Santapan Harian Keluarga (SHK) – Sabtu, 25 Juli 2026
Yesaya 58 : 10 – 12
Hidup Berbagi Berkat Dengan Orang Lemah
Ibadah sejati bukan sekadar ritual, melainkan tindakan nyata mengasihi sesama melalui kedermawanan. Saat kita peduli pada yang lapar dan tertindas, Tuhan berjanji menuntun, memulihkan, dan menjadikan hidup kita sumber berkat yang tak pernah kering, seperti taman yang diairi. Kita dipanggil untuk “mencurahkan diri” bagi mereka yang membutuhkan. Ini berarti memberikan perhatian, waktu, dan materi kepada orang lapar dan tertindas. Tindakan ini mengubah “kegelapan” (kesedihan/masalah) kita menjadi terang seperti rembang tengah hari. Ketika kita melakukan kehendak-Nya, Tuhan berjanji akan menuntun kita senantiasa dan tidak meninggalkan kita sendirian. Tuntunannya memberi kepuasan di tengah situasi yang sulit atau “tanah yang kering” juga memberikan energi baru untuk melayani dan menghadapi hidup. Kita diibaratkan seperti “taman yang diairi dengan baik” dan “mata air yang tidak pernah mengecewakan”. Hidup kita tidak hanya diberkati, tetapi juga menjadi saluran berkat bagi orang lain yang tidak pernah kering. Jangan menahan kebaikan, karena saat kita menjadi terang bagi orang lain, Tuhan meneguhkan kehidupan kita.
Tuhan, jadikan kami terang kasihMu, Amin
DOA

