Santapan Harian Keluarga, 21 – 27 April 2019

AMBON, jemaatgpmsilo.org

Minggu, 21 April 2019                                 

bacaan : Lukas 24 : 1 – 12 (T)

tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka. 2 Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu, 3 dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus. 4 Sementara mereka berdiri termangu-mangu karena hal itu, tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan. 5 Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? 6 Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, 7 yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga.” 8 Maka teringatlah mereka akan perkataan Yesus itu. 9 Dan setelah mereka kembali dari kubur, mereka menceriterakan semuanya itu kepada kesebelas murid dan kepada semua saudara yang lain. 10 Perempuan-perempuan itu ialah Maria dari Magdala, dan Yohana, dan Maria ibu Yakobus. Dan perempuan-perempuan lain juga yang bersama-sama dengan mereka memberitahukannya kepada rasul-rasul. 11 Tetapi bagi mereka perkataan-perkataan itu seakan-akan omong kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu. 12 Sungguhpun demikian Petrus bangun, lalu cepat-cepat pergi ke kubur itu. Ketika ia menjenguk ke dalam, ia melihat hanya kain kapan saja. Lalu ia pergi, dan ia bertanya dalam hatinya apa yang kiranya telah terjadi.

Kebangkitan Kristus Mentransformasi Kehidupan

Sebenarnya apa Paskah itu? Paskah adalah kemenangan bagi kita dan seharusnya menjadi kebanggaan kita kepada Yesus Kristus, karena Ia telah mati dan bangkit dari kematianNya ituuntuk kita.Berita kebangkitan Tuhan Yesus adalah kabar baik. Maut telah dipatahkan oleh karna kuasaNya. Ia mati dan bangkit mengalahkan kuasa maut. Kebangkitannya seharusnya menjadi kekuatan rohani bagi kita untuk dapat mentransformasi berita kebenaran tentang kebangkitanNya yang memberi hidup berkemenangan itu bagi semua orang sehingga dapat membentuk karakter keluarga kita bersama dengan orang lain secara berkelanjutan. Sebab itu akan menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan yang bermutu.Proses transformasi harus berlangsung melalui pendidikan sebagai wahana pencerdasan dan itu mesti dimulai dari dalam keluarga. Orang tua mesti memberikan perhatian khusus tentang aktifitas pendidikan anak, disamping Pendidikan Formal Gereja. Pendidikan harus membuat setiap anak yakin akan kebenaran sebagai bekal pengetahuan yang tentu membentuk karakternyadalam pergaulan di dalam masyarakat. Sebab esensi menjadi saksi Kristus adalah percaya dan memberitakan kebenaran. Dengan demikian keluarga kita dan masyarakat harus dihindari dari asupan ajaran-ajaran kebohongan, fitnah, dan lainnya.Pergumulan demi kesejahteraan kitapun memerlukan usaha sebagai proses untuk berubah. Perubahan hidup ekonomi rumah tangga dan masyarakat perlu dimaknai sebagai cara kita mengafirmasi kasih setia Tuhan yang telah diberi kepada kita. Sebab itu nilai rela berkorban, bekerja jujur dan adil, penting dijadikan bagian dari usaha pensejahteraan.

Transformasi adalah proses mematangkan keadaan hidup dan iman untuk tugas bergereja dan berbangsa yang masih akan terus digumuli dalam terang kebangkitan Kristus. Selamat Paskah!!!

Doa: Tuhan, terima kasih buat kebangkitanMu yang dapat mentransformasi  kehidupan bagi keluarga kami. Amin.

Senin, 22 April 2019                           

bacaan : 1 Korintus 15 : 35 – 49 (T)

Kebangkitan tubuh

35 Tetapi mungkin ada orang yang bertanya: “Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apakah mereka akan datang kembali?” 36 Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu. 37 Dan yang engkau taburkan bukanlah tubuh tanaman yang akan tumbuh, tetapi biji yang tidak berkulit, umpamanya biji gandum atau biji lain. 38 Tetapi Allah memberikan kepadanya suatu tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya: Ia memberikan kepada tiap-tiap biji tubuhnya sendiri. 39 Bukan semua daging sama: daging manusia lain dari pada daging binatang, lain dari pada daging burung, lain dari pada daging ikan. 40 Ada tubuh sorgawi dan ada tubuh duniawi, tetapi kemuliaan tubuh sorgawi lain dari pada kemuliaan tubuh duniawi. 41 Kemuliaan matahari lain dari pada kemuliaan bulan, dan kemuliaan bulan lain dari pada kemuliaan bintang-bintang, dan kemuliaan bintang yang satu berbeda dengan kemuliaan bintang yang lain. 42 Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan. 43 Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan. 44 Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah. 45 Seperti ada tertulis: “Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup”, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. 46 Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah. 47 Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga. 48 Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga. 49 Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.

Tubuh Sorgawi

Kesaksian seorang anak mengatakan bahwa ayahnya  hidup dengan banyak penyakit dan kelemahan dalam tubuhnya. Namun, ia tidak pernah menyerah atau menampilkan diri sebagai sosok yang lemah. Ia melatih dan memelihara dirinya sedemikian rupa sehingga cukup sehat untuk tetap menjadi berkat bagi banyak orang di sekitarnya. Setelah 82 tahun berjuang, ia pergi meninggalkan dunia, tetapi semua perjuangan dan jerih lelahnya tidaklah sia-sia.Tubuh duniawi kita pada waktunya memang akan mengalami kematian. Namun, dalam persekutuan dengan Kristus Yesus, Tuhan kita, kita mempunyai pengharapan. Sama seperti Kristus sudah bangkit dari antara orang mati, demikianlah Ia akan membangkitkan setiap orang yang percaya kepada-Nya. Ketika tubuh duniawi ini hancur dalam kematian, firman Tuhan menyatakan bahwa Tuhan akan menyediakan tubuh yang baru, tubuh surgawi, yang mulia dan yang tidak akan mengalami kebinasaan.Jadi, bagi setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, kematian bukanlah tanda kesia-siaan, juga bukan tanda kekalahan. Kematian adalah peristiwa peralihan ketika kita harus menanggalkan tubuh yang duniawi untuk mengenakan tubuh yang surgawi. Karena itu, sekalipun ada dukacita karena kehilangan, tetapi hati kita bersukacita karena kita tahu bahwa mereka yang sudah meninggal bahkan kita juga nantinya tidak lagi terbelenggu dalam kelemahan dan keterbatasan; Tuhan sudah menyediakan tubuh kebangkitan bagi kita yang percaya padaNya. Selamat Paskah!!

Doa:Tuhan, terima kasih, Engkau menyediakan bagi kami tubuh yang surgawi. Amin.

 

Selasa, 23 April 2019                           

bacaan : Yohanes 20 : 24 – 29 (T)

Yesus menampakkan diri kepada Tomas

24 Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. 25 Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” 26 Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” 27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” 28 Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!” 29 Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

Jangan Meragukan Kuasa Kristus !!!

Dua pertanyaan yang mesti menggelisahkan kita setelah membaca firman Tuhan ini, yaitu: 1). Apakah kita juga pernah mengalami pengalaman iman seperti Tomas yang meragukan kuasa kebangkitan Tuhan? 2). Bagaimana cara kita memulihkan seluruh keraguan kita akan keberadaan Yesus yang benar-benar bangkit bagi kehidupan kita? Dua pertanyaan ini penting bagi kita sebagai keluarga Kristen sebab terkadang, kita pun meragukan kuasa Tuhan dalam hidup kita.Olehnya kita belajar hari ini melalui peristiwa penampakan yang dilakukan oleh Yesus pasca kebangkitanNyakepada Tomas, mesti dipahami secara teknis, karena pada waktu penampakkan Yesus kepada para murid, Tomas tidak berada bersama-sama dan Yesus sangat tahu kadar keberimanan para muridNya. Dan jika penampakkan itu dilakukan terhadap Tomas, itu berarti Tomas sesungguhnya termasuk diantara para murid yang meragukan kebangkitan Kristus dari antara orang mati.Melalui kisah penampakkan ini, Yesus memberitahukan kepada Tomas bahwa Ia benar-benar bangkit sebab Ia adalah Tuhan. Penampakkan ini penting dan harus dipahami sebagai cara Yesus merehabilitasi iman dari para murid dan sekaligus memberitahukan bahwa kebangkitanNya itu adalah akta yang harus memperteguh iman untuk terus bersaksi bahwa Tuhan itu benar-benar hidup. Sebagai keluarga Kristen kita belajar percaya dan andalkan kuasa Yesus yang melalui kematianNya mampu mentransformasi kehidupan yang lebih baik lagi buat hidup keluarga kita.

Doa: Terima kasih Tuhan, sampai saat ini, keluarga kami tetap percaya pada kuasaMu. Amin.

Rabu, 24 April 2019                                  

bacaan : Markus 16 : 14 – 18 (T)

14 Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. 15 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. 16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. 17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, 18 mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”  

Percaya dan Beritakanlah InjilNya

Ketidakpercayaan para murid tentang penampakan Tuhan Yesus ini bukan saja oleh karena informasi Maria, namun pengalaman perjumpaan Tuhan Yesus dengan dua orang yang berjalan ke luar kota (Emaus), juga sulit mereka terima sebab kesedihan yang mereka alami. Keyakinan bahwa Yesus benar-benar bangkit baru mereka terima, ketika Ia menampakkan diriNya langsung kepada mereka ketika mereka sedang makan. Dan pada kesempatan itu digunakan Tuhan Yesus untuk menegor mereka atas ketidak-percayaan mereka yang disebabkan karena kedegilan hati mereka. Sebab peristwa kebangkitan itu sudah Tuhan Yesus sampaikan sebelum Ia disalibkan bahwa setelah hari yang ketiga Ia akan bangkit dari antara orang mati. Namun kepedihan mereka telah menutupi semua ingatan mereka tentang apa yang pernah Tuhan Yesus sampaikan. Dengan penampakan itu membuat mereka mengalami sukacita karena Tuhan mereka sudah hidup kembali. Tugas mereka selanjutnya adalah menyampaikan berita penyelamatan itu kepada orang lain supaya banyak orang selamat. Dan untuk melaksanakan tugas itu mereka dilengkapi dengan kemampuan untuk berbicara dalam berbagai bahasa dan kuasa untuk mengusir setan dan menyembuhkan orang sakit dengan penumpangan tangan. Tugas untuk memberitakan injil tentang Yesus yang bangkit ini juga merupakan tanggung jawab kita sebagai keluarga Kristen melalui tutur kata dan sikap hidup kita di rumah, sekolah, kampus, kantor dan di mana saja. Jangan takut dan kuatir, sebab Tuhan akan melengkapi kita dengan kuasaNya sehingga kita mampu mentransformasikan kuasa kebangkitan yang menghidupkan itu kepada orang lain.

Doa: Tuhan, tolonglah kami agar mampu melakukan tugas pemberitaan Injil sehingga dapat mentransformasikan kuasa kebangkitanMu kepada sesama kami. Amin.

 

Kamis, 25 April 2019                              

bacaan :  Matius 28 : 16 – 20 (T)

Perintah untuk memberitakan Injil

16 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. 17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. 18 Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. 19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.

Laksanakanlah Amanat Agung Tuhan Yesus

Amanat adalah sebuah pesan yang harus disampaikan dari seseorang kepada orang lain, atau kepada banyak orang. Nah, bacaan kita hari ini berisikan Amanat Agung Tuhan Yesus yang diberikan kepada murid-murid-Nya dan juga gereja-Nya di dunia ini. Sesudah Tuhan Yesus menyelesaikan seluruh rencana keselamatan Allah bagi keselamatan seisi dunia ini dan menjelang Ia kembali ke surga kepada Bapa-Nya, Ia menyampaikan tugas pengutusan ini. Ada tiga hal penting dari isi Amanat-Nya.Pertama, menunjuk kepada kuasa yang diterima dari bapa-Nya setelah Yesus mengalahkan kematian dengan segala kuasanya. Kuasa ini kemudian Ia berikan kepada murid-murid-Nya dalam melakukan tugas pengutusan sepeninggal Yesus nanti. Kedua, Yesus memberi suatu tugas untuk memenangkan semua orang bagi Yesus di mana baptisan merupakan konsekuensi logis dari sebuah proses pemuridan. Ketiga, Yesus menjanjikan penyertaan/kehadiran-Nya bagi para murid dan semua orang percaya-Nya di dunia ini. Amanat Agung ini mengandung tugas pengutusan bagi kita untuk bersaksi membuat orang sadar bahwa menjadi murid Tuhan itu penting.Menjadi murid artinya berjalan di jalan guru, atau berjalan sesuai jalan Yesus. Jalan Yesus beda dengan jalan dunia, sebab jalan Yesus adalah jalan kebaikan, kesetiaan dan kebenaran, yang beda dengan jalan dunia. Karena itu tugas pemuridan tidak gampang. Kita sendiri harus jadi contoh tentang hidup sebagai murid sehingga mampu mentransformasikan nilai-nilai hidup yang baik bagi orang lain. Jangan takut, Tuhan beserta kita.

Doa: Tuhan, kami siap melaksanakan Amanat AgungMu. Amin.

Jumat, 26 April 2019                             

bacaan : Yohanes 21 : 15 – 19 (T)

Gembalakanlah domba-domba-Ku

15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” 16 Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” 17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku. 18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.” 19 Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: “Ikutlah Aku.”

Bersediakah Menjadi Gembala???

Mengikuti Yesus yang mati dan bangkit, membutuhkan kesungguhan atau komitmen. Karena itu Petrus harus menyatakan kesungguhannya sebanyak dia menyangkal Yesus. Percakapan pada bacaan ini memperlihatkan betapa Yesus ingin memulihkan Simon Petrus sebagai muridNya, Yesus rela mengampuni kesalahan Petrus dan mau memakainya kembali. Di sini Yesus mencontohkan diriNya sebagai Tuhan yang maha pengampun. Tak ada kesalahan yang terlalu besar untuk tidak diampuni olehNya. Tetapi untuk itu harus ada kesungguhan dari Petrus juga untuk bertobat dan memulai hidup baru. Dia harus mengaku mencintai Tuhannya di hadapan semua orang. Dengan begitu ia dipulihkan kembali.

Mengasihi Yesus harus diaktakan dengan memikul tangung jawab menjadi gembala bagi suami, istri dan anak-anak. Walaupun disadari kita hidup di zaman NOW yang berhadapan dengan banyak tantangan, hambatan bahkan ancaman. Karena itu gembala yang bertanggungjawab terhadap kehidupan pribadi dan keluarga dan banyak orang di sekelilingnya sangat dibutuhkan supaya para domba tidak bercerai berai karena terancam, dan supaya mereka tetap memperoleh kesejahteraan di bawah asuhan gembalanya.Panggilan menjadi gembala adalah sekaligus panggilan untuk rela berkorban demi kehidupan para domba. Panggilan menjadi gembala adalah panggilan yang mampu mentransformasikan kehidupan yang lebih baik lagi kepada para domba. Jadilah gembala yang baik sebagai papa dan mama bagi anak-anak dan cucu-cucumu. Sambutlah tawaran Tuhan Yesus bagi kita untuk menjadi gembala sama seperti Simon Petrus yang sungguh-sungguh bertobat dan sesuai pengakuannya mau mengasihi Yesus dan menjadi gembala yang baik.

Doa: Tuhan, pakailah kami menjadi gembala bagi anggota keluarga kami dan mereka di sekitar kami. Amin.

Sabtu, 27 April 2019                                             

bacaan : Ayub 19 : 25 (T)

25 Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. 

Kebangkitan Kristus Mentransformasi Kehidupan

Pengakuan tentang Kristus yang bangkit dan hidup ditengah berbagai realitas persoalan dan pergumulan hidup yang berat, sesungguhnya bukanlah hal yang mudah dan gampang. Bagaimana mungkin seseorang yang menderita sakit bertahun-tahun dan tak kunjung sembuh, berbagai upaya pengobatan telah dilakukan namun semuanya sia-sia. Padahal dia adalah seorang yang selalu berlaku benar, rajin berdoa dan beribadah dan selalu berbuat baik. Bagaimana dia akan tetap setia mengimani Yesus sebagai Tuhannya yang hidup? Pergumulan berat inilah yang dialami oleh Ayub, seorang yang benar di mata Tuhan, tetapi dia harus menderita kehilangan semua miliknya termasuk anak-anak yang dikasihinya, bahkan menderita sakit sampai “tinggal kulit membalut tulangnya”, artinya penderitaan yang sangat hebat. Isteri dan sahabat-sahabatnya menghasut dia untuk berbalik melupakan Tuhannya, tetapi apa yang Ayub katakan? Ayub 19:25 menjadi pernyataan iman Ayub: “Penebusku Hidup.” Pernyataan ini bukan sekedar penghibur hati, atau ungkapan keputusasaan, tetapi benar-benar suatu pernyataan iman.Ayub meyakini bahwa Allah tidak pernah merancangkan yang jahat baginya, tetapi ketika dia harus mengalami penderitaan, Allah turut bekerja mendatangkan kebaikan (band.Roma 8:28). Allah tidak berjanji bahwa hidup ini tanpa masalah, tanpa penderitaan sakit, tetapi IA berjanji akan selalu menyertai dan memberi kekuatan, itulah iman yang sesungguhnya. Pada akhirnya setiap orang yang bertahan dalam menjalani pergumulan beratnya, Tuhan pasti akan memulihkan dan memberi hidup yang lebih baik, sebab IA adalah Allah yang bangkit dan Penebus yang Hidup.

Doa: Tuhan kami percaya bahwa Engkau adalah Penebus yang hidup, amin.

 

*sumber : SHK terbitan bulan April 2019, oleh LPJ-GPM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

John Brown Womens Jersey