Santapan Harian Keluarga, 22-28 Maret 2020

jemaatgpmsilo.org

Tema Mingguan : “BERSUKACITA DALAM PENDERITAAN”

Minggu, 22 Maret 2020  

bacaan : Filipi 2 : 12 – 18

Tetaplah kerjakan keselamatanmu
12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, 13 karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. 14 Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, 15 supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, 16 sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah. 17 Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian. 18 Dan kamu juga harus bersukacita demikian dan bersukacitalah dengan aku.

SETIA DAN TAAT DI TENGAH TANTANGAN

Memberi teladan baik dalam perkataan maupun perbuatan adalah hal penting untuk kita wujudkan dalam kehidupan kita sebagai orang percaya. Hal demikian yang ditekankan oleh Paulus dalam nasehatnya kepada jemaat di Filipi. Paulus mengingatkan mereka agar tetap menjaga dan mengerjakan keselamatan Allah dalam kehidupan mereka dengan setia dan taat. Hal ini penting sebab jemaat Filipi hidup di tengah orang-orang yang hidupnya jauh dari Tuhan. Orang-orang yang disebut Paulus sebagai angkatan yang bengkok hati dan sesat. Jemaat Filipi mesti menjadi terang seperti bintang-bintang yang bercahaya di tengah kegelapan dunia. Walaupun ada banyak persoalan dan tantangan baik dari luar maupun dari dalam kehidupan jemaaT, namun Paulus menasehati mereka untuk tetap teguh, sebagaimana pengalaman iman serta hidup dari Paulus. Adalah sukacita bagi Paulus bahwa apa yang ia lakukan dengan penuh pergumulan penderitaan demi keselamatan jemaat di Filipi itu tidak sia-sia. Sehingga ia sangat yakin bahwa jemaat Filipi pun dengan sukacita mengikuti teladan dan nasehat Paulus. Hal inipun penting bagi kita sebagai keluarga, papa, mama dan anak-anak ketika kita ada di tengah dunia sekarang ini dengan berbagai tantangan dunia yang begitu kuat untuk menjauhkan kita dari persekutuan dalam kasih Kristus. Berbagai kemudahan untuk mendapatkan kenikmatan dunia namun harus melakukan tindakan melanggar perintah dan kehendak Tuhan sangat marak terjadi dalam kehidupan sekarang ini. Itulah sebabnya kita sebagai keluarga Allah selalu membangun persekutuan dengan Allah dalam Kristus melalui doa dan ibadah Binakel. Selalu rajin membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai kekuatan dan penuntun bagi kita semua untuk menjaga hati dan hidup kita dari segala tantangan dan ancaman dari dunia ini.   

Doa: Tuhan Yesus tuntun kami agar selalu taat dan setia di tengah tantangan dunia ini. Amin.-

Senin, 23 Maret 2020                             

bacaan : Mazmur 28 : 6 – 9

6 Terpujilah TUHAN, karena Ia telah mendengar suara permohonanku. 7 TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya. 8 TUHAN adalah kekuatan umat-Nya dan benteng keselamatan bagi orang yang diurapi-Nya! 9 Selamatkanlah kiranya umat-Mu dan berkatilah milik-Mu sendiri, gembalakanlah mereka dan dukunglah mereka untuk selama-lamanya.

BERSYUKUR ATAS PERTOLONGAN TUHAN

Seorang perempuan yang bergumul dalam penderitaan sakit akibat kanker kandungan “miom” dan membuatnya hidup dalam keputusasaan. Dia merasakan bahwa Tuhan seakan meninggalkannya, dan tidak mendengar serta menjawab doanya. Setiap kali dia berdoa, dia terus menangis untuk Tuhan, dia juga menyadari akan segala salahnya dan memohon pengampunan dari Tuhan. Namun pada akhirnya Tuhan menjawab dan membuat segala sesuatu indah baginya. Dia dapat melewati proses operasi dengan baik dan telah menikmati pemulihan dan kesembuhan atas cinta kasih Tuhan kepadanya. Seperti itu jugalah pemazmur raja Daud ketika mengalami masa-masa sulit dengan berbagai tantangan bahkan penderitaan sehingga membuat dia datang kepada Tuhan dan memohon pertolongan serta belas kasihan dari Tuhan. Dalam bacaan kita, Pemazmur menyatakan keyakinan imannya bahwa Tuhan adalah kekuatan bukan saja bagi dirinya tapi juga kepada umat dan bagi mereka yang diurapi serta berkenan kepada Tuhan. Di minggu sengsara Tuhan Yesus yang ke 5 ini, pengalaman seorang perempuan dan pengalaman pemazmur inipun menjadi kekuatan bagi kita, ketika menghadapi berbagai persoalan dan tantangan bahkan juga dalam penderitaan sakit. Janganlah mudah berputus asa dan menyerah pada keadaan, namun terus berdoa dan memohon pertolongan dari Yesus, Tuhan kita. Yakinlah bahwa Tuhan akan menjawab setiap doa dan permohonan anak-anakNya yang berseru dan berharap kepadaNya. Pasti ada jalan keluar dalam setiap persoalan, tantangan maupun penderitaan yang kita hadapi.

Doa: Terima kasih Tuhan atas pertolonganMu yang selalu nyata dalam kehidupan kami. Amin.

Selasa, 24 Maret  2020                           

bacaan : Mazmur 137 : 1 – 9

Di tepi sungai-sungai Babel

Di tepi sungai-sungai Babel, di sanalah kita duduk sambil menangis, apabila kita mengingat Sion. 2 Pada pohon-pohon gandarusa di tempat itu kita menggantungkan kecapi kita. 3 Sebab di sanalah orang-orang yang menawan kita meminta kepada kita memperdengarkan nyanyian, dan orang-orang yang menyiksa kita meminta nyanyian sukacita: "Nyanyikanlah bagi kami nyanyian dari Sion!" 4 Bagaimanakah kita menyanyikan nyanyian TUHAN di negeri asing? 5 Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem, biarlah menjadi kering tangan kananku! 6 Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku, jika aku tidak mengingat engkau, jika aku tidak jadikan Yerusalem puncak sukacitaku! 7 Ingatlah, ya TUHAN, kepada bani Edom, yang pada hari pemusnahan Yerusalem mengatakan: "Runtuhkan, runtuhkan sampai ke dasarnya!" 8 Hai puteri Babel, yang suka melakukan kekerasan, berbahagialah orang yang membalas kepadamu perbuatan-perbuatan yang kaulakukan kepada kami! 9 Berbahagialah orang yang menangkap dan memecahkan anak-anakmu pada bukit batu!

BERSUKACITA DALAM PENDERITAAN

Judul renungan ini merupakan tema mingguan kita. Tema ini tentu bukanlah perkara mudah untuk kita lakukan dan wujudkan sebagai manusia. Mana mungkin kita bersukacita dalam situasi serta kondisi menderita. Sebab penderitaan membuat kita sakit baik secara fisik maupun batin. Bacaan kita di hari ini menceritakan pengalaman hidup bangsa Israel ketika mereka ada dalam pembuangan di Babel. Mereka  diolok-olok oleh para penindas, disuruh bernyanyi sambil melihat dan menatap kota Yerusalem. Tentu nyanyian yang diperdengarkan adalah seruan hati yang pilu mengingat dan mengenang masa lalu kebahagian mereka ketika mendiami kota Sion. Sekarang semua telah hancur menjadi puing-puing dan hanya tinggal kenangan. Namun pemazmur yakin bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan umatNya, sekalipun mereka ada dalam penderitaan. Tuhan akan menyatakan kuasaNya untuk memulihkan Israel tetapi sekaligus juga akan menghukum para penindas Babel. Pengharapan ini menjadi kekuatan bagi umat untuk tetap bersukacita dan tetap tegar ditengah-tengah penderitaan. Demikianpun bagi kita sebagai keluaga Allah, papa, mama serta anak-anak untuk tetap berpengharapan, bersukacita bukan saja untuk hal-hal yang membahagiakan, menguntungkan dan menyenangkan kita saja, tetapi juga di tengah kondisi tantangan, persoalan, penderitaan bahkan dukacita. Kita mesti yakin bahwa seringkali Tuhan ijinkan segala sesuatu terjadi dalam kehidupan kita, demi kebaikan dan kebahagian kita (Roma 8:28). Sebab itu, hiduplah dalam rasa syukur sambil tetap berharap pada pengasihan Tuhan.

Doa: Tuhan kuat kami ditengah tantangan dan penderitaan sehingga kami selalu bersyukur kepadaMu. Amin.-

Rabu, 25 Maret 2020                               

bacaan : Ratapan 3 : 20 – 26

20 Jiwaku selalu teringat akan hal itu dan tertekan dalam diriku. 21 Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: 22 Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, 23 selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! 24 "TUHAN adalah bagianku," kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya. 25 TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia. 26 Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.

BERHARAP KEPADA TUHAN

Siapapun kita, apapun latar belakang hidup kita, sehebat dan sekuat apapun kita, pasti tidak akan lepas dari persoalan dan tantangan hidup. Beratnya persoalan serta tantangan hidup terkadang membuat kita putus asa dan hilang harapan. Seakan tidak ada lagi jalan keluar dan membuat kita pasrah pada keadaan. Seperti itu kondis umat Israel ketika mereka dibuang ke Babel. Kota Yerusalem dan Bait Suci yang dibanggakan, hancur dan tinggal puing-puing. Yeremia yang menyaksikan kehancuran kota Yerusalem pun sedih melihat kondisi hidup umat yang terpuruk akibat pembuangan di Babel. Seakan Tuhan jauh dan telah meninggalkan umat pilihanNya. Ditengah situasi umat yang terpuruk dalam derita, nabi Yeremia menyampaikan harapannya. Ibarat oase ditengah padang pasir yang memberi kesejukan, seperti itulah Yeremia menyampaikan kasih setia Tuhan yang tidak pernah surut dan berkesudahan. Rahmat Tuhan tidak pernah habis, dan selalu baru setiap pagi. Saat ini, mungkin ada orang  yang menghadapi penderitaan sakit dan dokter sudah mengangkat tangan, atau juga kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sesehari, pendidikan anak-anak kita. Saudaraku! firman Tuhan di saat ini menjadi penopang bagi kita semua. Tuhan sangat mengasihi kita, Ia tidak akan membiarkan kita sendiri dalam menghadapi pergumulan hidup. Tuhan Yesus rela menderita mati demi menyelamatkan kita sebagai bukti bahwa Ia sangat mengasihi kita. Kita mesti yakin dan terus berpengharapan kepada Tuhan bahwa IA akan menjawab dan melakukan segala sesuatu yang terbaik bagi kita indah dan tepat pada waktunya.

Doa:  Tuhan Yesus kami percaya kepada kuasaMu yang memberi jalan keluar terhadap setiap masalah kami. Amin.

Kamis, 26 Maret 2020                           

bacaan : 1 Petrus 4 : 12 – 19

Menderita sebagai Kristen
12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. 13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya. 14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu. 15 Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau. 16 Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu. 17 Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah? 18 Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa? 19 Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia.

SETIA DALAM PENDERITAAN

Sempat viral di media sosial ketika saudara-saudara seiman di Sumatera Selatan, yang dilarang untuk merayakan Natal Kristus. Ada juga yang kita saksikan ketika anak-anak Tuhan sementara beribadah kemudian sekelompok orang yang mengatas-namakan pemerintah setempat menghentikan ibadah tersebut. Pasti mereka merasa sedih dan mengalami penderitaan bathin yang luar biasa. Kenyataan ini bukanlah hal baru, sebab Tuhan Yesus telah mengingatkan para murid bahwa dunia telah membenci dan menolakNya, maka dunia pun menolak serta membenci para murid (bd.Yoh.15:18,19). Penderitaan karena nama Kristus pun juga dialami oleh orang-orang yang selalu setia pada iman dan keyakinannya. Dikucilkan, dibenci oleh keluarga, sahabat, ditekan, dianiaya malah sampai dibunuh (bd. Kis. 7:54-60). Menyikapi kenyataan demikian, penulis surat Petrus menasehati orang Kristen dan juga kita sebagai keluarga Allah, untuk tetap bersukacita. Sebab kita pun telah mengambil bagian dalam seluruh proses penderitaan Tuhan Yesus yang menderita, mati dan bangkit untuk keselamatan kita. Janganlah kita menderita karena berbuat dosa dan kejahatan. Namun selalu melakukan perbuatan-perbuatan baik yang mendatangkan berkat dan sukacita bagi semua orang. Kita tidak perlu membalas ketika kita diperlakukan tidak baik, sebab pembalasan adalah hak Tuhan. Kita terus melakukan kebaikan tersebut di tempat tinggal, di lingkungan kerja, pendidikan sebagai bagian dari kesaksian tentang cinta kasih Kristus bagi dunia dan semua orang. Itulah sukacita kita sebagai anak-anak Tuhan yang hidup dalam persekutuan dengan Tuhan.

Doa: Kuatkan kami Tuhan, untuk tegar ditengah penderitaan. Amin.-

Jumat, 27 Maret 2020                              

bacaan : Mazmur 126 : 1 – 6

Pengharapan di tengah-tengah penderitaan

Nyanyian ziarah. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi. 2 Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: "TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!" 3 TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. 4 Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! 5 Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. 6 Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya

KASIH TUHAN YANG MEMULIHKAN

Hari ini kita pun belajar dari pengalaman iman umat Israel ketika Tuhan  memulihkan keadaan mereka setelah kembali dari tanah pembuangan Babel. Seperti bermimpi, mereka tidak menyangka hal tersebut akan terjadi. Hal ini membuat mereka bersukacita, bergembira menyambut karya Tuhan bagi kehidupan mereka. Kehidupan di Babel ditengah penindasan, tekanan serta ketiadaan-harapan  membuat umat menderita. Semuanya berubah menjadi kegembiraan dan sukacita untuk membangun dan menata masa depan yang baru.  Umat yakin dan sadar bahwa semua yang mereka alami dan nikmati setelah kembali dari Babel adalah wujud kasih sayang dan anugerah Tuhan yang besar bagi mereka. Itulah sebabnya umat bersyukur bahwa Tuhan telah membuat mereka hidup sebagai bangsa yang merdeka. Mereka tetap mengharapkan campur tangan Tuhan untuk terus membarui dan memulihkan kehidupan mereka seutuhnya. Pengharapan mereka menjadi kekuatan serta kesaksian bagi semua orang bahwa kasih setia Tuhan selalu nyata kepada orang-orang yang hidup bergantung dan berserah kepadaNya. Pengharapan demikianpun mesti terwujud dalam kehidupan keluarga kita, menghadapi berbagai persoalan, tantangan bahkan penderitaan, dan duka yang terjadi dalam kehidupan kita. Kita meyakini bahwa Yesus lebih dulu telah menderita dan memberikan kelepasan bagi kita, sebagai bukti cinta kasihNya bagi kehidupan kita semua. Untuk itu kita mesti tetap yakin dan berserah selalu kepada Yesus serta menyaksikan karya kasihNya bagi kehidupan dan keselamatan kita sebagai orang percaya. 

Doa: Terima  kasih  Tuhan  untuk  karya  keselamatanMu  bagi  kami  dan  mampukan  kami  untuk meneruskannya bagi orang lain. Amin.- 

Sabtu, 28 Maret 2020                          

bacaan : Habakuk 3 : 17 – 19

17 Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, 18 namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. 19 ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku. (Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi).

BERSYUKUR UNTUK PEMBERIAN TUHAN

“Tak pernah Tuhan janji, hidupmu takkan berduri, tak pernah DIA janji lautan tenang, tetapi DIA berjanji ‘kan selalu sertamu, dan menuntun jalan hidup-mu s’lalu….” Sebagian bait lagu ini sangat akrab didengar dan sarat makna bagi kehidupan orang percaya, bahwa kehidupan mereka tak pernah luput dari persoalan. Namun penyertaan Tuhan selalu nyata dan indah pada waktunya. Hal inilah yang terus menjadi nyanyian pujian umat termasuk doa Nabi Habakuk yang memuji Tuhan ditengah persoalan berat yang mereka hadapi. Habakuk memuji Tuhan walaupun semua hasil tanaman mereka tidak memberi hasil, pohon ara tidak berbuah, ladang-ladang tidak menghasilkan makanan…., tetapi mereka tetap bersyukur, sebab mereka meyakini bahwa semua berkat kehidupan itu adalah anugerah atau pemberian Tuhan dan dalam keadaan apapun mereka harus tetap bersyukur sambil terus membaharui diri, menanti pemulihan Tuhan untuk memberkati hidup mereka. Bagaimana dengan hidup kita, ketika usaha kita tidak memberi hasil yang baik, ketika hasil panen di kebun tidak sesuai dengan harapan kita, ketika keringat kita untuk bekerja dinikmati oleh orang lain yang tidak bekerja? Mungkin kita akan kecewa dan marah, tetapi firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa semua itu adalah berkat pemberian Tuhan Allah kita, oleh sebab itu jangan pernah meragukan Tuhan sang Pemberi Berkat itu. Jika hari ini hasil usaha kita tidak memberi hasil yang baik, renungkanlah, apa yang harus kita lakukan, mungkin kita harus berbenah diri, mengevaluasi semua kerja kita, berserah dan berdoa kepada Tuhan, percayalah berkat itu akan terus mengalir dalam kehidupan keluarga kita, sebab semua itu adalah anugerah dan pemberian Tuhan.

Doa: Tuhan ajarlah kami untuk mensyukuri setiap berkat-Mu. Amin.

*sumber : SHK bulan Maret 2020, terbitan LPJ-GPM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

John Brown Womens Jersey