Santapan Harian Keluarga (SHK) – Selasa, 27 Oktober 2026
Yesaya 41 : 8 – 10
Janji Penyertaan di Tengah Keterbatasan
Melalui kitab Yesaya, Tuhan menyapa umat-Nya yang seringkali merasa kecil, lemah, dan rentan di tengah dunia yang penuh tantangan. Tuhan memanggil mereka sebagai “hamba-Ku” dan keturunan Abraham yang dikasihi-Nya. Di dalam ayat ini, Tuhan tidak sekadar memberikan janji dari jauh; Ia menegaskan komitmen-Nya yang sangat personal: Ia menyertai, meneguhkan, menolong, dan memegang kita. Tuhan mengingatkan siapa diri kita di mata-Nya, kita adalah orang yang dikasihi-Nya. Kesadaran ini menepis segala rasa minder atau keraguan ketika kita merasa tidak sanggup menghadapi masalah hidup. Ketakutan dan kebimbangan adalah senjata utama yang sering meruntuhkan iman kita. Namun, Tuhan dengan tegas melarang kita takut, bukan karena masalahnya kecil, tetapi karena Allah kita jauh lebih besar daripada setiap persoalan yang kita hadapi. Puncak dari janji penyertaan Tuhan adalah tangan kanan-Nya yang memegang dan menopang kita. Tangan kanan dalam Alkitab menyimbolkan kekuatan dan kekuasaan mutlak. Penyertaan-Nya bukanlah penyertaan yang pasif, melainkan penyertaan yang aktif membela dan membawa kita kepada kemenangan.
Tuhan, kuatkan dengan janji dalam kelemahan kami. Amin
DOA

