Santapan Harian Keluarga, 3-9 Pebruari 2019
AMBON, jemaatgpmsilo.org
Minggu, 03 Februari 2019
bacaan : Yesaya 30 : 18 – 26 (T)
Janji keselamatan bagi Sion
18 Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia! 19 Sungguh, hai bangsa di Sion yang diam di Yerusalem, engkau tidak akan terus menangis. Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau, apabila engkau berseru-seru; pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab. 20 Dan walaupun Tuhan memberi kamu roti dan air serba sedikit, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia, 21 dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: “Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya,” entah kamu menganan atau mengiri. 22 Engkau akan menganggap najis patung-patungmu yang disalut dengan perak atau yang dilapis dengan emas; engkau akan membuangnya seperti kain cemar sambil berkata kepadanya: “Keluar!” 23 Lalu TUHAN akan memberi hujan bagi benih yang baru kamu taburkan di ladangmu, dan dari hasil tanah itu kamu akan makan roti yang lezat dan berlimpah-limpah. Pada waktu itu ternakmu akan makan rumput di padang rumput yang luas; 24 sapi-sapi dan keledai-keledai yang mengerjakan tanah akan memakan makanan campuran yang sedap, yang sudah ditampi dan diayak. 25 Dari setiap gunung yang tinggi dan dari setiap bukit yang menjulang akan memancar sungai-sungai pada hari pembunuhan yang besar, apabila menara-menara runtuh. 26 Maka terang bulan purnama akan seperti terang matahari terik dan terang matahari terik akan tujuh kali ganda, yaitu seperti terangnya tujuh hari, pada waktu TUHAN membalut luka umat-Nya dan menyembuhkan bekas pukulan.
Berbahagialah Orang Yang Menantikan Tuhan
Nabi Yesaya mengajak umat untuk bertobat, mereka diajak untuk tidak meminta pertolongan kepada Mesir. Ini berarti mereka juga harus memusnakan berhala-berhala Mesir. Bahkan mereka diingatkan untuk tidak meminta pertolongan dari bangsa lain yang lebih kuat, ini juga berarti bahwa mereka tidak boleh memohon bantuan kepada dewa-dewa bangsa itu. Israel diajak untuk meminta pertolongan hanya kepada Allah. Sebab Tuhan pencipta langit dan bumi adalah Tuhan yang tidak membiarkan umat-Nya dalam kesengsaraan. Kesadaran bahwa Tuhan satu-satunya berkuasa seharusnya membuat kita hanya mencari Tuhan, disaat kita membutuhkan pertolongan. Janganlah sampai menunggu kuasa-kuasa lain mengecewakan kita, baru kita mencari Tuhan. Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, maka ia akan menolong, karena hanya Dia yang mengasihi kita. Marilah kita percaya bahwa cinta kasih Allah di dalam Yesus Kristus adalah sarana memaknai kebenaran Firman Allah. (IS)
Doa: Tuhan, buatlah kami bergantung penuh pada kuasa-Mu, Amin.
Senin, 04 Februari 2019
bacaan :Yesaya 31 : 1 – 5 (T)
TUHANlah penolong yang satu-satunya
Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari TUHAN. 2 Akan tetapi Dia yang bijaksana akan mendatangkan malapetaka, dan tidak menarik firman-Nya; Ia akan bangkit melawan kaum penjahat, dan melawan bala bantuan orang-orang lalim. 3 Sebab orang Mesir adalah manusia, bukan allah, dan kuda-kuda mereka adalah makhluk yang lemah, bukan roh yang berkuasa. Apabila TUHAN mengacungkan tangan-Nya, tergelincirlah yang membantu dan jatuhlah yang dibantu, dan mereka sekaliannya habis binasa bersama-sama. 4 Sebab beginilah firman TUHAN kepadaku: Seperti seekor singa atau singa muda menggeram untuk mempertahankan mangsanya, dan tidak terkejut mendengar teriakan seluruh pasukan gembala yang dikerahkan melawan dia, dan tidak mengalah terhadap keributan mereka, demikianlah TUHAN semesta alam akan turun berperang untuk mempertahankan gunung Sion dan bukitnya. 5 Seperti burung yang berkepak-kepak melindungi sarangnya, demikianlah TUHAN semesta alam akan melindungi Yerusalem, ya, melindungi dan menyelamatkannya, memeliharanya dan menjauhkan celaka.
Kasih dan Perlindungan Tuhan
Tuhan, Engkau dimana ketika kami berada di tengah-tengah kesulitan? Keluhan seperti ini yang selalu disampaikan, seakan-akan Tuhan tidak menjawab doa-doa kita. Ia melindungi kita seperti Ia melindungi Yerusalem (ay.5). IA memberi kita kasih karunia dan pertolongan, karena IA adalah pencipta alam semesta, dan IA adalah Tuhan yang baik. IA adalah tempat perlindungan kita, IA menunjukan cinta kasih-Nya kepada kita. Kerinduan kita adalah bergantung pada Tuhan, mengalami kekuatan-Nya, cinta-Nya, keadilan-Nya, kekudusan-Nya dan kelemah-lembutan-Nya. Pilihlah Dia untuk masuk dalam kehidupan kita, menjadi sumber hidup dan tempat perteduhan. Jangan percaya pada kekuatan di luar Tuhan (ay.4). ”Celakalah orang-orang yang mengandalkan kekuatan di luar Tuhan dan Israel harus waspada pada penyembahan ilah-ilah lain, sebab dapat mendatangkan dosa, menjauhkan kita dari kasih setia dan pertolongan-Nya. Dan karena itu dalam kesulitan apapun, tetap jadikan Tuhan sumber hidup kita. Ia yang datang ke dunia menyelamatkan kita, supaya setiap orang yang percaya tidak binasa tetapi beroleh hidup yang kekal. (IS)
Doa: Tuhan, tolonglah kami ketika berada dalam kesulitan. Amin.
Selasa, 05 Februari 2019
bacaan : Mazmur 107 : 1 – 9 (T)
Nyanyian syukur dari orang-orang yang ditebus TUHAN
Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 2 Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus TUHAN, yang ditebus-Nya dari kuasa yang menyesakkan, 3 yang dikumpulkan-Nya dari negeri-negeri, dari timur dan dari barat, dari utara dan dari selatan. 4 Ada orang-orang yang mengembara di padang belantara, jalan ke kota tempat kediaman orang tidak mereka temukan; 5 mereka lapar dan haus, jiwa mereka lemah lesu di dalam diri mereka. 6 Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan dilepaskan-Nya mereka dari kecemasan mereka. 7 Dibawa-Nya mereka menempuh jalan yang lurus, sehingga sampai ke kota tempat kediaman orang. 8 Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia, 9 sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan.
Kasih dan Setia Tuhan
Kasih setia Tuhan terbukti dalam perjalanan hidup kita, sebagaimana yang dialami bangsa Israel dalam perjalanan penggembaraan di padang belantara. Mereka lapar dan haus, jiwa mereka lemah lesu. Mereka berseru dalam kesesakan,Tuhan menjawab mereka. Pernyataan Umat bahwa kesetiaan Tuhan itu jauh melampaui apa yang dapat diharapkan manusia. Kasih setia Tuhan itu berinti pada pembebasan. Jadi sepanjang sejarah Israel, mereka berseru karena perbudakan, karena ancaman musuh, menyeberang gurun pasti kehilangan jalan, bekal habis, mereka lemas, lapar dan haus. Allah menolong mereka. Jalan yang Tuhan tunjuk lurus sehingga orang tidak tersesat lagi, melainkan akan dipuaskan dan dikenjangkan lagi. Oleh karena itu orang-orang akan bersyukur kepada Tuhan karena telah mengalami kasih setia-Nya. Perhatikanlah bahwa tak berkesudahan kasih setia Tuhan dan tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi.(IS).
Doa: Ya Tuhan, tunjukkanlah jalan-Mu agar kami tidak sesat. Amin.
Rabu, 06 Februari 2019
bacaan : Mazmur 107 : 10 – 16 (T)
10 Ada orang-orang yang duduk di dalam gelap dan kelam, terkurung dalam sengsara dan besi. 11 Karena mereka memberontak terhadap perintah-perintah Allah, dan menista nasihat Yang Mahatinggi, 12 maka ditundukkan-Nya hati mereka ke dalam kesusahan, mereka tergelincir, dan tidak ada yang menolong. 13 Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan diselamatkan-Nyalah mereka dari kecemasan mereka, 14 dibawa-Nya mereka keluar dari dalam gelap dan kelam, dan diputuskan-Nya belenggu-belenggu mereka. 15 Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia, 16 sebab dipecahkan-Nya pintu-pintu tembaga, dan dihancurkan-Nya palang-palang pintu besi.
Kasih dan Kemurahan Tuhan
Sering kita merasa cemas yang berlebihan, meskipun masih bisa melakukan kegiatan sehari-hari. Kecemasan (Neurotis) seperti ini jangan anggap remeh, sebaiknya harus segera diatasi. Bagi sebagian orang, rasa cemas ibarat musuh yang bisa dengan mudah menyerang dalam kondisi apapun. Kita lihat bagaimana Allah menyelamatkan Israel, umat-Nya dari kecemasan mereka. Di katakan dalam ayat 13, ”Berserulah mereka dalam kesesakan dan diselamatkan mereka dari kecemasan.” Perhatikan bahwa bila kita sendiri bersalah atas kesulitan yang kita alami, Allah ingin melepaskan kita, Jadi jikalau kita sedang mengalami kesesakan besar, sambil menyadari bahwa Allah mungkin sedang menghukum kita, kita masih dapat berharap akan kemurahan-Nya dan berseru kepada-Nya dengan iman sambil memohon pengampunan dan pertolongan-Nya. Sebagaimana Mesias yang membebaskan setiap orang dari kegelapan dosa dan kesalahan, kita berharap pada kemurahan dan berseru padaNya, maka Ia pasti akan menyelamatkan kita.(IS).
Doa: Bebaskan kami Tuhan dari kesesakan dan kecemasan. Amin.
Kamis, 07 Februari 2019
bacaan :Mazmur 107 : 17 – 22 (T)
17 Ada orang-orang menjadi sakit oleh sebab kelakuan mereka yang berdosa, dan disiksa oleh sebab kesalahan-kesalahan mereka; 18 mereka muak terhadap segala makanan dan mereka sudah sampai pada pintu gerbang maut. 19 Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan diselamatkan-Nya mereka dari kecemasan mereka, 20 disampaikan-Nya firman-Nya dan disembuhkan-Nya mereka, diluputkan-Nya mereka dari liang kubur. 21 Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia. 22 Biarlah mereka mempersembahkan korban syukur, dan menceritakan pekerjaan-pekerjaan-Nya dengan sorak-sorai!
Iman dan Keselamatan
Sering orang menderita sakit karena kesalahannya sendiri, misalnya karena makan yang terlalu banyak, lingkungan yang kotor dan kurang beristirahat. Dalam masyarakat kuno, kesalahan manusia dilihat sebagai akar tunggal penyakit. Firman Tuhan mengatakan bahwa penderitaan yang seseorang alami bukanlah semata karena soal makan terlalu banyak, tetapi juga bagaimana dia hidup dalam ketaatan akan Firman dan Roh. Setiap orang yang melaksanakan apa yang dikehendaki Tuhan, akan diselamatkan. Misalnya, Ayub seorang saleh yang hidup taat dan setia, bahkan dalam kondisi sakitpun ia tidak meninggalkan Tuhan. Dan akhirnya Ayub bersyukur bahwa Tuhan tidak saja memulihkannya tetapi menyembuhkan dan menggantikan segala yang hilang. Dalam Mazmur 107:17-22, kita belajar bahwa dalam hidup ini kita harus selalu bersyukur karena Tuhanlah yang telah menyelamatkan kita dari segala kesalahan dan dosa kita. Dan sebagai orang percaya, kitapun meyakini bahwa melalui Kristus kitapun sudah diselamatkan. Untuk itu tunjukanlah ketaatan dan kesetiaan kita kepada-Nya dalam melaksanakan perintah-Nya.(IS)
Doa: Tuhan, kami bersyukur bahwa dosa kami diampuni dan kami diselamatkan. Amin.
Jumat, 08 Februari 2019
bacaan : Mazmur 107 : 33 – 38 (T)
33 Dibuat-Nya sungai-sungai menjadi padang gurun, dan pancaran-pancaran air menjadi tanah gersang, 34 tanah yang subur menjadi padang asin, oleh sebab kejahatan orang-orang yang diam di dalamnya. 35 Dibuat-Nya padang gurun menjadi kolam air, dan tanah kering menjadi pancaran-pancaran air. 36 Ditempatkan-Nya di sana orang-orang lapar, dan mereka mendirikan kota tempat kediaman; 37 mereka menabur di ladang-ladang dan membuat kebun-kebun anggur, yang mengeluarkan buah-buahan sebagai hasil. 38 Diberkati-Nya mereka sehingga mereka bertambah banyak dengan sangat, dan hewan-hewan mereka tidak dibuat-Nya berkurang.
Bersyukur Atas Pertolongan Tuhan
Setelah umat Israel kembali dari pembuangan, maka pengalaman pembebasan dari penindasan itu mengajak mereka untuk beribadah sebagai wujud syukur umat atas kasih dan setia Tuhan yang telah menyelamatkan mereka. Orang Kristen mengetahui bahwa keselamatan mereka hanya ada pada Yesus Kristus, akan tetapi sering kita lupa untuk bersyukur atas segala pembebasan yang kita alami dalam hidup sehari-hari. Untuk itu sangatlah baik jika pertolongan Tuhan atas kita dan yang kita alami, kita ceritakan kepada orang lain, kepada generasi baru supaya menjadi kesukaan bersama. Sehingga dengan demikian kita dapat memuji kasih setia Tuhan dengan seluruh kehidupan yang ada pada kita. Ingatlah, bahwa Allah berpihak pada keadilan, dan keberpihakan Allah pada kehidupan membawa suatu suasana perubahan yang tidak ada menjadi ada, yang kering menjadi berair, sungai-sungai memberi air, tumbuhan memberi hasil. Allah sedia menolong dan membebaskan kita dari ancaman, kesesakan, kerusakan, penderitaan dan lain sebagainya. Jangan ragu dan bimbang, kuasa Allah itu dahsyat.(IS).
Doa: Tuhan, jadikan kami untuk tidak saja bersyukur tetapi dapat menceritakan pengalaman iman kepada orang lain. Amin.
Sabtu, 09 Februari 2019
bacaan : Mazmur 107 : 39 – 43 (T)
39 Tetapi mereka menjadi berkurang dan membungkuk oleh sebab tekanan celaka dan duka. 40 Ditumpahkan-Nya kehinaan ke atas orang-orang terkemuka, dan dibuat-Nya mereka mengembara di padang tandus yang tiada jalan; 41 tetapi orang miskin dibentengi-Nya terhadap penindasan, dan dibuat-Nya kaum-kaum mereka seperti kawanan domba banyaknya. 42 Orang-orang benar melihatnya, lalu bersukacita, tetapi segala kecurangan tutup mulut. 43 Siapa yang mempunyai hikmat? Biarlah ia berpegang pada semuanya ini, dan memperhatikan segala kemurahan TUHAN.
Bersyukurlah Atas Kasih Tuhan
Mengucap syukur bukanlah suatu pilihan, tetapi suatu akta iman yang lahir dari pengalaman hidup dan pengenalan yang benar akan Tuhan. Sebagai orang Kristen, kita adalah orang – orang yang sudah ditebus dan dibaharui oleh Tuhan dari hidup lama yang dikuasai oleh dosa, dan oleh sebab itu hidup kita adalah wujud pengucapan syukur kita kepada Allah. Hal inilah yang mau dijelaskan dalam Firman Tuhan di hari ini. Mazmur 117 secara keseluruhan merupakan pengakuan dan puji-pujian umat, yang memuji kuasa dan kebesaran kasih Tuhan yang telah memimpin, menebus dan menyelamatkan umat-Nya dari peristiwa- peristiwa yang mengancam kehidupan mereka. Di ayat 39-43 dikatakan bahwa Tuhan berpihak kepada orang-orang yang tertindas, tetapi yang selalu setia melakukan kebaikan. Tuhan menyelamatkan mereka dari ancaman orang-orang yang melakukan kejahatan, bahkan orang yang melakukan kejahatan akan dihukum-Nya. Semua perbuatan Tuhan untuk menebus dan menyelamatkan itu sepatutnya menjadi perenungan bagi setiap orang untuk lebih mengenal Tuhan dalam kehendak-Nya. Kita telah melewati perjalanan hidup dan kerja di minggu ini dengan segala baik, kita telah merasakan kasih Tuhan Yesus yang selalu nyata menuntun dan menyertai hidup kita. Memang hidup manusia ibarat sebuah perjalanan, yang tidak hanya mendatar tetapi kadang mendaki dan juga menurun. Disitulah Tuhan menampakan kasih-Nya dengan menuntun kita melewati perjalanan yang berliku-liku, dan bertindak menyelamatkan kita. Bersyukurlah selalu pada-Nya.(MRT).
Doa: Tuhan, ajarlah kami untuk selalu bersyukur hanya pada-Mu, amin.
*sumber : SHK bulan Pebruari 2019 LPJ-GPM

