Santapan Harian Keluarga, 24 – 30 Januari 2021

jemaatgpmsilo.org

Tema Mingguan : ” Kasih Allah Tidak Berkesudahan

Minggu, 24 Januari 2021     

bacaan : Yeremia 31 : 1 – 14

Perjanjian baru

"Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan menjadi Allah segala kaum keluarga Israel dan mereka akan menjadi umat-Ku. 2 Beginilah firman TUHAN: Ia mendapat kasih karunia di padang gurun, yaitu bangsa yang terluput dari pedang itu! Israel berjalan mencari istirahat bagi dirinya! 3 Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu. 4 Aku akan membangun engkau kembali, sehingga engkau dibangun, hai anak dara Israel! Engkau akan menghiasi dirimu kembali dengan rebana dan akan tampil dalam tari-tarian orang yang bersukaria. 5 Engkau akan membuat kebun anggur kembali di gunung-gunung Samaria; ya, orang-orang yang membuatnya akan memetik hasilnya pula. 6 Sungguh, akan datang harinya bahwa para penjaga akan berseru di gunung Efraim: Ayo, marilah kita naik ke Sion, kepada TUHAN, Allah kita! 7 Sebab beginilah firman TUHAN: Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah tentang pemimpin bangsa-bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah: TUHAN telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel! 8 Sesungguhnya, Aku akan membawa mereka dari tanah utara dan akan mengumpulkan mereka dari ujung bumi; di antara mereka ada orang buta dan lumpuh, ada perempuan yang mengandung bersama-sama dengan perhimpunan yang melahirkan; dalam kumpulan besar mereka akan kembali ke mari! 9 Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi bapa Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku. 10 Dengarlah firman TUHAN, hai bangsa-bangsa, beritahukanlah itu di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan Israel akan mengumpulkannya kembali, dan menjaganya seperti gembala terhadap kawanan dombanya! 11 Sebab TUHAN telah membebaskan Yakub, telah menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat dari padanya. 12 Mereka akan datang bersorak-sorak di atas bukit Sion, muka mereka akan berseri-seri karena kebajikan TUHAN, karena gandum, anggur dan minyak, karena anak-anak kambing domba dan lembu sapi; hidup mereka akan seperti taman yang diairi baik-baik, mereka tidak akan kembali lagi merana. 13 Pada waktu itu anak-anak dara akan bersukaria menari beramai-ramai, orang-orang muda dan orang-orang tua akan bergembira. Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, akan menghibur mereka dan menyukakan mereka sesudah kedukaan mereka. 14 Aku akan memuaskan jiwa para imam dengan kelimpahan, dan umat-Ku akan menjadi kenyang dengan kebajikan-Ku, demikianlah firman TUHAN.

KASIH ALLAH TIDAK BERKESUDAHAN

Tema pelayanan sepanjang minggu ini adalah ” Kasih Allah tidak berkesudahan”. Tema ini menyaksikan cinta kasih Allah yang besar kepada umat pilihan Israel sebagaimana kesaksian nabi Yeremia dalam bacaan firman Tuhan di hari ini. Tuhan Allah kembali menegaskan janji pemulihan kepada umat Israel ketika mereka hidup dalam pembuangan di Babel. Hidup sebagai tawanan yang seakan tidak punya harapan dan masa depan yang baik tentu membuat umat Israel hidup dalam keputusasaan. Namun yang berjanji adalah Tuhan Allah yang punya segalanya. Dialah yang mengatur seluruh kehidupan manusia. Diapun yang mendidik Israel dengan pembuangan ke Babel. Namun kasih-Nya tidak pernah berubah dan berkesudahan. Tinggal saja umat Israel menjawab janji pemulihan Tuhan Allah bagi kehidupan mereka. Apakah mereka yakin dan percaya serta mau keluar dari keterpurukan hidup di pembuangan Babel menuju kehidupan baru yang dibarui dan dipulihkan. Israel harus menjawab melalui sikap dan perilaku hidup mereka yang selalu setia dan taat kepada Allah. Begitupun kita sekeluarga yang bersyukur atas kasih setia Tuhan yang terus menuntun, menyertai dan memberkati kehidupan kita sampai di tahun 2021 ini. Walaupun kita menghadapi berbagai tantangan dan masalah bahkan ancaman virus Covid 19 yang entah kapan berakhir, namun penyertaan Allah dalam Kristus selalu nyata dalam kehidupan kita semua. Untuk itu pengharapan dan ketergantungan kita kepada Tuhan mesti menjadi hal yang mutlak dan penting terwujud setiap saat dalam kehidupan kita melalui sikap dan perilaku setia dan taat kepada Tuhan.

Doa: Terima kasih Tuhan untuk kasih setia-Mu yang tidak pernah berkesudahan dalam kehidupan kami. Amin. –

Senin, 25 Januari 2021      

bacaan : Nahum 1 : 7 – 8

7 TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya 8 dan menyeberangkan mereka pada waktu banjir. Ia menghabisi sama sekali orang-orang yang bangkit melawan Dia, dan musuh-Nya dihalau-Nya ke dalam gelap.

TUHAN ITU BAIK BAGI ORANG YANG PERCAYA

Tuhan itu baik, demikianlah pernyataan firman Tuhan di hari ini saat kita akan melakukan seluruh aktivitas kita. Hal ini penting untuk kita renungkan bersama sebagai sebuah pernyataan yang memberi sukacita di tengah kedukaan, harapan ditengah keputusasaan, kesembuhan ditengah penderitaan sakit, kehidupan kekal ditengah ancaman kematian. Oleh penulis digambarkan kebaikan Tuhan yang tidak pernah berkesudahan dan memberi tempat untuk berlindung dari ancaman marabahaya yang dihadapi umat serta memberi melepaskan kepada mereka dari segala beban dan kepenatan hidup. Sekalipun umat tidak setia serta berdosa kepada Tuhan namun hal itu tidak menyurutkan cinta kasih dan kebaikan Tuhan. Bahkan dalam didikan Tuhan, nyata kasih sayang-Nya yang selalu menuntun umat agar mereka mau berbalik dan bertobat. Demikianpun halnya dengan kehidupan kita sekeluarga yang selalu menikmati kebaikan Tuhan sampai di tahun 2021. Kita dapat melewati berbagai masalah, tantangan karena pemeliharaan dan penjagaan Tuhan. IA menjadi tempat perlindungan dan pengungsian bagi kita ketika ancaman alam ini dengan gempa bumi serta pandemi Covid-19. Kalaupun semua kenyataan ini harus kita hadapi, kita yakin bahwa Tuhan mengijinkannya sebagai cara mendidik kita untuk menjadi anak-anak Tuhan yang setia dan taat kepada-Nya. Menjadi keluarga Allah yang selalu membangun persekutuan dengan-Nya sebagai kekuatan satu-satunya dalam kehidupan kita. Yakinlah bahwa kebaikan Tuhan selalu memberikan kedamaian dan ketentraman bagi kita semua.

Doa: Kami bersyukur atas kebaikanMu Tuhan yang selalu memberikan harapan dan sukacita dalam kehidupan kami. Amin.-

Selasa, 26 Januari 2021   

bacaan : Yesaya 49 : 14 – 17

14 Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku." 15 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. 16 Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku. 17 Orang-orang yang membangun engkau datang bersegera, tetapi orang-orang yang merombak dan merusak engkau meninggalkan engkau.

KITA TERLUKIS DI TELAPAK TANGAN TUHAN

Ditengah berbagai tantangan dan persoalan yang hadapi oleh umat Israel saat mereka ada dalam pembuangan di Babel, betapa bahagianya ketika Tuhan mengatakan bahwa masing-masing mereka terlukis dalam tangan Tuhan. Penegasan ini menggambarkan betapa berharganya kehidupan umat Israel bersama dengan Allah. IA sangat mengasihi dan mencintai mereka. Walaupun mereka tidak setia dan taat kepada-Nya dengan berperilaku hidup yang membelakangi-Nya. Namun cinta kasih Tuhan yang tak berbatas itu selalu hadir dan nyata dalam kehidupan umat. Cinta kasih Tuhan yang tidak dapat dibanding dengan cinta kasih seorang manusia, sekalipun cinta kasih seorang ibu kepada bayinya. Umat Israel diminta untuk sungguh-sungguh memaknai cinta kasih Tuhan dalam seluruh kehidupan mereka yang terwujud melalui sikap hidup yang taat dan setia kepada Tuhan. Mereka tidak perlu bimbang, ragu dan takut menghadapi berbagai tantangan dan persoalan bahkan ancaman dalam kehidupan mereka sebab tangan Tuhan selalu menuntun, menyertai dan memberkati mereka. Pun kita sebagai umat Israel masa kini saat menjalani hari-hari hidup di tahun 2021,  tetap yakin dan percaya akan perlindungan dan penjagaan Tuhan bagi kehidupan kita sekeluarga. Tuhan tidak akan membiarkan kita binasa oleh kekuatan dan ancaman dunia dan alam ini dengan segala persoalan serta tantangan, sebab kita semua terlukis dalam tangan kasih Tuhan. Hal tersebut hendak menyemangati kita untuk tetap hidup dalam pengharapan serta setia dan taat kepada perintah dan kehendak Tuhan. Sehingga apapun kondisi dan keadaan kita bahkan ancaman virus Covid 19 sekalipun, kita tetap yakin dan percaya akan kuasa Tuhan yang penuh kasih dan keajaiban selalu nyata dalam kehidupan kita.

Doa:  Terima kasih Tuhan bahwa Engkau selalu melukis kami ditelapak tangan KasihMU, amin

Rabu, 27 Januari 2021  

bacaan : Mazmur 86 : 14 – 17

14 Ya Allah, orang-orang yang angkuh telah bangkit menyerang aku, dan gerombolan orang-orang yang sombong ingin mencabut nyawaku, dan tidak mempedulikan Engkau. 15 Tetapi Engkau, ya Tuhan, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih dan setia. 16 Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, berilah kekuatan-Mu kepada hamba-Mu, dan selamatkanlah anak laki-laki hamba-Mu perempuan! 17 Lakukanlah kepadaku suatu tanda kebaikan, supaya orang-orang yang membenci aku melihat dengan malu, bahwa Engkau, ya TUHAN, telah menolong dan menghiburkan aku.

BERLINDUNGLAH DALAM KASIH TUHAN

Pengalaman pemazmur Daud ketika menghadapi para lawannya, orang-orang yang membencinya, ia tidak membalas dengan cara yang sama, namun ia meminta perlidungan dan penjagaan Tuhan. Raja Daud sangat memahami bahwa penghakiman itu adalah merupakan hak Tuhan. Ketika Tuhan membalas dalam kemahakuasaan-Nya, maka para lawan dan orangorang yang membenci Daud menjadi malu akan semua yang Tuhan atur dan nyatakan bagi mereka. Sebuah keteladan bagi kita sekeluarga ketika dalam menjalani hari-hari hidup sampai di tahun 2021 ini masih saja ada orang yang membenci dan memusuhi kita. Sebagai manusia terkadang kita terperangkap dan terpancing untuk membalas dengan cara yang sama. Membalas kejahatan dengan kejahatan, kebencian dengan kebencian, seakan rasa sakit hati kita terbalaskan. Padahal ketika hal tersebut kita lakukan, bukannya menyelesaikan masalah tetapi menambah masalah. Kebencian dan dendam terus berkepanjangan. Namun cara dan teladan Daud dengan meminta perlindungan dari Tuhan dengan tangan kasih-Nya yang ajaib, maka kita akan terhindar dari segala ancaman mereka yang membenci kita. Ketika kita membalas dengan cinta kasih Tuhan maka Tuhan akan menyatakan kuasa-Nya kepada mereka. Tujuannya juga agar mereka sadar dan bertobat untuk mewujudkan hidup dalam kebersamaan yang diberkati Tuhan sebagai kesaksian kita bagi dunia dan semua orang.

Doa: Tuhan lindungi kami dari mereka yang membenci kami. Amin.-

Kamis, 28 Januari 2021         

bacaan : Mikha 7 : 18

18 Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia?

BESAR KASIH SETIA TUHAN

Jika barang berharga yang kita miliki seperti cincin emas menjadi rusak, pasti akan segera kita perbaiki, sebab cincin emas itu adalah barang yang sangat berharga dan bernilai. Demikianlah kehidupan umat Allah didalam kasih Tuhan, walaupun dalam gambaran Mikha, mereka adalah umat yang telah berdosa kepada Allah, dan bahwa hukuman Allah pasti akan menimpa mereka, namun ia juga menggambarkan bahwa kasih Allah jauh melebihi penghukuman-Nya. Kasih Allah yang mau mengampuni dan membarui hidup umat-Nya yang bersalah. Seperti itulah kehidupan kita orang percaya di mata Tuhan kita Yesus Kristus. Hidup kita  sangat bernilai dan sangat berharga, karena itu Tuhan Yesus menebus hidup kita dengan darah-Nya yang mahal dan memelihara hidup kita umat-Nya dengan cinta dan kasih-Nya. Dia bersedia untuk menerima kita dan mau memerbaiki kesalahan dan mengampuni dosa kita umat-Nya. Dan karena itu sepatutnya kita mensyukuri kasih dan anugerah Tuhan yang besar itu, yang menjadikan kita milik-Nya yang berharga, bahkan lebih bernilai dari pada emas dan permata itu. Di mata Tuhan hidup kita sangat berharga dan bernilai dan kasih-Nya kepada kita adalah juga lebih besar nilainya dari emas permata. Marilah kita memelihara kasih karunia Tuhan Yesus, yang menurut Rasul Paulus, telah kita terima secara cuma cuma. Setiap orang percaya yang telah diselamatkan dari dosa dan kesalahan jangan melakukan dosa dan kesalahan lagi, jauhilah segala perbuatan dosa, hormatilah dan hargailah seorang akan yang lain.Jangan bangga dan sombong pada prestasi dan kelebihan kita, tetapi jadikanlah prestasi dan kelebihan sebagai kemuliaan Tuhan dan syukurilah dalam seluruh aktifitas hidup dan karya.

Doa: Tuhan, kami bersyukur, Kau jadikan kami berharga dimata-Mu, Amin.

Jumat, 29 Januari 2021      

bacaan : Nehemia 9 : 16 – 25

16 Tetapi mereka, nenek moyang kami itu, bertindak angkuh dan bersitegang leher dan tidak patuh kepada perintah-perintah-Mu. 17 Mereka menolak untuk patuh dan tidak mengingat perbuatan-perbuatan yang ajaib yang telah Kaubuat di antara mereka. Mereka bersitegang leher malah berkeras kepala untuk kembali ke perbudakan di Mesir. Tetapi Engkaulah Allah yang sudi mengampuni, yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya. Engkau tidak meninggalkan mereka. 18 Bahkan, ketika mereka membuat anak lembu tuangan dan berkata: 'Inilah Allahmu yang menuntun engkau keluar dari Mesir!', dan berbuat nista yang besar, 19 Engkau tidak meninggalkan mereka di padang gurun karena kasih sayang-Mu yang besar. Tiang awan tidak berpindah dari atas mereka pada siang hari untuk memimpin mereka pada perjalanan, begitu juga tiang api pada malam hari untuk menerangi jalan yang mereka lalui. 20 Dan Engkau memberikan kepada mereka Roh-Mu yang baik untuk mengajar mereka. Juga manna-Mu tidak Kautahan dari mulut mereka dan Engkau memberikan air kepada mereka untuk melepaskan dahaga. 21 Empat puluh tahun lamanya Engkau memberikan mereka makan di padang gurun. Mereka tidak berkekurangan, pakaian mereka tidak rusak, dan kaki mereka tidak bengkak. 22 Engkau menyerahkan kepada mereka kerajaan-kerajaan dan bangsa-bangsa dan membagikan itu kepada mereka sebagai daerah perbatasan, sebab mereka duduki tanah dari Sihon, raja negeri Hesbon dan tanah dari Og, raja negeri Basan. 23 Engkau membuat anak-anak mereka menjadi banyak seperti bintang-bintang di langit dan membawa mereka ke tanah yang Kausuruh kepada nenek moyang mereka untuk dimasuki dan diduduki. 24 Lalu anak-anak itu memasuki dan menduduki tanah itu dan Engkau menundukkan di hadapan mereka penduduk tanah itu, yakni orang-orang Kanaan, dan menyerahkan orang-orang itu, baik raja-raja mereka, maupun bangsa-bangsa tanah itu, ke tangan mereka, supaya orang-orang itu diperlakukan sekehendak hati mereka. 25 Mereka merebut kota-kota yang berkubu dan tanah yang subur. Mereka merampas rumah-rumah yang penuh berisi berbagai-bagai barang baik, tempat-tempat air pahatan, kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun dan pohon-pohon buah-buahan dalam jumlah yang sangat banyak. Mereka makan dan menjadi kenyang dan gemuk. Mereka hidup mewah karena kebaikan-Mu yang besar.

INGATLAH AKAN KASIH SETIA TUHAN

Kecendrungan manusia adalah cepat melupakan kebaikan orang lain, tetapi lambat melupakan keburukan mereka. Ibarat “kacang lupa kulit”, demikianlah kehidupan nenek moyang bangsa Israel yang digambarkan oleh Nehemia. Mereka digambarkan melupakan semua kebaikan Tuhan Allah yang telah membebaskan mereka dari penindasan di Mesir, dan Allah yang telah menyertai perjalanan mereka di padang gurun. Bahkan ketika mereka bertindak dengan angkuh dan sombong dan melakukan pelanggaran dengan membuat anak lembu tuangan dan berkata: “Inilah allahmu yang menuntun engkau keluar dari Masir” (ay.18), Tuhan Allah pun bersedia untuk mengampuni perbuatan dosa mereka. Karena itu Nehemia mengajak umat Israel untuk berdoa dan memohon pengampunan kepada Allah, memohon belas kasihan Allah agar hidup mereka kembali dipulihkan dan mereka dapat memiliki masa depan yang lebih baik. Kehidupan orang Israel tidak jauh berbeda dengan kehidupan kita, orang-orang percaya di saat ini, yang cendrung melupakan kebaikan Tuhan dikala senang, bahagia dan sukses, padahal semua itu adalah anugerah dan pemberian Tuhan. Sesungguhnya sebagai orang percaya, hidup kita adalah “ekklesia”, orang-orang yang telah diangkat keluar dari kegelapan kepada terang yang ajaib, karena itu hendaklah hidup kita melimpah dengan rasa syukur , mengingat kasih setia Tuhan yang tak berhingga dan selalu setia melakukan kehendak-Nya. Tuhan Yesus akan selalu menyertai dan memberkati hidup kita ketika kita bergantung dan berharap hanya kepada-Nya

Doa:  Tuhan, trima kasih untuk kasih setia-Mu yang kami alami sepanjang hidup ini, amin

Sabtu, 30 Januari 2021

bacaan : Mazmur 109 : 21 – 31

21 Tetapi Engkau, ya ALLAH, Tuhanku, bertindaklah kepadaku oleh karena nama-Mu, lepaskanlah aku oleh sebab kasih setia-Mu yang baik! 22 Sebab sengsara dan miskin aku, dan hatiku terluka dalam diriku; 23 aku menghilang seperti bayang-bayang pada waktu memanjang, aku dikebutkan seperti belalang. 24 Lututku melentuk oleh sebab berpuasa, dan badanku menjadi kurus, habis lemaknya. 25 Aku telah menjadi cela bagi mereka; melihat aku, mereka menggelengkan kepalanya. 26 Tolonglah aku, ya TUHAN, Allahku, selamatkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu, 27 supaya mereka tahu, bahwa tangan-Mulah ini, bahwa Engkaulah, ya TUHAN, yang telah melakukannya. 28 Biar mereka mengutuk, Engkau akan memberkati; biarlah lawan-lawanku mendapat malu, tetapi hamba-Mu ini kiranya bersukacita. 29 Biarlah orang-orang yang mendakwa aku berpakaikan noda, dan berselimutkan malunya sebagai jubah. 30 Aku hendak bersyukur sangat kepada TUHAN dengan mulutku, dan aku hendak memuji-muji Dia di tengah-tengah orang banyak. 31 Sebab Ia berdiri di sebelah kanan orang miskin untuk menyelamatkannya dari orang-orang yang menghukumnya.

SERAHKANLAH SEGALA PERSOALANMU PADA TUHAN

Kata orang, “fitnah lebih kejam dari pembuhuhan”, karena fitnah adalah juga perbuatan pembunuhan karakter dengan menyebarkan berita bohong dan mencemarkan nama baik seseorang. Hal ini yang dialamai oleh Daud ketika menghadapi berbagai perbuatan jahat dari orang-orang yang memusuhinya, antara lain Saul. Walaupun demikian Daud tidak berniat sedikitpun untuk membalas dengan perbuatan yang sama, tetapi dia memilih untuk membawa seluruh kegelisahan hati dan kekecewaannya hanya kepada Allah dalam doanya. Doa itu diungkapkan dengan berharap bahwa Tuhanlah yang akan membalas semua perbuatan orang-orang yang sudah menyakitinya dengan fitnahan. Daud sangat meyakini bahwa Allah yang dia percaya adalah Allah yang berpihak kepada keadilan dan kebenaran, dan Allah yang akan bertindak untuk membela dan menyelamatkan orang-orang yang tertindas atas perbuatan jahat sesamanya. Bagaiman kita menghadapi kecendrungan orang-orang yang senang menebar fitnah dan merancangkan jahat bagi sesamanya. Seringkali kita tidak sabar, cenderung marah dan sakit hati, serta melakukan pembalasan dengan perbuatan yang sama. Jika demikian apa bedanya kita dengan mereka? Hari ini kita diingatkan dengan Firman Tuhan, bahwa pembalasan itu hak Tuhan, serahkanlah segala kegelisahanmu, dan persoalanmu untuk diselesaikan oleh Tuhan dan percayalah bahwa Ia akan bertindak. Janganlah membalas yang jahat dengan jahat, tetapi balaslah yang jahat dengan kebaikan, sebab itulah yang dikehendaki oleh Yesus Tuhan kita. 

Doa: Tuhan selamatkanlah kami sesuai dengan kasih setia-Mu, Amin.

*Sumber : SHK BUlan Januari 2021, LPJ-GPM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

John Brown Womens Jersey