fbpx

Santapan Harian Keluarga, Senin 11 Desember 2023

PAHAMILAH MAKSUD ALLAH
YEHEZKIEL 33:10-11

Banyaknya pelanggaran dan kejahatan yang diperbuat mengakibatkan manusia merasa tidak layak di hadapan Allah. Perasaan seperti inilah yang dirasakan oleh bangsa Israel. Hal ini terbaca jelas dalam ayat 10, ketika Israel berkata: pelanggaran kami dan dosa kami sudah tertanggung atas kami dan karena itu kami hancur. Bangsa Israel yang dibuang ke Babel menyadari bahwa hilangnya negeri mereka adalah hukuman berat karena dosa-dosa mereka. Sebagian dari mereka merasa tidak berdaya karena tidak mungkin lagi mendapatkan kembali tanah atau membangun kembali apa yang telah hancur. Atas perkataan itu Allah berfirman, Aku tidak berkenan pada kematian orang fasik supaya ia hidup (ay 11a). Bangsa Israel yang tinggal di Babel telah menderita karena dosa-dosa mereka. Namun, Yehezkiel diminta untuk terus mengajak generasi yang ada untuk bertobat. Artinya Allah tidak menginginkan kematian yang sia-sia dialami oleh bangsa itu atau dengan kata lain mereka akan mengalami kebinasaan. Karena itu sangatlah penting memahami maksud Allah dalam menjalani kehidupan ini. Allah menginginkan semua orang yang dikasihi-Nya menyadari pelanggaran dan dosa serta mengalami pertobatan, sebab dengan begitu ia akan hidup. Dalam segala keterbatasan dan kekurangan yang kita miliki, mintalah Roh-Nya agar selalu memberikan pengertian dan pemahaman. Dengan denikian maka kita akan tahu bahwa Allah selalu menginginkan yang terbaik dalam kehidupan kita. Ingat dan camkanlah selalu bahwa Allah tidak menginginkan kematian orang fasik melainkan pertobatan mereka. Bertobatlah supaya kamu hidup

Doa: Ya Tuhan, kami mau bertobat dan berlaku benar sesuai kehendak-Mu. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *