahan berhala masih menjadi suatu bahaya bagi orang-orang percaya, walaupun kegiatannya tidak selalu terbuka atau kelihatan. Berhala biasanya lebih terselubung dan sulit dikenal, karena mereka mengisi tempat-tempat tersembunyi di dalam hati kita. Jika kita ingin menyingkap berhala di hati kita, perhatikanlah pikiran-pikiran yang mendominasi, karena apa yang sering kita pikirkan mungkin telah menjadi suatu berhala. Apa yang terakhir kita pikirkan sebelum tidur, apa yang pertama kita pikirkan saat bangun, apa yang kita khayalkan sepanjang hari, semuanya berkaitan dengan benda atau sesuatu yang kita sayangi dan percayai. Setiap benda atau orang yang kita harapkan memberikan kepuasan, setiap sasaran atau keinginan kita yang telah menjadi lebih penting daripada Allah, semuanya merupakan “allah-allah” yang merebut kesetiaan kita dan diam­ diam mengendalikan kehidupan kita. Padahal hanya Allah yang dapat memuaskan kebutuhan hati kita yang terdalam dan membuat kita benar-benar hidup sehingga hidup kita sekuat batu. Itulah sebabnya kita perlu mengindahkan nasihat yang penuh kasih dari Rasul Paulus, “Saudara-saudaraku yang kekasih, jauhilah penyembahan berhala”. Nasihat ini penting sebab berhala adalah segala sesuatu yang mengambil alih tempat Allah di hati kita.

doa : Tuhan kami mohon bantulah kami agar menjauhi penyembahan berhala dalam bentuk apapun di hidup kami, amin

Rabu, 11 April 2018

bacaan : Efesus 2 : 1-10

Semuanya adalah kasih karunia

Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. 2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. 3 Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain. 4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, 5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita–oleh kasih karunia kamu diselamatkan– 6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, 7 supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. 8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. 10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Anugerah Keselamatan-Nya Gratis

Suatu ketika diadakan operasi katarak gratis oleh beberapa gereja yang bekerja sama dengan beberapa lembaga dari daerah setempat. Selain operasi, para pasien juga mendapatkan ongkos transportasi. Uniknya, banyak pasien yang tidak percaya bahwa operasi katarak ini benar-benar gratis. Mereka bertanya apakah ada syarat-syarat lain yang harus dipenuhi, termasuk apakah mereka harus membayar sejumlah uang sekedar sebagai uang lelah bagi para relawan yang terlibat dalam acara tersebut. Tanggapan yang hampir sama dapat ditemukan berkaitan dengan anugerah keselamatan, yang dianugerahkan melalui pengorbanan Kristus di kayu salib. Kita hanya perlu mempercayainya, Percaya atau beriman berarti sepakat bahwa kita tidak dapat mengatasi dosa dengan kekuatan sendiri, melainkan cukup dengan menerima penebusan Yesus yang sempurna. Hanya itu. Kita tidak perlu berusaha “membayar” penebusanNya itu dengan perbuatan baik atau membayar sejumlah uang. PenebusanNya sudah cukup untuk menyelamatkan kita: melepaskan kita dari kuasa dosa dan memberi kita kehidupan baru bersama dengan Dia. Karena keselamatan merupakan pemberian, kita tidak dapat menyombongkannya, namun kita dapat merayakannya. Bagaimana dengan kita? Semoga kita tidak termasuk kelompok yang berusaha menambahkan anugerah keselamatan dengan perbuatan tertentu. Kita hanya perlu menerima anugerah Allah dengan rasa syukur, lalu menanggapinya dengan menjalani hidup baru yang dikaruniakanNya. Ini pun hanya oleh anugerahNya.

doa : Tuhan Yesus kami tahu Engkau sudah melunasi harga untuk keselamatan kami, tidak ada sisa utang sedikitpun yang masih harus kami bayar. Terima kasih untuk anugerah keselamatanMu yang gratis bagi kami, amin

Kamis, 12 April 2018

bacaan : Yesaya 5 : 1-7

Nyanyian tentang kebun anggur

Aku hendak menyanyikan nyanyian tentang kekasihku, nyanyian kekasihku tentang kebun anggurnya: Kekasihku itu mempunyai kebun anggur di lereng bukit yang subur. 2 Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya dan menggali lobang tempat memeras anggur; lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam. 3 Maka sekarang, hai penduduk Yerusalem, dan orang Yehuda, adililah antara Aku dan kebun anggur-Ku itu. 4 Apatah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam? 5 Maka sekarang, Aku mau memberitahukan kepadamu apa yang hendak Kulakukan kepada kebun anggur-Ku itu: Aku akan menebang pagar durinya, sehingga kebun itu dimakan habis, dan melanda temboknya, sehingga kebun itu diinjak-injak; 6 Aku akan membuatnya ditumbuhi semak-semak, tidak dirantingi dan tidak disiangi, sehingga tumbuh puteri malu dan rumput; Aku akan memerintahkan awan-awan, supaya jangan diturunkannya hujan ke atasnya. 7 Sebab kebun anggur TUHAN semesta alam ialah kaum Israel, dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya; dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman, dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran.

Kebun Anggur Tuhan

Seorang petani pasti selalu menginginkan hasil panen yang terbaik menarik dan berkualitas. Untuk itu dia akan mengusahakan tanah yang baik, memilih bibit unggul, memberi air dan pupuk dengan baik dan teratur, membuat pagar agar hewan tidak masuk dan merusak tanamannya serta memberi obat khusus anti hama. Namun apa jadinya jika usaha dan perawatan yang demikian baik ternyata menjadi sia-sia karena ternyata hasil panennya busuk dan tidak bermutu sama sekali, Pastilah si petani akan kesal, kecewa dan marah. Sama halnya dengan Tuhan, Dia selalu memberikan yang terbaik bagi keluarga kita, namun kita terlalu sering mengecewakanNya karena perbuatan kita mengabaikan identitas kita sebagai keluarga Kristen. Tuhan ingin kita hidup menghasilkan perilaku yang menyenangkanNya dengan hidup dalam kasih antara anggota keluarga juga bersama orang lain, serta mampu menegakkan keadilan dan kebenaran. Kita adalah kebun anggur Tuhan. Berarti kita adalah kepunyaan Tuhan. Tuhanlah yang mengusahakan segala yang baik bagi kita, menjadikan kita sebagai lahan yang subur, tempat tumbuhnya pohon-pohon dan tanaman-tanaman yang menghasilkan buah yang manis dan menyehatkan orang yang menikmatinya. Artinya, setiap orang yang ada bersama dengan kita dan merasakan buah kehidupan kita, akan membuatnya merasa nyaman dan terberkati. Sama halnya dengan memakan buah yang baik, maka jasmaninya juga akan sehat. Jadi saat orang menikmati buah kehidupan kita, iman dan rohaninya juga semakin sehat dan baru. Kiranya Tuhan memampukan kita menjadi kebun anggur yang benar yang menumbuhkan pokok-pokok anggur yang baik dan buahnya menjadi kesukaan bagi Tuhan dan sesama kita.

doa : Tuhan jadikan keluarga kami kebun anggur terbaikMU, amin

Jumat, 13 April 2018

bacaan : Yesaya 28 : 14-17

14 Sebab itu dengarlah firman TUHAN, hai orang-orang pencemooh, hai orang-orang yang memerintah rakyat yang ada di Yerusalem ini! 15 Karena kamu telah berkata: “Kami telah mengikat perjanjian dengan maut, dan dengan dunia maut kami telah mengadakan persetujuan; biarpun cemeti berdesik-desik dengan kerasnya, kami tidak akan kena; sebab kami telah membuat bohong sebagai perlindungan kami, dan dalam dusta kami menyembunyikan diri,” 16 sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: “Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah! 17 Dan Aku akan membuat keadilan menjadi tali pengukur, dan kebenaran menjadi tali sipat; hujan batu akan menyapu bersih perlindungan bohong, dan air lebat akan menghanyutkan persembunyian.”

Batu Penjuru Yang Teruji

Dasar atau fondasi adalah salah satu bagian yang sangat menentukan dalam ketahanan sebuah bangunan yang didirikan di atasnya. Jika kualitas fondasi hanya untuk dua tingkat bangunan, maka jangan coba membangun menjadi tiga tingkat sebab akan roboh diterpa oleh angin, badai dan gempa. Yesaya menubuatkan bahwa Tuhan sendiri akan meletakan fondasi yang teguh di Sion dengan menggunakan batu teruji dan berharga. Fondasi tersebut ditanam dalam-dalam di bawah tanah sehingga benar-benar kokoh dan tidak tergoyahkan oleh angin ribut atau air  banjir yang melanda. Hal ini menunjukkan kasih setia Tuhan yang telah dibuktikan sepanjang masa. Batu penjuru ini sangat vital dan penting sehingga kemudian istilah batu penjuru ini dipakai untuk menggambarkan peranan Tuhan Yesus dalam sejarah keselamatan manusia. Batu Penjuru yaitu Yesus adalah batu yang mahal bagi orang yang percaya kepada-Nya II Petrus 2:6 , karena Yesus sudah mengorbankan segalanya, dengan meninggalkan kemulian-Nya, menjadi sama seperti manusia bahkan mati di kayu salib. Batu Penjuru yaitu Yesus menjadi batu sentuhan dan batu sandungan bagi mereka yang tidak taat kepada Firman Allah I Petrus 2:8. Batu sentuhan berarti yang mendatangkan maut dalam suatu jerat, sedangkan batu sandungan adalah yang membuat orang terperangkap. Yesus telah menjadi batu penjuru yang mahal bagi hidup keluarga kita. Dan itu berarti bangunan rumah tangga kita akan kuat dan kokoh dalam menghadapi terpaan badai dan topan kehidupan apapun itu bentuknya. Bersyukurlah.

doa :Trima kasih Tuhan Yesus Engkau telah menjadi Batu Penjuru yang mahal dalam kehidupan kami sehingga kami kuat dan kokoh menghadapi pergumulan hidup keluarga kami, amin

Sabtu, 14 April 2018

bacaan : Matius 24 : 1-2

Bait Allah akan diruntuhkan

Sesudah itu Yesus keluar dari Bait Allah, lalu pergi. Maka datanglah murid-murid-Nya dan menunjuk kepada bangunan-bangunan Bait Allah. 2 Ia berkata kepada mereka: “Kamu melihat semuanya itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak satu batupun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.”

Tuhan Yesus Pusat Hidup Keluarga Kristen

Ibu Siska adalah seorang pegawai biasa di kantornya, namun karena ia dekat dengan salah seorang pejabat di kotanya, maka posisi ibu Siska mulai berubah menjadi sekretaris. Suatu waktu, pimpinan ibu Siska dipindahtugaskan ke lingkungan kantor yang lain. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh ibu Siska untuk mendekati sang pejabat sehingga peluang kursi kepemimpinan dapat ia miliki. Tujuan ibu Siska berhasil. Setelah dilantik sebagai pimpinan di kantornya, sifat ibu Siska mulai berubah. Ia memanfaatkan segala cara untuk meraup keuntungan dari pekerjaannya. Hak-hak yang semestinya diterima oleh orang lain, ia ambil semuanya tanpa tersisa. Bukan itu saja, gaya hidup keluarganya pun mulai berubah. Barang-barang mewah mulai mengalir memenuhi rumah mereka. Nampak mereka mulai terlihat sombong dan angkuh bagi saudara-saudara dan orang tetangga. Hidup dalam kemewahan, kemegahan dan hanya untuk diri sendiri. Seiring waktu berjalan, ibu Siska mengalami masalah keuangan di kantornya. Ia diperiksa dan kedapatan banyak kecurangan sampai akhirnya membawa ia ke penjara. Seluruh harta mereka habis hanya untuk mecari pengacara yang hebat buat menangani kasus ibu Siska. Dari kisah ini, sejalan dengan teks bacaan kita menggambarkan bahwa Tuhan sangat menentang orang-orang yang sombong dan angkuh. Tuhan akan meruntuhkan semua kesombongan mereka. Sebab dari hidup yang sudah ditebus dengan kematian dan kebangkitan Tuhan, hendaklah hidup kita pun mampu menjadi berkat bagi sesama. Oleh karena itu, sadarilah jika kita tidak menjadikan Yesus sebagai pusat kehidupan, maka semua yang ada pada kita, tidak kita manfaatkan dengan baik bagi kemuliaan namaNya. Setiap keluarga Kristen, hendaknya menjadikan Yesus sebagai pusat hidup sehingga selalu hidup dalam pertobatan dan melakukan kehendakNya serta dapat menjadi berkat bagi sesama.

doa : Tuhan, Engkau sajalah pusat kehidupan keluarga kami. Amin

*Sumber : Santapan Harian Keluarga LPJ-GPM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *