Santapan Harian Keluarga, 31 Jan – 6 Feb 2021

jemaatgpmsilo.org

Tema Mingguan : “Allah Mengetahui segala Sesuatu

Minggu, 31 Januari 2021  

bacaan : Mazmur 139 : 1 – 12

Doa di hadapan Allah yang maha tahu

Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; 2 Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. 3 Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. 4 Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN. 5 Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku. 6 Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya. 7 Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? 8 Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau. 9 Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, 10 juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku. 11 Jika aku berkata: "Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam," 12 maka kegelapanpun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang.

ALLAH MENGETAHUI SEGALA SESUATU

Kita akan mengakhiri perjalanan hidup di bulan yang pertama dengan rasa syukur. Apapun yang kita alami tak pernah lepas dari pengetahuan Allah. Ketika menghadapi berbagai persoalan dalam tugasnya, Daud mempercayakan semua persoalannya kepada Allah dalam doanya. Bagi Daud, ia menyampaikan doanya kepada Allah yang maha tahu, dengan meyakini bahwa apa yang ia pikirkan, apa yang ia katakana dan apa yang ia kerjakan, semuanya diketahui oleh allah, bahkan sebelum lidahnya mengeluarkan perkataan-pun, Allah telah mengetahuinya. Pengetahuan Allah bahkan melebihi batas pengetahuannya sebagai manusia: “Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya” (ay.6). Itulah pernyataan iman Daud dalam doanya kepada Allah. Mazmur ini mengingatkan kita bahwa Allah kita, Tuhan Yesus Kristus sangat mengenal kita, Ia mengetahui apa yang ada pada kita dan Ia sangat peduli dengan keberadaan kita. Ia mengetahui saat kita duduk, berjalan, dan berbaring. Hal itu berarti bahwa kapanpun dan dimanapun kita berada, Tuhan selalu menyertai dan mengawasi kita. Setiap gerakan kita tak pernah lepas dari pengamatan Tuhan, termasuk apa yang ada di pikiran kita dan niat hati kita. Oleh sebab itu, bukalah diri dihadapan Tuhan, serahkanlah semua persoalanmu  untuk diselesaikan oleh Tuhan, sebab Ia mengetahui segala keberadaan kita. Kita akan mengakhiri bulan yang pertama dan akan melanjutka perjalanan kita di bulan yang kedua. Allah yang Maha tahu akan tetap menyertai kita sebab Ia tau apa yang kita perlukan. Bersyukurlah selalu  dan muliakan Dia dalam hidupmu, hari ini dan selamanya.

Doa: Tuhan, Engau menyelidiki dan mengenal aku, segala jalanku Kau maklumi, tuntunlah aku dijalanku, Amin.

Senin, 01 Februari 2021     

bacaan : Mazmur 139 : 13 – 18

13 Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. 14 Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. 15 Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; 16 mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya. 17 Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya! 18 Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pada pasir. Apabila aku berhenti, masih saja aku bersama-sama Engkau.

KITA BERHARGA DI MATA TUHAN

Setiap manusia diciptakan oleh Tuhan Allah menurut “gambar dan rupa-Nya”, dan masing-masing orang dengan keunikannya. Pemazmur katakan:“Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku” (ay.13). Kalaupun tiap-tiap orang memiliki kondisi tubuh (warna kulit, rambut, wajah, tinggi badan) yang beragam, juga sifat, karakter, hobi, dan jenis kelamin, yang berbeda, namun semua itu menampakkan keagungan Tuhan yang telah menenunnya sejak dalam kandungan. Oleh sebab itu pemazmur tetap bersyukur dan mengagungkan Tuhan sebab katanya: “Aku bersyukur kepada-Mu, oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib….”(ay.14.a). Hal ini menunjukkan bahwa jalan hidup kita bukanlah suatu kebetulan, tetapi semuanya terjadi dalam pengetahuan Allah dari awal, ketika dibentuk dalam rahim ibu, sampai akhir, ketika meninggalkan dunia ini. Allah bukan sekedar mengetahui, tetapi Allah telah merencanakan hidup kita. Setiap orang begitu berharga di mata Allah, sehingga IA membekali tiap orang dengan berbagai potensi, yang kemudian harus dikembangkan dan digunakan untuk memuliakan Nama Tuhan. Seringkali kita jumpai bahwa, ada orang yang menyesali dirinya, bahkan berpikir bahwa tubuhnya “tidak sempurna” dan tidak sesuai dengan standart umum yang digunakan untuk menilai kecantikan, ketampanan, kepandaian, dan sebagainya. Padahal ketika Allah menciptakan kita, IA melihat semuanya baik adanya. Oleh sebab itu hendaklah kita bersyukur dan memuliakan Tuhan Allah dengan tubuh kita, dengan pikiran, tutur kata dan perbuatan kita, dengan semua potensi yang dianugerahkan Tuhan kepada kita. Sebab di mata Allah, hidup kita sangat berarti dan berharga bagi kemuliaan-Nya. Sejalan dengan itu, hendaklah kita pun menghargai hidup orang lain dan tidak merancangkan sesuatu yang jahat bagi hidup mereka. Ingatlah bahwa hidup kita sangat berharga di mata Allah.

Doa:  Tuhan, ajarlah kami untuk menghargai hidup pemberian-Mu, Amin

Selasa, 02 Februari 2021     

bacaan : Mazmur 139 : 19 – 24

19 Sekiranya Engkau mematikan orang fasik, ya Allah, sehingga menjauh dari padaku penumpah-penumpah darah, 20 yang berkata-kata dusta terhadap Engkau, dan melawan Engkau dengan sia-sia. 21 Masakan aku tidak membenci orang-orang yang membenci Engkau, ya TUHAN, dan tidak merasa jemu kepada orang-orang yang bangkit melawan Engkau? 22 Aku sama sekali membenci mereka, mereka menjadi musuhku. 23 Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; 24 lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!

HIDUP DALAM PENYERAHAN DIRI KEPADA ALLAH

Hidup dalam penyerahan diri kepada Allah adalah wujud respons setiap orang percaya yang telah mengalami kasih dan penyertan Tuhan dalam hidupnya.Dalam penyerahan diri dibutuhkan sikap iman yang sungguh dan kerelaan untuk membuka diri dihadapan Tuhan.“Selidikilah aku ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal” (ay.23-24). Itulah pengakuan pemazmur dalam doanya dihadapan Allah yang Maha Tahu. Pemazmur yang adalah Daud merendahkan dirinya di hadapan Tuhan dan menyapa Tuhan sebagai Allah yang Maha Tahu. Allah yang mengetahui semua keberadaan hidupnya, oleh sebab itulah pemazmur menyerahkan hidupnya untuk dituntun oleh Tuhan. Pemazmur membuka dirinya untuk diselidiki oleh Tuhan, ia meminta Tuhan menyelidiki hatinya, supaya hidupnya tidak menyimpang dari apa yang Tuhan kehendaki. Ia meminta Tuhan menguji pikiran-pikirannya, dan menuntun dia dijalan yang berkenan bagi Allah. Sesungguhnya itulah penyerahan diri yang total, sebab tidak ada yang tersembunyi di hadapan Allah yang Maha Tahu. Bagaimana dengan kita, ketika menghadapi berbagai persoalan hidup, ketika kita merasakan seakan-akan tidak ada jalan keluar? Kemana kita meminta pertolongan? Bagi setiap orang percaya, pertolongan yang utama adalah menyerahkan seluruh hidup dan persoalannya ke dalam tangan Tuhan yang Maha Tahu. Berdoalah kepada Tuhan, mintalah Tuhan Allah menyelidiki hati dan pikiran, mintalah pengampunan jika hati dan pikiran tidak menuruti kehendak-Nya dan serahkanlah semuanya untuk dituntun dan dibaharui oleh Tuhan. Dengan demikian kita akan mengalami ketentraman dan kedamaian, sebab Tuhan Yang Maha Tahu itu akan menyelesaikannya bagi kita. Dan jika Tuhan Allah sudah menyelesaikan semua persoalan hidup kita, bersyukurlah kepada-Nya dan terus berserah hanya kepada Tuhan, jangan pernah berpaling daripada-Nya, sebab IA yang melakukannya setia.

Doa: Tuhan, hanyalah kepada-Mu kami berserah, tuntunlah kami kejalan yang benar, Amin.

Rabu, 03 Februari 2021     

bacaan : Yohanes 5 : 1 – 9

Penyembuhan pada hari Sabat di kolam Betesda

Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem. 2 Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya 3 dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu. 4 Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya. 5 Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. 6 Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?" 7 Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku." 8 Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah." 9 Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.

YESUS TAHU DAN BERTINDAK MENYEMBUHKAN

Seringkali orang menjadi kecewa dan putus asa, ketika menghadapi kesulitan dan tidak ada pertolongan. Itulah yang dialami oleh seseorang yang telah menderita sakit selama kurang lebih 38 tahun. Ia menanti untuk mendapatkan penyembuhan dan tidak disebutkan berapa lama ia sudah terbaring di tepi kolam Bethesda, tetapi tidak berhasil untuk masuk kedalam kolam itu karena tidak ada orang yang bersedia membantu dia. Ternyata orang-orang sakit ini harus berjuang seorang diri untuk terjun masuk lebih dahulu kedalam kolam Bethesda ketika air kolam itu bergoncang. Ada suatu kepercayaan bahwa sewaktu-waktu ketika malaekat Tuhan turun dan menggoncangkan kolam itu dan barangsiapa yang lebih dulu masuk kedalam air itu dia akan sembuh. Hal ini berarti kesembuhan hanya dimiliki oleh orang-orang yang lebih kuat. Ternyata Tuhan Yesus mengetahui apa yang dirasakan oleh orang sakit itu, IA mengetahui perasaan hatinya, kekuatiran dan kecemasannya, dan Yesus  bertindak untuk menolongnya. “Maukah engkau sembuh?” itulah pertanyaan Yesus. Pertanyaan ini sesungguhnya mempertanyakan iman dan pengharapan setiap orang percaya, apakah mereka berharap kepada Allah ataukah kepada kekuatan yang lain. Bagaimana dengan kita, jika pertanyaan ini ditujukan kepada kita? Pasti setiap orang yang menderita sakit, atau mengalami berbagai permasalahan hidup merindukan untuk sembuh dan bebas dari segala permasalahan itu.Tetapi persoalannya adalah, apakah kita percaya dan berharap hanya kepada Yesus, Tuhan Yang Maha Tahu?Renungkanlah itu ketika saudara menghadapi saat-saat yang sulit, ketika terbaring sakit dan ketika menemui jalan buntu. Percayalah bahwa Yesus, Tuhan kita adalah Allah yang Maha Tahu, Dia-lah yang akan bertindak memberi pertolongan, asalkan kita terus berharap dan percaya hanya kepada-Nya.

Doa: Tuhan Yesus, Kau tahu semua yang ku alami, tolonglah selamatkan aku, Amin

 

Kamis, 04 Februari 2021       

bacaan : Pengkhotbah 11 : 1 – 8

Pedoman-pedoman hikmat

Lemparkanlah rotimu ke air, maka engkau akan mendapatnya kembali lama setelah itu. 2 Berikanlah bahagian kepada tujuh, bahkan kepada delapan orang, karena engkau tidak tahu malapetaka apa yang akan terjadi di atas bumi. 3 Bila awan-awan sarat mengandung hujan, maka hujan itu dicurahkannya ke atas bumi; dan bila pohon tumbang ke selatan atau ke utara, di tempat pohon itu jatuh, di situ ia tinggal terletak. 4 Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai. 5 Sebagaimana engkau tidak mengetahui jalan angin dan tulang-tulang dalam rahim seorang perempuan yang mengandung, demikian juga engkau tidak mengetahui pekerjaan Allah yang melakukan segala sesuatu. 6 Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik. 7 Terang itu menyenangkan dan melihat matahari itu baik bagi mata; 8 oleh sebab itu jikalau orang panjang umurnya, biarlah ia bersukacita di dalamnya, tetapi hendaklah ia ingat akan hari-hari yang gelap, karena banyak jumlahnya. Segala sesuatu yang datang adalah kesia-siaan.

ALLAH  TAHU DAN MEMBERKATI APA YANG KITA LAKUKAN

“Hidup ini adalah kesempatan,…..jangan sia-siakan waktu yang Tuhan b’ri”, sepotong bait lagu ini mengingatkan kita bahwa hidup kita adalah pemberian atau anugerah Tuhan, Tuhan memberi kita kesempatan untuk hidup dan menjadi berkat bagi banyak orang. Salah satu perbuatan yang baik untuk menjadi berkat dalam hidup orag percaya adalah memberi kepada orang yang membutuhkan. Seringkali ketika hendak memberi, orang berpikir, kalau saya memberi, apa yang akan saya dapatkan? Ibarat melemparkan roti ke dalam air dan pasti hilang dikedalaman air itu, orang sering mengkuatirkan apa yang akan ia dapatkan jika ia berbuat baik kepada sesamanya. Dan jika saya tidak memiliki apapun untuk diberi, bagaimana saya dapat memberi? Hal ini juga menjadi keraguan dan kekuatiran kita tentang perbuatan baik apa yang harus kita lakukan? Dalam bacaan ini, Pengkhotbah mengingatkan kita bahwa, untuk menjadi orang berhikmat, lakukanlah perbuatan-perbuatan baik sebagai wujud perbuatan hikmat kepada sesama, lakukanlah itu tanpa pamrih, dengan tidak meragukan apa yang akan kita dapatkan. Lakukanlah itu menurut kerelaan dan kemampuanmu, jangan dengan terpaksa, sebab Tuhan tahu apa yang lakukan dan apa yang kita perlukan dan IA pasti memberikan kepada kita lebih dari apa pun yang kita pikirkan. Pengkhotbah katakan: “Sebagaimana engkau tidak mengetahui jalan angin dan tulang-tulang dalam rahim seorang perempuan yang mengandung, demikian juga engkau tidak mengetahui pekerjaan Allah yang melakukan segala sesuatu” (ay.5). Saat ini, kita diperhadapkan dengan berbagai kebutuhan hidup yang menuntut perjuangan dan kerja keras kita. Tetapi juga disekitar kita akan dijumpa sesama kita yang membutuhkan pertolongan kita. Hari ini Pengkhotbah mengingatkan kita untuk tidak kuatir apalagi meragukan kuasa dan perbuatan Allah yang Maha Tahu. Yang harus kita lakukan adalah terus bekerja, lakukan semua perbuatan baik kepada sesama dan Tuhan Allah pasti memberkati hidup kita

Doa: Tuhan, berkatilah apa yang kami kerjakan seturut pengetahuan-Mu, Amin.

Jumat, 05 Februari 2021      

bacaan : Lukas 12 : 22 – 31

Hal kekuatiran
22 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. 23 Sebab hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian. 24 Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu! 25 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya? 26 Jadi, jikalau kamu tidak sanggup membuat barang yang paling kecil, mengapa kamu kuatir akan hal-hal lain? 27 Perhatikanlah bunga bakung, yang tidak memintal dan tidak menenun, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. 28 Jadi, jika rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api demikian didandani Allah, terlebih lagi kamu, hai orang yang kurang percaya! 29 Jadi, janganlah kamu mempersoalkan apa yang akan kamu makan atau apa yang akan kamu minum dan janganlah cemas hatimu. 30 Semua itu dicari bangsa-bangsa di dunia yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu tahu, bahwa kamu memang memerlukan semuanya itu. 31 Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu.

TUHAN MENGETAHUI APA YANG KITA BUTUHKAN

ekuatiran dan kecemasan manusia adalah suatu kondisi psikologi yang sangat manusiawi. Manusia sebagai makhluk cipataan Tuhan  memiliki keterbatasan untuk mengetahui segala sesuatu yang akan terjadi dalam hidupnya. Apalagi di tengah pandemi covid-19 yang membuat ruang gerak untuk mengusahakan apa yang dibutuhkan terbatas. Bahkan ada yang terpaksa kehilangan pekerjaan dan belum mendapatkan kesempatan untuk bekerja. Semua ini membuat orang-orang percaya berusaha keras untuk bagaimana mempertahankan kehidupan mereka di tengah pandemi ini. Ada yang berusaha atau bekerja dengan penuh penyerahan diri kepada Tuhan. Hal ini nampak dalam ketekunan mereka untuk membaca Alkitab, berdoa dan beribadah ritual secara bersama dalam keluarga dan dalam jemaat sebagai suatu persekutuan. Tetapi ada juga yang berusaha atau bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, tetapi mengabaikan relasi mereka dengan Tuhan secara pribadi dan secara bersama-sama sebagai suatu persekutuan. Kekuatiran dan kecemasan tentang masalah kehidupan setiap hari sering membuat manusia melupakan bahwa Tuhan berkuasa  mengetahui apa yang dibutuhkan oleh manusia. Bacaan hari ini mau mengingatkan  kepada kita bahwa Tuhan mengetahui apa yang kita butuhkan untuk hidup. Karena itu, Tuhan telah menyediakan apa yang kita butuhkan di alam semesta ciptaan-Nya. Semua yang tersedia di alam semesta adalah tanda kasih dan pemeliharaan Allah bagi manusia dan ciptaan lain. Tanggungjawab kita ialah bagaimana mengusahakan dan memelihara semuanya dengan baik, agar kita dan generasi yang akan datang terus hidup.  Karena itu janganlah kuatir dan cemas secara berlebihan sehingga melupakan bahwa Tuhan ada bersama kita dan terus menjaga serta memelihara hidup kita. Keyakinan ini membuat orang percaya untuk menjadikan Tuhan sebagai tujuan kehidupan mereka dan bukan materi. Sebab materi diberikan oleh Tuhan untuk memelihara kehidupan. Tetapi kehidupan itu sendiri adalah anugerah Tuhan. Karena itu, orang percaya diminta untuk mempercayakan hidup kepada Tuhan yang memberikan kehidupan dan bukan materi yang Ia berikan untuk memelihara kehidupan.

Doa: Ya Tuhan, hanya kepada-Mu kami mempercayakan hidup kami.  Amin.

Sabtu, 06 Februari 2021         

bacaan : Ibrani 4 : 12 – 13

TIDAK ADA YANG TERSEMBUNYI DI HADAPAN TUHAN

Allah itu Maha Kuasa dan IA mengetahui segala sesuatu yang terjadi di alam semesta. Karena itu, tidak ada apapun dan siapapun yang bisa menyembunyikan diri di hadapan Allah. Mungkin kita bisa menyembunyikan diri kepada sesama yang lain, tetapi kepada Allah tidak mungkin. Sebab Allah mengetahui sampai pada ke dalam hati dan pikiran kita. Keyakinan iman yang demikian membuat kita selalu berusaha untuk menjaga diri dan melakukan apa yang baik dan benar di mata Allah dan sesama manusia. Kita tidak membutuhkan orang lain dan kekuatan hukum sebagai sarana untuk membuat kita takut melakukan kejahatan apapun. Sebab kita  percaya bahwa apapun yang kita lakukan diketahui oleh Allah. Oleh karena itu, lambat atau cepat kita akan mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita kepada Allah. Apakah itu melalui orang lain, termasuk pemerintah yang Tuhan pakai untuk menjaga dan mengawasi perbuatan jahat manusia. Atau melalui cara lain yang kemudian membuat kita sadar bahwa kita tidak bisa menyembunyikan perbuatan kita yang jahat di hadapan Allah. Kita tidak hanya mempertanggungjawabkan perbuatan kita kepada Tuhan semasa hidup di dunia ini. Sebab pada waktunya Tuhan juga akan meminta pertanggungjawaban kita, ketika hidup kita berakhir di dunia ini dan menghadap Sang Pencipta.  Itu yang penulis Surat Ibrani katakan dengan Hari Perhentian. Hari di mana semua orang akan berhenti dari pekerjaan mereka dan mempertanggungjawabkan kepada Tuhan apa yang mereka lakukan. Hari perhentian itu sekarang kita jalani di setiap minggu, yaitu Hari Ketujuh di mana kita beribadah kepada Tuhan.  Hari di mana setiap orang tidak hanya datang di hadapan Allah untuk bersyukur dan memuliakan Allah atas anugerah kehidupan yang dialaminya. Tetapi juga untuk mempertanggungjawabkan apa yang ia lakukan kepada Allah. Ini nampak pada pengakuan dosa dan komitmen atau tekad untuk hidup sesuai kehendak Allah. Apa yang kita lakukan pada hari ketujuh sebagai Hari Perhentian, menunjuk pada Hari Perhentian yang akan datang. Hari di mana setiap orang akan datang kepada  Allah untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya selama dia hidup.

Doa: Ya Tuhan ajarlah kami untuk selalu melakukan apa yang baik. Amin.

*sumber ; SHK bulan Februari 2021, LPJ-GPM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

John Brown Womens Jersey