Santapan Harian Keluarga 20 s.d 26 Agustus 2017
Sabtu, 26 Agustus 2017
bacaan : Imamat 19 : 15-16
Janganlah kamu berbuat curang dalam peradilan; janganlah engkau membela orang kecil dengan tidak sewajarnya dan janganlah engkau terpengaruh oleh orang-orang besar, tetapi engkau harus mengadili orang sesamamu dengan kebenaran.
Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu; janganlah engkau mengancam hidup sesamamu manusia; Akulah TUHAN.
KEMENANGAN ORANG LEMAH
Amih, seorang nenek renta dan sakit-sakitan, berusia 85 tahun. Ia digugat anaknya Yani dan suaminya sebesar 1,8 milyar atas hutang senilai 20 juta rupiah pada tahun 2001. Ia menangis bahagia ketika pengadilan negeri Garut memenangkan kasusnya dengan menolak semua gugatan Yani dan suaminya. Yani bersama suaminya mengugat sang ibu 1,8 milyar atas hutang yang dipinjam oleh kakaknya senilai 20 juta rupiah. Berbagai upaya mediasi dilakukan oleh Amih, anak-anaknya yang lain, juga melibatkan Bupati Garut agar persoalan perdata ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Bahkan seorang guru besar pun dilibatkan menjadi saksi ahli, dan menyatakan kasus perdata ini bisa batal demi hukum karena bertentangan dengan asas kepatutan, yaitu tidak patut seorang anak memperkarakan ibunya apalagi sudah renta. Namun Yani dan suaminya tetap mempertahankan keinginan mereka dengan memperkarakan Amih. Setelah melalui sidang beberapa kali akhirnya hakim memutuskan menolak semua gugatan Yani dan memenangkan Amih. Pengadilan telah berpihak kepada orang kecil dan lemah seperti yang dikehendaki Tuhan dalam firman-Nya hari ini. Karena orang-orang kecil dan lemah tidak memiliki kekuatan baik fisik, pengaruh maupun finansial untuk melawan mereka yang kuat di pengadilan. Namun Tuhan selalu berpihak kepada mereka yang lemah.
Doa : Tuhan berilah hikmat-Mu bagi penegak hukum supaya mereka memutuskan perkara dengan adil. Amin
Jumat, 25 Agustus 2017
bacaan : Imamat 19 : 11-14
MILIKILAH HATI YANG BERBELA RASA
Dalam hidup sehari-hari kita sering menjumpai orang-orang yang membutuhkan kasih sayang Tuhan. Ada orang yang sakit dan menderita, ada orang yang susah dan berdukacita, ada anak-anak yang terlantar dan tidak mendapatkan kasih sayang. Ada pengemis dan orang-orang miskinyang tidak bisa makan dengan layak, dan ada juga orang-orang yang tertekan dan tertindas karena tidak mempunyai apa-apa untuk membela diri mereka sendiri. Melihat kenyataan ini, apakah kita terpanggil untuk mengungkapkan bela rasa kita dengan menolong mereka ? Menolong orang yang menderita adalah panggilan kita bersama dalam hidup. Karena itu, kalau kita adalah pemimpin atau orang yang dipercayai Tuhan untuk memerintah negeri ini, apakah kita juga akan melakukannya dengan hati yang berbela rasa ? kita akan menjadi pemimpin yang adil, bijaksana dan benar, dan bukan pemimpin yang mencari keuntungan diri sendiri. Pemimpin yang melupakan tanggung jawab panggilannya untuk mensejahterakan kehidupan masyarakat banyak. Inilah yang Tuhan Allah kehendaki bagi kita melalui firman-Nya hari ini. Kita harus memiliki hati yang berbela rasa, agar relasi kita dengan orang lain adalah relasi yang menghidupkan. Kita dapat menolong dan menopang orang yang membutuhkan bantuan kita, supaya mereka juga dapat menikmati hidup yang jauh lebih baik.
Doa : Ya Tuhan, tolonglah kami untuk hidup berbela rasa dan menolong orang lain yang membutuhkan. Amin.
Kamis, 24 Agustus 2017
bacaan : Yeremia 23 : 7-8
ALLAH SETIA MENEPATI JANJI-NYA
Sebagai Allah yang telah mengikat perjanjian dengan umat-Nya, Allah tidak pernah melupakan perjanjian itu. Allah selalu setia untuk menjaga, melindungi dan memberkati umat-Nya. Disaat para gembala yang adalah pemimpin maupun para imam tidak mampu menjaga umat-Nya sehingga kehidupan mereka menjadi menjadi tercerai berai, Allah justru menjanjikan kehadiran seorang Tunas Adil yang memerintah dengan bijaksana, adil dan benar. Bahwa akan datang waktunya dimana Tunas Keadilan yang dijanjikan itu akan menghimpunkan kembali dan membawa pulang umat-Nya yang tercerai berai sebagaimana yang dinubuatkan Yeremia. Dan janji itu benar-benar ditepati melalui Yesus, Tunas Daud, Dia-lah Tunas Keadilan yang menjadi dasar pengharapan kita. Karena itu, marilah kita berpegang teguh pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia menjanjikannya, setia. Bila kita melewatkan pengharapan kita pada manusia, kita memang bisa kecewa sebab orang bisa melupakan dan meninggalkan kita. Tetapi Tuhan tidak demikian. Tuhan itu setia, adil dan benar. Ia tidak pernah melupakan dan meninggalkan kita. Ia akan terus menuntun kehidupan kita dengan kebenaran dan keadilan. Dengan begitu, amanlah pengharapan yang kita letakkan didalam Kristus, karena Ia tidak pernah mengecewakan dan tetap setia menepati janji-Nya.
Doa : Terima kasih Tuhan, atas janji kesetiaan-Mu yang tidak pernah berubah dalam kehidupan kami. Amin.
Rabu, 23 Agustus 2017
bacaan : Yeremia 23 : 5-6
Tuhan Keadilan Kita
Hadirnya keadilan dari Tuhan selalu melebihi apapun. Manakala keadilan diputarbalikan dan diperjualbelikan, Tuhan tidak tinggal diam. Tuhan menjadi sumber keadilan kita. Selalu ada orang yang diutus Tuhan untuk menegakan keadilan. Oleh karena itu, apabila kita mengalami penindasan atau menjadi korban ketidakadilan, janganlah berhenti berharap akan keadilan dari Tuhan. Tuhan akan mengirimkan hambaNya untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Hal ini juga sekaligus memberikan kekuatan kepada kita agar tidak ambil bagian dalam penyelewenangan keadilan. Sebaliknya kita harus menjadi pejuang keadilan yang menumbuhkan tunas-tunas keadilan yang membarui kehidupan. Lihatlah kondisi disekitar. Ketidakadilan terjadi dimana-mana juga termasuk di tengah keluarga. Apakah kita mau dipakai Tuhan untuk menumbuhkan keadilan disekitar kita ? Ia melibatkan hamba-hambaNya termasuk saudara dan saya. Kita dapat menjadi hamba yang diutus Tuhan untuk menumbuhkan tunas keadilan di tengah keluarga, di masyarakat dan di manapun kita berada. Bila kita ingin negeri ini dipenuhi dengan ketenteraman, maka kita harus berani menyerahkan diri untuk dipakai Tuhan Sang Tunas Adil sebagai hamba-hamba yang menumbuhkan keadilan kapan dan dimana saja kita berada.
Doa : Tuhan Sang Tunas Adil, bantulah kami menghadirkan keadilan dan ketentraman dalam hidup ini. Amin.
Selasa, 22 Agustus 2017
bacaan : Yeremia 23 : 1-4
“Celakalah para gembala yang membiarkan kambing domba gembalaan-Ku hilang dan terserak!” — demikianlah firman TUHAN.
Sebab itu beginilah firman TUHAN, Allah Israel, terhadap para gembala yang menggembalakan bangsaku: “Kamu telah membiarkan kambing domba-Ku terserak dan tercerai-berai, dan kamu tidak menjaganya. Maka ketahuilah, Aku akan membalaskan kepadamu perbuatan-perbuatanmu yang jahat, demikianlah firman TUHAN.
Dan Aku sendiri akan mengumpulkan sisa-sisa kambing domba-Ku dari segala negeri ke mana Aku mencerai-beraikan mereka, dan Aku akan membawa mereka kembali ke padang mereka: mereka akan berkembang biak dan bertambah banyak.
Aku akan mengangkat atas mereka gembala-gembala yang akan menggembalakan mereka, sehingga mereka tidak takut lagi, tidak terkejut dan tidak hilang seekor pun, demikianlah firman TUHAN.
MAUKAH KITA DIGEMBALAKAN OLEH TUHAN
Dalam nas ini disampaikan oleh Yeremia bahwa Tuhan menjadi murka terhadap pemimpin Israel yang tidak mampu memimpin umat untuk hidup dalam kebenaran. Karena itu, Tuhan sendiri tampil untuk mengumpulkan umat kembali ke jalan yang benar dan mengangkat bagi mereka seorang gembala yang adil yang akan menuntun umat-Nya untuk hidup dalam kebenaran dan keadilan. Kebenaran dan keadilan yang sejati itu nampak dalam diri Yesus Kristus. Apapun situasi kehidupan yang sementara kita lalui, dasar kebenaran dan kekuatan kita hanyalah Tuhan sendiri. Jika Tuhan Yesus mengatakan : “Akulah Gemala yang Baik” berarti didalam tuntunan-Nya kita akan merasakan kebaikan, ketenangan dan kedamaian dalam hidup. Karena itu, maukah kita digembalakan oleh Tuhan? Orang yang memberi dirinya digembalakan oleh Tuhan akan bertindak sesuai keinginan Tuhan melalui firman-Nya dan bukan keinginan hatinya. Semakin kita terbiasa memutuskan sikap berdasarkan kebenaran dan keadilan duniawi, maka semakin lama kita menggangap firman Tuhan sebagai angin lalu. Firman Tuhan hendak mengingatkan kita hari ini tentang siapa sesungguhnya yang menjadi Gembala atas kehidupan kita. Jika kita mengatakan Tuhan, maka firman-Nyalah yang harus menjadi dasar perbuatan kita, agar hidup kita benar-benar sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah.
Doa : Ya Tuhan Gembala Agung, tuntunlah kami untuk hidup seturut kehendak-Mu, Amin.
Senin, 21 Agustus 2017
bacaan : Yeremia 3 : 14-18
KEMBALILAH HAI ANAK-ANAK-KU
Orang percaya memang harus menjauhi dosa dan hidup dalam terang Tuhan. inilah yang disampaikan oleh Yeremia kepada Umat Israel ketika ia berkata ” kembalilah hai anak-anak yang murtad”. Tuhan menginginkan umat-Nya hidup dengan baik dan benar. Tidak menadi orang-orang degil hati ketika diperingatkan, sehingga Tuhan dapat menjadi gembala yang baik atas hidup umat-Nya yang menuntun mereka dengan pengetahuan dan pengertian. Panggilan untuk mau mengakui dosa-dosa dan kembali ke jalan Tuhan menjadi penting karena kenyataannya baik kehidupan umat Israel di masa lampau dan kita yang hidup di zaman ini, masih hidup didalam dosa. Masih banyak orang yang berjalan didalam kegelapan, dan tidak mau dituntun oleh Yesus Gembala Agung. Masih banyak orang yang tidak mau meninggalkan kenikmatan dosa. Karena itu, kalau kita ingin hidup sebagai anak-anak Tuhan yang benar, kita harus mau hidup didalam Tuhan. Kritus telah menebus kita dari kegelapan dan membawa kita memasuki kehidupan dalam terang. karena itu, bila kita jatuh dalam dosa, janganlah kita ragu untuk datang kepada-Nya, mengakui dosa kita, dan bertobat kepada-Nya. Sebab tuhan Yesus berkenaan untuk mengampuni dosa-dosa kita.
Doa : Terima kasih Tuhan karena Engkau tidak pernah menolak kami yang datang dalam kelemahan dan dosa, amin
Minggu, 20 Agustus 2017
Bacaan : Yehezkiel 34 : 1-31
Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku:
“Hai anak manusia, bernubuatlah melawan gembala-gembala Israel, bernubuatlah dan katakanlah kepada mereka, kepada gembala-gembala itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah gembala-gembala Israel, yang menggembalakan dirinya sendiri! Bukankah domba-domba yang seharusnya digembalakan oleh gembala-gembala itu?
Kamu menikmati susunya, dari bulunya kamu buat pakaian, yang gemuk kamu sembelih, tetapi domba-domba itu sendiri tidak kamu gembalakan.
Yang lemah tidak kamu kuatkan, yang sakit tidak kamu obati, yang luka tidak kamu balut, yang tersesat tidak kamu bawa pulang, yang hilang tidak kamu cari, melainkan kamu injak-injak mereka dengan kekerasan dan kekejaman.
Dengan demikian mereka berserak, oleh karena gembala tidak ada, dan mereka menjadi makanan bagi segala binatang di hutan. Domba-domba-Ku berserak
dan tersesat di semua gunung dan di semua bukit yang tinggi; ya, di seluruh tanah itu domba-domba-Ku berserak, tanpa seorang pun yang memperhatikan atau yang mencarinya.
Oleh sebab itu, hai gembala-gembala, dengarlah firman TUHAN:
Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, sesungguhnya oleh karena domba-domba-Ku menjadi mangsa dan menjadi makanan bagi segala binatang di hutan, lantaran yang menggembalakannya tidak ada, oleh sebab gembala-gembala-Ku tidak memperhatikan domba-domba-Ku, melainkan mereka itu menggembalakan dirinya sendiri, tetapi domba-domba-Ku tidak digembalakannya —
oleh karena itu, hai gembala-gembala, dengarlah firman TUHAN:
Beginilah firman Tuhan ALLAH: Aku sendiri akan menjadi lawan gembala-gembala itu dan Aku akan menuntut kembali domba-domba-Ku dari mereka dan akan memberhentikan mereka menggembalakan domba-domba-Ku. Gembala-gembala itu tidak akan terus lagi menggembalakan dirinya sendiri; Aku akan melepaskan domba-domba-Ku dari mulut mereka, sehingga tidak terus lagi menjadi makanannya.
Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan memperhatikan domba-domba-Ku dan akan mencarinya.
Seperti seorang gembala mencari dombanya pada waktu domba itu tercerai dari kawanan dombanya, begitulah Aku akan mencari domba-domba-Ku dan Aku akan menyelamatkan mereka dari segala tempat, ke mana mereka diserahkan pada hari berkabut dan hari kegelapan.
Aku akan membawa mereka keluar dari tengah bangsa-bangsa dan mengumpulkan mereka dari negeri-negeri dan membawa mereka ke tanahnya; Aku akan menggembalakan mereka di atas gunung-gunung Israel, di alur-alur sungainya dan di semua tempat kediaman orang di tanah itu.
Di padang rumput yang baik akan Kugembalakan mereka dan di atas gunung-gunung Israel yang tinggi di situlah tempat penggembalaannya; di sana di tempat penggembalaan yang baik mereka akan berbaring dan rumput yang subur menjadi makanannya di atas gunung-gunung Israel.
Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku dan Aku akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan ALLAH.
Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya.
Dan hai kamu domba-domba-Ku, beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba, dan di antara domba jantan dan kambing jantan.
Apakah belum cukup bagimu bahwa kamu menghabiskan padang rumput yang terbaik? Mesti pulakah kamu injak-injak padang rumput yang lain-lain dengan kakimu? Belum cukup bahwa kamu minum air yang jernih? Mesti pulakah yang tinggal itu kamu keruhkan dengan kakimu?
Apakah domba-domba-Ku seharusnya memakan rumput yang sudah diinjak-injak kakimu dan meminum air yang sudah dikeruhkan kakimu?
Oleh sebab itu, beginilah firman Tuhan ALLAH terhadap mereka. Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan menjadi hakim di antara domba yang gemuk dengan domba yang kurus;
oleh karena semua yang lemah kamu desak dengan lambungmu dan bahumu serta kamu tanduk dengan tandukmu, sehingga kamu menghalau mereka ke luar kandang,
maka Aku akan menolong domba-domba-Ku, supaya mereka jangan lagi menjadi mangsa dan Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba.
Aku akan mengangkat satu orang gembala atas mereka, yang akan menggembalakannya, yaitu Daud, hamba-Ku; dia akan menggembalakan mereka, dan menjadi gembalanya.
Dan Aku, TUHAN, akan menjadi Allah mereka serta hamba-Ku Daud menjadi raja di tengah-tengah mereka. Aku, TUHAN, yang mengatakannya.
Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka dan Aku akan meniadakan binatang buas dari tanah itu, sehingga mereka dapat diam di padang gurun dengan aman tenteram dan dapat tidur di hutan-hutan.
Aku akan menjadikan mereka dan semua yang di sekitar gunung-Ku menjadi berkat; Aku akan menurunkan hujan pada waktunya; itu adalah hujan yang membawa berkat.
Pohon-pohon di ladang akan memberi buahnya dan tanah itu akan memberi hasilnya. Mereka akan hidup aman tenteram di tanahnya. Mereka akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku mematahkan kayu kuk mereka dan melepaskan mereka dari tangan orang yang memperbudak mereka.
Mereka tidak lagi menjadi jarahan bagi bangsa-bangsa dan binatang liar tidak akan menerkam mereka, sehingga mereka akan diam dengan aman tenteram dengan tidak dikejutkan oleh apa pun.
Aku akan mendirikan bagi mereka suatu taman kebahagiaan, sehingga di tanah itu tidak seorang pun akan mati kelaparan dan mereka tidak lagi menanggung noda yang ditimbulkan bangsa-bangsa.
Dan mereka akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, Allah mereka, menyertai mereka dan mereka, kaum Israel, adalah umat-Ku, demikianlah firman Tuhan ALLAH.
Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH.”
JADILAH GEMBALA YANG BAIK.
Andaikan kita menjai gembala dan suatu saat kita diperhadapkan dengan suatu pilihan yang berat : melindungi domba kita dari binatang buas tapi kiya harus mati atau kota membiarkan domba itu mati asal kita selamat. Mana yang kita pilih ? Jujur, sebagai manusia kita pasti memilih menyelamatkan diri sendiri daripada harus mengorbankan nyawan hanya demi dombanya. Gembala upahan sebagaimana yang disampaikan Yehezkiel dalam nats ini juga melakukan hal yang sama. Mereka mementingkan diri sendiri, lalai menuntun umat sebagaimana dikehendaki oleh Allah, membiarkan mereka tercerai berai dan tidak menolong mereka. Terhadap kondisi itu, Yehezkiel mengatakan bahwa Allah akan menghukum mereka dan sebagai gantinya Allah akan mengirimkan gembala yang baik yang akan sungguh-sungguh memelihara umat-Nya. Mereka tidak akan diperas dan digunakan. Mereka tidak akan dibiarkan sendirian. Gembala ini menjadi nyata dalam diri Yesus Kristus yang mengorbankan nyawa-Nya demi kita semua umat manusia. Ini bukti bahwa DIA adalah Gembala Yang Baik. Tidak pernah dibiarkan-Nya satu dombapun tersesat. Ia akan mencari dan membawanya kembali. Ia menuntun dengan Kasih-Nya ke jalan yang benar. Ia menginginkan kita yang pemimpin di dalam keluarga, gereja dan masyarakat, meneladani apa yang telah dilakukan-Nya agar tidak ada satu orangpun yang dikasihi-Nya tersesat dan hilang.
Doa : Tuhan, tolonglah kami menjadi gembala yang baik dengan meneladani Kasih-Mu. Amin.
sumber : LPJ GPM

