Santapan Harian Keluarga, 22-28 April 2018

[jemaatgpmsilo.org – Ambon]

Minggu, 22 April 2018

bacaan : Mazmur 95 : 4-5 dan Yohanes 21 : 1-14

4 Bagian-bagian bumi yang paling dalam ada di tangan-Nya, puncak gunung-gunungpun kepunyaan-Nya. 5 Kepunyaan-Nya laut, Dialah yang menjadikannya, dan darat, tangan-Nyalah yang membentuknya.

Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias

Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut. 2 Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain. 3 Kata Simon Petrus kepada mereka: “Aku pergi menangkap ikan.” Kata mereka kepadanya: “Kami pergi juga dengan engkau.” Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. 4 Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. 5 Kata Yesus kepada mereka: “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?” Jawab mereka: “Tidak ada.” 6 Maka kata Yesus kepada mereka: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. 7 Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: “Itu Tuhan.” Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. 8 Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu. 9 Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti. 10 Kata Yesus kepada mereka: “Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu.” 11 Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak. 12 Kata Yesus kepada mereka: “Marilah dan sarapanlah.” Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: “Siapakah Engkau?” Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan. 13 Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu. 14 Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.

Merawat Air Laut, Merawat Hidup

Selamat Hari Bumi!!! Sungguh berkuasa Tuhan kita, sungguh ajaib segala karya cipta-Nya. Ia memisahkan laut dari darat.  Ia memberi laut bagi manusia supaya manusia hidup. Laut mampu menyerap CO2 yang akan diambil oleh terumbu karang untuk digunakan dalam proses fotosintesis dan menghasilkan oksigen yang berguna bagi mahluk hidup dj laut. Laut sebagai penghasil sumber protein yakni ikan dan rumput laut yang dimakan oleh manusia. Karang laut menjadi pemandangan bawah laut yang indah, dapat dijadikan sebagai objek wisata bagi manusia. Tetapi, sekarang laut kita tercemar oleh berbagai sampah yang dibuang ke laut oleh setiap penumpang kapal dan berbagai sampah dari sungai, selokan yang hanyut ke laut, pertambangan lepas pantai menyebabkan populasi ikan akan mati karna minyak pabrik menutupi penyerapan C02 sehingga tidak ada C02; limbah pabrik yang dibuang ke laut mengandung zat logam, merkuri, nikel, dll, serta karbon yang dimakan oleh ikan membuat ikan tidak sehat untuk dikonsumsi oleh manusia sebab bisa menyebabkan penyakit kanker. Merusak laut berarti merusak tubuh kita dan tubuh anak cucu kita nanti. Saatnya kita merawat laut. Anak-anak SMTPI di Jemaat GPM Ouw setiap hari memunggul sampah dan menjualnya pada bank sampah milik gereja di Jemaat GPM Ouw, kaum perempuan di Jemaat GPM  Ihamahu mengolah sampah plastik menjadi sandal, tas, dompet, dll, Jemaat GPM Haria mengolah sampah untuk lahan pertanian, Para pemuda gereja di Saparua menanam bakau disepanjang pantai Kulur. Mereka mencintai dan memelihara laut sama seperti Tuhan selalu mencintai dan memelihara hidup mereka. Ayo lakukan juga untuk laut disekitarmu!!!!.

doa : Tuhan ampunilah sebab tangan kami sering merusak laut, amin

Senin, 23 April 2018

bacaan : Kejadian 1 : 9-13

9 Berfirmanlah Allah: “Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering.” Dan jadilah demikian. 10 Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 11 Berfirmanlah Allah: “Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi.” Dan jadilah demikian. 12 Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 13 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga.

Langit dan Bumi : Bukti Keberadaan Allah

Seorang perancis bemama Charney melakukan tindakan yang membuat Napoleon Bonaparte jengkel dan memasukan pria itu ke dalam sel dibawah tanah. Dia tampaknya dicampakkan oleh teman-temannya dan dilupakan oleh setiap orang di dunia luar. Di dalam kesendirian dan keputusasaannya, dia mengambil sebuah batu dan menggoreskannya ke dinding selnya: “tidak seorang pun yang peduli”, Suatu hari, sebatang tunas kecil menyembul melewati celah kecil dilantai selnya dan mulai tumbuh ke atas dan menuju sebuah cahaya kecil diatas atap selnya. Tahanan itu selalu menyisihkan sedikit air ke tunas itu sehingga terus bertumbuh dan menghasilkan setangkai bunga biru yang indah. Saat kelopaknya terbuka sempurna, tahanan yang kesepian itu mencoret tulisannya di dinding dan di atasnya ditulis kalimat “Allah peduli”. Teman yang tinggal di sebelah selnya mempunyai seorang anak gadis kecil yang diizinkan untuk menjenguk ayahnya dipenjara. Gadis kecil itu sangat terkesan oleh kasih sayang Charney pada tanaman bunga itu. Kabar mengenai hal itu tersebar sampai ke telinga Permaisuri Yosephine yang terkenal ramah. Istri kaisar itu beri komentar. “Orang yang begitu telaten dan penuh kasih memelihara bunga tidak mungkin orang yang jahat”. Permaisuri membujuk kaisar untuk membebaskan Charney. Ketika dibebaskan, Charney membawa tanaman bunganya pulang dan dengan telaten merawatnya setiap hari sepanjang sisa hidupnya. Bunga itu telah mengajarnya untuk selalu mempercayai Allah. JIKA ALLAH TIDAK ADA, BAGAIMANA MUNGKIN LANGIT DAN BUMI INI ADA? Segala sesuatu yang telah diciptakan Allah sangat berguna dalam hidup kita, jangan merusaknya.

doa : Ya Tuhan terima kasih untuk kehadiranMu dalam hidup kami, amin

Selasa, 24 April 2018

bacaan : Kejadian 1 : 9-13

9 Berfirmanlah Allah: “Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering.” Dan jadilah demikian. 10 Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 11 Berfirmanlah Allah: “Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi.” Dan jadilah demikian. 12 Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 13 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga.

Bumi : Rumah bersama untuk Manusia, Hewan dan Tumbuhan

Aku sangat bersyukur, sebab setiap hari aku masih bisa melihat pemandangan yang sebenarnya sangat langka untuk suatu pemukiman yang terletak dalam kota. Aku masih bisa melihat burung-burung kecil dan teman-temannya terbang dengan bebas dan hinggap di pohon manggaku, sesekali bermain dengan lincah diatas terasku, kemudian terbang lagi dan hinggap di pohon gejawasku untuk menikmati buah-buah gejawas yang telah matang dan juga hinggap di pohon pisangku untuk menikmati buah-buah pisang yang telah matang. Aku pun memiliki rasa puas tersendiri melihat suamiku mengambil buah-buah yang telah matang itu dan ketika keluargaku bersama orang lain bisa menikmati beberapa buah yang ada dihalaman rumahku sendiri seperti: pisang abu-abu, pisang jarum, pisang empat puluh hari, gujawas, mangga. Bahkan air putih yang ku minum setiap hari terasa enak dan harum karena dimasak dengan tanaman daun pandan yang ada dihalamanku. Tetapi juga ada tikus-tikus yang berkeliaran dari got ke got untuk mencari makanan sisa dan menyantapnya. Sejenak aku merenungkan semua ini, aku tersadar bahwa bumi yang Tuhan ciptakan ini, bukan hanya untuk menjadi tempat tinggal manusia semata. Tetapi, setiap hewan, setiap tumbuhan berhak tinggal dan hidup dalam bumi ciptaan Tuhan. Manusia, hewan dan tumbuhan saling membutuhkan satu dengan yang lain untuk kelangsungan hidupnya. Thomas Pope Blound berkata: “Setiap bunga dipadang, setiap serat tanaman, setiap partikel dari seekor serangga, membawa sentuhan Pencipta, dan jika direnungkan dalam-dalam, dapat mengajar kita kuliah etika atau keilahian“.

doa : Tuhan kami bersyukur kepada-MU untuk segala yang Kau beri, amin

Rabu, 25 April 2018

bacaan : Kejadian 1 : 14-19

14 Berfirmanlah Allah: “Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, 15 dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi.” Dan jadilah demikian. 16 Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. 17 Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, 18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 19 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat.

Kebesaran Tuhan Nampak pada Benda-Benda Langit

Fenomena super blue blood moon atau gerhana bulan total telah terjadi pada malam hari Rabu tanggal 31 Januari 2018. 150 tahun lalu terakhir kalinya peristiwa ini terjadi, karena itu merupakan suatu kebahagiaan bagi orang Indonesia dapat menyaksikannya langsung fenomena ini secara maksimal. Kompas memberitakan bahwa London dan Afrika Selatan misalnya tidak kebagian jatah melihat super blood moon sedikit pun. Menurut seorang astronom amatir Mutoha Arkanudin, ada banyak manfaat yang bisa digali dari fenomena ini. Salah satunya yakni dapat mengetahui seberapa dekat jarak faktual antara bumi dan bulan saat fase gerhana total terjadi. Hal mana berpengaruh pada kemajuan pengetahuan dalam mengamati perilaku binatang malam. Bumi memang telah diciptakan Allah sedemikian rupa untuk bermanfaat bagi manusia. Benda-benda penerang pada cakrawala yakni matahari, bulan dan bintang, tidak hanya sekedar ada di atas kepala kita dan menerangi bumi ini, namun juga menjadi tanda berlangsungnya kehidupan dalam suatu masa dengan berbagai perubahan yang terjadi, termasuk perilaku makhluk hidup. Untuk itu sebagai orang percaya, kita bertanggung jawab untuk menghargai seluruh ciptaan Allah dengan bersikap benar. Salah satunya yakni memanfaatkan ciptaan Allah guna kebaikan hidup bersama, misalnya untuk kemajuan pengetahuan.

doa : Ya Tuhan ajarlah kami untuk menghargai ciptaan-MU dan mempergunakan secara benar demi kebaikan hidup bersama, amin

Kamis, 26 April 2018

bacaan : Kejadian 1 : 20-25

20 Berfirmanlah Allah: “Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala.” 21 Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 22 Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: “Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak.” 23 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima. 24 Berfirmanlah Allah: “Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar.” Dan jadilah demikian. 25 Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

Kaya di Laut namun Miskin Pendidikan

Dalam sebuah foto milik Mangobay Indonesia dijelaskan bahwa anak-anak pembudidaya rumput laut di Pulau Yamdena Maluku Tenggara Barat, provinsi Maluku, memilih bermain di dermaga Lermatang saat siang hari. Meski potensi budidaya rumput laut besar, tetapi karena lokasi, tidak semua anak-anak bisa mendapatkan penddikan yang layak. Hal ini berarti bahwa kekayaan sumber daya alam yang mereka miliki ternyata belum bisa meningkatkan kesejahteraan hidup mereka sendiri termasuk memenuhi kebutuhan pendidikan. Peruntukan seluruh ciptaan Allah dalam cerita penciptaan tidak hanya berarti langsung untuk memenuhi kebutuhan makan manusia saja. Namun seluruh mata rantai kebutuhan hidup manusia yang pada akhirnya membawa manusia pada kehidupan yang makmur dan sejahtera sanqat terkait erat dengan keberadaan seluruh ciptaan Tuhan Allah. Dengan kata lain, kehidupan kita menjadi sejahtera pada setiap aspeknya merupakan juga buah dari kontribusi kekayaan alam dan laut kita. Untuk itu, kita dalam setiap bidang hidup yang sementara kita kerjakan (misalnya: legislatif, yudikatif, eksekutif) bertanggung jawab untuk melihat dengan iman dan bersikap dengan iman terhadap seluruh ciptaan Allah yang tersedia demi kebaikan hidup bersama.

doa : Jadikanlah kami ya Tuhan orang yang beriman dan bijaksana untuk menata seluruh Ciptaan-Mu di bumi ini demi kesejahteraan hidup bersama, amin

Jumat, 27 April 2018

bacaan : Kejadian 1 : 26-31

26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” 27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” 29 Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. 30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.” Dan jadilah demikian. 31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

Mengelola Bumi dengan Damai

Seorang Chistian Apologist, penulis dan pembicara terkenal, Dr. Ravi Zacharias mengatakan bahwa Manusia ada di bumi bukan karena kecelakaan, bukan karena radar waktu atau kecelakaan atom. Manusia adalah “Imago Dei” yaitu diciptakan segambar dan serupa dengan Tuhan. Karena itu manusia harus mencerminkan kemuliaan Tuhan atau “reflect splendor“. Mencerminkan kemuliaan Tuhan tentunya harus terjadi dalam segala hal yang kita lakukan, termasuk tanggung jawab kita untuk “taklukanlah dan berkuasalah” (28) atas makhluk ciptaan Tuhan yang lain. Kata “taklukanlah dan berkuasalah” tidak bermaksud negatif seperti menginjak-injak mahluk ciptaan Allah yang lain, namun dalam konteks berkat (28a) kata tersebut mengambarkan madah penciptaan Tuhan ini sebagai suatu dunia yang ditata secara harmonis dan dinilai baik, bahkan amat baik oleh Tuhan Allah. Kata “Berkuasalah” dalam gambaran ideal Raja Gembala Timur Tengah kuno merupakan kegiatan manusia yang mengurusi binatang dengan baik dan dalam refasi yang penuh dengan kedamaian dengan makhluk-makhluk tersebut. Hal ini berarti Tuhan Allah memerintahkan kita untuk mengusahakan dan memelihara seluruh ciptaan-Nya demi kehidupan yang berlangsung baik dan damai antara kita, manusia dengan seluruh makhluk hidup lainnya.

doa : Tuntun kami dengan Roh Kudus-Mu ya Tuhan, supaya kami tidak mempergunakan kekuasaan yang semena-mena untuk mengelola bumi ini, amin

Sabtu, 28 April 2018

bacaan : Kejadian 6 : 13-22

13 Berfirmanlah Allah kepada Nuh: “Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi. 14 Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam. 15 Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya. 16 Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas. 17 Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa. 18 Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu. 19 Dan dari segala yang hidup, dari segala makhluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina harus kaubawa. 20 Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya. 21 Dan engkau, bawalah bagimu segala apa yang dapat dimakan; kumpulkanlah itu padamu untuk menjadi makanan bagimu dan bagi mereka.” 22 Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.

Berani Tampil Beda

Kehidupan pada zaman Nuh benar-benar menunjukan kerusakan yang luar biasa, baik secara moral maupun kerohanian. Karena itu Allah memutuskan untuk mengakhiri kehidupan segala makhluk. Namun, dalam kondisi ini masih ada seorang yang kedapatan hidupnya benar dan tidak bercela diantara orang-orang yang hidup sezamannya. Dia tetap mampu menjaga kesucian hidupnya ditengah-tengah kehidupan manusia yang rusak. Nuh memiliki kualitas hidup yang baik karena ia bergaul dekat dengan Allah. Itulah sebabnya Allah mempercayakan kepadanya tanggungjawab untuk menyelamatkan dan melanjutkan kehidupan bumi. Memang untuk melaksanakan tanggungjawab ini banyak orang tidak mendukungnya dan malah mencemoohnya. Tetapi Nuh berani tampil beda dan hidup dalam ketaatan terhadap perintah Allah sehingga melaluinya bumi ini masih berkelanjutan. Dari Nuh kita belajar untuk mengembangkan kualitas hidup yang bergaul dekat dengan Tuhan, sebab hal ini akan membuat kita terus berada dalam ketaatan kepada Tuhan dan sanggup mengerjakan tanggungjawab yang dipercayakan Tuhan kepada kita untuk membawa kebaikan dan kehidupan bagi banyak orang maupun kepada alam ciptaan ini. Kita mesti berani tampil beda dari tutur kata dan perilaku kehidupan kita sehingga melalui kita Allah berkenan menyatakan karya keselamatan-Nya atas dunia.

doa : Tuhan pakailah hidup kami sebagai sarana bagi karya Penyelamatan-Mu di dunia ini, amin

*sumber : Santapan Harian Keluarga LJP-GPM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *