fbpx

Santapan Harian Keluarga, 24-30 Desember 2017

Sabtu, 30 Desember 2017

Bacaan : Markus 1 : 35-39

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.
Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia;
waktu menemukan Dia mereka berkata: “Semua orang mencari Engkau.”
Jawab-Nya: “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.”
Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.

Awali hidup dan kerja dengan Doa

Bacaan Alkitab hari ini memberi gambaran bahwa doa tidak pernah menggantikan kita dalam pekerjaan pekerjaan kita. Sebaliknya doa menguatkan kita untuk mampu melakukan pekerjaan yang harus kita kerjakan. Itulah yang dilakukan oleh Yesus dan kita perlu belajar dari Yesus bahwa Ia selalu menemukan waktu khusus untuk berdoa minta kekuatan dari Allah, Sang BAPA, supaya bisa mengerjakan tugasnya yaitu mengajar dan menyembuhkan orang. Oleh sebab itu Sesibuk apapun kita dan sebanyak apapun pekerjaan yang kita lakukan kita perlu menetapkan waktu khusus untuk berdoa bersama. Bukankah BINAKEL adalah salah satu bentuk yang baik bagi semua anggota keluarga untuk berkumpul berdoa dan bernyanyi bersama? alangkah baiknya jika kita mau berkomitmen untuk melaksanakannya dengan lebih sungguh-sungguh lagi. Salah satu hal penting yang perlu kita contohi dari Yesus adalah apa yang di Yesus doakan itulah yang ia juga lakukan. Artinya perkataan dan perbuatanNya sama. Yesus mengajar tentang kasih mengasihi dan itulah yang dilakukan dengan memberi makan orang yang lapar, menyembuhkan orang yang sakit menguatkan orang yang lemah, menghibur orang yang berduka dan seterusnya. Jadi kalau kita saling mengasihi, maka nyatakanlah itu melalui sikap hidup, tutur kata dan perbuatan kita tiap hari, dimana tidak ada caci maki Sumpah serapah dan hinaan Yang ada hanyalah CINTA .

doa : Tuhan ajarilah kami untuk tekun berdoa dan jadikanlah kami pembawa kasih melalui bicara dan tindakan kami. amin

JUMAT, 29 Desember 2017

Bacaan : Lukas 4 : 31-37

Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat.
Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa.
Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras:
“Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.”
Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!” Dan setan itu pun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya.
Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: “Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah Selamat natal kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar.”
Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu.

Usirlah roh jahat

Yesus yang dipenuhi oleh Roh Kudus tidak hanya mengajar dengan kuasa sehingga membuat orang yang mendengar heran, tapi juga mengusir setan dan roh-roh jahat sehingga orang banyak menjadi kagum. Pada zaman itu orang memahami bahwa roh roh jahat bisa membuat seseorang tuli, bisu, demam dan sebagainya. Roh-roh itulah yang diusir Yesus. Yesus mengusir roh jahat bukan dengan mantra tapi hanya dengan perkataanNya, karena dia punya kuasa lebih besar dari kuasa jahat. Itulah sebabnya kita tidak boleh tunduk dibawah kuasa setan dan roh-roh jahat. Tapi tunduk dibawah kuasa Yesus Kristus. Namun dalam kenyataannya, masih ada orang Kristen yang percaya pada roh-roh jahat bahkan ada yang menggunakannya untuk mencelakai hidup sesama. Orang Kristen menerima tanggung jawab dari Yesus untuk memberitakan Injil dan mengusir setan serta roh-roh jahat dengan kuasaNya. Kuasa Yesus Kristus yang menguatkan kita untuk bisa mengusir roh kekerasan mungkin terjadi dalam keluarga; roh pertengkaran; roh kemabukan yang sering menguasai anak-anak muda dan bapak-bapak; roh perjudian; roh adu domba atau roh pembisik yang suka memecah belah persekutuan dan persaudaraan; roh perselingkuhan; roh kemalasan dan seterusnya. Semua roh-roh tersebut harus dilawan dan diusir, tentu dimulai dari dalam keluarga- keluarga, sehingga hanya roh kudus dan kuasa Yesus yang bertahta dalam hidup kita.

doa : Tuhan penuhilah kami dengan KuasaMu dan mampu karena kami untuk mengusir roh jahat dalam hidup kami. amin

Kamis, 28 Desember 2017

Bacaan : Lukas 4 : 20-30

Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.
Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”
Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: “Bukankah Ia ini anak Yusuf?”
Maka berkatalah Ia kepada mereka: “Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku: Hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri. Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!”
Dan kata-Nya lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.
Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.
Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon.
Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorang pun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu.”
Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu.
Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu.
Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

Jangan menjadi pembisik

Jika kita mengaitkan ungkapan Imanuel : Allah menyertai kita dengan apa yang dikatakan Yesus tentang pengalaman Nabi Elia yang tinggal bersama seorang janda di sarfat,  dan nabi Elisa yang menyembuhkan Naaman seorang Siria, maka kita menemukan bahwa Allah mengasihi semua orang. Bahwa cinta kasih Tuhan tidak hanya meliputi umat Israel dan Orang Kristen, tapi meliputi semua orang dengan latar belakang suku, bangsa dan agama yang berbeda-beda. Apa yang dikatakan Yesus itu menimbulkan masalah karena mereka mengenal dia sebagai anak Yusuf si tukang kayu, anggota masyarakat biasa, bukan seorang pembesar. Ketika kita merayakan Natal Kristus, kita berpikir Yesus datang ke dunia hanya untuk menyelamatkan kita orang Kristen, padahal kita lupa bahwa Allah mengasihi semua orang. Allah menyertai kita sebagai orang Kristen. Allah menyertai orang yang beragama lain. Allah menyertai orang berasal dari MBD, MTB, aru, Kei Banda, Ambon Seram, Lease, Buru dan semua yang ada di Maluku Utara, bahkan Indonesia dan seluruh dunia. Kasih Allah yang besar itu harus diberitakan kepada semua orang. Tugas memberitakan itu dapat dilakukan oleh siapa saja — oleh Papa Mama anak-anak tanpa memandang asal usul dan pendidikan. Sebab memberitakan Injil Yesus itu dilakukan melalui cara hidup tiap hari. Contoh sederhana tidak bawa-bawa mulut kepada atasan untuk menjatuhkan teman sendiri atau yang sekarang disebut ‘pembisik’ untuk atasan.

doa : Tuhan ajarilah kami supaya tidak menjadi pembisik. amin

Rabu, 27 Desember 2017

Bacaan: Lukas 4 : 14-15

Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu.
Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia.

Hidup adalah kesaksian

Proses pendidikan oleh Maria dan Yusuf telah membentuk Yesus menjadi sosok yang kuat. HidupNya dikuasai oleh Roh Kudus sehingga Ia tidak mudah terpengaruh dengan godaan. Walaupun Yesus mengalami pencobaan yang besar tapi Ia mampu melewatinya. Pengalaman pencobaan itu semakin menguatkan Yesus untuk tampil dan mengajar banyak orang sehingga mereka memuji Dia. Hal yang dapat kita pelajari sini adalah bahwa pertama, proses pendidikan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan membentuk iman dan karakter anak; kedua, barang siapa yang hidup mengandalkan Roh Kudus ia akan mampu bersaksi kepada dunia tentang Yesus dan pekerjaannya sehingga banyak orang percaya kepada Yesus. Pertanyaannya Apakah kita mengandalkan Roh Kudus atau roh-roh lain? tiap orang punya jawaban, tetapi ada orang yang suka mengandalkan roh-roh jahat dan minuman keras daripada Roh Kudus. Hal tersebut berdampak buruk pada kehidupan keluarga di mana suami yang mampu melakukan kekerasan fisik (pukul) dan kekerasan verbal (caci maki) terhadap istri dan anak anak. Anak anak dibesarkan dalam suasana rumah yang penuh dengan pertengkaran, akibatnya anak merasa rendah diri atau minder dan mudah jatuh ke dalam pencobaan. Belajar dari teks cerita pengalaman keluarga yang tidak harmonis, baiklah kita bertekad untuk membangun keluarga dengan mengandalkan kuasa Roh Kudus agar kita bisa menyaksikan kuasa Tuhan melalui hidup kita.

Doa : Tuhan jadikanlah keluarga kami saksiMU yang setia. Amin

Selasa, 26 Desember 2017

Bacaan : Lukas : 2 : 41-52

Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah.
Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu.
Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya.
Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka.
Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia.
Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.
Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya.
Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: “Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.”
Jawab-Nya kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?”
Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka.
Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.
Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.

Anak belajar dari papa mama

Natal kedua ini kita rayakan dengan tema menjadi anak yang dikasihi Allah. Sebagaimana telah dikatakan di hari kemarin bahwa Allah memilih keluarga menjadi alat untuk melaksanakan pekerjaan penyelamatanNya. Maka bacaan ini memperlihatkan peran dari keluarga untuk mendirikan membentuk karakter seorang anak yang baik sehingga dikasih oleh Allah dan manusia. Pertanyaan yang muncul ialah Apakah keluarga keluarga Kristen telah melaksanakan perannya sebagai pendidik dan pembentuk karakter anak dengan baik? Tentu tiap keluarga punya jawabannya. Namun yang pasti keluarga merupakan sekolah untuk membentuk karakter anak. Oleh karena itu ketika kita merayakan Natal kedua yang diisi dengan ibadah sakramen baptisan Kudus kepada beberapa anak dalam Jemaat Maka sebagai orang tua kita perlu belajar dari Maria dan Yusuf, bahwa Maria dan Yesung berhasil mendidik dengan Teladan hidup yaitu taat beribadah dan hidup dalam lembut sehingga Yesus makin bertambah besar dan penuh hikmah. Mendidik dan membesarkan anak jangan menggunakan materi atau uang dan barang melainkan didiklah mereka dengan cinta kasih dan teladan hidup, artinya apa yang dikatakan atau diajarkan ke pada anak-anak itu juga yang harus dilakukan oleh orang tua. Dengan begitu anak akan mengikuti apa yang diucapkan dan apa yang dilakukan. Maksudnya kata dan perbuatan Orang tua harus sama, dengan demikian anak mengalami kebaikan Tuhan.

doa : Tuhan berkatilah proses pendidikan anak-anak kami amin

Senin, 25 Desember 2017

Bacaan ; Matius 1 : 18-25

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”
Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” — yang berarti: Allah menyertai kita.
Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,
tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.

Allah hadir bersama kita

Imanuel Allah beserta kita itulah tema Natal tahun 2017 tema tersebut menyadarkan kita untuk Bersyukur dan bersuka cita dengan penuh hati karena Allah hadir dalam hidup kita, dalam bekerja kita, dalam setiap pergumulan dan masalah kita Yesus, sang Imanuel masuk ke dalam dunia melalui seorang perempuan Maria. Kemudian dibesarkan dalam keluarga dan menjalani hidup sebagai seorang anak. Hal itu menunjukkan bahwa Allah memilih keluarga yang terdiri dari papa, mama dan anak untuk mewujudkan karya penyelamatanNya kepada dunia. Karena itu setiap anggota keluarga perlu dihargai dan dihormati tanpa kecuali, bahkan diberi kesempatan untuk terlibat aktif dalam upaya membawa berita sukacita kepada semua orang. Berita sukacita dalam perayaan natal tahun ini ialah Allah menyertai kita. Artinya kita tidak sendirian menjalani hidup di tengah kesulitan tantangan dan ancaman, tetapi Allah bersama kita melalui kuasaNya mengangkat ia mengangkat saat kita terjatuh dan menguatkan ketika kita yang lemah. Ia mendamaikan ketika kita bertengkar la mengobati ketika kita terluka dan sakit. Sebab itu kita yang merayakan Natal Kristus harus mampu menghadirkan wajah Allah yang penuh kasih itu kepada semua orang sehingga mereka mengalami bahwa Allah menyertai dan hadir dalam hidup mereka. Allah hadir dalam hidup orang yang terbuang ketika kita menerima mereka. Allah berjuang bersama mereka yang diperlakukan tidak adil ketika kita membela hak mereka.

doa : Tuhan hari dan tinggal bersama keluarga kami. amin

MINGGU, 24 Desember 2017

bacaan : Yohanes 1 : 1-9

1:1 Pada mulanya adalah Firman. Firman itu bersama-sama dengan Allah  dan Firman itu adalah Allah. 1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. 1:4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. 1:5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. 1:6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; 1:7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. 1:8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. 1:9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.

Gelap diganti dengan Terang

Malam ini seluruh dunia antusias menyambut datangnya Natal dan merayakannya dengan pesta pora. Namun Tahukah kita bahwa pada malam saat Yesus dilahirkan adalah malam yang penuh Gejolak? ketika mendengar isu dilahirkannya Raja Herodes merasa terancam dia takut dan khawatir kalau kedudukannya sebagai raja akan diambil alih oleh bayi Yesus yang disebut-sebut sebagai raja orang Yahudi oleh orang-orang majus yang datang pada malam itu. Akhirnya Malam natal pertama itu menjadi Malam yang sangat mencekam dan penuh dengan ratap tangis di seluruh negeri, karena Herodes menyuruh membunuh semua anak di Betlehem berumur 2 tahun ke bawah. Apakah kita sudah memahami makna natal yang sejati? apa yang sudah dikerjakan Allah bagi dunia ini? Allah mendatangkan Terang Dalam hidup manusia melalui peristiwa Natal. Inilah hadiah terbesar dari Allah bagi dunia ini. Yesus Kristus datang ke dunia tanpa dipenuhi dengan gemerlapan dan kemegahan. Dia lahir dalam sebuah kandang yang hina dan miskin di tengah dunia yang dicengkeram oleh kegelapan dosa. Dialah satu-satunya terang sejati yang telah datang ke dalam dunia dan bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. Itulah terang yang sesungguhnya yang telah mengalahkan kegelapan dan mengaruniakan hidup penuh sukacita bagi kita yang percaya kepadaNya. Sebaliknya gelap hanya menghancurkan dan membawa kita pada kematian yang kekal. Inilah yang seharusnya menjadi dasar dari kesaksian hidup kita, yaitu anugerah Allah dalam Kristus Sang Terang yang telah mengalahkan kegelapan.

doa : Terima kasih Tuhan kedatanganmu menerangi hidup kami dalam kegelapan dosa amin.

Sumber : LJP-GPM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *