fbpx

SANTAPAN HARIAN KELUARGA (SHK) Minggu, 19 Juni 2022

Imamat 25 : 23 – 28

Tanah Merupakan Pemberian Tuhan, Gunakan Sesuai kehendak-Nya

Fakta saat ini, tanah bukan saja menjadi tempat manusia hidup, lahan yang dapat dikelola demi pemenuhan kebutuhan hidup dan sumber kesejahteraan, tapi juga menjadi sumber sengketa yang menghancurkan hubungan keluarga, saudara, tetangga, marga, kelompok dan sebagainya. Hal ini adalah akibat dari praktek jual-beli tanah dan perebutan tanah. Masalah perebutan tanah dihadapi oleh umat Israel sampai saat ini (misalnya: Israel-Palestina).

Padahal jika kita mau jujur, tanah bukan miliki siapa-siapa tapi tanah adalah milik Allah. Hal ini dijelaskan dalam perikop bacaan kita tadi, ayat 23 yang menyebutkan “ Akulah pemilik tanah itu”. Allah menyatakan diri-Nya sebagai Pemilik tanah sedangkan manusia dipercayakan untuk berdiam dan mengelola tanah bagi kehidupannya. Sejak di Kanaan, dilakukan pembagian tanah kepada suku di Israel dan sesuai jumlah keluarga secara adil (Bilangan 26:52-56; Yosua 13-21).

Pembagian tanah bertujuan agar setiap keluarga didalam suku mendapatkan tanah untuk didiami. Tanah tersebut juga dapat dikelola demi pemenuhan kebutuhan hidup. Itulah sebabnya, tanah tidak boleh dijual mutlak (untuk selama-lamanya). Ada kesempatan dan peluang untuk memperolehnya kembali. Aturan ini menghindari praktek orang-orang kaya sebagai pemilik modal yang bisa mengambil tanah orang kecil yang tidak berdaya dan tidak mampu melunasi hutang.

Ayat 25-28, “ Jika seseorang jatuh miskin dan menjual warisannya kepada orang lain, maka saudara terdekatnya dapat menebus tanah tersebut dan dikembalikan kepada pemiliknya. Jika seorang miskin tidak dapat menebus tanah miliknya, maka ia harus menunggu sampai tahun Yobel (tahun pembebasan).

Firman Tuhan ini mengingatkan kita bahwa Tuhan Pemilik tanah, bukan manusia. Karena itu, tanah harus dimanfaatkan dengan baik demi pemenuhan kebutuhan hidup. Hindari jual beli-tanah dan perebutan tanah yang mengakibatkan perselisihan bahkan pembunuhan.

Doa: Tuhan, kami bersyukur atas anugerah-Mu dalam hidup ini. Amin.

Sumber Foto : Canva

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *