Retreat dan Bible Camp di Goa Bunda Maria, Jemaat GPM Silo Perkuat Kemitraan Laki-Laki dan Perempuan
AMBON – Membangun relasi yang sehat dan memperkuat pelayanan bersama menjadi fokus Jemaat GPM Silo melalui kegiatan Retreat dan Bible Camp yang digelar di Goa Bunda Maria, Desa Air Louw, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 19.30 WIT tersebut diselenggarakan oleh Subseksi Kemitraan Laki-laki dan Perempuan Jemaat GPM Silo. Agenda ini diikuti perwakilan dari seluruh sektor jemaat, Subseksi PTPU, Subseksi Pembinaan Kemitraan Laki-laki dan Perempuan, serta para pendeta jemaat.
Majelis Subseksi Kemitraan Laki-laki dan Perempuan Jemaat GPM Silo, Kevin Pais, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperkuat pertumbuhan iman, tetapi juga membangun pola relasi dan komunikasi yang sehat antara laki-laki dan perempuan.
“Manfaat dan harapan ke depan dari kegiatan ini yaitu supaya laki-laki dan perempuan Jemaat GPM Silo tidak hanya bertumbuh secara iman, tetapi juga membangun relasi yang sehat, berkomunikasi yang baik dan dapat bekerja sama dalam kemitraan, serta bisa bersama-sama melayani secara kolaboratif sebagai tubuh Kristus,” kata Kevin.
Menurutnya, kegiatan tersebut secara umum bertujuan meningkatkan spiritualitas sekaligus memperkuat relasi kemitraan laki-laki dan perempuan dalam kehidupan bergereja.
“Secara khusus bersama memperdalam pemahaman Alkitab, serta membentuk karakter Kristen yang melayani dan membangun komunikasi yang baik dalam kehidupan bergereja,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapat pembinaan dari sejumlah narasumber, di antaranya Pdt. Ny. M. Hendriks/R dan Pdt. (EM) I.W.J. Hendriks.
Pdt. (EM) I.W.J. Hendriks mengatakan kegiatan tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk memperluas pemahaman mengenai konsep kemitraan laki-laki dan perempuan dari perspektif iman Kristen.
“Manfaat yang didapatkan dari kegiatan ini yang pertama adalah pencerahan. Tidak semua orang mempunyai pemahaman yang sama tentang kemitraan, sehingga dari pertemuan ini pengetahuan mereka bisa diperluas,” kata Hendriks.
Ia menilai pemahaman yang diperoleh dalam kegiatan tersebut tidak boleh berhenti sebatas diskusi. Nilai-nilai kemitraan yang dipelajari diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang kedua bahwa pertemuan ini bukan saja tentang membicarakan, tapi juga menggerakkan iman mereka supaya apa yang dipahami bisa diterapkan,” ujarnya.
Hendriks berharap nilai-nilai yang diperoleh peserta dapat menjadi bagian dari praktik kehidupan, baik dalam keluarga, kehidupan jemaat maupun di tengah masyarakat.
“Nilai-nilai yang didapat bisa menjadi jalan hidup dalam praktik di kehidupan rumah tangga, jemaat gereja dan masyarakat,” katanya.
Seluruh rangkaian Retreat dan Bible Camp berlangsung dengan baik tanpa kendala berarti. Peserta mengikuti seluruh proses kegiatan hingga selesai sesuai agenda yang telah disiapkan.
Melalui kegiatan tersebut, Jemaat GPM Silo berharap semangat kemitraan laki-laki dan perempuan semakin kuat, tidak hanya dalam pemahaman iman, tetapi juga diwujudkan melalui pelayanan dan kehidupan bersama. (MCP)

