fbpx

SANTAPAN HARIAN KELUARGA (SHK) Rabu, 26 Oktober 2022

Yehezkiel 28 : 4 – 7

Kemakmuran: Berkat atau Petaka?

Kemakmuran pada dasarnya merupakan berkat, keuntungan dan bukti dari sebuah prestasi atau keberhasilan yang dicapai seseorang. Selayaknya kemakmuran itu membawa damai sejahtera, memberikan sukacita dan ketenteraman. Namun faktanya kemakmuran lebih banyak membawa petaka. Saat seseorang berhasil memperoleh kemakmuran, rendah hati bukan lagi menjadi ciri khasnya melainkan keangkuhan.

Keangkuhan inilah yang membuat seseorang gemar mengukur segala sesuatu termasuk pencapaian kemakmuran yang didapat berdasarkan kedudukan, jabatan, harta benda, atau bahkan status sosial. Kondisi seperti inilah yang mengakibatkan seseorang bukan saja akan menjadi lupa diri, tetapi juga lupa akan Tuhan-nya. Sikap dan tingkah laku demikian bukanlah hal yang baru terjadi di dunia dewasa ini, melainkan sudah berlangsung pula di masa silam.

Nas hari ini menyaksikan akan adanya kenyataan keangkuhan itu. Raja negeri Tirus menjadi angkuh dan sombong akan kerajaannya yang kuat. Namun melalui nabi Yehezkiel Allah memberi peringatan kepada raja itu bahwa keangkuhannya yang seolah-olah ingin mentuhankan diri itulah yang akan membawa ia dan kerajaannya dalam malapetaka besar.

Sejatinya, kebalikkan dari sikap angkuh dan sombong adalah rendah hati, sebuah sifat yang terbentuk melalui pengenalan kita akan Allah. Kita, sebagai pribadi dan keluarga boleh meraih keberhasilan dan mendapatkan kemakmuran, tanpa harus melupakan bahwa semua itu adalah berkat Tuhan. Hiduplah dengan rendah hati dan muliakan Allah dengan semua yang dimiliki. Jadilah alat kesaksian-Nya bagi sesama dan dunia.

Doa: Tolonglah kami Tuhan agar tidak angkuh atau sombong tetapi selalu hidup rendah hati. Amin.

Sumber Foto : https://www.imdb.com/title/tt7456068/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *