fbpx

Kolaborasi GPM Silo-Dukcapil Ambon, Aktivasi IKD Jadi Gerbang Menuju Layanan Sosial Digital

Gereja Protestan Maluku (GPM) Silo mengambil langkah nyata mendukung transformasi layanan publik berbasis digital dengan menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Ambon menggelar aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), Kamis (16/7/2026). Program tersebut menyasar sekitar 800 Kepala Keluarga atau lebih dari 3.000 warga Jemaat sebagai upaya memperluas akses terhadap layanan Pemerintah, termasuk bantuan sosial.

Kegiatan yang berlangsung di ruang serbaguna GPM Silo itu diikuti antusias oleh Jemaat. Selain mengaktifkan IKD, peserta juga langsung didaftarkan dalam pendataan penerima bantuan sosial setelah identitas digital mereka berhasil diaktivasi.

Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GPM Silo, Pendeta Melky Timisela, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bentuk keberpihakan Gereja terhadap kesejahteraan Jemaat melalui sinergi dengan Pemerintah.

Menurutnya, perkembangan regulasi saat ini menuntut masyarakat untuk memiliki identitas digital sebagai syarat mengakses berbagai layanan publik, termasuk program bantuan sosial.

“Kami bekerja sama dengan Dukcapil Kota Ambon karena Gereja juga memiliki tanggung jawab memperhatikan kesejahteraan Jemaat. Saat ini hampir seluruh bantuan sosial diarahkan melalui sistem digital, sehingga Gereja harus hadir membantu Jemaat agar tidak tertinggal,” kata Melky.

Ia menegaskan Gereja tidak hanya berperan dalam pelayanan kerohanian, tetapi juga harus terlibat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.

“Gereja bukan hanya berbicara soal Ibadah, tetapi juga semua aspek yang berhubungan dengan kesejahteraan Jemaat. Di situlah keberpihakan Gereja harus diwujudkan,” ujarnya.

Melky berharap program tersebut dapat berjalan sukses dan menjadi awal kerja sama berkelanjutan antara GPM Silo dengan Dukcapil maupun instansi Pemerintah lainnya, termasuk Dinas Sosial.

“Harapan kami sekitar 800 Kepala Keluarga atau lebih dari 3.000 Jemaat bisa memperoleh manfaat dari program ini. Bagi Jemaat yang memang berhak menerima bantuan sosial, mereka nantinya dapat mengaksesnya dengan lebih mudah melalui sistem yang sudah terdigitalisasi,” katanya.

Sementara itu, salah seorang warga Jemaat, Ellyana Mailoa, menilai aktivasi IKD memberikan manfaat besar, baik bagi masyarakat yang telah memiliki pekerjaan tetap maupun mereka yang belum memiliki penghasilan.

Menurutnya, identitas digital akan menjadi kebutuhan penting karena berbagai layanan pemerintah ke depan semakin terintegrasi secara elektronik.

“Program ini sangat bermanfaat, terutama bagi masyarakat yang belum memiliki pendapatan tetap karena peluang mendapatkan bantuan sosial nantinya menggunakan data digital. Selain itu, kalau lupa membawa KTP, kita tetap bisa menggunakan KTP digital melalui HP” ujarnya.

Ellyana berharap Gereja terus mengawal berbagai program pemberdayaan Jemaat agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Ambon, Hanny M. S. Tamtelahitu, memberikan apresiasi atas inisiatif GPM Silo yang dinilai menjadi salah satu Gereja pertama yang proaktif mendukung program digitalisasi administrasi kependudukan.

Ia menyebut langkah tersebut menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap warga Jemaat, khususnya mereka yang berpotensi menerima bantuan sosial.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Bapak Pendeta Melky dan GPM Silo. Ini merupakan bentuk kepedulian kepada warga Jemaat, terutama mereka yang kurang mampu, agar dapat mengakses bantuan sosial yang memang menjadi haknya,” kata Hanny.

Menurutnya, digitalisasi data kependudukan akan membuat penyaluran bantuan sosial menjadi lebih transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

“Kehadiran Dukcapil dalam kegiatan ini adalah untuk membantu jemaat mengaktifkan IKD sehingga mereka siap mengakses berbagai layanan pemerintah berbasis digital. Ke depan kami berharap semakin banyak Gereja yang proaktif berkolaborasi dengan pemerintah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (MCP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *