Santapan Harian Keluarga, 20 – 26 Mei 2018
Minggu, 20 Mei 2018
bacaan : Yehezkiel 36 : 22 -32 &
22 Oleh karena itu katakanlah kepada kaum Israel: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Bukan karena kamu Aku bertindak, hai kaum Israel, tetapi karena nama-Ku yang kudus yang kamu najiskan di tengah bangsa-bangsa di mana kamu datang. 23 Aku akan menguduskan nama-Ku yang besar yang sudah dinajiskan di tengah bangsa-bangsa, dan yang kamu najiskan di tengah-tengah mereka. Dan bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, demikianlah firman Tuhan ALLAH, manakala Aku menunjukkan kekudusan-Ku kepadamu di hadapan bangsa-bangsa. 24 Aku akan menjemput kamu dari antara bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri dan akan membawa kamu kembali ke tanahmu. 25 Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. 26 Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. 27 Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya. 28 Dan kamu akan diam di dalam negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu dan kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu. 29 Aku akan melepaskan kamu dari segala dosa kenajisanmu dan Aku akan menumbuhkan gandum serta memperbanyaknya, dan Aku tidak lagi mendatangkan kelaparan atasmu. 30 Aku juga memperbanyak buah pohon-pohonanmu dan hasil ladangmu, supaya kamu jangan lagi menanggung noda kelaparan di tengah bangsa-bangsa. 31 Dan kamu akan teringat-ingat kepada kelakuanmu yang jahat dan perbuatan-perbuatanmu yang tidak baik dan kamu akan merasa mual melihat dirimu sendiri karena kesalahan-kesalahanmu dan perbuatan-perbuata yang keji. 32 Bukan karena kamu Aku bertindak, demikianlah firman Tuhan ALLAH, ketahuilah itu. Merasa malulah kamu dan biarlah kamu dipermalukan karena kelakuanmu, hai kaum Israel.
Kisah Para Rasul 2 : 1-13
Pentakosta
Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. 2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; 3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. 4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. 5 Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. 6 Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. 7 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: “Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? 8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: 9 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, 10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, 11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.” 12 Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: “Apakah artinya ini?” 13 Tetapi orang lain menyindir: “Mereka sedang mabuk oleh anggur manis.”
Hati dan Roh yang Baru
Kasih Allah terhadap kita umat-Nya tidak pernah berubah. Ketika kita mengalami pergumulan di tengah-tengah kehidupan kita, bukan karena Tuhan tidak menyayangi kita, melainkan bertujuan untuk menyadarkan kita kepada siapa kita harus mengadu dan bergantung dan apa yang harus kita lakukan. Kita belajar dari firman hari ini bahwa melalui proses penyadaran yang dialami oleh umat Israel selama masa pembuangan, hati mereka ditahirkan dan dibarui. Alasan utama Allah melakukan itu adalah karena Ia setia dan tidak mau membiarkan kekudusan nama-Nya dipermainkan. Dan Allah akan bekerja dihati umat-Nya, mengganti hati mereka yang keras dengan hati yang lemah lembut dan taat melalui Roh-Nya yang kudus. Roh Allah yang akan senantiasa memimpin umat-Nya hidup sesuai ketetapan-ketetapan-Nya. Roh Kudus diberikan untuk mengubah hati manusia. Manusia yang semula menjauh dari Allah oleh karya Roh Kudus diubah dan kembali terarah kepada Allah. Tujuan akhir dari segala karya ini termasuk mengubah batin manusia adalah demi hormat dan kemuliaan nama-Nya semata-mata. Dalam dunia sekarang ini ada banyak tawaran kenikmatan dunia yang ditawarkan kepada kita, karena itu agar kita tidak terjerumus seperti yang dialami oleh bangsa Israel, maka marilah kita minta bimbingan kuasa Roh Kudus untuk mengendalikan hidup kita sehingga apapun yang kita lakukan dapat membawa kemuliaan bagi Tuhan dan berkat bagi sesama.
doa : Tuhan baharuilah hati dan hidup kami dengan Roh-Mu, agar kami selalu hidup berkenaan kepada-Mu, amin
Senin, 21 Mei 2018
bacaan : Roma 8 : 9-17
9 Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. 10 Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. 11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu. 12 Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. 13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. 14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. 15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!” 16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. 17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
Jangan dikendalikan oleh Kedagingan…!!
Ibu Pendeta …. tolong doakan beta pung kondisi rumah tangga dolo sebab beta pung laki su cinta parampuang laeng. Sakarang ini, beta pung laki deng dia pung selingkuhan sementara masuk ibadah di gereja Maranatha ini, dong 2 dudu di bagian kanan dari mimbar gereja Maranatha ini…. Demikian tulisan pada secarik kertas dari seorang perempuan yang aku terima dari Majelis bertugas saat akan memimpin ibadah pagi jam 09.00 di gereja Maranatha beberapa tahun lalu. Dalam percakapan dengan beberapa Majelis, mereka berkata: “Ibu pendeta, bukan hanya dalam ibadah minggu tapi juga dalam ibadah Perjamuan Kudus pasangan yang berselingkuh pun ada”. Aku hanya dapat berkata “sangat memalukan perbuatan mereka, dong dua zu zeng takut Tuhan lai ee??.” Ini hanya salah satu dari banyaknya perbuatan daging yang telah menodai kesucian beribadah kepada Tuhan. Perbuatan lelaki dan perempuan selingkuhannya yang sangat berani ke gereja secara bersama tanpa merasa bersalah menunjukan bahwa mereka masih dikendalikan oleh kedagingan bukan dikendalikan oleh Kristus, sehingga mereka tidak bisa disebut sebagai anak-anak Allah. Orang Kristen wajib disebut sebagai anak-anak Allah, karena hidupnya wajib dikendalikan oleh Roh Kristus. Istri lelaki itu hidupnya dikendalikan oleh Roh karena itu ia gelisah (bukan cemburu) dengan perilaku suaminya dan berusaha mengeluarkan suaminya dari lingkaran dosa. Ia mengkritik cara beribadah suaminya yang MENODAI KESUCIAN IBADAH UMAT dengan cara membawa rintihan hatinya kepada Tuhan melalui para hamba-Nya dalam doa. Jika hidup kita masih dikendalikan oleh kedagingan itu berarti kita telah mati di hadapan Tuhan.
Selasa, 22 Mei 2018
bacaan : Kisah Para Rasul 5 : 12-16
Tanda-tanda dan mujizat-mujizat
12 Dan oleh rasul-rasul diadakan banyak tanda dan mujizat di antara orang banyak. Semua orang percaya selalu berkumpul di Serambi Salomo dalam persekutuan yang erat. 13 Orang-orang lain tidak ada yang berani menggabungkan diri kepada mereka. Namun mereka sangat dihormati orang banyak. 14 Dan makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan, 15 bahkan mereka membawa orang-orang sakit ke luar, ke jalan raya, dan membaringkannya di atas balai-balai dan tilam, supaya, apabila Petrus lewat, setidak-tidaknya bayangannya mengenai salah seorang dari mereka. 16 Dan juga orang banyak dari kota-kota di sekitar Yerusalem datang berduyun-duyun serta membawa orang-orang yang sakit dan orang-orang yang diganggu roh jahat. Dan mereka semua disembuhkan.
Karya Roh Kudus Menghasilkan Mujizat
Pada tahun 1997, bayi dalam rahim ibu Leny Ijarmasa telah mati beberapa hari dalam usia kandungan 8 bulan. Bayi ini harus segera dikeluarkan..!! jika tidak, Ibu Leny bisa mengalami infeksi, keracunan dan mati..!! Tetapi, bagaimana mungkin bayi yang sudah mati itu bisa keluar ?? sebab tidak bisa operasi, tidak ada dokter, tidak ada rumah sakit, tidar ada angkutan kapal laut, fasilitas perusahan sangat terbatas. Segala sesuatu serba sulit, sebab Ibu Leny dan suaminya, bapak Beni Ijarmasa tinggal di pulau Wetar, kampung Lurang tepatnya di Kampung Baru (sekitar 2 kilo dari dari pusat pabrik emas dan 11 kilo dari pusat kampung), jika harus ke pusat kecamatan Ilwaki harus menempuh perjalanan satu malam dengan kapal laut. Sebagai Hamba Allah yang ditugaskan di Jemaat GPM Lurang, aku wajib melayani suami-isteri tersebut. Mereka pun menaruh seluruh pengharapan hanya kepada Tuhan Yesus. Aku pun berdoa membuka seluruh keberadaan mereka dihadapan Tuhan dan meminta pertolongan Tuhan dan kuasa Tuhan berlaku serta meminta Tuhan memberkati air putih dalam ceret supaya diminum oleh ibu Leni. Aku sangat percaya, Tuhan Yesus telah bangkit dari kematian, tetap Roh Kudus-Nya tetap menyertai dan memberkati setiap pelayanan para hamba-Nya. Pekerjaan Roh Kudus selalu menghasilkan mujizat di sepanjang zaman. Sebagaimana kerja Roh Kudus nyata dalam pelayanan para rasul demikian juga saat ini. Memang benar, mujizat terjadi, satu jam kemudian, ibu Leni melahirkan bayi yang telah mati itu, ibu Leni pun selamat. Terpujilah Tuhan yang terus berkarya melalui Roh Kudus-Nya. Serahkan dirimu dan hidupmu untuk dikuasai oleh Roh Kudus Tuhan.
doa : Ya Roh Kudus, nayatakanlah kuasa-Mu dalam setiap langkah pelayananku dan hidupku, amin
Rabu, 23 Mei 2018
bacaan : KIsah Para Rasul 5 : 17-25
Rasul-rasul dilepaskan dari penjara
17 Akhirnya mulailah Imam Besar dan pengikut-pengikutnya, yaitu orang-orang dari mazhab Saduki, bertindak sebab mereka sangat iri hati. 18 Mereka menangkap rasul-rasul itu, lalu memasukkan mereka ke dalam penjara kota. 19 Tetapi waktu malam seorang malaikat Tuhan membuka pintu-pintu penjara itu dan membawa mereka ke luar, katanya: 20 “Pergilah, berdirilah di Bait Allah dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak.” 21 Mereka mentaati pesan itu, dan menjelang pagi masuklah mereka ke dalam Bait Allah, lalu mulai mengajar di situ. Sementara itu Imam Besar dan pengikut-pengikutnya menyuruh Mahkamah Agama berkumpul, yaitu seluruh majelis tua-tua bangsa Israel, dan mereka menyuruh mengambil rasul-rasul itu dari penjara. 22 Tetapi ketika pejabat-pejabat datang ke penjara, mereka tidak menemukan rasul-rasul itu di situ. Lalu mereka kembali dan memberitahukan, 23 katanya: “Kami mendapati penjara terkunci dengan sangat rapihnya dan semua pengawal ada di tempatnya di muka pintu, tetapi setelah kami membukanya, tidak seorangpun yang kami temukan di dalamnya.” 24 Ketika kepala pengawal Bait Allah dan imam-imam kepala mendengar laporan itu, mereka cemas dan bertanya apa yang telah terjadi dengan rasul-rasul itu. 25 Tetapi datanglah seorang mendapatkan mereka dengan kabar: “Lihat, orang-orang yang telah kamu masukkan ke dalam penjara, ada di dalam Bait Allah dan mereka mengajar orang banyak.”
Beritakanlah Seluruh Firman Hidup, Tuhan Menyertaimu
Kami tidak bersedia menerima Pendeta baru untuk melakukan serah-terima jabatan Ketua Majelis… Demikian bunyi telegram Majelis Jemaat GPM Lurang kepada MPK Klasis PP Kisar. Aku dan mama terpukul, sedih sekali sebab ini tugas pertamaku sebagai Pelayan Tuhan (thn 1996) dan kami berhari-hari di lautan baru tiba di Kisar, lalu harus mengalami tantangan ini? Tapi, dengan penuh keyakinan, aku berkata kepada mamaku “Kita pergi saja ke Lurang dulu sesuai SK penugasan dan arahan Ketua Klasis. Kalau pun mereka tidak mau juga yaa… kita kembali masih ada jemaat yang lain”. Diantar oleh Pdt. J.Resley, aku dan mamaku berangkat dari pulau Kisar ke pulau Wetar, satu malam perjalanan dengan kapal. Tidak ada pelabuhan, kami harus naik motor laut kecil untuk merapat di pantai Lurang, ketika duduk mamaku harus terjatuh karna tempat duduk patah. Tiba di Lurang, suasana kampung sepi, gelap karna lampu mati hari minggu, serah-terima jabatan pun dilaksanakan, lalu mama kembali ke Ambon. Pdt, Resley kembali ke Kisar, tinggallah aku sendiri merambah medan gumul yang berat. Aku sangat terpenjara oleh perasaan bagaimana harus melayani bersama para penatua dan diaken, jemaat yang tidak menerimaku dan jauh dari orang-orang terkasih? Dalam iman yang sungguh kepada Tuhan Yesus dan ketekunan berdoa aku dibebaskan Tuhan dari penjara perasaan itu. Tuhan memberiku keberanian untuk menyampaikan kebenaran Firman Tuhan kepada mereka, dan memberiku semangat melayani, mengelola hidup persekutuan umat-Nya. Tuhan sungguh menyertaiku dalam setiap detik pelayananku, sehingga dari 1996-2001, aku berpisah dari mereka, tapi kasihku dan kasih mereka tetap termetrai di hatiku dan hati mereka.
doa : Tuhan, penyertaan-Mu selalu aku butuhkan, amin
Kamis, 24 Mei 2018
bacaan : Kisah Para Rasul 6 : 1-7
Tujuh orang dipilih untuk melayani orang miskin
Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari. 2 Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: “Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. 3 Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, 4 dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman.” 5 Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia. 6 Mereka itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itupun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka. 7 Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.
Aku ingin Penuh dengan Hikmat dan Roh
Saya tidak mau main-main dengan Tuhan… Demikian jawaban Kesya Matitaputy (17 thn) ketika aku bertanya pada setiapsiswa katekitsasi di Jemaat Bethabara (2010); Apa cita-citamu setelah diteguhkan sebagai seorang murid/pengikut Yesus?” Jawaban Kesya menegaskan satu prinsip dalam hidup orang Kristen, bahwa seoranq Kristen adalah soorang yang telah menyerahkan diri dan seluruh hidupnya kepada Tuhan, sehingga wajib melakukan Firman Tuhan dalam hidup dan kerja setiap hari sampai ajal menjemput. Sikap inilah yang dimiliki oleh para Rasul, murid-murid Tuhan. Para Rasul sangat fokus dalam doa dan pelayanan Firman Tuhan. Juga, diantara para murid Tuhan yang banyak itu, terdapat beberapa murid Tuhan yang terkenal baik, penuh dengan Roh dan Hikmat, juga iman, sehingga mereka dipilih oleh jemaat untuk membantu para Rasul dalam melayani umat dan mereka pun bersedia memikul tanggungjawab pelayanan itu. Dari pelayanan dan hidup mereka inilah, kekristenan terus berkembang sampai saat ini, dan Marantha!! Jadi, sebagai orang Kristen masa kini kita sementara meneruskan tanggungjawab pelayanan tersebut. Tetapi, bukan hanya sebatas menjadi penatua, diaken atau berbagai tugas pelayanan dalam jemaat. Yang paling penting adalah setiap orang Kristen, setiap Pendeta, Penatua, Diaken, dalam hidupnya dan kerjanya setiap hari harus terbukti bahwa ia terkenal baik, teguh dalam iman, penuh dengan Roh dan Hikmat. LAKUKAN SEKARANG JUGA, JANGAN MENUNDA!!! Mana yang paling berbahaya: tahu tapi pura-pura tidak tahu dan karena itu tidak melakukannya atau tidak tahu sama sekali dan karena itu tidak melakukannya? Jangan main-main dengan Tuhan Yesus!!!!!
doa : Tuhan, berilah aku Roh dan Hikmat-Mu, amin
Jumat, 25 Mei 2018
bacaan : Yakobus 4 : 1-10
Hawa nafsu dan persahabatan dengan dunia
Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? 2 Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. 3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. 4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah. 5 Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: “Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!” 6 Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.” 7 Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! 8 Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati! 9 Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita. 10 Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.
Pilihlah : Mau menjadi Sahabat Allah atau Sahabat Dunia ?
Setiap orang memerlukan seorang sahabat yang mau mengerti akan keadaan mereka. Sahabat yang mengerti akan keadaannya. Kehadiran seorang sahabat sangat penting di dalam diri seseorang. Seorang sahabat akan menjadi teman curhat seseorang dan mereka akan saling berbagi satu sama lain. Alkitab menjelaskan mengenai sahabat. Ada dua hal yang perlu diketahui mengenai sahabat yaitu sahabat Allah dan sahabat dunia. Menjadi sahabat Allah pasti mengerti kehendak Allah dan dengar-dengaran akan isi hati Allah. Menjadi sahabat Allah juga berarti tunduk kepada Allah, mendekatkan diri kepada Allah dan memiliki kesucian hidup hanya kepada Allah. Tidaklah mudah bagi kita untuk menjadi sahabat Allah sebab kita harus mengorbankan waktu, tenaga, materi, perhatian dll untuk berjumpa dengan sahabat kita tersebut. Demikian juga kepada Allah, Allah merindukan kita, sahabat-sahabatnya untuk senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya. Namun jangan lupa bahwa dunia sekarang pun sedang mencari seorang sahabat. Siapa yang bersahabat dengan dunia maka mereka tidak lagi bersahabat dengan Allah. Sedangkan menjadi sahabat dunia berarti selalu suka (sering) bertengkar, selalu bertindak dengan tidak berdoa, dan kalaupun berdoa namun dengan cara yang salah (Mereka salah berdoa), selalu bertindak “tidak setia” dan sombong. Sahabat Allah adalah orang-orang yang rendah hati, taat dan setia terhadap kebenaran, jujur, takut akan Allah dan intim terhadap Allah serta menyenangkan hati Allah. Sahabat dunia adalah orang-orang yang semena-mena dalam hidup mereka. Mereka asal-asal dalam bertindak dan mempergunakan kesempatan dan waktu tanpa memikirkan itu disertai kebenaran atau tidak demikian. Kekuatan kita tidaklah sanggup untuk menjadikan kita sahabat Allah, namun mintalah kuasa Roh Kudus untuk membarui dan memulihkan hidup kita agar menjadi sahabat Allah.
doa : Tuhan, kami mau menjadi sahabatMu, amin
Sabtu, 26 Mei 2018
bacaan : Yakobus 4 : 13-17
Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan
13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, 14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. 15 Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.” 16 Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah. 17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.
Libatkan Tuhan di setiap rencana Keluargamu
Di zaman yang serba modern ini kebanyakan orang tidak lagi melibatkan Tuhan dalam setiap perencanaan hidup karena merasa diri mampu menentukan langkah hidupnya. Dengan pengalaman, kepintaran, kekuatan, kecanggihan teknologi, kedudukan, jabatan, uang atau kekayaan yang dimiliki, mereka mengira bahwa semua yang direncanakan pasti akan berhasil. “Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati.” (Amsal 16:2). Orang yang melupakan Tuhan dalam setiap rencana hidupnya sama artinya meremehkan Tuhan, mengabaikan kehadiran-Nya, menganggap seolah-olah Tuhan tidak ada dan tidak punya kuasa. Yang menjadi akar persoalan adalah kesombongan. Orang yang sombong dan angkuh meyakini bahwa ia mampu mengatasi semua persoalan hidupnya dengan kekuatan yang dimiliki, padahal ada banyak hal di dunia ini yang unpredictable. Apa yang akan terjadi esok, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan? Tak seorang pun tahu. “Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu.” (Amsal 27:1). Kehidupan ini tidak selurus dan semulus yang kita bayangkan, terkadang ada ‘kejutan-kejutan’ yang tidak pernah kita harapkan, sementara kita hanya bisa menduga-duga dan mengira. Ingatlah…, sebuah perencanaan hidup akan semakin sempurna apabila Tuhan terlibat di dalamnya. Yakobus mengingatkan agar jangan pernah kita melupakan Tuhan dalam setiap perencanaan hidup.
doa : Tuhan, biarlah Engkau selalu ada di setiap rencana keluarga kami. Amin
*sumber : Santapan Harian Keluarga, penerbit : LPJ-GPM

