fbpx

Wujud Toleransi Saat Perayaan Malam Natal

(jemaatgpmsilo.org – Ambon)

Minggu 24 Desember 2017 adalah minggu adventus ke-4, yang juga menjadi minggu terakhir penantian saat Kelahiran Yesus Kristus Sang Putra Natal. Dalam ibadah yang bertepatan dengan kesiapan malam natal itu, maka di Jemaat GPM Silo dijadwalkan Ibadah Persiapan Natal sebanyak 2 kali jam ibadah yaitu pada pkl. 16.00 wit dan pkl. 19.00. Wit.

Dalam ibadah jam 16.00 wit, Pdt. Ny. Elfin Alfons/I dalam khotbah natalnya mengingatkan jemaat bahwa…  “Dalam kekristenan kita, kita mengenal bahwa Firman Allah itu bukanlah yang diturunkan dalam kitab suci, tapi justru Firman itu datang langsung menemui manusia dalam diri Yesus Kristus sendiri. Karena itu betapa pentingnya kita untuk percaya kepada Firman itu, yakni Yesus Kristus. Yesus yang adalah terang itu datang untuk seluruh dunia. Bukan hanya untuk orang Indonesia, bukan untuk orang Ambon saja. Orang GPM saja. Tetapi untuk seluruh dunia.”

Warga Jemaat memenuhi Ruang Ibadah Utama
Suasana penuhi di Ruang Serbaguna
Jemaat melimpah di Lobby Depan
Suasana di halaman Silo

Pada jadwal ibadah ke-2 persiapan natal pkl. 19.00 wit dipimpin oleh Pdt Nicky Rutumalessy, Dalam khotbah natal nya, Ketua Klasis GPM Kota Ambon itu memberi penegasan tentang upaya evaluasi diri sebagai aspek penting dalam memasuki natal. ” Sebagai manusia kita sesungguhnya hidup dalam dosa dan kesalahan, pertanyaannya : siapakah kita? Siapakah kita dihadapan Allah?” Jemaat Silo yang memadati seluruh pojok ruang ibadah dan ruang serbaguna, bahkan tumpah ruah hingga ke halaman gereja itu, dihimbau untuk belajar dari kesaksian Firman Tuhan Yohanes 1 :1-9. “… Kristus adalah Allah. Dialah jati diri Allah sendiri. Kristus itu adalah Terang sorgawi. Iman dan percaya kita, memastikan kita untuk tetap setia kepada terang Kristus, walaupun berada dalam tantangan kesulitan dan masalah.”

Sebelum doa malam natal, oleh majelis jemaat bertugas membacakan pesan natal bagi warga GPM di Maluku dan Maluku Utara yang ditandatangani oleh Ketua Sinode GPM Pdt. A. J. S. Werinussa dan Sekum Sinode GPM Pdt. E. T. Maspaitella yang menegaskan beberapa hal penting yaitu :

Pertama, mari kita jadikan masa Natal tahun 2017 sebagai waktu kudus kepada kita untuk ingat dan memberi kepada anak-anak kita apa yang menjadi hak mereka: hak untuk bertumbuh dan berkembang, hak untuk bersekolah, hak untuk hidup sehat, serta dihormati dan tidak dilecehkan. Anak adalah berkat Natal bagi setiap rumah tangga. Anak adalah tanda bahwa Imanuel: Allah beserta kita.

Kedua, mari kita menghormati setiap orang yang hidup bersama kita. Juga mereka yang bekerja bersama dengan kita. Berilah apa yang menjadi bagian hak mereka, jangan mengambil, mengurangi atau bahkan merampasinya, sebab dengan berbuat demikian, kita menimbun kasih setia Allah atas kita. Perluaslah keadilan, jangan mencegah orang susah di muka pintu gerbang. Tolonglah mereka yang lemah, rawatlah mereka yang sakit, pedulilah kepada sesama yang hidup dengan HIV/Aids, lawanlah narkoba dan pulihkan keadaan mereka yang telah terpengaruh olehnya. Dalam setiap kesempatan, bantulah orang-orang miskin dan kunjungilah mereka yang terpenjara.

Ketiga, rawatlah lingkungan alam di sekitar kita, sebab di situlah kita hidup dan berbagi bersama ciptaan TUHAN lainnya. Seperti di padang Efrata gembala-gembala bersama dengan domba-dombanya, maka kita terpanggil untuk menjaga keutuhan ciptaan Allah. Alam pun berhak atas hidup yang lebih baik, dan gereja bertugas untuk turut merawat dan mengelolahnya secara bertanggungjawab.

Keempat, bina terus situasi hidup yang rukun dan damai seorang dengan lainnya. Jangan mudah terpancing oleh berbagai isu tanpa menyaringnya terlebih dahulu. Perhatikanlah segala berita dan informasi dengan akal sehat dan pikiran yang tenang sambil meminta tuntunan Roh Kudus supaya jangan kita menjadi orang-orang yang mudah disesatkan oleh kabar bohong dan rupa-rupa hasutan. Bina keakraban, tingkatkan kualitas hidup orang basudara sesuai budaya kita: pela, gandong, hukum larvul-ngabal, ain-ni-ain, kakawai, kalwedo, kidabela, sarumah/hibualamo, sebab TUHAN pun memulihkan relasi antara kita dan denganNya melalui Natal Kristus.

Kelima, hindarilah pesta pora, perayaan kembang api yang bisa merugikan atau mencelakai, jangan mudah terpancing untuk larut dalam keramaian dan aksi kejar-kejaran kendaraan di jalan raya. Masuklah ke rumah, beribadah dan bersyukurlah, sebab Natal adalah cara di mana TUHAN memilih datang ke dalam satu keluarga yang kudus.

Hal menarik dan sangat penting terlihat sepanjang ibadah persiapan natal bahwa basudara muslim Pemuda Masjid dan basudara Hindu, Pemuda Hindu Pecalang, bersama-sama dengan aparat kepolisian dan pramuka melakukan penjagaan keamanan dan ketertiban di depan Gedung Gereja Silo. Wujud toleransi ini menjadi pembelajaran berharga yang mesti terus terpelihara. Tak lupa setelah usai Ibadah, maka Pemuda Masjid dan Pemuda Hindu Pecalang menyalami warga jemaat sambil mengucapkan Selamat Natal.

Bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban
Ucapan selamat natal oleh Pemuda Masjid dan Pemuda Hindu
Suasana keramaian pasca ibadah natal

Ini adalah kisah dan wujud kerukunan antar umat beragama yang telah mentradisi, sekaligus diwariskan bagi generasi masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *