fbpx

Jemaat Silo : Sehari Berkorban untuk Klasis PP. Sula

[Ambon, Jemaat Silo] “Menyeberanglah kemari dan tolonglah kami” (Kisah Para Rasul 16 : 9) adalah tema yang diangkat dalam pelaksanaan Ibadah Minggu Jemaat GPM Silo Sehari Berkorban untuk Klasis PP Sula. Ibadah yang dipimpin oleh Pdt. S. P. Titaley S.Th itu, berlangsung dalam suasan penuh kegembiraan dan sukacita. Pdt Sammy dengan Tim-nya menggetarkan hati setiap warga jemaat yang hadir, dengan puji-pujian dan penyembahan yang sangat menyentuh.

Pdt. S. P. Titaley

Dalam khotbah dan pengantar Sehari Berkorban untuk Klasis PP Sula, Pdt Sammy Titaley mengapresiasi maksud mulia Jemaat Silo untuk membantu pembangunan fisik Jemaat-Jemaat dalam Klasis PP Sula. “padahal sepengetahuan saya, Jemaat Silo ini sementara diperhadapkan dengan pekerjaan besar pergantian tegel gereja, tapi mau tetap berkorban untuk Sula. Beta langsung teringat Kisah Elia dan Janda di Sarfat. Dimana Elia meminta Janda itu membuat roti bundar bagi Elia, padahal Janda itu tidak punya apa-apa kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan itu adalah persediaan makanan yang terakhir baginya dan anaknya. Setelah memakannya, janda itu dan anaknya akan mati. Tetapi Elia menyuruh Janda itu membuat roti bundar kecil dari tepung itu dan memberikan bagi Elia. Janda itu taat dan menuruti apa kata Elia, dan akhirnya ia diberkati dengan kelimpahan, tepung dalam tempayan dan minyak dalam buli-buli tidak berkurang. Beta yakin Silo juga akan diberkati sebagaimana halnya Janda di Sarfat”, ungkap beliau dalam khotbahnya.

Ucapan terima kasih oleh Pdt. A. J. Timisela

Pdt. A. J. Timisela selaku Ketua Majelis Jemaat GPM Silo, dalam sambutan ucapan terima kasihnya, menyampaikan bahwa kedepan Jemaat Silo diajak untuk terus mendukung warga Klasis PP Sula, melalui cara menjadi orang tua asuh bagi anak-anak dari Klasis PP Sula yang ingin melanjutkan studi di Perguruan Tinggi di Kota Ambon, namun mereka tidak punya keluarga. “kalau sampai 3-5 orang saja, anak-anak warga jemaat dari Klasis PP Sula yang terbantu dengan Program Orang Tua Asuh, maka sesungguhnya Jemaat Silo telah melakukan pekerjaan luar biasa untuk mereka” demikian disampaikan Pdt Jems, yang mengakhiri sambutan dengan menyampaikan ucapan terima kasih Jemaat Silo kepada Pdt S.P. Titaley dan Tim.

Hasil Sehari Berkorban untuk Klasis PP Sula

Dari pengamatan kami, jemaat yang datang mengikuti Ibadah Sehari Berkorban untuk Klasis PP Sula, ternyata tidak saja dari warga Jemaat Silo, tetapi juga dari luar jemaat, termasuk karyawan dan karyawati Bank Modern Express yang tampil dengan Paduan Suara dan membawakan 1 buah lagu pujian. Turut hadir pula beberapa mantan Pendeta Jemaat dan mantan Ketua Klasis PP Sula [Pdt. Jambormias dan Pdt. Sahetapy]. Majelis Jemaat Silo telah menyebar amplop dana Sehari Berkorban untuk Klasis PP Sula, selama 2 minggu. Oleh sebab itu amplop-amplop dana yang terkumpul dari hasil pemberian dalam Ibadah Sehari Berkorban untuk Klasis PP Sula ini, akan dikumpulkan sepanjang 1-2 minggu ke depan. Tuhan Yesus Sumber Kehidupan kiranya memberkati dan merahmati setiap pemberian kita untuk menolong sesama yang membutuhkan. Syaloommm..!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *