Santapan Harian Keluarga, 11 – 17 Oktober 2020

jemaatgpmsilo.org

Tema Mingguan : “Roh Kudus Menuntun Gereja Untuk Bersaksi

Minggu, 11 Oktober 2020          

bacaan : Kisah Para Rasul 22 : 30 – 23 : 11

Paulus di hadapan Mahkamah Agama
30 Namun kepala pasukan itu ingin mengetahui dengan teliti apa yang dituduhkan orang-orang Yahudi kepada Paulus. Karena itu pada keesokan harinya ia menyuruh mengambil Paulus dari penjara dan memerintahkan, supaya imam-imam kepala dan seluruh Mahkamah Agama berkumpul. Lalu ia membawa Paulus dari markas dan menghadapkannya kepada mereka.
Sambil menatap anggota-anggota Mahkamah Agama, Paulus berkata: "Hai saudara-saudaraku, sampai kepada hari ini aku tetap hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah." 2 Tetapi Imam Besar Ananias menyuruh orang-orang yang berdiri dekat Paulus menampar mulut Paulus. 3 Membalas itu Paulus berkata kepadanya: "Allah akan menampar engkau, hai tembok yang dikapur putih-putih! Engkau duduk di sini untuk menghakimi aku menurut hukum Taurat, namun engkau melanggar hukum Taurat oleh perintahmu untuk menampar aku." 4 Dan orang-orang yang hadir di situ berkata: "Engkau mengejek Imam Besar Allah?" 5 Jawab Paulus: "Hai saudara-saudara, aku tidak tahu, bahwa ia adalah Imam Besar. Memang ada tertulis: Janganlah engkau berkata jahat tentang seorang pemimpin bangsamu!" 6 Dan karena ia tahu, bahwa sebagian dari mereka itu termasuk golongan orang Saduki dan sebagian termasuk golongan orang Farisi, ia berseru dalam Mahkamah Agama itu, katanya: "Hai saudara-saudaraku, aku adalah orang Farisi, keturunan orang Farisi; aku dihadapkan ke Mahkamah ini, karena aku mengharap akan kebangkitan orang mati." 7 Ketika ia berkata demikian, timbullah perpecahan antara orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki dan terbagi-bagilah orang banyak itu. 8 Sebab orang-orang Saduki mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan dan tidak ada malaikat atau roh, tetapi orang-orang Farisi mengakui kedua-duanya. 9 Maka terjadilah keributan besar. Beberapa ahli Taurat dari golongan Farisi tampil ke depan dan membantah dengan keras, katanya: "Kami sama sekali tidak menemukan sesuatu yang salah pada orang ini! Barangkali ada roh atau malaikat yang telah berbicara kepadanya." 10 Maka terjadilah perpecahan besar, sehingga kepala pasukan takut, kalau-kalau mereka akan mengoyak-ngoyak Paulus. Karena itu ia memerintahkan pasukan untuk turun ke bawah dan mengambil Paulus dari tengah-tengah mereka dan membawanya ke markas. 11 Pada malam berikutnya Tuhan datang berdiri di sisinya dan berkata kepadanya: "Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma."

ROH KUDUS MENUNTUN GEREJA UNTUK BERSAKSI

Pernah dengar istilah kriminalisasi? Istilah itu, banyak diperbincangkan di media massa maupun media sosial. Kata “kriminalisasi”  berasal dari bahasa Inggris criminalization yang berarti suatu proses di mana terjadi perubahan perilaku dari orang-orang yang cenderung menjadi pelaku kejahatan. Dalam perkembangannya, istilah ini kemudian berubah maknanya menjadi sebuah keadaan di mana seseorang dapat dinyatakan sebagai pelaku kejahatan, oleh karena adanya pemaksaan interpretasi atas perundang-undangan. Itulah sebabnya sekarang ini, seseorang bisa dengan gampang membantah suatu tuduhan atas tindakan melawan hukum dengan menyebutnya sebagai tindakan kriminalisasi dari pihak yang menuduh. Tentu karena masing-masing orang bebas berinterpretasi berdasarkan sudut pandangnya, akibatnya kriminalisasi bisa menjadi peluru tapi juga bisa menjadi bumerang. Kisah Rasul Paulus di depan Mahkamah Agama Yahudi adalah contoh di mana Rasul Paulus mengalami tindakan kriminalisasi, dimana ia dituduh dan difitnah telah melakukan kejahatan. Menghadapi hal ini Rasul Paulus  dengan berani membantah dan membela dirinya dengan meminta tuntunan Kuasa Roh Kudus. Dan Tuhan Yesus yang ia saksikan bertindak untuk melindunginya, memberi keberanian kepadanya dan menguatkan hatinya. Mungkin saja dalam kehidupan sehari-hari anda pernah dikriminalisasi, atau dituduh, difitnah, dan dianggap melakukan kejahatan. Lalu anda merasa tidak bersalah dan membantahnya, namun yang dilawan adalah kelompok besar dan kuat pengaruhnya, maka cara terbaik untuk menghadapinya adalah: berlindung di bawah kuasa Allah. Tantangan hidup adalah cara Tuhan membentuk diri kita agar lebih dewasa di dalam iman dan bukan tidak mungkin Tuhan sedang mempersiapkan anda untuk hal-hal yang lebih besar seturut kehendak-Nya.

Doa: Tuhan, jadikanlah hatiku kuat dalam menghadapi berbagai tantangan hidup dan tolonglah aku menghadapi tuduhan dan fitnahan, Amin.

Senin, 12 Oktober 2020                           

bacaan : 1 Tawarikh 16 : 23 – 27

23 Bernyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari. 24 Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuata yang ajaib di antara segala suku bangsa. 25 Sebab besar TUHAN dan terpuji sangat, dan lebih dahsyat Ia dari pada segala allah. 26 Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah berhala, tetapi Tuhanlah yang menjadikan langit. 27 Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, kekuatan dan sukacita ada di tempat-Nya.

BERSAKSI LEWAT KATA DAN NADA 

“Tunggu dulu, aku belum siap! ‘Kan masih banyak orang yang lebih layak“. Begitulah kalimat yang biasanya digunakan oleh orang yang tidak mau melakukan suatu tugas yang dibebankan kepadanya. Kalimat itu tak jarang pula ditemukan sebagai bentuk penolakan secara halus oleh mereka yang tidak bersedia menjalankan tugas pelayanan gereja. Padahal  bagi orang Kristen, bersekutu, bersaksi dan melayani adalah kewajiban dan bukan pilihan. Mengapa demikian? Tentunya karena kita telah diselamatkan oleh Allah di dalam Yesus Kristus. Jadi jika kita harus bersaksi maka tugas kita adalah membawa kabar sukacita tentang Yesus Kristus bagi semua orang. Terkadang juga banyak orang percaya yang terjebak dengan asumsi bahwa hanya mereka yang terpilih sebagai pelayan khusus yang diberi tanggung jawab mengemban tugas bersaksi, padahal sebenarnya tidak demikian. Semua orang percaya mengemban tugas itu, dan sekali lagi, itu kewajiban kita dan bukan pilihan. Bagian kitab Tawarikh ini memuat nyanyian syukur yang dikumandangkan oleh para penyanyi dibawah pimpinan Asaf. Nyanyian syukur ini berfungsi kembar yakni tertuju pada Tuhan dan juga kepada manusia. Anda berbakat menyanyi? Tunjukanlah rasa syukurmu kepada Tuhan dalam lagu karena dibalik setiap nada yang dinyanyikan, ada nafas kehidupan yang Tuhan telah berikan; anda bisa bermusik, berpuisi, bertutur, dan berdendang bahkan hanya mendengung sebagai bentuk ungkapan syukur, baik sendiri ataupun beramai-ramai. Itulah cara kita bersaksi untuk memuliakan Tuhan. “Tapi bagaimana kalau suaraku tidak merdu?”  Tak usah kuatir, karena Tuhan akan melihat ketulusan hati kita, daripada kata dan nada yang indah tapi penuh kepalsuan dan keangkuhan. Percayalah bahwa suara yang keluar dari hati yang tulus dan jujur penuh kasih sayang adalah nyanyian kehidupan yang diberkati oleh Tuhan.    

Doa: Tuhan, biarlah lidahku mengucapkan kata-kata pujian dan syukur, dan biarlah tangan dan kakiku melangkah menurut jalan-MU. Amin.

Selasa, 13 Oktober 2020                      

bacaan : Kisah Para Rasul 8 : 4 – 13

Filipus di Samaria
4 Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil. 5 Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ. 6 Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu. 7 Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan. 8 Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu. 9 Seorang yang bernama Simon telah sejak dahulu melakukan sihir di kota itu dan mentakjubkan rakyat Samaria, serta berlagak seolah-olah ia seorang yang sangat penting. 10 Semua orang, besar kecil, mengikuti dia dan berkata: "Orang ini adalah kuasa Allah yang terkenal sebagai Kuasa Besar." 11 Dan mereka mengikutinya, karena sudah lama ia mentakjubkan mereka oleh perbuatan sihirnya. 12 Tetapi sekarang mereka percaya kepada Filipus yang memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang nama Yesus Kristus, dan mereka memberi diri mereka dibaptis, baik laki-laki maupun perempuan. 13 Simon sendiri juga menjadi percaya, dan sesudah dibaptis, ia senantiasa bersama-sama dengan Filipus, dan takjub ketika ia melihat tanda-tanda dan mujizat-mujizat besar yang terjadi.

BERSAKSI TENTANG MUJIZAT ALLAH

Pekabaran Injil dari masa ke masa sejak gereja mula-mula hingga masa kini, tidaklah terlepas dari kisah-kisah mujizat yang turut menentukan perkembangan gereja di dunia. Salah satu faktor penting yang membuat orang menjadi percaya kepada berita Injil adalah karena adanya mujizat atau kejadian-kejadian luar biasa sebagai bukti kuasa Tuhan yang maha dasyat. Tentunya kita masing-masing juga memiliki pengalaman mujizat yang dimaknai sebagai tanda campur tangan Allah dalam hidup kita. Namun ironisnya, masih juga ada orang Kristen yang mengandalkan kuasa-kuasa lain di luar kuasa Tuhan, misalnya sihir atau praktik kekuatan supranatural yang dianggap bisa melindungi diri atau sebaliknya digunakan untuk mencelakakan orang lain. Ada juga yang mengandalkan “sihir modern” yakni uang dan jabatan, agar dapat memperlancar pengaruh kekuasaan dan meraih keuntungan. Bacaan Alkitab ini, menceritakan tentang Filipus dan Simon, yakni dua tokoh yang saling bertentangan. Filipus memberitakan Injil dengan kuasa Allah, sedangkan Simon mempraktikkan sihir. Namun pada akhirnya Simon takjub dengan pemberitaan Filipus dan berbalik mengikutinya. Ini menunjukkan bahwa kuasa Allah lebih besar dari segala kuasa. Saudaraku, meski masih ada orang-orang yang berlaku seperti Simon, namun kita tetap yakin bahwa kuasa Allah di dalam Yesus melebihi segalanya. Ingatlah mujizat terbesar dalam hidup kita adalah nafas kehidupan yang Tuhan anugerahkan. Lebih dari pada itu kita percaya bahwa hidup kita telah ditebus dan diselamatkan oleh Yesus Kristus. Mari bersyukur dan bersaksi tentang kuasa-Nya melalui sikap hidup kita, maka akan ada banyak jiwa yang terselamatkan dan memuliakan Tuhan

Doa:   Ya Tuhan, jadikan kami sebagai alat-Mu untuk bersaksi tentang keagungan-Mu sepanjang hidup kami. Amin.

Rabu, 14 Oktober 2020           

bacaan : Kisah Para Rasul 8 : 14 – 25

14 Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ. 15 Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus. 16 Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorangpun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. 17 Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus. 18 Ketika Simon melihat, bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, ia menawarkan uang kepada mereka, 19 serta berkata: "Berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh menerima Roh Kudus." 20 Tetapi Petrus berkata kepadanya: "Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. 21 Tidak ada bagian atau hakmu dalam perkara ini, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah. 22 Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan, supaya Ia mengampuni niat hatimu ini; 23 sebab kulihat, bahwa hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan." 24 Jawab Simon: "Hendaklah kamu berdoa untuk aku kepada Tuhan, supaya kepadaku jangan kiranya terjadi segala apa yang telah kamu katakan itu." 25 Setelah keduanya bersaksi dan memberitakan firman Tuhan, kembalilah mereka ke Yerusalem dan dalam perjalanannya itu mereka memberitakan Injil dalam banyak kampung di Samaria.

BERSAKSI DENGAN KETULUSAN DAN KEJUJURAN

Manusia memang tidak dapat dilepaskan dari keinginan apalagi keinginan yang dianggap dapat menguntungkan dirinya. Suatu keinginan pasti ada motif dibaliknya, seperti yang dialami oleh Petrus dan Yohanes ketika berhadapan dengan permintaan Simon. Simon yang takjub pada kuasa Roh Kudus hendak berkinginan memiliki kuasa Roh Kudus. Motifnya tentu tidak lain dari memiliki pengaruh kekuasaan dan ketenaran. Untuk memuluskan jalannya, maka ia memintanya dengan cara “suap”. Ternyata Simon tidak lurus hatinya menjadi pengikut Yesus. Ia menganggap Roh Kudus dapat dibeli dengan uang. Ia tidak tahu bahwa Roh Kudus hadir di setiap hati yang mau menerima dengan ketulusan sebagai anugerah Tuhan. Ia lupa bahwa menjadi pengikut Yesus berarti bersedia untuk menderita dan untuk itu Roh Kudus adalah kekuatan yang melengkapi demi pekerjaan pemberitaan Injil yang menempuh banyak resiko. Terkadang cara berpikir Simon ini masih ditemukan dalam kehidupan kita. Ada orang yang mengaku mengikuti Yesus namun punya motif tersendiri. Ada yang mengaku mau melayani Yesus namun ternyata demi pengakuan, pengaruh dan agar dihormati, atau juga motif-motif lain yang bisa lebih parah lagi, seperti  kekuasan  dan uang. Bila gereja masih ada dan terus bergumul di tengah-tengah tantangan dunia, harus diimani bahwa itu karena pekerjaan Roh Kudus. Akan berbahaya sekali bila gereja pun terseret masuk dalam motif-motif yang tidak injili. Maka sebagai warga gereja, marilah kita menjaga ketulusan hati dan menjauhi keinginan daging yang dilandasi motif kekuasan, pengaruh, dan uang. Ingatlah bahwa hidup ini adalah anugerah Tuhan, maka Tuhan tahu mana yang terbaik bagi kita sepanjang kita pun percaya dan berpengharapan di bawah tuntunan dan penyertaan-Nya.   

Doa: Ya Roh Kudus, penuhilah hati ku dengan ketulusan dan kejujuran agar aku dapat bersaksi tentang kuasa-Mu, Amin

Kamis,15 Oktober 2020        

bacaan : Kisah Para Rasul 10 : 39 – 48

39 Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu yang diperbuat-Nya di tanah Yudea maupun di Yerusalem; dan mereka telah membunuh Dia dan menggantung Dia pada kayu salib. 40 Yesus itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, dan Allah berkenan, bahwa Ia menampakkan diri, 41 bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati. 42 Dan Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi, bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati. 43 Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya." 44 Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu. 45 Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga, 46 sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. Lalu kata Petrus: 47 "Bolehkah orang mencegah untuk membaptis orang-orang ini dengan air, sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?" 48 Lalu ia menyuruh mereka dibaptis dalam nama Yesus Kristus. Kemudian mereka meminta Petrus, supaya ia tinggal beberapa hari lagi bersama-sama dengan mereka.

ROH KUDUS BERPERAN UNTUK BERSAKSI

Sesungguhnya Injil Yesus Kristus yang kita beritakan ditujukan kepada semua bangsa di dunia, artinya dapat didengar dan diimani lewat cara hidup orang-orang percaya. Sebab karya Yesus Kristus lewat kematian dan kebangkitan-Nya bertujuan untuk menyelamatkan dunia dan segala isinya. Namun demikian dibutuhkan sikap hidup dari orang percaya agar dapat dilihat dan diteladani oleh semua orang dan mereka akan memuliakan Bapa di Sorga. Dalam bacaan kita, diceriterakan tentang panggilan untuk memberitakan Injil Yesus Kristus kepada orang-orang yang berasal dari latarbelakang bukan Yahudi, yaitulah Kornelius seorang perwira pasukan Italia. Disini, Simon Petrus digelisahkan oleh kuasa Roh Kudus lewat berbagai penglihatan, agar datang  menjumpai Kornelius dan keluarganya untuk menyampaikan Injil Yesus Kristus. Bersamaan dengan itu, Kornelius juga digerakkan oleh kuasa Roh Kudus lewat penglihatannya untuk menjemput Simon Petrus di Yope. Disini, peranan kuasa Roh Kudus sangat besar, dengan menggerakkan hati Simon Petrus maupun Kornelius untuk mempertemukan mereka. Kuasa Roh Kudus menggerakan Simon Petrus untuk memberitakan Injil kepada semua orang termasuk yang bukan Yahudi dan juga menggerakkan hati Kornelius dan keluarganya untuk percaya kepada Yesus dan memberi diri dibaptis. Sebagai orang percaya, kita juga diberi tugas untuk memberitakan Inji dimana saja kita berada dan lewat berbagai tugas serta kerja kita. Mintalah selalu tuntunan kuasa Roh Kudus agar kita dikuatkan dan diberi keberanian. Tunjukkanlah dalam perkataan dan perbuatan yang baik dan benar, sehingga dapat lebih meyakinkan setiap orang akan keselamatan yang diberikan Yesus kepada semua manusia.

Doa: Tuhan jadikan kami saksi saksi-Mu dalam Roh dan kebenaran, Amin.

Jumat, 16 Oktober 2020           

bacaan Kisah Para Rasul 13 : 44 – 49

44 Pada hari Sabat berikutnya datanglah hampir seluruh kota itu berkumpul untuk mendengar firman Allah. 45 Akan tetapi, ketika orang Yahudi melihat orang banyak itu, penuhlah mereka dengan iri hati dan sambil menghujat, mereka membantah apa yang dikatakan oleh Paulus. 46 Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: "Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain. 47 Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi." 48 Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya. 49 Lalu firman Tuhan disiarkan di seluruh daerah itu.

BERITAKANLAH INJIL DALAM KATA DAN PERBUATAN

Sikap yang saling iri dan benci dalam suatu pelayanan adalah sikap yang sangat bertentangan dengan pemberitaan Injil Kristus. Dalam bacaan kita, dikatakan bahwa ketika rasul Paulus dan Barnabas berada di Antiokhia untuk memberitakan Injil Yesus Kristus, banyak orang berkumpul untuk mendengarkan mereka, bahkan hampir seluruh kota. Melihat hal itu timbullah kemarahan orang-orang Yahudi karena iri hati. Mereka marah dan menghujat serta membantah semua perkataan Paulus. Namun, semua kebencian, kemarahan, cercaan, hujatan orang-orang Yahudi yang disampaikan kepada Paulus dan Barnabas, ditanggapi dengan tenang penuh kerendahan hati dan kasih sayang. Paulus dan Barnabas menjelaskan dengan berani dan tegas bahwa Injil Yesus Kristus yang mereka beritakan bukan saja ditujukan kepada orang-orang Yahudi, tetapi kepada semua orang, dari semua suku bangsa di dunia ini, dan bagi orang-orang yang sungguh-sungguh percaya, mereka akan diselamatkan. Melihat peristiwa itu, semua orang yang hadir merasakan kasih Allah dalam diri kedua rasul itu, dan mereka dituntun oleh kuasa Roh Kudus untuk memahami apa yang disampaikan oleh Paulus dan Barnabas. Mereka semua menjadi  percaya dan Injil semakin disebarkan. Lewat pemberitan ini kita diajak untuk semakin membaharui diri, dengan tuntunan kuasa Roh Kudus agar dengan rendah hati dan penuh kasih sayang kita dapat memberitakan Injil Yesus Kristus lewat sikap dan perbuatan kita. Jika kita menghadapi berbagai tantangan seperti yang dialami oleh Paulus dan Barnabas, janganlah membalasnya dengan perbuatan yang sama, tetapi tetaplah melakukan kebaikan, sebab Tuhan Yesus Kristus yang empunya pekerjaan ini tidak akan meninggalkan kita seorang diri. Jadilah pemberita Injil dalam kata dan perbuatan.


Doa: Tuhan, jadikan kami pemberita Injil dalam kata dan perbuatan yang baik dan benar, amin

Sabtu, 17 Oktober 2020              

bacaan : Kisah Para Rasul 9 : 19.b – 25

Saulus dalam lingkungan saudara-saudara
19 Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya. (9-19b) Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik. 20 Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah. 21 Semua orang yang mendengar hal itu heran dan berkata: "Bukankah dia ini yang di Yerusalem mau membinasakan barangsiapa yang memanggil nama Yesus ini? Dan bukankah ia datang ke sini dengan maksud untuk menangkap dan membawa mereka ke hadapan imam-imam kepala?" 22 Akan tetapi Saulus semakin besar pengaruhnya dan ia membingungkan orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik, karena ia membuktikan, bahwa Yesus adalah Mesias. 23 Beberapa hari kemudian orang Yahudi merundingkan suatu rencana untuk membunuh Saulus. 24 Tetapi maksud jahat itu diketahui oleh Saulus. Siang malam orang-orang Yahudi mengawal semua pintu gerbang kota, supaya dapat membunuh dia. 25 Sungguhpun demikian pada suatu malam murid-muridnya mengambilnya dan menurunkannya dari atas tembok kota dalam sebuah keranjang.

BERUBAHLAH OLEH PEMBARUAN BUDIMU

“Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya”, sebuah peribahasa yang mengingatkan kita bahwa ketika kita melakukan suatu kesalahan, misalnya: berbohong atau berbuat jahat, maka seumur hidup orang tidak akan mempercayai kita. Hal inilah yang terjadi dalam kehidupan Rasul Paulus, yang bernama Saulu sebelum ia bertobat. Saulus dikenal sebagai seorang yang sangat kejam dan membenci serta bertindak menghancurkan semua orang yang percaya kepada Yesus. Tetapi Tuhan Yesus bertindak untuk mengubah hidupnya dan setelah bertobat dan percaya kepada Yesus Paulus ikut bersama-sama dengan para rasul lain untuk memberitakan Injil Yesus Kristus. Namun demikian, orang-orang Yahudi di Damsyik masih tetap meragukan Saulus (Paulus) dan bahkan mereka menyiapkan strategi untuk membunuhnya (ay.23). Yang menarik adalah dalam setiap tantangan yang dihadapi oleh Saulus, selalu nyata pertolongan Tuhan. Dia dibebaskan dari rencana pembunuhan di Damsyik karena para murid Yesus menurunkannya dari atas tembok kota dalam sebuah keranjang (ay.25) dan Barnabas membantu memperkenalkan  dan meyakinkan kepada rasul-rasul bahwa Saulus telah berubah sejak berjumpa dengan Yesus. Memang tidak gampang meyakinkan orang untuk mempercayai dan menerima kita, jika kita pernah melakukan kesalahan, namun yang harus diyakini adalah ketika kita memutuskan untuk bertobat dan mengubah hidup kita maka pasti Tuhan Yesus akan selalu menyertai kita. Yesus melihat hati kita dan IA akan melindungi kita dihadapan setiap orang yang masih meragukan dan tidak menerima kita. Yang harus kita ingat adalah bahwa dalam kehidupan keluarga, jika ada seorang yang melakukan kesalahan, ampunilah dia dan tolonglah dia untuk bertobat dan berubah. Jika ia sudah berubah terimalah dia dan hargailah semua yang ia lakukan.

Doa: Tuhan, tolonglah kami untuk saling mengampuni dan menerima ketika ada yang berbuat salah, Amin.

*sumber : SHK bulan Oktober 2020 LPJ-GPM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

John Brown Womens Jersey