Santapan Harian Keluarga (SHK) – Minggu, 22 Maret 2026
Matius 27 : 11 – 26
Bertanggungjawablah demi Keadilan, Jangan Cuci Tangan!
Yesus dibawa ke hadapan Pilatus, Gubernur Romawi. Pilatus sendiri, setelah menginterogasi Yesus, yakin bahwa Yesus tidak bersalah dan tidak menemukan alasan untuk menghukum mati-Nya. Ia memiliki otoritas untuk membebaskan-Nya, terutama melalui adat membebaskan seorang tahanan pada perayaan Paskah. Namun, ia dihadapkan pada tekanan massa yang dihasut oleh para imam kepala dan tua-tua Yahudi yang menuntut agar Barabas, seorang penjahat, yang dibebaskan, dan Yesus disalibkan. Puncak dari drama ini adalah tindakan simbolis Pilatus: ia mengambil air dan mencuci tangannya di hadapan orang banyak. Tindakan ini, yang dimaksudkan untuk melepaskan diri dari tanggung jawab dan rasa bersalah, justru menyoroti kelemahan karakternya dan kegagalannya sebagai pemimpin yang seharusnya menegakkan keadilan. Meskipun Pilatus mencuci tangan secara fisik, tindakan itu tidak menghapus tanggung jawab moralnya. Kita tidak dapat melepaskan diri dari tanggung jawab moral kita dengan sekadar “melempar” masalah atau kesalahan kepada orang lain. Sebagai orang percaya, di minggu sengsara Tuhan Yesus keenam ini, kita dipanggil untuk berani berdiri di sisi kebenaran dan keadilan, bahkan ketika itu sulit. Keadilan harus diperjuangkan, bukan dihindari. Marilah kita belajar dari kegagalan Pilatus. Jangan biarkan rasa takut, tekanan sosial, atau keinginan untuk menyenangkan orang lain membungkam suara hati kita yang mengetahui kebenaran. Bertanggung jawablah demi keadilan, dengan berani membela apa yang benar, mengikuti teladan Mesias.
Tuhan, bantu kami tetap melakukan keadilan ditengah ketidakadilan. Amin.
DOA

