Syahdunya Natal di Silo
(jemaatgpmsilo.org- Ambon)
IMANUEL : Allah Beserta Kita, menjadi tema natal yang menginspirasi seluruh warga GPM dalam perayaan natal tahun 2017.


Diawali dengan prosesi pembakaran lilin natal oleh Pelayan Firman, Pdt. D. A. Saununu, kesyahduan Ibadah Natal di Jemaat Silo dimulai. Berdasarkan pemantauan di lokasi, Jemaat yang hadir terbilang banyak, sebab memenuhi hampir seluruh tempat duduk di ruang ibadah utama, bahkan sejumlah jemaat orangtua dan lainnya yang kesulitan naik ke ruang ibadah utama di lantai 2, mengikuti ibadah dari Lt 1 ruang serbaguna. Ketua Majelis Jemaat Silo dalam khotbah Natalnya yang didasarkan pada Matius 1 : 18-25, mengatakan, “… penulis injil ini ingin menjelaskan eksistensi kelahiran Yesus, bukan sebuah “kecelakaan lalulintas” atau akibat perbuatan Yusuf. Tapi sesungguhnya semua itu adalah rencana Allah bagi keselamatan manusia. Konteks sosok maria adalah untuk mengangkat kritik tentang harkat dan martabat perempuan yang menurut tradisi patrialis Yahudi adalah warga kelas 2, sehingga menjadi warga kelas 1 yang setara dengan laki-laki. “
Lebih lanjut mantan Ketua Majelis Jemaat Pniel itu, mengingatkan kepada Jemaat bahwa “Perayaan Natal kali ini mengingatkan ulang tentang 2 hal penting dalam hidup orang percaya, pertama bahwa Gereja mengakui eksistensi perempuan dalam gereja masyatakat dan dunia. Dan yang kedua, mengingatkan kita untuk menghargai anak2 sebagai bagian dari kasih karunia Allah. Jangan merusak masa depan anak2 dengann narkoba miras dll yang menghancurkan masa depan mereka. Sebab sesungguhnya Kisah Keluarga di Bethlehem itu, menjadi tanda penyertaan Allah bagi kita manusia. Rumah tangga adalah wujud kehadiran Allah.


Sebagaimana pada malam persiapan natal, Pemuda Hindu Pecalang tetap berkomitmen untuk membangun hidup yang saling menjaga, saling melindungi untuk kebersamaan hidup yang penuh toleransi yang makin berkualitas.

