fbpx

SANTAPAN HARIAN KELUARGA (SHK) Selasa, 05 Juli 2022

I PETRUS 1 : 23

Dilahirkan Kembali Dari Benih Yang Tidak Fana

Allah sudah memilih suatu umat yang baru untuk hidup kudus. Maksud dari keterpilihan itu adalah hidup sebagai persekutuan yang melayani Allah. Sehubungan dengan gagasan tersebut, maka Petrus mengingatkan pula bahwa sebagai pengikut Kristus, jemaat dapat saja mengalami penderitaan, sebagaimana Kristus juga menderita bagi mereka.

Pilihan sikap beriman untuk menghadapi pergulatan hidup sebagai umat Allah adalah tetap memelihara kekudusan dan kasih persaudaraan. Oleh sebab itu tersebut dalam teks bacaan hari ini: karena kamu telah dilahirkan kembali, bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal. Hidup yang kudus berarti terpisah (dikhususkan) dari kebiasaan atau hal-hal yang duniawi.

Kekudusan dapat dialami jika hidup “dilahirkan kembali”, maksudnya berubah sesuai firman Allah. Sebutan lainnya adalah dilahirkan kembali dari benih yang tidak fana. Ungkapan hidup kudus dalam konteks surat Petrus berarti tetap memiliki iman, kerendahan hati, dan sukacita dalam penderitaan. Jemaat pada masa itu memang mengalami penganiayaan dan penyingkiran dari masyarakat. Sekalipun tak sama persis, namun situasi dimana kita hidup sekarang juga tak terlepas dari adanya pergumulan, kesukaran atau penderitaan.

Sehubungan dengan kenyataan seperti itu, maka hendaklah kita jadikan kesaksian Petrus ini sebagai pedoman hidup. Keberadaan orang Kristen dewasa ini haruslah ditandai dengan hidup yang beriman, kerendahan hati, bersukacita dalam penderitaan serta tetap memelihara kasih persaudaraan. Inilah tanda bahwa kita dilahirkan kembali.

Doa: Ya Bapa, ubahlah hidup kami agar sesuai dengan firman-Mu. Amin.

Sumber foto : www.google.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *