Santapan Harian Keluarga, 27 Mei – 2 Juni 2018
Minggu, 27 Mei 2018
bacaan : Kisah Para Rasul 11 : 19-30
Barnabas dan Saulus ke Antiokhia
19 Sementara itu banyak saudara-saudara telah tersebar karena penganiayaan yang timbul sesudah Stefanus dihukum mati. Mereka tersebar sampai ke Fenisia, Siprus dan Antiokhia; namun mereka memberitakan Injil kepada orang Yahudi saja. 20 Akan tetapi di antara mereka ada beberapa orang Siprus dan orang Kirene yang tiba di Antiokhia dan berkata-kata juga kepada orang-orang Yunani dan memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan. 21 Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan. 22 Maka sampailah kabar tentang mereka itu kepada jemaat di Yerusalem, lalu jemaat itu mengutus Barnabas ke Antiokhia. 23 Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan, 24 karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. 25 Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia. 26 Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen. 27 Pada waktu itu datanglah beberapa nabi dari Yerusalem ke Antiokhia. 28 Seorang dari mereka yang bernama Agabus bangkit dan oleh kuasa Roh ia mengatakan, bahwa seluruh dunia akan ditimpa bahaya kelaparan yang besar. Hal itu terjadi juga pada zaman Klaudius. 29 Lalu murid-murid memutuskan untuk mengumpulkan suatu sumbangan, sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing dan mengirimkannya kepada saudara-saudara yang diam di Yudea. 30 Hal itu mereka lakukan juga dan mereka mengirimkannya kepada penatua-penatua dengan perantaraan Barnabas dan Saulus.
Daya kerja Roh Kudus yang Memberdayakan
Adalah bijak bila kita belajar atau meneladani orang-0rang yang dipakai Tuhan secara luar biasa, apakah rahasia yang membuat mereka sukses, maju dan berlimpah dalam hal-hal lahiriah. Terlebih lagi kita perlu belajar dari kehidupan rohani orang tersebut : iman, kesetiaan, semangat dll, yang membuat mereka menjadi pahlawan iman. Salah satu contoh adalah Barnabas, tokoh Alkitab yang dapat kita jadikan teladan dalam kehidupan rohani kita. Dalam KPR 4:37, menunjukan bahwa Barnabas adalah seorang yang murah hati dan suka memberi. Kepeduliannya terhadap perkara-perkara rohani sangat besar. Buktinya ia rela menjual sebidang tanah miliknya untuk membantu pekerjaan Tuhan (pekabaran lnjil). Barnabas tidak mementingkan diri sendiri, tapi senantiasa menunjukkan kebaikannya kepada orang lain. Itulah sebabnya orang-orang di Antiokhia sangat suka kepada Barnabas. Kehidupan Barnabas menjadi kesaksian bagi orang lain sehingga banyak orang menjadi percaya kepada Kristus. Sungguh, pelayanan Barnabas di Antiokhia membawa dampak yang sangat luar biasa karena ada kuasa Roh Kudus yang menyertainya; ia juga tidak mencari nama atau popularitas, tapi semua dilakukan semata-mata demi hormat dan kemuliaan nama Tuhan. Karya Roh Kudus yang bekerja untuk menyatukan dan memberdayakan hidup kita akan berdampak besar bagi kehidupan orang lain Juga. Oeh karena itu setiap anggota keluarga Kristen hendaklah selalu berada dibawah naungan kuasa Roh Kudus supaya disatukan dan diberdayakan menjadi keluarga-keluarga yang dapat menghadirkan kasih dan sukacita dalam perjalanan hidup bersama.
doa : Tuhan, kami rindu diberdayakan oleh Kuasa Roh Kudus-Mu, amin
Senin, 28 Mei 2018
bacaan : Kisah Para Rasul 17 : 10-15
Paulus dan Silas di Berea
10 Tetapi pada malam itu juga segera saudara-saudara di situ menyuruh Paulus dan Silas berangkat ke Berea. Setibanya di situ pergilah mereka ke rumah ibadat orang Yahudi. 11 Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian. 12 Banyak di antara mereka yang menjadi percaya; juga tidak sedikit di antara perempuan-perempuan terkemuka dan laki-laki Yunani. 13 Tetapi ketika orang-orang Yahudi dari Tesalonika tahu, bahwa juga di Berea telah diberitakan firman Allah oleh Paulus, datang jugalah mereka ke sana menghasut dan menggelisahkan hati orang banyak. 14 Tetapi saudara-saudara menyuruh Paulus segera berangkat menuju ke pantai laut, tetapi Silas dan Timotius masih tinggal di Berea. 15 Orang-orang yang mengiringi Paulus menemaninya sampai di Atena, lalu kembali dengan pesan kepada Silas dan Timotius, supaya mereka selekas mungkin datang kepadanya.
Firman Tuhan Sumber Hidup
Sumber yang di dapat dari google, pada 2002, George Barna melakukan survei terhadap orang Kristen di Amerika. Ia ingin mengetahui pengetahuan mereka tentang Alk1tab. Hasilnya: 48% responden tidak dapat menyebutkan nama 4 kitab Injil; 52% tidak dapat menyebutkan lebih dari 3 nama murid Yesus; 60% tidak dapat menyebutkan 5 saja dari 10 Perintah Allah; 61% mengira bahwa ‘Khotbah di Bukit” adalah khotbah Billy Graham. Bahkan, 71% responden juga mengira bahwa kalimat ‘Tuhan menolong mereka yang menolong dirinya sendiri” adalah sebuah ayat Alkitab! Jemaat Berea adalah jemaat yang “menerima firman itu dengan segala kerelaan hati” ( 11). Artinya, mereka tidak mengeraskan hati; mereka membuka hati untuk diajar tentang kebenaran. Dan mereka tak sekadar membaca firman, tetapi juga menyelidikinya. Dari situ, mereka dapat menguji apakah ajaran yang mereka terima itu benar. Sebagai buahnya, iman mereka bertumbuh, kepercayaan mereka pada sang Mesias diteguhkan (12a). Bahkan, hidup merekapun berdampak : mereka menjadi berkat bagi orang non-Yahudi, yang turut menjadi percaya ( 12b). Ironis bila di tengah kebebasan untuk membaca dan memiliki Alkitab, orang justru kerap tidak membaca dan mempelajarinya. Padahal, inilah surat yang memperkenalkan Pribadi Allah yang benar. Inilah panduan Allah, yang memberi kita jalan saat menghadapi berbagai pergumulan. Inilah pertolongan Tuhan, agar kita tak kalah menghadapi masalah atau terperangkap dalan ajaran yang salah. Allah di dalam RohNya senantiasa menjadi Pribadi yang terbuka untuk dipelajari dan diketahui supaya kita tidak salah arah. Sebab firmanNya adalah penguat pada saat kita lemah dan firmanNya adalah pedoman pada saat kita bimbang. Olehnya, mari mempelajari firman-Nya.
doa : Ya Tuhan, inilah keluarga kami yang mau belajar tentang Firman-Mu, Amin
Selasa, 29 Mei 2018
bacaan : Galatia 4 : 12-20
Ingatlah akan hubungan kita yang semula
12 Aku minta kepadamu, saudara-saudara, jadilah sama seperti aku, sebab akupun telah menjadi sama seperti kamu. Belum pernah kualami sesuatu yang tidak baik dari padamu. 13 Kamu tahu, bahwa aku pertama kali telah memberitakan Injil kepadamu oleh karena aku sakit pada tubuhku. 14 Sungguhpun demikian keadaan tubuhku itu, yang merupakan pencobaan bagi kamu, namun kamu tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang hina dan yang menjijikkan, tetapi kamu telah menyambut aku, sama seperti menyambut seorang malaikat Allah, malahan sama seperti menyambut Kristus Yesus sendiri. 15 Betapa bahagianya kamu pada waktu itu! Dan sekarang, di manakah bahagiamu itu? Karena aku dapat bersaksi tentang kamu, bahwa jika mungkin, kamu telah mencungkil matamu dan memberikannya kepadaku. 16 Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? 17 Mereka dengan giat berusaha untuk menarik kamu, tetapi tidak dengan tulus hati, karena mereka mau mengucilkan kamu, supaya kamu dengan giat mengikuti mereka. 18 Memang baik kalau orang dengan giat berusaha menarik orang lain dalam perkara-perkara yang baik, asal pada setiap waktu dan bukan hanya bila aku ada di antaramu. 19 Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu. 20 Betapa rinduku untuk berada di antara kamu pada saat ini dan dapat berbicara dengan suara yang lain, karena aku telah habis akal menghadapi kamu.
Jangan Biarkan Situasi Menentukan Kualitas Hidup Kita
Situasi dan kondisi kerapkali mempengaruhi kita untuk berbuat baik kita akan berbuat baik hanya kepada orang tertentu dan hanya dalam kurun waktu tertentu saja. Kita jarang berada dalam situasi hidup yang ideal. Kadangkala situasi hidup yang kita alami tidak sebaik yang kita harapkan, namun jangan biarkan situasi menentukan kualitas hidup kita. Paulus merasa prihatin dengan kemunduran kualitas beriman Jemaat di Galatia. Dia khawatir atas perubahan sikap Iman yang begitu cepat dalam jemaat Galatia. Ketika Paulus tidak bersama mereka, banyak hal mempengaruhi mereka, sehingga mereka kehilangan kebahagiaan kasih dan ketulusan untuk berbuat baik. Mereka terpengaruh ajaran yang menggoyangkan Iman mereka, sehingga mereka kehilangan relasi yang intim dengan Tuhan, dan hal tersebut berdampak langsung dalam relasi mereka dengan sesama. Setiap keluarga Kristen harus siap sedia dan giat berbuat baik kepada siapa pun disetiap waktu. Hal tersebut dapat dilakukan, jika kita memiliki relasi yang intim dengan Tuhan, karena dalam relasi yang intim tersebut kita menghayati dan merasakan kasih Allah yang sempurna dan tidak berkesudahan bagi kita. Karena Allah penuh berbelas kasihan kepada kita, kita belajar berbelas kasihan kepada sama kita. Apa yang Allah lakukan terhadap kita wajib kita lakukan terhadap sesama kita. Allah telah menempatkan kita di tengah dunia ini, dan di situlah kita harus bekerja, bersekutu, melayani dan bersaksi kepada sesama.
doa : Tuhan isilah hidup kami dengan Anugerah-Mu supaya kami siap sedia dan giat berbuat baik, amin
Rabu, 30 Mei 2018
bacaan : Kisah Para Rasul 18 : 24-28
Apolos di Efesus
24 Sementara itu datanglah ke Efesus seorang Yahudi bernama Apolos, yang berasal dari Aleksandria. Ia seorang yang fasih berbicara dan sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci. 25 Ia telah menerima pengajaran dalam Jalan Tuhan. Dengan bersemangat ia berbicara dan dengan teliti ia mengajar tentang Yesus, tetapi ia hanya mengetahui baptisan Yohanes. 26 Ia mulai mengajar dengan berani di rumah ibadat. Tetapi setelah Priskila dan Akwila mendengarnya, mereka membawa dia ke rumah mereka dan dengan teliti menjelaskan kepadanya Jalan Allah. 27 Karena Apolos ingin menyeberang ke Akhaya, saudara-saudara di Efesus mengirim surat kepada murid-murid di situ, supaya mereka menyambut dia. Setibanya di Akhaya maka ia, oleh kasih karunia Allah, menjadi seorang yang sangat berguna bagi orang-orang yang percaya. 28 Sebab dengan tak jemu-jemunya ia membantah orang-orang Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias.
Menjadi Berguna
Ada sebuah ilustrasi yang menarik untuk kita renungkan. Hidup yang menjadi berguna itu ibarat sebuah pensil. Pensil, sekalipun barang yang sederhana tetapi kehadirannya bisa menjadi sangat berguna. Pensil adalah benda yang sangat dibutuhkan, jika ia berfungsi dengan baik. Ada 2 hal yang dapat kita pelajari tentang sebuah pensil.
1. Kebaikan atau nilai sejati kita ada dalam diri kita sendiri. Kita telah menerima kasih karunia dan hal-hal terbaik yang Tuhan berikan dalam diri kita. Namun kita perlu diperuncing bila menapaki kehidupan. Sebuah pensil tidaklah berguna jika nilai sejatinya tidak tampak, dengan diperuncing maka ia akan menjadi berguna, kita akan berada di tangan orang lain. Ya..! Kita dapat memberikan sesuatu dari nilai-nilai hidup kita, ketika kita hidup bersama-sama dengan orang lain.
2. Sebuah pensil diharapkan meninggalkan bekas-bekas tulisan yang membuat pembacanya menjadi senang. Demikian pula dengan kehidupan kita. Setiap hari yang kita lalui, pastilah akan meninggalkan bekas-bekas yang akan ditemui oleh orang-orang yang bertemu dengan kita. Dan kita diharapkan meninggalkan teladan yang terbaik. Sekali pun sederhana, kehidupan kita tetap akan menjadi berguna bagi orang lain.
Sudahkah hidup kita menjadi berguna bagi orang lain? Bagaimana hidup kita bisa menjadi berguna? Belajarlah dari kehidupan Apolos yang rendah hati menerima pengajaran dari sepasang suami istri; Priskila dan Akwila. Sebagai halnya, Apolos dapat melanjutkan pelayanannya dengan pemahaman yang baru dalam tuntunan kuasa Roh Kudus yang memberdayakannya. Kita menjadi berguna ketika orang-orang disekitar kita menerima hal-hal yang baik yang terpancar melalui hidup kita.
doa : Ya Tuhan, runcinglah hidup keluarga kami agar menjadi berguna bagi hidup bersama, amin
Kamis, 31 Mei 2018
bacaan : I Korintus 14 : 1-12
Sekali lagi tentang karunia Roh
Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat. 2 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia. 3 Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur. 4 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat. 5 Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun. 6 Jadi, saudara-saudara, jika aku datang kepadamu dan berkata-kata dengan bahasa roh, apakah gunanya itu bagimu, jika aku tidak menyampaikan kepadamu penyataan Allah atau pengetahuan atau nubuat atau pengajaran? 7 Sama halnya dengan alat-alat yang tidak berjiwa, tetapi yang berbunyi, seperti seruling dan kecapi–bagaimanakah orang dapat mengetahui lagu apakah yang dimainkan seruling atau kecapi, kalau keduanya tidak mengeluarkan bunyi yang berbeda? 8 Atau, jika nafiri tidak mengeluarkan bunyi yang terang, siapakah yang menyiapkan diri untuk berperang? 9 Demikianlah juga kamu yang berkata-kata dengan bahasa roh: jika kamu tidak mempergunakan kata-kata yang jelas, bagaimanakah orang dapat mengerti apa yang kamu katakan? Kata-katamu sia-sia saja kamu ucapkan di udara! 10 Ada banyak–entah berapa banyak–macam bahasa di dunia; sekalipun demikian tidak ada satupun di antaranya yang mempunyai bunyi yang tidak berarti. 11 Tetapi jika aku tidak mengetahui arti bahasa itu, aku menjadi orang asing bagi dia yang mempergunakannya dan dia orang asing bagiku. 12 Demikian pula dengan kamu: Kamu memang berusaha untuk memperoleh karunia-karunia Roh, tetapi lebih dari pada itu hendaklah kamu berusaha mempergunakannya untuk membangun Jemaat.
Kejarlah Kasih, Usahakanlah Karunia
Manusia cenderung mengejar sesuatu yang berguna hanya untuk dirinya sendiri tanpa memikirkan orang lain. Orang yang sudah mengenal Kristus pun seringkali menghadapi godaan itu. Mengejar kasih dan mengusahakan memperoleh karunia karunia roh dan mempergunakannya dalam roh dan akal budi untuk membangun kehidupan bersama dan kemudian mengenal Allah. Itulah yang utama (1). Karunia roh merupakan kendaraannya dan kasih sebagai mesin penggeraknya. Semua yang kita miliki hendaknya kita gunakan untuk kepentingan dan kebaikan bersama, baik karunia rohani maupun berbagai macam keterampilan dan pengetahuan hingga ilmu pengetahuan modern. Dengan demikian Allah Sumber Kasih akan dikenal oleh banyak orang. Kejarlah kasih! Berhentilah hanya memikirkan diri sendiri atau melihat orang lain sebagai saingan, karena karunia yang diterimanya dari Allah atau bahkan membuat orang lain merasa asing dengan kehadiran karunia roh yang kita terima dari Allah. Karena roh akan membangun persekutuan hidup Apabila kasih menjadi landasannya. Kebiasaan seperti di Jemaat Korintus juga banyak terjadi di kalangan keluarga dan Jemaat Kristen masa kini. Masih banyak orang Kristen memperlakukan karunia roh menjadi kemegahan diri atau kelompoknya. Sekali lagi, karunia roh diberikan oleh Allah harus berguna untuk membangun hidup pribadi membangun kehidupan bersama orang yang percaya kepada Kristus, maupun yang belum percaya kepada Kristus.
doa : Tuhan terima kasih buat karunia rohmu bagi hidup kami, amin
Jumat, 1 Juni 2018
bacaan : Roma 8 : 1-8
Hidup oleh Roh
Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. 2 Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. 3 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, 4 supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh. 5 Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. 6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. 7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. 8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.
Seng ada Hukumang Par Yang Hidop Dalang Kristus
Pengadilan Negeri Kakopang pono deng orang yang nonton sidang kasus narkoba atas nama Billy Sasele, kapala Ngongare di Nagri Atiting. Dong seng parcaya kalo Billy ni pengedar, barang yang dong tau dia ni paleng bae. Dia seng parna biking onar, mala dia pung kalakuang macang deng kukis pisang. Dia rajing pi gareja dan salalu kas inga tamang-tamang ngongare par hidop taku Tuhan. Maar tar tau mangapa kong dia musti dapa sidang lai, malah dapa ancaman hukumang mati. Waktu sidang su sampe di baca putusang. Samua yang nonton sidang tu pung hati tapukul. Maar Billy tanang se, dia yakin kalo Tuhan pasti tolong dia tagal selama ini dia hidop iko Tuhan pung ajarang. Seng lama bagini dong dengar hakim baca putusang, akang pung laste hakim bilang : “Billy, salamat eee, ale bebas, tagal seng ada hukumang par ale, ternyata ale seng sala. Billy langsung badiri, la angka syukur par Tuhan. Saudaraku terkasih, seperti Billy, begitu juga posisi kita, ketika berdosa. ‘upah dosa adalah maut’, kata Paulus kepada orang Roma (6:23). Tapi kalau kita hidup di dalam Kristus dan selalu memberi diri dituntun oleh Roh Kudus, maka kita akan bebas dari hukuman. Hidup di dalam Kristus dan memberi diri dituntun oleh Roh-Nya berart: 1 ). Tidak menjadi hamba dosa lagi. 2). Dilahirkan kembali dan menjadi manusia baru. 3). Pola pikir dikendalikan oleh Roh Kudus sehingga selalu berpikir positif. 4). Mencintai Allah dan tunduk pada ajaran dan ketetapan-Nya. 5). Mengasihi sesama dengan tulus, tan pa pamrih … Jadi saudaraku, berilah tempat bagi Roh Kudus untuk berkarya, dan menuntun hidup kita.
doa : Roh Kudus, tuntunlah kami untuk hidup dalam Kristus, amin
Sabtu, 2 Juni 2018
bacaan : Markus 3 : 20-30
Yesus dan Beelzebul
20 Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makanpun mereka tidak dapat. 21 Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi. 22 Dan ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata: “Ia kerasukan Beelzebul,” dan: “Dengan penghulu setan Ia mengusir setan.” 23 Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan: “Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis? 24 Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan, 25 dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan. 26 Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya. 27 Tetapi tidak seorangpun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu. 28 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. 29 Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.” 30 Ia berkata demikian karena mereka katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat.
Kalo Biking Bae Mar Dapa Hojat, Jang Saki Hati…
Waktu baru jadi Majalis Jamat, 0y pung anggota unit, Iam, saki tarus-tarus. Iam pung keluarga pikir dia dapa biking jadi dong panggel “orang pintar par lia la barobat dia, maar Iam seng bae-bae, mala tamba saki. Dengar kalo Iam ada saki, Oy pi mangente Iam. Waktu lia Iam, Oy langsung tau Iam pung panyaki, tagal Oy parna saki bagitu lai. Oy kasi obat yang parna Oy minong par Iam. Abis minong obat, langsung ada perobahan. Iam minong obat tu tarus la akang pung lusa sa Iam su bae. Lia Iam su bae, ada yang bilang kalo Oy pung ilmu labe kuat jadi Iam capat bae .. Basodara kekasih, bagemana sodara pung perasaan kalo ada orang yang sala mangarti deng apa yang sodara biking, apalai kalo akang mala jadi hojatan par sodara. Pasti saki hati to. Maar Yesus seng saki hati waktu dapa hojat. Antua cuma bilang, “bagemana lblis bisa lawang iblis, kalo dong baku lawang, nanti dong seng kuat’. Jadi basudara, sebetulnya dong tu konco brat. Di muka dong biking kaya dong tu laeng seng suka laeng, sapa tau dong tu baku tongka blakang. Mana bisa galap user galap, yang bisa user galap tu cuma tarang sa. Yang Oy biking par Iam, bukang dia bakonco deng suanggi, maar bakonco deng Tuhan, la Roh kasi hikmat par Oy jadi Oy bisa ambel tindakan yang pas. Tarus Yesus bilang lai par orang-orang yang ada waktu itu : ” Jang ale dong hojat Roh Kudus tagal itu dosa, Dosa hojat Roh Kudus tu seng ada ampong’. Seng ada ampong, bukang tagal dosa tu akang basar, maar tagal katong pung sikap deng hati yang seng paduli deng Tuhan pung ampung yang Antua sadia par katong … … Jadi basudara ee, kasi tampa jua par Roh Kudus supaya Roh tu kasih kuat katong par biking hal bae deng bagus dalang hidop ni.
doa : Tuhan ajar katong par kasi tampa voor Roh Kudus supaya berkarya tarus dalang katong pung hidop, amin
*sumber : Santapan Harian Keluarga – Penerbit LPJ GPM

