[jemaatgpmsilo.org – Ambon]

Minggu, 7 Oktober 2018

bacaan : 2 Timotius 4 : 9 – 18

Pesan terakhir

9 Berusahalah supaya segera datang kepadaku, 10 karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia dan Titus ke Dalmatia. 11 Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku. 12 Tikhikus telah kukirim ke Efesus. 13 Jika engkau ke mari bawa juga jubah yang kutinggalkan di Troas di rumah Karpus dan juga kitab-kitabku, terutama perkamen itu. 14 Aleksander, tukang tembaga itu, telah banyak berbuat kejahatan terhadap aku. Tuhan akan membalasnya menurut perbuatannya. 15 Hendaklah engkau juga waspada terhadap dia, karena dia sangat menentang ajaran kita. 16 Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorangpun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku–kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka–, 17 tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa. 18 Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.

Pakailah Waktumu Dengan Baik

“Pakailah waktu anug’rah Tuhanmu, hidupmu singkat bagaikan kembang”

Itulah sepenggal kalimat dari syair lagu Pelengkap Kidung Jemaat 274:1. Yang sarat dengan nilai-nilai hidup rohani. Ya…, hidup ini hanya singkat, karena itu pakailah waktu yang Tuhan anugerahkan dengan melakukan hal-hal yang berguna..

Walau beribu tantangan menghadang, walau tak semua orang yang suka dan mau membantu, bahkan ditinggalkan, namun semangat memberitakan kebenaran, melakukan kebaikan dan melepaskan pengampunan adalah wajib untuk dilakukan agar terbebas dari hal yang tidak diinginkan (“mulut singa”). Begitulah inti nasehat Paulus kepada Timotius dalam bacaan kita ini.

Saudaraku, Tuhan telah memberikan kepada kita kesempatan untuk berkarya melalui pekerjaan yang sedang kita tekuni, melalui pendidikan yang sementara kita jalani, melalui kehidupan rumah tangga yang sedang kita bangun dan bina.. Waktu melakoninya tentu tidak semulus kita melewati jalan tol atau melayari lautan yang tenang bukan? Mari belajar pada Paulus. Jangan patah semangat. Tetap berkarya untuk mengisi waktu pemberian Tuhan ini agar kita tetap menjadi berkat bagi pasangan hidup, bagi orang tua, bagi anak-anak, bagi tetangga, bagi rekan kerja dan siapa saja yang kita jumpai dalam hidup ini. Kalaupun di antara mereka ada menyakiti dan menentang kita, jangan goyah, tetaplah berkarya demi kemuliaan nama Tuhan. Dengan begitu, kita telah turut memberitakan “Kabar Baik” bagi sesama.. Tuhan Yesus memberkati..!(MKT)

Doa: Ya Tuhan, bantulah kami untuk menggunkannya dengan baik demi kemuliaan nama-Mu. Amin!!!

Senin, 8 Oktober 2018

bacaan : 2 Timotius 2 : 14 – 26

Nasihat dalam menghadapi pengajar yang sesat

14 Ingatkanlah dan pesankanlah semuanya itu dengan sungguh-sungguh kepada mereka di hadapan Allah, agar jangan mereka bersilat kata, karena hal itu sama sekali tidak berguna, malah mengacaukan orang yang mendengarnya. 15 Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu. 16 Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan. 17 Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker. Di antara mereka termasuk Himeneus dan Filetus, 18 yang telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah berlangsung dan dengan demikian merusak iman sebagian orang. 19 Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: “Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya” dan “Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan.” 20 Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. 21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia. 22 Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni. 23 Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran, 24 sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar 25 dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, 26 dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.

TUKEL, Pasti Orang Seng Suka !!!

Maku baru sampe di ujung jalang mar jujaro deng mongare yang ada bakumpul di Mama Udi pung ruma tu su tau kata Maku su ada. Barang Maku ni macang deng burung taong-taong sa, balong lia rupa lai su dengar suara. Bukang cuma itu, Maku ni jua tukang kewel, baku malawang deng biking diri tau lai, jadi dong yang ada bakumpul di situ satu-satu angka kaki kas tinggal akang tampa tu. Mar Monce seng dudu sampe Maku datang la dengar Maku carita. Abis itu Monce bilang par Maku: “Maku ee, ale tau ka seng. Tadi tu jojaro deng mongare dong ada bakumpul samua di sini, mar parsis dengar ale pung suara, dong samua kaluar barang dong seng mau baku malawang deng ale, tagal dong tau pasti dong kala”. Dengar bagitu Maku bale bilang: “Monce ee, bukang dong taku kala, mar mangkali dong seng suka beta kaapa?” Monce seng jawab, no Maku diam la tundu Muka sa. 

Basudara e, Orang macang Maku ni ada di zaman Paulus lai. Jadi Paulus kas inga Timotius par ati-ati deng dong tagal dong pung hidop tu bisa biking kaco dalang masyarakat deng dalang pelayanan. Paulus kas inga Timotius lai par jang kas biar dong bagitu. Musti tagor dong supaya dong sadar, tagal itu bageang dar Timotius pung karja. Tarus Timotius musti jaga dia pung kata-kata deng hidop lai, la melayani deng bae-bae.

Paulus pung nasehat ni jua mau bicara par katong lai tagal  dalang hidop ni pasti katong baku dapa deng orang macang Maku. Katong ati-ati deng dong, mar katong musti barane par tagor dong, deng kas unju par dong baimana hidop yang bae, yang Tuhan mau, Katong jaga katong pung kata-kata deng kalakuang lai.. Jang pintar tagor orang mar katong yang biking labe tarbae lai.(MKT)

Doa: Sio Tuhan, tolong supaya kalo katong barane tagor oramg, katong musti biking yang bae tu lai… Amin!!!

Selasa, 9 Oktober 2018

bacaan : 2 Timotius 4 : 1 – 8

Penuhilah panggilan pelayananmu
Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya: 2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. 3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. 4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. 5 Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu! 6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. 7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. 8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Waktu Bae Ka Seng Bae, Musti Siap…

Tanggal 19 Juli 1992 beta tahbis par jadi pandita. Sala satu nats yang pandita yang su tahbis kamuka baca waktu katong dapa tumpang tangang, akang ada dalang perikop hari ini yaitu di ayat 2. Pas su pulang, beta buka alkitab kombali la baca akang. Tarus beta pikir: ”Jadi pandita ni seng gampang kio, tagal katong musti siap salalu, tanuar bae ka seng bae musti siap. Tarus nanti ada orang yang seng dengar beta bicara, ada yang seng suka beta, tarus dong biking macang-macang lai, maar beta musti maju tarus. Akhirnya beta bilang par beta pung diri sandiri bagini: “Ach… akang seng gampang mar karja sa. Orang mau suka ka seng suka, yang penting jang Tuhan yang seng suka beta..”

Basudara e, dari ayat ni beta balajar lai kalo su dapa panggel par jadi Tuhan pung orang suru-suru ni musti biking akang deng sunggu-sunggu. Apa tempo deng di mana sa, ada ujang ka panas padis, omba ka galombang, jang undur, seng bole bilang seng, seng bole bilang nanti kong..

Jadi basudara eee, karja par Tuhan ni akang seng gampang mar akang pung upa paleng basar. Jadi mari basudara e,  bukang cuma pandita, penatua, diaken, pengurus unit deng wada-wada sa yang dapa panggel, katong samua, tua-muda, kacil-basar, parampuang-laki-laki… Tuhan panggel katong par karja di Antua pung bendang. Biar kata akang susa, maar macang deng orang tatua dong bilang: “Saki di tulang, sadap di dulang”. Apa yang katong biking, akang seng jatu parcuma di tana. Tuhan su sadia Mahkota par katong yang mau karja par “ANTUA”.(MKT)

Doa: Sio Tuhan, tolong beta par salalu siap, biking Tuhan pung karja. Amin!!!

Rabu, 10 Oktober 2018            

bacaan : 1 Timotius 1 : 18 – 20 (T)

Tugas Timotius

18 Tugas ini kuberikan kepadamu, Timotius anakku, sesuai dengan apa yang telah dinubuatkan tentang dirimu, supaya dikuatkan oleh nubuat itu engkau memperjuangkan perjuangan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni. 19 Beberapa orang telah menolak hati nuraninya yang murni itu, dan karena itu kandaslah iman mereka, 20 di antaranya Himeneus dan Aleksander, yang telah kuserahkan kepada Iblis, supaya jera mereka menghujat.

Aksi Nyata Sebagai Cara Memberitakan Injil Yesus

Ada seorang suster yang baru saja tamat dari pendidikannya. Ia berasal dari keluarga kaya dan tinggal di luar India. Ia bergabung dengan tarekat Bunda Teresa untuk melayani di Kalkuta India. Supaya dapat diterima di tarekat itu, ia harus menjalani tahapan-tahapan. Tahap pertama sebagai postulan selama satu tahun, kemudian dilanjutkan ke tahap kedua sebagai novis. Pada tahapan ini ia akan mendatangi penampungan papah di Kalkuta. Sebelum suster itu pergi, ia diingatkan bahwa di rumah penampungan itu ia akan bertemu dengan Yesus dalam penyamaran yang sangat menyedihkan. Lalu suster itu pergi, dan tiga jam kemudian ia kembali. Suster muda itu telah melihat banyak hal dan berkata kepada Bunda Teresa dengan senyum, ”Selama tiga jam, saya telah menyentuh tubuh Kristus.” Dan Bunda Teresa berkata, “Apa yang terjadi…?” Dia berkata: “Mereka membawa seseorang yang terjatuh ke dalam gorong-gorong dan meringkuk di sana beberapa waktu lamanya. Badannya penuh belatung (ulat-ulat kecil), kotor dan terluka. Sekalipun saya merasa sulit namun saya membersihkannya dan saya tahu bahwa ketika saya menyentuh tubuhnya yang lemah, kotor dan sakit itu saya sedang menyentuh tubuh Kristus.” Hanya orang-orang yang melayani dengan hati yang tulus saja yang dapat melakukan hal-hal yang sulit seperti itu. Dan itu juga yang disampaikan Paulus kepada Timotius dan kita semua bahwa dalam melakukan tugas yang dipercayakan kepada kita, haruslah kita lakukan dengan iman dan hati nurani yang murni, sehingga apa yang kita lakukan dapat memberikan sukacita bagi orang lain terutama kepada mereka yang menderita. Aksi nyata kita itulah sebagai wujud dari cara kita memberitakan injil Yesus Kristus.(DLS)

Doa: Tuhan, jadikanlah kami alat memberitakan injilMu. Amin!

Kamis, 11 Oktober 2018

bacaan : 1 Korintus 15 : 58

58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Giatlah Selalu Dalam Pekerjaan Tuhan

Donna adalah seorang tenaga pengasuh pada salah satu sektor di jemaatnya. Kecintaannya pada pekerjaan sebagai pengasuh membuatnya selalu berkreasi menciptakan berbagai ide-ide yang menolongnya menerapkan firman Tuhan, sehingga mudah dimengerti oleh anak-anak asuhannya. Tanpa kenal lelah dan bosan, ia terus melayani jiwa-jiwa kecil dalam SMTPI di sektornya. Ia juga tidak mengeluh dan bersungut jika harus melayani sendiri jika teman-teman pengasuhnya malas dan acuh tak acuh. Dalam suatu kesempatan, saya berjumpa dan ia berbagi cerita bahwa ia melakukan semua pekerjaan pelayanan ini seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Ia menambahkan bahwa ada rasa bahagia tersendiri ketia ia harus mencari anak-anak asuhannya di rumah-rumah mereka dan memandikan mereka kemudian membawa mereka ke tempat ibadah SM atau TPI. Ia mengatakan keyakinannya begitu kuat bahwa Tuhan pasti akan memberkati semua pelayanannya. Dan itu terbukti, ketika ia selesai menamatkan SMA-nya dan diterima bekerja sebagai tenaga sipil pada salah satu instansi militer. Ia juga dikaruniakan seorang suami yang baik dan telah memiliki seorang putera. Namun setelah menikah, ia tidak berhenti melayani. Ia terus melayani di SMTPI dan AMGPM. Dari kisah hidup Donna, kita memaknai panggilan kita untuk terus memberitakan injil Kristus melalui tanggung jawab yang telah Tuhan anugerahkan bagi kita. Seluruh jerih lelah kita pasti akan diperhitungkan Tuhan. Oleh karena itu, sebagai papa, mama dan anak-anak dalam keluarga, giatlah selalu, sebab kita diutus untuk menjadi alat berkat Tuhan bagi orang banyak. Karena itu lakukanlah pekerjaan pelayanan itu dengan baik dan benar, supaya melalui pelayanan kita nama Tuhan Allah dimuliakan.(DLS)

Doa: Tuhan, giatkanlah keluarga kami untuk melakukan pekerjaanMu. Amin.

Jumat, 12 Oktober 2018

bacaan : 2 Tesalonika 2 : 13 – 17

Dipilih untuk diselamatkan

13 Akan tetapi kami harus selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan, sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai. 14 Untuk itulah Ia telah memanggil kamu oleh Injil yang kami beritakan, sehingga kamu boleh memperoleh kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita. 15 Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis. 16 Dan Ia, Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita, yang dalam kasih karunia-Nya telah mengasihi kita dan yang telah menganugerahkan penghiburan abadi dan pengharapan baik kepada kita, 17 kiranya menghibur dan menguatkan hatimu dalam pekerjaan dan perkataan yang baik.

Berdirilah Teguh Dalam Firman Tuhan

Begitu banyak renungan, kisah inspiratif, ulasan khotbah dll di internet, majalah maupun secara live kita dengarkan dan baca. Semua itu tentu sangat memudahkan kita untuk mendapatkan makanan rohani dan menambah wawasan. Tetapi haruslah kita sadari bahwa semua itu hanyalah sebagai tambahan saja sebab yang paling terpenting adalah Alkitablah yang harus dibaca setiap waktu sehingga menjadikan kita semakin teguh, tidak mudah terombang-ambing oleh ajaran yang tidak sesuai dengan ajaran Tuhan dalam Alkitab. Ini dapat kita lihat dalam ayat bacaan hari ini, “Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis (15).” Berdiri teguh artinya berdiri tegak, tidak bergoyang, tidak miring ke kiri atau ke kanan, tidak lemah atau lunglai, tidak ditarik oleh apa pun ke arah mana pun. Tentu, ada alasan sehingga Paulus menyampaikan peringatan dan nasihat ini. Alasannya adalah kita masih mungkin untuk menyimpang dari kebenaran dan akhirnya menjadi murtad. Kemurtadan bukanlah baru sekarang terjadi namun sudah berlangsung dari sejak zaman dulu dan penyebabnya adalah karena tidak berdiri teguh. Bagaimanakah kita terus berdiri teguh di dalam Tuhan? Salah satu rahasianya adalah berpegang pada kebenaran firman Tuhan dalam Alkitab melalui sikap hidup:

  1. 1. Membaca firman Tuhan setiap hari
  2. Merenungkan firman Tuhan siang dan malam
  3. Mempercayai firman Tuhan dalam Alkitab adalah benar
  4. Mempelajari dan menghafal firman Tuhan dengan teratur
  5. Melakukan firman yang kita baca dan pelajari

Jika kita dapat menerapkannya dalam hidup keluarga kita, maka kita akan mampu memberitakannya kepada orang lain melalui pikiran, perkataan dan perbuatan nyata kita.(DLS)

Doa: Tuhan, biarlah kami tetap teguh di dalam firmanMu. Amin

Sabtu, 13 Oktober 2018

bacaan : 2 Timotius 4 : 19 – 22

Salam

19 Salam kepada Priska dan Akwila dan kepada keluarga Onesiforus. 20 Erastus tinggal di Korintus dan Trofimus kutinggalkan dalam keadaan sakit di Miletus. 21 Berusahalah ke mari sebelum musim dingin. Salam dari Ebulus dan Pudes dan Linus dan Klaudia dan dari semua saudara. 22 Tuhan menyertai rohmu. Kasih karunia-Nya menyertai kamu!

Arti Sebuah Persahabatan Dalam Berita Injil

Hari ini kita belajar tentang teladan Paulus yang tidak menganggap tindakkannya meminta pertolongan sebagai tindakan kelemahan. Disinilah letak kerendahan hati Paulus. Dalam pelayanan, kerendahan hati selalu terkait dengan kasih persaudaraan yang hangat dan hidup. Nama-nama seperti Priska, Akwila, Onesiforus, serta “semua saudara yang lain” menjadi pengajaran dalam bentuk nyata dari jejaring persaudaraan dan persahabatan yang menopang Paulus. Paulus Berada di penjara, namun ia tidak berjuang sendirian. Ada teman-teman sepelayanan yang selalu menghibur, menopang serta mendukung kebutuhan hiodupnya. Hal yang sangat indah dari nas yang kita baca ini adalah, masing-masing pihak di dalam jejaring persaudaraan ini dan berinisiatif serta berusaha menjaga keakraban mereka dengan kasih, tanpa bergantung pada keadaan. Kembali kita belajar bahwa ‘kasih’ itu “tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan!” Kasih itu memiliki peran yang luar biasa, karena tidak dapat dibatasi perwujudannya oleh kondisi apapun, dan dalam situasi bagaimanapun! Untuk semua yang telah terjalin indah ini, dimasa-masa akhir hidupnya, Paulus mengirim salam terakhir pada Timotius dan saudara-saudara yang lain dengan menyatakan, “kasih karunia menyertai kamu”. Paulus memohon berkat Tuhan untuk semua saudara-saudaranya sepelayanan, terutama yang ada bersama Timotius. Kita belajar dua hal dari Paulus. Pertama, dimasa-masa akhir hidupnya, ia tidak menyesali keadaannya tetapi justru memaksimalkan kehadirannya dengan menjadi berkat bagi banyak orang. Kedua, Paulus menunjukkan kepada kita arti persahabatan yang sebenarnya. Setiap anggota keluarga hendaklah memaknai jalinan persaudaraan dan persahabatan dalam terang berita injil Kristus!!!(DLS)

Doa: Tuhan, kuatkanlah ikatan persaudaraan dan persahabatan diantara kami. Amin.

 

*sumber : Santapan Harian Keluarga LJP-GPM bulan Oktober 2018