fbpx

Santapan Harian Keluarga, 13 – 19 Januari 2019

AMBON, jemaatgpmsilo.org

Minggu, 13 Januari 2019                                

bacaan : Matius 9 : 35 – 38

Belas kasihan Yesus terhadap orang banyak

35 Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. 36 Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. 37 Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. 38 Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

Yesus Adalah Teladan Berbelas Kasih

Yesus telah melakukan suatu pekerjaan dan pelayanan mulia yang mungkin saja sulit untuk kita lakukan dalam kehidupan kita. Ia telah melakukan perjalanan yang jauh dan pelayanan yang begitu banyak, namun ketika Ia melihat orang banyak yang mengikutinya, hati-Nya tergerak untuk melakukan sesuatu dengan penuh belas kasihan. Tergerak untuk menolong mereka dan mengajak orang lain yakni murid-murid untuk turut merasakan apa yang orang banyak itu rasakan. Orang-orang banyak itu adalah cerminan orang-orang yang termajinalkan atau orang-orang yang dipinggirkan, tidak dipedulikan dan tidak diperhitungkan oleh orang lain. Yesus mengajak para murid, dan juga mengajak kita semua untuk peka terhadap siapa saja yang mengalami kesusahan dan kebimbangan hidup. Teladan Yesus yang penuh kasih membuktikan bahwa Allah selalu bersama-sama dengan siapapun yang merasa hidupnya berkekurangan, punya masalah, mendapat ketidakadilan, dsb. Sikap Yesus inilah yang harus menjadi teladan untuk dilakukan dalam hidup kita. Kita belajar untuk melakukan segala sesuatu dengan hati yang penuh kasih. Kerjakan saja apa yang menjadi bagianmu, dengan sungguh hati dalam tuntunan Roh Kudus. Berdoalah selalu agar hidup kita selalu menjadi berkat bagi orang lain.

Doa : Ya Yesus, Tuntunlah kami agar hati kami dapat meneladani kasih-Mu untuk berbela kasih terhadap sesama kami. Amin.

 

Senin, 14 Januari 2019                                  

bacaan : Keluaran 23 : 6 – 9

6 Janganlah engkau memperkosa hak orang miskin di antaramu dalam perkaranya. 7 Haruslah kaujauhkan dirimu dari perkara dusta. Orang yang tidak bersalah dan orang yang benar tidak boleh kaubunuh, sebab Aku tidak akan membenarkan orang yang bersalah. 8 Suap janganlah kauterima, sebab suap membuat buta mata orang-orang yang melihat dan memutarbalikkan perkara orang-orang yang benar. 9 Orang asing janganlah kamu tekan, karena kamu sendiri telah mengenal keadaan jiwa orang asing, sebab kamupun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir.

Apa Pilihan Hidupmu?

Ketika menonton TV dan melihat berita tentang kekerasan, ketidakadilan, korupsi dan berita hoax lainnya di media sosial, sering membuat kita geram dan mengklaim bahwa hukum di Indonesia ini tidak benar, hanya dipermainkan untuk kepentingan kalangan elit, orang-orang kaya yang punya banyak uang. Contoh ini adalah kenyataan yang akhir-akhir ini kita temui dalam hidup kita. Namun yang pasti, di negara kita ini masih juga ada sekelompok orang yang memiliki sikap hidup yang benar, yang mengedepankan keadilan, merangkul orang lain untuk hidup damai dan memberantas kejahatan. Masih ada yang tergerak hatinya berpihak kepada banyak orang yang menjadi korban ketidakadilan. Teks bacaan kita saat ini juga mengajak kita agar berlaku sesuai aturan yang dikehendaki oleh Allah untuk mengedepankan hak-hak hidup manusia. Pilihan hidup yang benar ini harus menjadi acuan dalam keseharian kita dimana saja kita berada, di rumah maupun dalam lingkungan masyarakat. Allah menginginkan kita untuk hidup bersama-sama dengan mereka yang membutuhkan perhatian kita. Sekarang, ketika kita mendengar firman ini, apakah kita mau menjadi pelaku kebenaran ataukah kita menjadi pelaku ketidakbenaran?

Doa : Ya Allah, biarlah roh-Mu yang ada dalam hati kami menggerakan kami untuk berlaku sesuai dengan kehendak-Mu. Amin.

 

Selasa, 15 Januari 2019                                  

bacaan : Imamat 19: 9 – 10

9 Pada waktu kamu menuai hasil tanahmu, janganlah kausabit ladangmu habis-habis sampai ke tepinya, dan janganlah kaupungut apa yang ketinggalan dari penuaianmu. 10 Juga sisa-sisa buah anggurmu janganlah kaupetik untuk kedua kalinya dan buah yang berjatuhan di kebun anggurmu janganlah kaupungut, tetapi semuanya itu harus kautinggalkan bagi orang miskin dan bagi orang asing; Akulah TUHAN, Allahmu.

Menjadi Berkat Bagi Orang Lain

Ada seorang muda yang bekerja di sebuah perusahaan BUMN berkata begini: “Uang yang saya dapat ini, adalah berkat orang lain yang Tuhan titipkan untuk diberikan kepada mereka.” Sebuah pernyataan yang mengartikan bahwa berkat yang Tuhan berikan kepada kita, haruslah juga kita bagikan kepada orang lain yang benar-benar membutuhkan. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana caranya kita berbagi jika kita tidak memiliki pekerjaan tetap? Berkat masing-masing orang telah Allah sediakan dan berkat itu tidak akan pernah tertukar dan ditukar oleh siapapun, kecuali Allah sendiri. Kita yang tidak memiliki penghasilan tetap juga bisa berbagi dengan sesama yang membutuhkan. Apa yang bisa kita bagikan? Kita bisa berbagi waktu, ilmu, keterampilan, semangat, dan doa. Semuanya itu akan memberikan dampak yang luar biasa, jika dilakukan dengan hati yang tulus. Allah juga telah berbagi dengan kita manusia berdosa, lewat pengorbanan Yesus Kristus untuk menebus dosa kita. Bukankah itu adalah teladan bagi kita dalam memberi? Firman ini mengingatkan dan mengajak kita untuk mengingat keberadaan orang lain disekitar kita yang membutuhkan. Kita diingatkan untuk berbagi dengan mereka dari apa yang kita punya. Karena kita sudah diberkati, maka haruslah kita menjadi berkat bagi orang lain.

Doa : Ya Tuhan, Jadikanlah kami saluran berkat bagi sesama kami. Amin.

 

Rabu, 16 Januari 2019                        

bacaan : Mazmur 112 : 1 – 10 (ay.9)

Bahagia orang benar
Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. 2 Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati. 3 Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya. 4 Di dalam gelap terbit terang bagi orang benar; pengasih dan penyayang orang yang adil. 5 Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya. 6 Sebab ia takkan goyah untuk selama-lamanya; orang benar itu akan diingat selama-lamanya. 7 Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada TUHAN. 8 Hatinya teguh, ia tidak takut, sehingga ia memandang rendah para lawannya. 9 Ia membagi-bagikan, ia memberikan kepada orang miskin; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan. 10 Orang fasik melihatnya, lalu sakit hati, ia menggertakkan giginya, lalu hancur; keinginan orang fasik akan menuju kebinasaan.

Berkat Orang Yang Berlaku Benar

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata benar diartikan sesuai, sebagaimana adanya (seharusnya). Itu berarti orang yang berlaku benar adalah orang yang melakukan sesuatu sesuai dengan yang seharusnya dilakukan. Benar bukan saja tentang apa yang dipikirkan benar, tetapi yang dilakukan juga harus benar seperti seharusnya. Pemazmur menyadarkan kita bahwa menjadi orang benar ataupun orang baik yang melakukan kehendak Tuhan, sebenarnya adalah sikap yang baik dan mendatangkan kebahagiaan bagi hidup kita. Allah akan selalu menyertai kehidupan kita. Allah memberkati hidup kita untuk dipakai menjadi saluran berkat bagi orang lain. Allah menjadikan kita alat dalam pekerjaanNya yang mulia ini. Keluarga kita sampai anak cucu kita akan diberkati dengan penyertaan Tuhan. Apa yang kita tabur saat ini akan dituai suatu kelak oleh anak-cucu kita kelak. Berlaku benar akan terlihat dari cara kita memperlakukan orang lain. Namun kadang, yang kita lakukan baik kepada orang lain, dibalas dengan perbuatan yang tidak baik. Apa yang harus kita lakukan? Yang harus kita lakukan adalah terus melakukan kebaikan, terus melakukan kebenaran kepadanya. Kita harus berkomitmen untuk menjadi orang-orang yang Takut akan Tuhan. Berkat telah Tuhan sediakan.Terus berbagi, terus memberi dengan tulus hati. 

Doa : Ya Tuhan, biarlah pikiran, perkataan dan perbuatan kami selalu baik dan benar sesuai dengan kehendakMu, Amin.

 

Kamis, 17 Januari 2019                                   

bacaan : Ayub 30 : 24 – 25

24 Sesungguhnya, masakan orang tidak akan mengulurkan tangannya kepada yang rebah, jikalau ia dalam kecelakaannya tidak ada penolongnya? 25 Bukankah aku menangis karena orang yang mengalami hari kesukaran? Bukankah susah hatiku karena orang miskin?

Pertanyaan Sepanjang Zaman

Saat Sisca berusia 16 tahun, ia terus bertanya dalam hatinya tentang sesuatu yang menimpa kehidupan keluarganya. Ia berusaha memahami mengapa ibunya harus menjalani operasi otak. Ia bertanya, “Mengapa orang baik menderita, Bu?” Ibunya berkata, “Penderitaan menjadi bagian hidup di dunia ini, dan orang baik menderita seperti orang lain. Karena itu ibu gembira memiliki Yesus. Jika meninggal, ibu akan ke tempat yang lebih baik, dan ibu akan merindukan saat ibu dapat bertemu denganmu lagi.” Ibunya mengerti kekecewaan Sisca, lalu ia meminta Sisca tidak menyalahkan Allah. Jika kita bingung oleh penderitaan yang dijalani orang-orang baik, kita dapat bertanya secara terus terang di hadapan Allah, dan bergumul dengan keraguan kita itu. Namun, janganlah kita menyalahkan Dia. Ayub juga mengalami kesengsaraan yang hebat, tetapi ia selalu setia kepada Allah. Ia juga bertanya kepada Allah dan terus bertanya. Allah tidak memberi penjelasan kepada Ayub tentang apa yang sedang dilakukan-Nya, tetapi Dia berkata bahwa Ayub dapat mempercayai Dia untuk melakukan apa yang benar (Ayub 38-42). Semua ini mungkin bukan merupakan jawaban yang kita inginkan, tetapi semua itu adalah jawaban yang kita perlukan. Sebab Tuhan mengenal kita, dan tau apa yang terbaik bagi kita.

Doa : Tuhan, kami percaya, Engkau selalu bersama dengan kami, menolong dan menyertai hidup kami. Amin.

 

Jumat, 18 Januari 2019                                    

bacaan : Ulangan 15 : 11

11 Sebab orang-orang miskin tidak hentinya akan ada di dalam negeri itu; itulah sebabnya aku memberi perintah kepadamu, demikian: Haruslah engkau membuka tangan lebar-lebar bagi saudaramu, yang tertindas dan yang miskin di negerimu.”

Untuk Sesama Yang Miskin

Lihatlah disekelilingmu! Banyak orang yang lapar, tidak berpakaian layak, tidak tidur dengan baik, sakit dan butuh pertolongan. Mereka miskin, mereka mengharapkan sedikit uluran tanganmu untuk membantu. Ternyata, di luar sana masih banyak penduduk dunia ini yang hidup di bawah garis kemiskinan. Kemiskinan dan kelaparan adalah masalah-masalah kemanusiaan di dunia, namun, Allah tidak menutup mata terhadap teriakan orang-orang yang menderita. Saat Dia memberikan tuntunan hidup bagi umat-Nya, Dia juga menambahkan perintah untuk memperhatikan orang-orang yang membutuhkan. Allah sangat peduli kepada mereka yang miskin, mereka yang sangat membutuhkan. Yesus pun peduli terhadap mereka yang miskin melalui perkataan dan tindakan-Nya. Kesusahan mereka adalah juga kesusahan kita. Gelisahkan hatimu untuk mau menolong sesamamu yang miskin. Berbagilah dengan mereka. Jika kau peka, boleh jadi kau telah mencerminkan sikap Yesus yang juga peka terhadap masalah yang terjadi disekitar-Nya. Ia peka dan peduli terhadap sesama, karena Allah sungguh memperhitungkan mereka yang miskin. Bagaimana dengan kita?

Doa : Ya Allah, ajarlah kami supaya kami dapat berbagi dengan sesama kami yang membutuhkan. Amin.

 

Sabtu, 19 Januari 2019                                         

bacaan : Amsal 21 : 13

13 Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah, tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru.

Mendengar dan Melakukan

Mengapa Tuhan menciptakan satu mulut dan dua telinga pada tubuh kita? Jawabnya adalah karena Tuhan ingin kita lebih banyak mendengar daripada banyak berbicara. Mengapa Tuhan memilih saya dan bukan orang lain ? karena Tuhan ingin saya dapat melakukan pekerjaannya yang mulia di dunia ini, Tuhan ingin hidup saya menjadi berkat bagi orang lain. Tuhan ingin kita lebih banyak mendengar dari telinga maupun dari hati, suara-suara yang berteriak minta tolong karena ketidakadilan yang mereka alami. Tuhan ingin kita ada di sana bersama dengan mereka dan turut merasakan apa yang mereka rasakan serta ‘mengangkat’ mereka dari ketidakadilan yang dialami. kita mendengar dan kita melakukan. Sama seperti kata Yesus yang menginginkan anak-anak-Nya bukan saja menjadi pendengar firman tetapi juga menjadi pelaku firman. Hidup bagaikan roda, kadang di atas kadang juga di bawah. Kadang kita senang, kadang juga kita susah. Ketika kita tulus membantu orang lain, Tuhan akan memperhitungkan apa yang kita lakukan. Suatu saat ketika kita berada pada kondisi susah, pasti ada orang yang sedia mendengar dan turut mengulurkan tangan mengangkat kita dari kesusahan. Terus lakukan yang Tuhan kehendaki. Meneladani Yesus, mengasihi sesama, peduli dan terus berkomitmen melakukannya. Tuhan Yesus memberkati kehidupan kita.

Doa : Tuhan, tuntunlah kami melakukan firman-Mu dalam hidup kami. Amin.

 

*sumber : SHK bulan Januari LPJ-GPM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *