Santapan Harian Keluarga, 24-30 Mei 2020
jemaatgpmsilo.org
Tema Mingguan : ” Keluarga Mengalami Damai Sejahtera “
Minggu, 24 Mei 2020
bacaan : Yesaya 48 : 17 – 22
17 Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh. 18 Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, 19 maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya; nama mereka tidak akan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku." 20 Keluarlah dari Babel, larilah dari Kasdim! Beritahukanlah dengan suara sorak-sorai dan kabarkanlah hal ini! Siarkanlah itu sampai ke ujung bumi! Katakanlah: "TUHAN telah menebus Yakub, hamba-Nya!" 21 Mereka tidak menderita haus, ketika Ia memimpin mereka melalui tempat-tempat yang tandus; Ia mengeluarkan air dari gunung batu bagi mereka; Ia membelah gunung batu, maka memancarlah air. 22 "Tidak ada damai sejahtera bagi orang-orang fasik!" firman TUHAN.
MENIKMATI DAMAI SEJAHTERA ALLAH
“Tidak ada damai di antara negara, jika tidak ada damai dalam negara. Tidak ada damai dalam negara, jika tidak ada damai dalam orang – orangnya. Tidak ada damai dalam orang – orang, jika mereka tidak menyerahkan hidupnya ketangan si Raja Damai” (Heyden Robinson dalam bukunya: Salt and Light)
Untuk menikmati damai sejahtera, Nabi Yesaya mengingatkan umat Israel pada saat mereka dibuang ke Babel, agar mereka tetap setia mendengar perintah Tuhan melalui Firman-Nya dan melakukan firman itu dalam hidup mereka. Yesaya menyampaikan firman Tuhan yang mengingatkan mereka bahwa kebahagiaan dan damai sejahtera dalam kehidupan mereka hanya berasal dari Tuhan Allah sebagai sumber hidup. Semua kebahagiaan, damai sejahtera yang mereka dapatkan dengan kemampuan dan kekuatan mereka, hanya bersifat sementara. Kebahagian dan damai sejahtera dari Allah tidak bisa dibeli dengan uang ataupun dengan segala kekuatan manusia, namun hanya dengan kesetiaan dan ketaatan untuk mendengar perintah Tuhan serta melakukannya. Demikianpun bagi kita sekeluarga, dimana papa dan mama bekerja keras untuk mencari nafkah bagi kebutuhan hidup keluarga. Anak-anak berlajar dengan giat dan selalu patuh kepada nasehat orang tua dan semuanya demi kebahagiaan keluarga. Namun hendaknya semua itu dilandaskan pada ketaatan Firman Tuhan dan mewujudkannya dalam kehidupan setiap hari. Firman Tuhan katakan: “Sekiranya engkau memperhatikan perintah – perintahKU, maka damai sejahtera akan seperti sungai yang tidak pernah kering dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah……” (ay.18). Oleh sebab itu, perkuatlah persekutuan keluarga yang bersekutu, berdoa dan melakukan kehendak Tuhan
Doa: Tuhan mampukan kami untuk melakukan Firman-Mu demi kedamaian kehidupan kami, Amin.
Senin 25 Mei 2020
bacaan : Filemon 1 : 1 – 3
Salam Dari Paulus, seorang hukuman karena Kristus Yesus dan dari Timotius saudara kita, kepada Filemon yang kekasih, teman sekerja kami 2 dan kepada Apfia saudara perempuan kita dan kepada Arkhipus, teman seperjuangan kita dan kepada jemaat di rumahmu: 3 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.
SALING MENOPANG
Memberi perhatian, mendoakan serta meminta berkat dari Tuhan bagi orang lain walaupun dalam penderitaan tetap dilakukan oleh rasul Paulus dalam pelayanan pekabaran injil. Nas bacaan kita menyaksikan bahwa di dalam penjara pun Paulus tetap memperhatikan rekan-rekan sekerjanya yakni Filemon, Apfia dan Arkhipus. Paulus memberi salam, mendoakan serta meminta berkat dari Tuhan bagi mereka. Paulus tidak ingat dirinya sendiri yang ada dalam kesulitan ataupun menyesali keadaannya dalam penjara serta bersungut-sungut, namun ia tetap teguh, setia, taat dan sukacita melakukan tugas pelayanannya dengan terus memberi nasehat, dukungan serta mendoakan dan meminta berkat bagi rekan-rekan sekerjanya. Keteladan Paulus ini juga menjadi contoh bagi kita sebagai keluarga kristen ketika berbagai persoalan dan tantangan yang kita hadapi dalam hidup setiap hari. Sikap saling memperhatikan, memberi dukungan, menasehati dan mendoakan satu dengan yang lain antara papa dan mama serta orang tua dan anak-anak akan mampu menolong dan memberi penguatan bagi keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan serta persoalan. Jangan ada diantara kita dalam keluarga mempunyai sikap egoisme, mau menang sendiri, merasa lebih hebat dari yang lain. Sikap seperti ini akan menghacurkan persekutuan keluarga dan tidak ada rasa damai sejahtera dan sukacita dalam keluarga.
Doa: Mampukan kami Tuhan untuk menghadirkan damai sejahtera dengan saling melayani. Amin.
Selasa 26 Mei 2020
bacaan : Roma 14 : 19
19 Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.
HADIRKANLAH DAMAI SEJAHTERA
Sikap yang saling menjatuhkan satu dengan yang lain dengan mempersoalkan makan minum membuat Paulus menulis surat penggembalaannya kepada jemaat di Roma. Paulus melihat sikap umat yang mempersoalkan makanan yang najis atau tidak najis, dan saling menjatuhkan hanya karena pengertiannya, pasti akan mengganggu hidup persekutuan jemaat. Untuk itu Paulus menasehati mereka bahwa ada yang lebih penting dari hanya soal makan minum, yaitu menikmati damai sejahtera. Karena itu janganlah menghilangkan damai sejahtera hanya karena persoalan makanan. Menghadirkan dan mewujudkan damai sejahtera dari Allah adalah hal utama dan menjadi dasar serta kekuatan bagi persekutuan jemaat dalam seluruh tugas panggilan pelayanan dan kesaksian mereka. Tidak ada gunanya jemaat mempersoalkan makan dan minum sebab hal itu akan menjadi batu sandungan bagi yang lain. Paulus meminta dan berharap agar jemaat berusaha untuk menghadirkan damai sejahtera lewat pikiran, sikap dan perbuatan yang benar dan saling membangun. Nasehat Paulus ini juga penting bagi keluarga Kristen untuk menciptakan damai sejahtera dalam kehidupan berkeluarga. Sediakanlah waktu setiap malam, untuk berkumpul, bersekutu, dan berdoa bersama, dimana papa, mama serta anak-anak memuji Tuhan dan bersyukur serta saling menasehati, menopang satu dengan yang lain. Kita diingatkan untuk tidak saling berbantah, ingin menang sendiri sebab kondisi demikian akan membawa kita jauh dari suasana hidup yang penuh damai sejahtera. Berdoalah selalu dengan memohon berkat Tuhan untuk melimpahkan damai sejahtera-Nya bagi kehidupan keluarga kita serta diteruskan bagi semua orang.
Doa: Tuhan Yesus kiranya damai sejahtera-Mu menaungi kehidupan keluarga kami. Amin.
Rabu 27 Mei 2020
bacaan : Amsal 29 : 17
17 Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu.
MENDIDIK ANAK MENDATANGKAN KETENTERAMAN
Setiap keluarga mendambakan kebahagiaan, ketenteraman serta sukacita dan damai sejahtera dalam keluarganya, dan hal ini menjadi panggilan bersama untuk mewujudkannya. Salah satu aspek yang penting adalah mempersiapkan anak – anak agar mereka mengerti dan hidup mereka akan jadi berarti. Kitab Amsal 29 : 17 mengatakan: “Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu……”. Memang menjadi orang percaya yang dewasa didalam iman, yang hidupnya menghadirkan ketentraman dan damai sejahtera bukanlah hal yang gampang, jika tidak dimulai dari pendidikan dan pembinaan anak – anak sejak mereka kecil. Saya selalu terkenang pada didikan orangtua saya, teristimewa papa yang mewajibkan kami anak – anaknya untuk menghargai orang lain, apalagi setiap orang yang datang atau bertamu ke rumah dan ada kode – kode tertentu yang selalu mengingatkan kami. Dalam mendidik anak, janganlah menggunakan cara-cara kekerasan, dengan membentak atau dengan kata-kata kasar, sebab mereka akan bertumbuh menjadi orang yang suka melawan orangtua. Tetapi didiklah mereka dengan kasih sayang, jadikan mereka sebagai “teman” dengan mengajak mereka berdiskusi, berdialog dan bercengkerama, supaya mereka benar – benar merasa diterima, dihargai dan dicintai. Semuanya itu harus dilandasi dalam kasih dan persekutuan, dengan mengajak anak – anak terlibat dalam setiap Ibadah Binakel, serta Doa dengan selalu memohonkan berkat Tuhan bagi hidup dan masa depan mereka. Yakinlah bahwa ketentraman dan damai sejahtera akan menjadi milik keluarga kita.
Doa: Tuhan Yesus mampukan kami sebagai orang tua untuk mendidik anak-anak dengan baik. Amin.
Kamis, 28 Mei 2020
bacaan : Mazmur 37 : 37
37 Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan;
KEJUJURAN DAN KETULUSAN MENDATANGKAN KEDAMAIAN
Saya terkesan dengan seorang perempuan muda yang saya temui dalam Kunjungan Pastoral di awal tahun. Dia bersama keempat anaknya menyambut kami, sebab suaminya sementara bertugas keluar daerah. Anak – anaknya masih kecil dan membutuhkan banyak biaya untuk sekolah dan kebutuhan hidup lainnya. Dalam percakapan kami, ia bercerita bahwa untuk menunjang suaminya dengan penghasilan yang pas-pasan, ia pun bekerja mencari nafkah tambahan, dengan mengumpulkan pasir dan kerikil di tepi pantai. Ia menjalani semua itu dengan ketulusan, sebab ia ingin anak – anaknya akan menikmati berkat dari hasil keringat mereka sendiri. Ia berharap semoga dijauhkan dari godaan untuk berlaku tidak jujur seperti menipu atau mencuri, sebab itu hanya akan mendatangkan ketidaktenteraman. Apa yang diceriterakan oleh perempuan muda ini sangat mengapresiasi saya untuk membagikan pengalaman imannya dengan banyak orang, yang sering tidak mampu memikul beban hidup pribadi dan keluarganya dan terjebak pada praktek – praktek yang tidak jujur, tidak tulus, suka menipu, dan mengambil keuntungan dari keringat orang lain. Mereka tidak menyadari bahwa semua itu akan membuat mereka tidak dapat mengalami damai sejahtera, malah mereka akan terus merasa berkekurangan. Hari ini kita diingatkan oleh Firman Tuhan dari Mazmur 37 : 37, yang mengatakan bahwa orang yang tulus dan orang yang jujur serta suka menghadirkan damai, masa depan mereka akan diberkati oleh Tuhan. Apakah kita meragukan firman Tuhan ini, apakah kita menyangsikan berkat-Nya yang mengalir setiap saat? Ingatlah bahwa Tuhan Allah memberkati setiap orang yang bekerja dengan jujur dan tulus dan IA menyediakan berkat-Nya selalu tepat pada waktunya dan selalu sesuai dengan apa yang kita perlukan.
Doa: Tuhan, jadikanlah keluarga kami pribadi-pribadi yang tulus dan jujur sehingga kami hidup penuh kedamaian. Amin.
Jumat, 29 Mei 2020
bacaan : Bilangan 6 : 22 – 27
Ucapan berkat imam
22 TUHAN berfirman kepada Musa: 23 "Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka: 24 TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; 25 TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; 26 TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. 27 Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka."
TUHAN MEMBERKATIMU
Lia adalah saudara sepupu saya yang berbeda keyakinan iman dengan saya. Di suatu subuh, saya terbangun karena HP saya berdering, dan ternyata ada panggilan dari Lia, saya pikir ada suatu peristiwa penting yang akan disampaikan Lia: “kak…,saya sangat bahagia hari ini, saya merasakan damai dalam hati saya…”,Lia langsung menyampaikan perasaannya. “Ada apa, Lia?”, tanya saya. “Hari ini kan ulang tahun saya kak, dan salah satu ucapan selamat dari teman – teman adalah ucapan berkat: Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau………” dengan riang, Lia membacakan ucapan berkat itu. “O, ya. Selamat ulang tahun Lia, Tuhan memberkatimu” saya meresponsnya. “Trima kasih, trima kasih….” sambut Ria dengan suara penuh sukacita. Dalam bacaan kita hari ini, Tuhan berfirman agar Harun dan anak – anaknya sebagai imam mengucapkan berkat bagi umat Israel. Berkat yang diucapkan itu meliputi: berkat perlindungan yang menyatakan perlindungan Allah dalam setiap langkah perjalanan umat; berkat anugerah yang dikaruniakan untuk menyertai umat; dan berkat damai sejahtera untuk menguatkan umat menikmati kehidupan ditengah berbagai kondisi, baik – buruk, susah – senang. Sebagai orang percaya, kita sangat senang kalau menerima ucapan berkat dari seseorang: “Tuhan memberkatimu”, bahkan dalam setiap ibadah, ada orang yang menadahkan tangannya seakan – akan ingin mengambil berkat itu. Namun seringkali kita menyimpan berkat itu untuk diri sendiri, padahal “berkat” adalah pernyataan kehadiran, tindakan dan kasih Allah yang selalu menyertai kehidupan umat. Kita percaya bahwa hidup kita dan semua yang ada pada kita adalah berkat yang dianugerahkan oleh Allah. Oleh sebab itu “berkat” harus diteruskan kepada semua orang, baik dalam ucapan maupun dalam akta lewat perbuatan – perbuatan yang mendatangkan berkat bagi orang lain.
Doa : Tuhan, tolonglah kami untuk saling berbagi berkat, Amin.
Sabtu, 30 Mei 2020
bacaan : Kolose 4 : 7 – 18
Penutup dan salam
7 Semua hal ihwalku akan diberitahukan kepada kamu oleh Tikhikus, saudara kita yang kekasih, hamba yang setia dan kawan pelayan dalam Tuhan. 8 Ia kusuruh kepadamu dengan maksud, supaya kamu tahu akan hal ihwal kami dan supaya ia menghibur hatimu. 9 Ia kusuruh bersama-sama dengan Onesimus, saudara kita yang setia dan yang kekasih, seorang dari antaramu. Mereka akan memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang terjadi di sini. 10 Salam kepada kamu dari Aristarkhus, temanku sepenjara dan dari Markus, kemenakan Barnabas--tentang dia kamu telah menerima pesan; terimalah dia, apabila dia datang kepadamu-- 11 dan dari Yesus, yang dinamai Yustus. Hanya ketiga orang ini dari antara mereka yang bersunat yang menjadi temanku sekerja untuk Kerajaan Allah; mereka itu telah menjadi penghibur bagiku. 12 Salam dari Epafras kepada kamu; ia seorang dari antaramu, hamba Kristus Yesus, yang selalu bergumul dalam doanya untuk kamu, supaya kamu berdiri teguh, sebagai orang-orang yang dewasa dan yang berkeyakinan penuh dengan segala hal yang dikehendaki Allah. 13 Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang dia, bahwa ia sangat bersusah payah untuk kamu dan untuk mereka yang di Laodikia dan Hierapolis. 14 Salam kepadamu dari tabib Lukas yang kekasih dan dari Demas. 15 Sampaikan salam kami kepada saudara-saudara di Laodikia; juga kepada Nimfa dan jemaat yang ada di rumahnya. 16 Dan bilamana surat ini telah dibacakan di antara kamu, usahakanlah, supaya dibacakan juga di jemaat Laodikia dan supaya surat yang untuk Laodikia dibacakan juga kepadamu. 17 Dan sampaikanlah kepada Arkhipus: Perhatikanlah, supaya pelayanan yang kauterima dalam Tuhan kaujalankan sepenuhnya. 18 Salam dari padaku, Paulus. Salam ini kutulis dengan tanganku sendiri. Ingatlah akan belengguku. Kasih karunia menyertai kamu.
SALAM DAMAI BAGI KELUARGA
Saling memberi salam, adalah tradisi kekeluargaan yang sangat kuat dijaga dan dilestarikan dari generasi ke generasi. Tabea, kalwedo, hotu, yuklei, dan lainnya adalah salam dalam berbagai bahasa lokal yang merupakan salam perjumpaan, persaudaraan, persahabatan, dan harapan. Dalam bacaan kita hari ini, Rasul Paulus menyampaikan salam lewat suratnya dari dalam Penjara di Roma kepada jemaat Kolose, dimana ia berupaya menghibur dan menguatkan jemaat, lewat kehadiran Tikhikus dan Onesimus, untuk menjelaskan tentang keadaan dirinya di penjara dan teman-teman seperjuangannya agar jemaat tetap hidup dalam kebersamaan dan saling menguatkan dalam pekerjaan pemberitaan injil. Salam ini juga disampaikan kepada jemaat tetangga yaitu jemaat Laodikia dan orang-orang yang pernah berjumpa dengannya. Rasul Paulus tidak pernah melupakan siapapun yang pernah ia layani maupun yang pernah melayani bersamanya. Karena itu ketika ia tidak dapat mengunjungi mereka, ia menulis surat disertai salam dengan harapan agar jemaat hidup didalam damai dan sejahtera dari Allah. Sikap rasul Paulus, mengajarkan kepada kita tentang bagaimana kita saling memberi doa dan harapan lewat salam kepada orang-orang yang pernah bersama dengan kita ataupun yang pernah membantu kita. Sikap ini hendaklah menjadi teladan bagi setiap orang percaya teristimewa bagi keluarga-keluarga kristen dalam upaya membangun kasih persaudaraan untuk menikmati damai sejahtera Allah. Alangkah indahnya hidup keluarga kristen, jika setiap bangun pagi semua anggota keluarga saling mengucapkan salam sebagai doa dan harapan bagi kehidupan di hari baru yang akan dijalani. Doa dan harapan agar selamat dari segala ancaman dan marabahaya, doa dan harapan agar kasih sayang tetap mewarnai hidup keluarga. Ucapkanlah salam penuh kasih sayang…..!
Doa : Tuhan, ajarlah kami untuk saling memberi salam. Amin
*sumber : SHK bulan Mei 2020 terbitan LPJ-GPM

