Santapan Harian Keluarga (SHK) – Minggu, 9 Agustus 2026
Matius 22 : 34 – 40
Mengasihi Allah dan Sesama Dengan Menegakkan HAM
Firman Tuhan hari ini mengajarkan bahwa kasih adalah dasar hidup orang percaya. Kasih bukan hanya perasaan baik, tetapi tindakan nyata untuk menghargai, melindungi, dan memperlakukan sesama sebagai ciptaan Allah yang mulia. Mengasihi sesama berarti ikut menjaga kehidupan, keadilan, kebenaran, dan martabat manusia. Dalam sebuah keluarga, ada seorang anak yang sering dimarahi karena nilainya kurang baik. Lama-kelamaan anak itu menjadi takut berbicara dan merasa tidak berharga. Suatu hari, orang tuanya sadar bahwa mendidik bukan berarti merendahkan. Mereka mulai mendengar, mendampingi, dan memberi semangat. Anak itu pun perlahan menjadi lebih percaya diri. Ilustrasi ini mengingatkan kita bahwa kasih bukan hanya memberi makan atau memenuhi kebutuhan rumah tangga. Kasih juga berarti menjaga martabat, perasaan, dan hak setiap anggota keluarga untuk dihargai, didengar, dan diperlakukan dengan adil. Keluarga juga dipanggil menjadi tempat pertama untuk belajar menghargai hak asasi manusia. Di rumah, anak-anak belajar bahwa setiap orang: orang miskin, orang sakit, orang berbeda suku, agama, pendapat, atau keadaan hidup tetap harus dihormati sebagai sesama manusia.
Ya Tuhan, Jauhkan kami dari sikap semena-mena, tidak adil, dan merendahkan sesama. Amin.
DOA

