Santapan Harian Keluarga (SHK) – Rabu, 10 Juni 2026
Yesaya 41 : 17 – 20
Merawat Bumi, Merawat Kehidupan
Allah kita adalah Allah yang memulihkan. Ia menghadirkan air di tempat kering, menumbuhkan pohon di tanah tandus. Ia tidak menyerah pada kehancuran. Ia menciptakan kehidupan di tengah kematian. Itulah yang Yesaya gambarkan dalam teks hari ini. perbuatan dosa manusia berimplikasi pada rusaknya alam. Sebab itu umat diingatkan untuk bertobat dari perilakunya yang keliru. Dengan begitu, janji pemulihan akan berlaku. Ya, Allah selalu mau memuihkan keadaan yang rusak dan hancur, termasuk hidup manusia. Namun pertanyaannya: di mana posisi kita? Apakah kita ikut ambil bagian dalam pemulihan yang dilakukan Allah, atau justru menjadi bagian dari kerusakan? Kita tidak bisa terus berdoa “Tuhan pulihkan bumi,” tetapi hidup dengan cara yang merusaknya. Doa tanpa tindakan adalah ilusi rohani. Tuhan memanggil kita bukan hanya untuk berharap, tetapi untuk bertindak. Setiap langkah kecil adalah bagian dari karya besar Allah. Ketika kita memilih untuk peduli, kita sedang ikut menulis kisah pemulihan. Melalui kesetiaan kecil kita, Tuhan bekerja memulihkan dunia ini sedikit demi sedikit.
Ya Tuhan,kami mau merawat kelangsungan bumi pemberianMu ini. Amin.
DOA

