Ini Capaian Kerja MJ Silo selama Tahun 2017
Setelah dilakukan Monitoring dan Evaluasi [MONEVA] oleh Tim Litbang Silo selama kurang lebih 1 minggu, maka pada Sabtu [13/1] bertempat di Gedung Gereja Silo, dilakukanlah pemaparan Hasil MONEVA Program Pelayanan Jemaat GPM Silo Tahun 2017.
Diawali dengan pengantar oleh Pnt. J. Th. Sipahelut selaku Wakil Ketua Majelis Jemaat GPM Silo dan DR. Piet Soegioeno, SE, M.Si selaku Ketua Tim Litbang Silo, dilanjutkan dengan paparan oleh Sekretaris Tim Litbang Silo, DR. Jemmy Pieters, SH, MH. Paparan tersebut disampaikan di hadapan Majelis Jemaat Silo dan Badan-Badan Pembantu, seperti Komisi, Sub Komisi dan Tim-Tim lainnya. Kegiatan ini sebagai bagian dari amanat/arahan sebagaimana tertuang dalam RENSTRA Jemaat GPM Silo 2016-2020.
Dalam paparannya, DR. Jemmy Pieters yang sehari-hari menjabat selaku Ketua Prodi Ilmu Hukum Tata Negara di Fakultas Hukum Universitas Pattimura menjelaskan bahwa, instrumen ketercapaian pelaksanaan program dan kegiatan diklasifikasikan pada :
RRR : program ada pada dokumen RENSTRA, ada pada perencanaan tahunan dan direalisasikan.
Rren: Program yang ada pada dokumen renstra, perencanaan tahunan, tetapi tidak direalisasi.
Rrel: Program yang ada di dokumen renstra, tidak ada di perencanaan tahunan, tetapi direalisasikan
Ren-Rel: Program/kegiatan yang tidak ada di dokumen renstra
R: Program yang hanya ada di dokumen renstra, tidak ada di perencanaan tahunan, dan tidak direalisasi
Ren: Program yang tidak ada di dokumen renstra, direncanakan pada perencanaan tahunan, tetapi tidak direalisasi
Real: Program yang tidak ada di dokumen renstra, tidak juga pada perencanaan tahunan, tetapi direalisasikan
dari klasifikasi tersebut, maka pencapaian menurut Seksi dan Subseksi berdasarkan hasilevaluasi kuantitatif adalah sebagai berikut :
Pada Seksi Pemberdayaan Teologi dan Pembinaan Umat [PTPU] dengan 70 kegiatan, yang dilaksanakan sebanyak 45 kegiatan atau 64% dan yang tidak dilaksanakan 25 kegiatan atau 36%. Untuk Seksi Pemberitaan Injil dan Pelayanan Kasih [PIPK] dengan 40 kegiatan, maka yang berhasil dikerjakan sebanyak 17 kegiatan atau 42%, yang tidak dilaksanakan sebanyak 22 kegiatan atau 55%, dan terdapat 1 kegiatan atau 3% yang tidak terdapat dalam dokumen RENSTRA, tidak ada juga dalam perencanaan tahunan tetapi direalisasikan. Untuk Seksi Pengembangan Oikumene Semesta dicapai bahwa dari 13 kegiatan yang terprogram, 5 kegiatan yang dilaksanakan atau 38% dan 8 kegiatan atau 62% yang tidak dilaksanakan. Sedangkan untuk Seksi Penataan dan Pengembangan Kelembagaan diperoleh dari 36 kegiatan yang terprogram, sebanyak 24 kegiatan atau 67% yang berhasil dikerjakan sepanjang tahun 2017, sebanyak 8 kegiatan atau 22% yang tidak dilaksanakan. Di seksi ini juga ditemui 1 kegiatan atau 3% yang masuk pada kategori Ren, yaitu kegiatan yang tidak ada di dokumen renstra, direncanakan pada perencanaan tahunan, tetapi tidak direalisasi. Juga ditemui sebanyak 3 kegiatan atau 8% yang tidak ada dalam dokumen RENSTRA. Dengan demikian dari seluruh kegiatan pada tahun 2017 yang menjadi tanggung jawab Majelis Jemaat Silo sebanyak 159 kegiatan, sebanyak 91 atau 57% yang berhasil direalisasikan, 63 kegiatan atau 39% yang tidak dilaksanakan, 1 kegiatan atau 3% yang tidak terdapat dalam dokumen RENSTRA, tidak ada juga dalam perencanaan tahunan tetapi direalisasikan, 1 kegiatan atau 3% yang tidak ada di dokumen renstra, direncanakan pada perencanaan tahunan, tetapi tidak direalisasi, serta 3 kegiatan atau 2% yang tidak terdapat dalam dokumen RENSTRA.
Pelaksanaan MONEVA tidak hanya sebatas evaluasi kuantitatif, tetapi juga dilaksanakan secara kualitatif, dengan diperoleh beberapa point evaluasi antara lain :
- Penetapan kegiatan hasil Persidangan XXXV Tahun 2017, mengalami ketidaksesuaian dengan restrukturisasi Hasil Persidangan MPL 2017 di Wainibe. Hal ini mengakibatkan terjadinya kekeliruan dalam penempatan kegiatan pada struktur (seksi dan sub seksi) pada Seksi Penataan dan Pengembangan Kelembagaan
- Realisasi 159 kegiatan sebagai berikut:
- RRR 88 kegiatan (55%)
- Rren 66 kegiatan (41%)
- RenReal 3 kegiatan (2%)
- Ren 1 kegiatan (1%)
- Real 1 kegiatan (1%)
- Jika dibandingkan dengan tahun 2016, terjadi peningkatan realisasi kegiatan sebesar 19% namun belum signifikan berdasarkan standar signifikansi umumnya >60%.
- Pada seksi PPK jumlah kegiatan terealisasi meningkat 67% karena penggabungan kegiatan dengan hanya mempertimbangkan sasaran kegiatan yang sama, namun mengabaikan tujuan.
- Pada kegiatan yang tidak membutuhkan waktu lebih dan pembebananan biaya, justru tidak dilaksanakan (misalnya, kegiatan kerjasama)
- Tidak ada langkah pengambil-alihan kegiatan yang tidak berjalan oleh seksi dan koordinator terhadap sub seksi yang tidak melaksanakan kegiatan (mekanisme struktur tidak berfungsi).
Terhadap hasil evaluasi tersebut, maka Tim Litbang kemudian menyampaikan beberapa solusi dan strategi yang mesti dilakukan ke depan, yaitu : perlunya Restrukturisasi struktur Majelis Jemaat Tahun 2018. Diharapkan kepada Koordinator, Seksi dan Sub Seksi wajib melakukan koordinasi sebelum kegiatan dilaksanakan berdasarkan arahan Renstra, dengan mendengar pertimbangan dan usul-saran KMJ terhadap efisiensi anggaran. Kegiatan dilaksanakan wajib menjawab tujuan kegiatan. Terkait dengan efisiensi dan efektifitas pembiayaan, maka direkomendasikan realisasi biaya untuk konsumsi peserta disesuaikan dengan kesediaan kehadiran peserta. Optimalisasi Badan Pembantu pelayanan. Diusulkan juga untuk penggabungan Tim Aset dan Tim Sarana Fisik. Dan penyerahan kembali alat tiup (paduan terompet dan paduan suling), wajib dilakukan dengan persetujuan Berita Acara Penyerahan Barang sebagai bentuk tanggung jawab aset gereja.
Menutup hasil MONEVA tersebut, Tim Litbang lalu menyampaikan beberapa pikiran rekomendatif, yaitu pertama, Keputusan pembiayaan dengan mekanisme DP (down payment) untuk kegiatan yang melibatkan peserta (konsumsi dan seminar kit) berdasarkan pernyataan kesediaan kehadiran peserta. Kedua, Restrukturisasi personel pada setiap Badan Pembantu yang tidak aktif, dan ketiga penyusunan program hendaknya berbasis TOR.
Sumber : Tim Litbang Silo.

