Diaken Ny. Helly Serhalawan Mengakhiri Tugas Pelayan Khusus Dengan Damai
AMBON, jemaatgpmsilo.org – Setelah menjalani proses pengobatan panjang selama kurang lebih 5 tahun melalui tindakan medis “cuci darah” sebagai akibat kerusakan/gagal ginjal, akhirnya Majelis Jemaat GPM Silo asal Sektor Pelayanan X Unit 2 itu menghembuskan nafas terakhir pada 21 November 2018. Almarhumah Diaken Ny. Helly Serhalawan/Wattimena meninggalkan Suami Ronny Serhalawan dan dua buah hatinya, Patrick Serhawalan dan Mariony Serhalawan.

Ketua Klasis Kota Ambon, Pdt. Nick Rutumalessy dalam sambutan pelepasannya pada Ibadah di Gedung Gereja Silo, menegaskan Diaken Ibu Helly Serhalawan yang didiagnosa menderita sakit gagal ginjal yang begitu lama [tahun 2013], dan ketika ditengah-tengah menghadapi kenyataan bahwa dirinya akan bolak-balik rumah sakit paling kurang seminggu 3 kali, dan berurusan dengan mesin hemodialisis, Ibu Helly justru teken kontrak dengan Tuhan untuk mengerjakan pelayanan. “… saya kira ini pelajaran berharga yang mau disampaikan oleh Ibu Helly bagi kita semua. Sebab, sekarang banyak diantara kita yang justru punya waktu yang panjang, punya tenaga yang luar biasa, punya seluruh kemampuan yang Tuhan anugerahkan, justru enggan untuk menyediakan waktu mengerjakan pekerjaan Tuhan. Ibu Helly justru memilih yang berbeda, dan saya kira dia telah menujukkan sebuah pembelajaran luar biasa bagi kita adalah bagaimana cara menjalani hidup dan menyiapkan diri menghadapi kehidupan, termasuk masa akhir hidup…” ungkap Pdt. Rutumalessy.
Ditengah-tengah kehadiran jemaat, kerabat dan handai taulan yang memadati Ruang Ibadah Utama Gereja Silo, penyampaian ucapan terima kasih dari pihak keluarga disampaikan oleh Bapak Pdt. Hengky Pesiwarissa. Mantan Ketua Majelis Jemaat Silo periode 2008-2015 itu, yang menceritakan kisah panjang perjuangan pengobatan yang dijalan oleh almarhumah dan keluarga, sekaligus terima kasih atas dukungan, bantuan, topangan dan doa bagi almarhumah semasa hidupnya, maupun keluarga yang ditinggalkan.
Setelah pelaksanaan ibadah pelepasan di Gedung Gereja Silo selama kurang lebih 3 jam, jenazah kemudian dibawa untuk dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum [TPU] Kebun Cengkeh, dan ibadah di pekuburan itu dipimpin oleh Pdt. Ny. Y. Rutumalessy. Sedangkan Ibadah dan Doa Syukur di rumah duka dipimpin oleh Pdt. Ny. E. Ifaksaksily. [BK]

