Santapan Harian Keluarga, 1 – 4 April 2021
Kamis, 01 April 2021
Matius 15 : 29 – 32
MENGHAYATI KASIH TUHAN YANG MENDERITA
Hari ini kita merenungkan peristiwa “Via Dolorosa” yang dialami oleh Tuhan Yesus. Jalan penderitaan di salib yang harus Dia tempuh karena peduli dengan manusia dan dunia yang menderita akibat kejahatan manusia dan berbagai bencana serta penyakit yang dialami. Kepeduliaan Yesus terhadap mereka yang menderita, nampak dalam hidup dan karya-Nya. Dalam bacaan kita dikatakan bahwa Yesus peduli dengan mereka yang menderita, khususnya kaum disabilitas. Mereka yang tidak berdaya menolong diri sendiri. Tetapi mereka dan keluarganya percaya bahwa Yesus memiliki kuasa untuk menolong dan menyelamatkan diri mereka. Apa yang mereka minta dan harapkan didengar dan dijawab oleh Yesus. Mereka mengalami kesembuhan sehingga banyak orang yang menyaksikan peristiwa itu memuliakan Allah. Apa yang dilakukan oleh Yesus mengajarkan kepada kita bahwa kita tidak mampu menolong dan menyelamatkan diri sendiri dari kuasa dosa dan maut. Tetapi karena kasih Tuhan, kita diselamatkan melalui peristiwa kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Sebab itu kita diminta untuk selalu memuliakan Allah melalui hidup dan karya kita bagi kehidupan manusia dan ciptaan lain di bumi ini. Hidup dan karya yang peduli dengan manusia dan alam yang menderita akibat kejahatan manusia.
Doa :
Ya Tuhan, ajarlah kami untuk memuliakan Nama Mu, melalui hidup dan karya kami. Amin
Jumat, 02 April 2021
Yes. 52:13-53:12 & Yoh.19:28-30
YESUS DISALIBKAN DAN MATI KARENA DOSA KITA
Hari ini kita merayakan Jumat Agung memperingati kematian Tuhan Yesus Kristus. Peringatan Jumat Agung ini mengingatkan kita pada penderitaan dan kesengsaraan Tuhan Yesus Kristus yang berakhir dengan kematian di salib. Kematian yang sungguh sangat mengerikan, bila kita renungan dan hayati dalam hidup kita. Pertanyaannya ialah mengapa semuanya itu terjadi dengan diri Tuhan Yesus Kristus. Apa salah-Nya sehingga Dia harus mengalami penderitaan dan kematian tersebut. Menurut Yesaya 53:4 “Sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya dan kesengsaran kita, yang dipikulnya”. Penderitaan Yesus yang mengerikan itu dipahami sebagai penggenapan atas nubuat Yesaya tentang Hamba Tuhan yang menderita. Ia mengalami penderitaan dan mati disalib sebagi wujud dari ketaatan-Nya pada Allah demi menyelamatkan manusia dari kuasa dosa dan maut. Karena itu perayaan Jumaat Agung di tahun ini mengingatkan kita bahwa Allah dalam diri Yesus Kristus telah menanggung semua penderitaan yang harus kita tanggung karena dosa kita. Sebab itu, kita diminta untuk setia dan taat menjalani hidup di tengah berbagai penderitaan yang dialami, karena kejahatan manusia, bencana alam, pendemi covid 19 dan berbagai penyakit lain yang diderita.
Doa : Ya Tuhan ampunilah dosa kami, Amin
Sabtu, 03 April 2021
Matius 27 : 51 – 56
SUNGGUH, IA INI ADALAH ANAK ALLAH
Pengakuan tentang siapa Yesus lahir dari pengalaman hidup yang dihayati dalam hubungan dengan pekerjaan Allah. Tanpa pengalaman hidup bersama Yesus tidak ada pengakuan tentang siapa Dia dan apa arti Yesus dalam hidup orang-orang percaya. Ini yang terjadi dalam kehidupan orang-orang percaya sepanjang sejarah. Pengalaman bersama Yesus juga terjadi dalam kehidupan kepala pasukan dan prajurid-prajurid Romawi yang menjaga kubur Yesus. Mareka disuruh untuk menjaga kubur Yesus agar mayat-Nya tidak dicuri oleh para pengikut-Nya. Tetapi apa yang terjadi, mereka menyaksikan peristiwa kebangkitan yang sangat menakutkan mereka. Karena kebangkitan Yesus disertai dengan tanda-tanda yang dahsyat. Pengalaman itu melahirkan pengakuan kepala pasukan bahwa “Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah”. Bacaan ini mau mengatakan kepada kita bahwa tanpa pengalaman hidup bersama Yesus tidak ada pengakuan tentang siapa Dia dan apa arti Yesus dalam hidup kita. Kita masing-masing tentu memiliki pengalaman hidup berbeda-beda. Tetapi apakah pengalaman hidup itu kita hayati sebagai pengalaman hidup bersama Yesus atau tidak. Bagi orang-orang percaya yang menghayati pengalaman hidupnya bersama Yesus, maka ia akan mengakui siapa Yesus dalam hidupnya.
Doa : Ya Tuhan, ajarlah kami untuk menghayati hidup, dalam tangan kasihMu Amin.
Minggu, 04 April 2021
Yesaya 12 : 1 – 6 & Markus 16 : 1 – 8
BERITAKANLAH KRISTUS SUDAH BANGKIT
Hari ini kita bersukacita dan bersyukur menyambut Paskah pagi. Paskah yang mengingatkan kepada kita tentang peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus Kristus dari antara orang mati. Peristiwa kematian Yesus membuat para murid-Nya berada dalam kesedihan dan ketakutan yang sangat besar. Mereka takut pada ancaman kematian dari orang-orang Yahudi. Sekalipun mereka diliputi ketakutan, tetapi cinta dan kerinduan mereka pada Yesus membuat Maria Magdalena, Maria Ibu Yakobus dan Salome harus pergi ke kubur Yesus untuk merempahi mayat Yesus dan mengobati rasa rindu mereka kepada-Nya. Tetapi ternyata kubur Yesus telah kosong dan mereka diminta untuk jangan takut, tetapi pergi dan memberitahukan pada para murid yang lain bahwa Yesus sudah bangkit. Berita dari malaikat Tuhan itu mengubah suasana ketakutan para perempuan ini menjadi sukacita yang besar. Sukacita karena Kristus sudah bangkit. Dengan sukacita mereka memberitahukan apa yang mereka dengar dan lihat kepada para murid yang lain. Ini mengingatkan kita bahwa sukacita paskah di hari ini mendorong kita untuk terus bersaksi tentang siapa Kristus yang bangkit. Kesaksian itu kita lakukan melalui hidup dan karya kita untuk membebaskan manusia dari ketakutan karena ancaman virus corona yang melanda bumi kita.
Doa : Ya Tuhan, kuatkan kami untuk terus memberitakan nama-Mu. Amin

