Santapan Harian Keluarga (SHK) – Selasa, 10 Februari 2026
Kisah Para Rasul 13 : 42 – 49
Terang Bagi Yang Lain
Teks Kisah Para Rasul 13:42–49 menampilkan bahwa dalam karya penyelamatan Allah, pemilihan selalu hadir bersama dengan proses penolakan dan penerimaan terhadap firman. Ketika Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di Antiokhia, sebagian orang Yahudi menolak pesan itu karena iri dan keras hati. Namun penolakan tersebut justru membuka ruang bagi bangsa-bangsa lain untuk menerima terang keselamatan. Secara teologis, dinamika ini menegaskan bahwa pemilihan Allah tidak bersifat eksklusif melainkan memilih untuk tujuan tertentu yakni menjadi saluran berkat dan cahaya keselamatan bagi banyak orang (bdk. Yes. 49:6). Pemilihan itu bukan semata status, tetapi penugasan yang menuntut kesetiaan, keberanian, dan ketekunan dalam menyampaikan firman, bahkan ketika respons yang muncul adalah penolakan. Hal ini tidak pernah membatalkan rencana Allah, namun justru dalam konteks penolakan itulah Injil meluas, dan bangsa-bangsa lain “bersukacita serta memuliakan firman Tuhan” karena mereka pun diikutsertakan dalam karya keselamatan. Teks ini menolong kita untuk memahami bahwa ketika dipilih oleh Allah, kita tidak dipanggil untuk mencari penerimaan manusia, melainkan untuk setia menjadi terang melalui perkataan, karakter, dan kesaksian hidup. Dalam pelayanan, pekerjaan, maupun relasi sosial, mungkin akan muncul sikap penolakan terhadap kebenaran yang dinyatakan, tetapi hal itu tidak boleh memadamkan komitmen untuk tetap menghadirkan kasih, keadilan, dan hikmat Allah. Sebaliknya, setiap kesempatan penerimaan terhadap firman harus dipandang sebagai karya Roh Kudus yang menggenapi maksud Allah untuk menjangkau lebih banyak orang.
Tuhan, ajarlah kami untuk senantiasa hidup memuliakan-Mu. Amin
DOA

