Santapan Harian Keluarga, 12-18 April 2020
jemaatgpmsilo.org
Tema Mingguan : Yesus Bangkit! Percayalah dan Berjuanglah Membela Kehidupan
Minggu, 12 April 2020
bacaan : Yohanes 20:1-10 & Roma 6:10-11
Kebangkitan Yesus Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. 2 Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan." 3 Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. 4 Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur. 5 Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. 6 Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, 7 sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung. 8 Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya. 9 Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati. 10 Lalu pulanglah kedua murid itu ke rumah.
10 Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. 11 Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.
Yesus Bangkit, Percayalah!
Setiap kali kita merayakan Paskah, kita selalu diingatkan bahwa Yesus yang bangkit itu adalah Tuhan dan JuruSelamat yang menyelamatkan kita dari dosa-dosa. Ia bukan hanya Juru Selamat dunia dan orang percaya, tetapi juga bagi pribadi dan keluarga. Yakinlah bahwa Yesus yang bangkit itu, adalah jaminan bagi kehidupan kita. Yakin dan percaya bukan hanya di kulit saja, seperti murid yang hanya melihat dari luar kubur. Mengenal Yesus yang bangkit harus masuk ke kedalaman iman percaya bahwa Dia sungguh-sungguh bangkit dan hidup. Maka kita harus bisa mengalami Yesus yang bangkit itu bahwa Dia sanggup untuk mengubah segala kesulitan, keraguan, derita, bahkan ketakutan menjadi kemenangan dan sukacita. Kenalilah Yesus lebih dalam lagi dan pastikanlah bahwa Dia selalu menyertai saudara, keluarga dan orang-orang kekasih saudara tanpa kecuali.
Doa: Ya Tuhan, Engkau telah bangkit mengalahkan segala kuasa, dosa, iblis dan maut. Engkau memberi jaminan bagi diriku dan keluargaku. Berjalanlah bersama kami, baik di jalan lebar, maupun sempit; baik siang maupun malam karena kami percaya bahwa Engkaulah Jurus’lamat kami.
Senin, 13 April 2020
bacaan : Yohanes 20 : 19 – 23
Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya
19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" 20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. 21 Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." 22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus. 23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."
Berjuanglah Membela Kehidupan
Setiap orang pasti pernah merasakan takut. Ketakutan dan kecemasan menguasai kita dan tak tahu siapa yang akan menolong kita. Saat saudara kesulitan, pikiran akan kacau dan kebingungan melanda. Namun jangan kuatir. Sepanjang saudara meyakini bahwa Yesus ada di tengah-tengah hidup keluarga saudara. Maka Dia sanggup untuk mengubah kesulitan menjadi damai sejahtera. Dia mampu masuk di tengah-tengah kesulian dan kekuatiran saudara meski segala “pintu” telah terkunci. Dia mampu untuk mengubah keadaan dengan memberikan kekuatan Roh Kudus untuk menuntun jalan saudara sehingga mengalahkan rasa takut dan cemas. Justru di tengah-tengah kelemahanlah kuasa-Nya menjadi sempurna. Maka segala kekuatiran, kecemasan dan ketakutan bukanlah penghalang bagi kehidupan yang harus dijalani. Berharap pada Tuhan adalah kunci untuk membuka jalan bagi saudara untuk mengalahkan ketakutan dan kecemasan hidup. Yesus telah bangkit, dan hal terbaik untuk merayakannya adalah mengalami kuasa kebangkitanNya di tengah-tengah segala kelemahan, kecemasan dan ketakutan kita, dan berjuanglah untuk membela kehidupan banyak orang.
Doa: Tuhan, setiap hari kami berhadapan dengan banyak kesulitan dan kecemasan bahkan ketakutan. Namun Engkau adalah Yesus Tuhan kami yang bangkit dan hidup. Bukalah segala jalan yang terkunci dan hadirkanlah damai sejahtera di hati kami agar kami tetap kuat menjalani hidup ini. Amin
Selasa, 14 April 2020
bacaan : Kisah Para Rasul 13 : 26 – 41
26 Hai saudara-saudaraku, baik yang termasuk keturunan Abraham, maupun yang takut akan Allah, kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita. 27 Sebab penduduk Yerusalem dan pemimpin-pemimpinnya tidak mengakui Yesus. Dengan menjatuhkan hukuman mati atas Dia, mereka menggenapi perkataan nabi-nabi yang dibacakan setiap hari Sabat. 28 Dan meskipun mereka tidak menemukan sesuatu yang dapat menjadi alasan untuk hukuman mati itu, namun mereka telah meminta kepada Pilatus supaya Ia dibunuh. 29 Dan setelah mereka menggenapi segala sesuatu yang ada tertulis tentang Dia, mereka menurunkan Dia dari kayu salib, lalu membaringkan-Nya di dalam kubur. 30 Tetapi Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati. 31 Dan selama beberapa waktu Ia menampakkan diri kepada mereka yang mengikuti Dia dari Galilea ke Yerusalem. Mereka itulah yang sekarang menjadi saksi-Nya bagi umat ini. 32 Dan kami sekarang memberitakan kabar kesukaan kepada kamu, yaitu bahwa janji yang diberikan kepada nenek moyang kita, 33 telah digenapi Allah kepada kita, keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus, seperti yang ada tertulis dalam mazmur kedua: Anak-Ku Engkau! Aku telah memperanakkan Engkau pada hari ini. 34 Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan Ia tidak akan diserahkan kembali kepada kebinasaan. Hal itu dinyatakan oleh Tuhan dalam firman ini: Aku akan menggenapi kepadamu janji-janji yang kudus yang dapat dipercayai, yang telah Kuberikan kepada Daud. 35 Sebab itu Ia mengatakan dalam mazmur yang lain: Engkau tidak akan membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. 36 Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya, lalu ia mangkat dan dibaringkan di samping nenek moyangnya, dan ia memang diserahkan kepada kebinasaan. 37 Tetapi Yesus, yang dibangkitkan Allah, tidak demikian. 38 Jadi ketahuilah, hai saudara-saudara, oleh karena Dialah maka diberitakan kepada kamu pengampunan dosa. 39 Dan di dalam Dialah setiap orang yang percaya memperoleh pembebasan dari segala dosa, yang tidak dapat kamu peroleh dari hukum Musa. 40 Karena itu, waspadalah, supaya jangan berlaku atas kamu apa yang telah dikatakan dalam kitab nabi-nabi: 41 Ingatlah, hai kamu penghina-penghina, tercenganglah dan lenyaplah, sebab Aku melakukan suatu pekerjaan dalam zamanmu, suatu pekerjaan, yang tidak akan kamu percayai, jika diceriterakan kepadamu."
Berjumpa: Dibarui dan Berubah
Dua hari lalu kita baru merayakan Hari PASKAH. Saya teringat pada perayaan Paskah tahun lalu di salah satu jemaat. Dalam spontanitas yang diperagakan anak-anak muda saat itu dikisahkan tentang sekelompok pemuda yang hidupnya “porak-poranda” karena pergaulan bebas. Hal ini disebabkan karena orang yang selama ini bersama dan membimbing mereka sedang melakukan perjalanan ke luar daerah untuk waktu yang lama. Tiba-tiba tanpa mereka sadari, mantan pimpinan mereka kembali dan menjumpai mereka. Singkat cerita, terjadilah pembaruan dan kehidupan merekapun berubah menjadi baik.
Saudaraku, murid-murid Yesus seperti kehilangan arah dan hidup dalam ketakutan, saat Yesus mati dan dikuburkan. Namun setelah Yesus bangkit dan menampakkan diri beberapa kali, hidup mereka berubah, mereka percaya bahwa Yesus hidup sehingga ketakutan berlalu dari hidup mereka dan merekapun semakin berani untuk bersaksi dan melayani di tengah berbagai tantangan. Paulus dalam bacaan kita hari ini juga mau bersaksi bahwa dia yang dahulu tidak percaya, tetapi setelah berjumpa dengan Yesus di pintu Damsyik, kini percaya bahwa Yesus benar-benar bangkit dan bahwa keselamatan yang dikerjakan Yesus melalui kematian dan kebangkitan-Nya itu tidak hanya berlaku bagi keturunan Abraham secara biologis, tetapi bagi semua orang yang percaya kepada Yesus. Perjumpaan itu membuat Paulus berani untuk bersaksi di tengah berbagai tantangan dan bahkan ancaman. Mari kita memberi diri untuk berjumpa dengan Yesus yang hidup agar kita dibarui dan diubah untuk terus percaya sehingga mampu menjadi saksi agar semakin banyak orang diselamatkan.
Doa: Tuhan, ajar kami tuk percaya dengan sungguh bahwa Yesus benar- benar hidup lalu berkasi tentangnya dengan kata dan aksi. Amin.
Rabu, 15 April 2020
bacaan : 1 Korintus 15 : 12 – 19
Kebangkitan kita
12 Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati? 13 Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. 14 Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu. 15 Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus--padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan. 16 Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. 17 Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. 18 Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus. 19 Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.
Percayalah, Yesus Sungguh Bangkit…
Ini hari ke tiga pasca perayaan Paskah. Pada perayaan Paskah tiga hari yang lalu, pasti ada banyak kegiatan yang dibuat oleh PHBG jemaat atau sektor. Kita perlu bertanya: adakah pengaruh perayaan itu bagi kehidupan rohani kita yang melakukannya? Ataukah setelah perayaan, kehidupan ini kembali seperti sedia kala? Syukur kalau kehidupan sebelumnya “aman di tangan Yesus”. Tapi kalau “jauh dari jangkauan Yesus”, bagaimana? Percuma perayaan yang kita lakukan kemarin dulu. Kita hanya merayakan tetapi belum percaya dengan sungguh, sehingga peristiwa kebangkitan itu tak berdampak bagi pertumbuhan iman kita.!” Saudara, hari ini kita belajar dari Paulus lewat suratnya kepada orang Korintus. Paulus mau meyakinkan orang Korintus bahwa Yesus sungguh-sungguh bangkit karena itu Paulus mau meneruskan berita sukacita itu kepada orang banyak termasuk orang di Korintus. Kalau Yesus tidak bangkit maka sia-sia kepercayaan dan pemberitaan Paulus. Dan karena Yesus bangkit maka kita yang percaya kepada-Nya juga mengalami kebangkitan itu dan beroleh hidup yang kekal.
Pada perayaan Paskah tiga hari lalu, secara langsung maupun tidak langsung, kita telah ikut memberitakan Kristus yang bangkit. Pemberitaan itu jangan terbatas pada sebuah perayaan semata, tetapi harus dilanjutkan dalam tindakan sesehari. Setelah perayaan PASKAH, mesti ada perubahan dan pembaruan dalam kehidupan mereka yang merayakannya. Dengan kata lain, Kebangkitan Kristus itu harus berwujud dalam sikap, perilaku, tutur kata kita, Selamat PASKAH.
Doa: Tuhan Yesus yang bangkit, tolong kami untuk meneruskan kabar kebangkitan-Mu dalam tidakan kami sesehari. Amin.
Kamis, 16 April 2020
bacaan : 1 Korintus 15 : 20 – 34
20 Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. 21 Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. 22 Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. 23 Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. 24 Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. 25 Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. 26 Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut. 27 Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya. Tetapi kalau dikatakan, bahwa "segala sesuatu telah ditaklukkan", maka teranglah, bahwa Ia sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu tidak termasuk di dalamnya. 28 Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua. 29 Jika tidak demikian, apakah faedahnya perbuatan orang-orang yang dibaptis bagi orang mati? Kalau orang mati sama sekali tidak dibangkitkan, mengapa mereka mau dibaptis bagi orang-orang yang telah meninggal? 30 Dan kami juga--mengapakah kami setiap saat membawa diri kami ke dalam bahaya? 31 Saudara-saudara, tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut. Demi kebanggaanku akan kamu dalam Kristus Yesus, Tuhan kita, aku katakan, bahwa hal ini benar. 32 Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka "marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati". 33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. 34 Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi! Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah. Hal ini kukatakan, supaya kamu merasa malu.
Ayo Bangun…, Kristus Sudah Bangkit
Bangun, bangun…,mau pi Paskah.! Kristus sudah bangkit”! Kalimat ini selalu terdengar dari mulut papa dan mama di tiap keluarga, saat kita dibangunkan untuk merayakan Fajar Paskah (Paskah Subuh), dan itu juga terjadi pada empat hari yang lalu. Entah itu dari megaphone waktu pawai obor, maupun dari pengeras suara di gereja-gereja. Sungguh semarak dan menyenangkan sekali suasana itu…
Saudaraku, memang itulah yang sedang diberitakan Paulus, kepada orang Korintus : Adam telah jatuh ke dalam dosa dan semua manusia ikut berdosa. Tetapi Yesus telah mati demi dosa itu dan menang atas kuasanya maka mereka yang percaya kepada-Nya turut dalam kemenangan itu dan berhak memiliki jaminan hidup kekal. Peristiwa kematian dan kebangkitan orang percaya bersama Yesus itu diaktakan dalam peristiwa baptisan.
Jadi saudaraku, ketika kita dibaptis atau membawa anak-anak kita untuk dibaptis atau menjadi saksi baptisan, maka kita sadar bahwa kita dan anak-anak kita telah mengalami kematian dan kebangkitan bersama Kristus serta berhak menerima jaminan hidup kekal. Karena itu, peristiwa baptisan tidaklah dipahami sebagai suatu moment gerejawi yang harus disertai pesta pora dan hura-hura, apalagi sampai mabuk-mabukan, tapi harus diberi makna. Papa, Mama dan para saksi punya tanggung jawab untuk melakukannya. Jadi seruan: “Ayo bangun, Kristus sudah bangkit” harus diberitakan oleh Papa, Mama, Papa Ani dan Mama ani, kepada anak-anak kita lewat kata dan perbuatan. Khusus yang sudah berstatus Papa dan Mama ani, jangan hanya berikan angpao di hari Natal dan Paskah, tetapi doakanlah mereka sehingga Tuhan menjaga mereka danjaminan hidup kekal itu tetap jadi bagian mereka.
Doa: Tuhan, jadikanlah kami sebagai saksi-saksi yang benar bagi generasi penerus kami, amin
Jumat, 17 April 2020
bacaan : 1 Petrus 1 : 3 – 12
Pengharapan, iman dan kasih
3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, 4 untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. 5 Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir. 6 Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. 7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya. 8 Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, 9 karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu. 10 Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu. 11 Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu. 12 Kepada mereka telah dinyatakan, bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, tetapi melayani kamu dengan segala sesuatu yang telah diberitakan sekarang kepada kamu dengan perantaraan mereka, yang oleh Roh Kudus, yang diutus dari sorga, menyampaikan berita Injil kepada kamu, yaitu hal-hal yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat.
Pengharapan, Iman dan Kasih..
Saudaraku, Petrus bersyukur atas karya keselamatan yang dikerjakan Kristus yang memungkinkan umat-Nya dilahirkan kembali dan menerima keselamatan dan terpelihara hingga akhir zaman. Petrus juga menyadari bahwa selama masih berada di dunia, umat Tuhan takkan lepas dari masalah dan derita. Tetapi jika umat sadar bahwa mereka ada di dunia tapi bukan berasal dari dunia maka mereka tak akan larut oleh masalah dan derita itu, apalagi tenggelam di dalamnya. Mengapa? Karena mereka memiliki dwi kewarganegaraan. Warga negara di mana mereka terdaftar dan warga Kerajaan Allah. Sebagai warga Kerajaan Allah, ada pengharapan bagi mereka untuk memperoleh keselamatan. Karena itu ia menasihati mereka agar tetap bersukacita dan bergembira, walau berada dalam penderitaan. Bagi Petrus, penderitaan bukan supaya mereka jatuh tetapi agar mereka bisa menunjukkan ketahanan iman yang tetap teruji. Bukti dari iman yang teruji itu mesti ditunjukan melalui sikap : Tetap setia kepada Tuhan sehingga dalam situasi apapun tak akan menyangkal DIA. Kemudian berlakukan ajaran kasih dalam kehidupan sesehari, termasuk kepada mereka yang menyebabkan umat percaya berada dalam masalah dan menderita.
Jadi saudaraku, belajardari nasehat Petrus, marilah kita tetap berpengharapan, karena pengharapan membuat kita mampu melihat janji keselamatan yang Tuhan sediakan bagi kita yang beriman kepada Kristus yang bangkit lalu mewujudkan iman itu dalam perbuatan kasih kepada sesama di tengah berbagai tantangan dan pergumulan hidup.
Doa: Bapa, tolong kami untuk terus berpengharapan kepadaMu dan selalu setia memberlakukan kasih kepada sesama, termasuk bagi mereka yang menyakiti kami. Amin.
Sabtu, 18 April 2020
bacaan : Kisah 2 : 29 – 40
29 Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini. 30 Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya. 31 Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan. 32 Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi. 33 Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini. 34 Sebab bukan Daud yang naik ke sorga, malahan Daud sendiri berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: 35 Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu. 36 Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus." 37 Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" 38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. 39 Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita." 40 Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."
Berilah Dirimu Diselamatkan
Beberapa kali tidak lolos seleksi penerimaan PNS, membuat Dave sangat kecewa dan hampir putus asa. Dia terjebak pada ajakan teman-temannya dan terlibat pada penggunaan dan perdagangan Narkoba. Semua nasehat orangtuanya tidak lagi didengar, bahkan Laptop, Tape Rocerder dan beberapa perlengkapan rumah telah dijualnya. Hal ini membuat ibunya sangat terpukul dan jatuh sakit. Dave sangat menyesal sebab ibunya sangat menyayangi dia, tetapi penyesalan Dave sudah terlambat sebab tidak lama berselang ibunya meninggal dunia. Memang penyesalan selalu datang terlambat dan itulah juga yang terjadi dalam kehidupan orang-orang Yahudi setelah peristiwa Pentakosta. Ketika mendengar khotbah Petrus yang mengingatkan mereka tentang janji Allah lewat Abraham Bapa Leluhur mereka, yang juga menubuatkan kedatangan mesias dalam diri Yesus Kristus yang telah mereka salibkan, orang banyak itu sangat menyesal. Mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul: “Apakah yang harus kami perbuat….?” Petrus menjawab pertanyaan mereka dengan ajakan untuk bertobat dan memberi diri dibaptis sebagai tanda pambaruan hidup. Dalam kehidupan keluarga kristen, sering terjadi ketidaktaatan dan ketidaksetiaan, suami dan isteri yang saling mengkhianati, anak-anak yang tidak dengar-dengaran dan meresahkan orangtuanya. Walaupun demikian, tidak ada kata terlambat, jika masing-masing orang menyadari kesalahannya, meminta maaf dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya.
Doa: Tuhan ampunilah segala dosa dan salah kami, dan tolong kami untuk berubah, amin
*sumber : SHK bulan April 2020, terbitan LPJ-GPM

